Search Header Logo
Puisi: Inferensial 5

Puisi: Inferensial 5

Assessment

Presentation

World Languages

9th Grade

Practice Problem

Easy

Created by

IRVAN PAKSI EKANANTO

Used 1+ times

FREE Resource

14 Slides • 10 Questions

1

​Puisi

By IRVAN PAKSI EKANANTO

Inferensial 5

2

Pengertian

Puisi adalah bentuk karya sastra yang menggunakan kata-kata indah dan bermakna. Dalam pengertian lama, puisi merupakan bentuk karangan yang terikat. Dalam pengertian modern, puisi adalah ungkapan jiwa penulis yang ditulis secara bebas, tetapi tetap memiliki ciri khas.
Puisi Menuru Pendapat Ahli:
Menurut Herman J. Waluyo
Puisi adalah bentuk
karya sastra yang mengungkapkan pikiran dan perasaan penyair secara imajinatif dengan bahasa yang padat, indah, dan penuh makna.

Menurut Sumardi
Puisi merupakan
karya sastra dengan bahasa yang dipadatkan, dipersingkat, dan diberi irama dengan bunyi yang padu serta pilihan kata yang tepat.

Berdasarkan pengertian tersebut, puisi dapat disimpulkan sebagai karya sastra yang menggunakan bahasa indah dan bermakna untuk mengungkapkan perasaan, pikiran, dan pengalaman penyair. Puisi bisa terikat oleh aturan tertentu atau ditulis secara bebas, tetapi tetap memiliki ciri khas berupa pilihan kata, irama, dan makna yang mendalam.

3

Jenis-jenis Puisi

1. Puisi Lama atau Puisi Rakyat

Puisi rakyat adalah sastra lisan berupa puisi terikat yang berkembang pada masa masyarakat tradisional. Tujuan puisi rakyat adalah untuk menghibur pembaca serta memberikan nasihat dalam rangka mendidik anak. Selain itu, puisi rakyat juga berfungsi untuk memberikan isyarat untuk memulai suatu permainan, mengajak, melarang melakukan sesuatu, menggambarkan perenungan, serta memprotes ketidakadilan yang terjadi di masyarakat. Hal-hal yang disampaikan dalam puisi rakyat biasanya berupa nasihat, sindiran, atau humor.

Puisi rakyat memiliki ciri-ciri sebagai berikut.

1. Terdapat persajakan atau rima. Rima adalah pengulangan bunyi yang terdapat dalam larik puisi secara teratur.

2. Terdiri atas beberapa jumlah kata dalam satu baris:

3. Terdiri atas beberapa jumlah baris dalam satu bait. Bait adalah satu kesatuan puisi yang terdiri atas beberapa baris.

4. Terdiri atas beberapa jumlah suku kata dalam setiap baris.

4

Jenis-jenis Puisi Rakyat

Terdapat berbagai jenis puisi rakyat dengan masing-masing memiliki ciri-ciri sebagai berikut.

a. Pantun memiliki ciri-ciri sebagai berikut.

  • Satu bait terdiri atas empat baris.

  • Setiap baris terdiri atas 8-12 suku kata.

  • Baris pertama dan kedua merupakan sampiran, sedangkan baris ketiga dan keempat merupakan isi.

  • Rima akhir berpola a-b-a-b, artinya bunyi akhir baris pertama sama dengan bunyi akhir baris ketiga dan bunyi akhir baris kedua sama dengan bunyi akhir baris keempat.


Contoh Pantun:

Pergi ke taman memetik melati (a)
Tak lupa membawa kain sutra (b)
Rajin belajar sejak dini (a)
Agar tercapai semua cita-cita (b)

5

Jenis-jenis Puisi Rakyat

b. Gurindam memiliki ciri-ciri sebagai berikut.

- Setiap bait terdiri atas dua baris atau larik.

- Setiap larik terdiri atas 8-14 suku kata.

- Larik pertama merupakan syarat, sedangkan larik kedua merupakan jawaban.

- Larik pertama dan kedua membentuk kalimat majemuk, umumnya berupa hubungan sebab-akibat.

- Rima akhir berpola a-a.

- Contoh:

Jika rajin belajar setiap hari,
pasti masa depan akan berseri.


Jika rajin belajar setiap hari,
Ini adalah syarat, ditandai dengan kata jika.
pasti masa depan akan berseri.
Ini adalah jawaban atau akibat dari syarat pada baris pertama.

Membentuk kalimat majemuk (sebab–akibat)
Maknanya:

Sebab/syarat: rajin belajar setiap hari

Akibat/jawaban: masa depan akan berseri

Kedua baris tidak bisa dipisahkan, karena maknanya saling berhubungan.

6

Jenis-jenis Puisi Rakyat

c. Syair memiliki ciri-ciri sebagai berikut.

- Satu bait terdiri atas empat baris dengan rima berpola а-а-а-а.

- Setiap baris terdiri atas 8-12 suku kata yang seluruhnya merupakan isi.
Contoh:

Ilmu dicari janganlah malas

Agar hidup tidaklah terhempas

Dengan belajar hati terasah

Menjadi insan berbudi jelas

d. Mantra memiliki ciri-ciri sebagai berikut.

Terdiri atas beberapa rangkaian kata yang memiliki irama.

Mengutamakan keindahan permainan bunyi.
Contoh:
Angin sepoi berhenti berlalu

Hening malam menyatu kalbu

Dengan kuasa Yang Maha Esa

Tenanglah jiwa, damailah rasa

7

Jenis-jenis Puisi

2. Puisi Baru

Puisi baru adalah karya sastra yang tidak terikat oleh aturan tertentu. Puisi ini merupakan bentuk karya sastra yang puitis, terdiri atas larik dan bait. Dalam KBBI daring, disebutkan bahwa puisi ditulis dengan menggunakan bahasa yang dipilih dan ditata secara cermat sehingga mempertajam kesadaran orang akan pengalaman hidup serta membangkitkan tanggapan khusus melalui penataan bunyi, irama, dan makna khusus.
Unsur-unsur yang terdapat dalam puisi baru adalah sebagai berikut.

a. Larik adalah baris dalam puisi atau sajak.

b. Bait adalah satu kesatuan puisi yang terdiri atas beberapa baris, seperti pantun yang terdiri atas empat baris.

C. Rima adalah pengulangan bunyi yang berselang, baik dalam puisi maupun pada bagian akhir baris.

d. Imaji adalah unsur yang melibatkan pancaindra manusia dan dapat menggiring pembaca untuk membayangkan suatu kejadian dalam puisi.

e. Diksi adalah pemilihan kata-kata yang digunakan oleh penyair dalam puisi. Diksi dipilih secara cermat agar padat makna dan mengandung nilai estetika (keindahan).

f. Majas atau gaya bahasa merupakan unsur penting dalam membangun puisi. Kekuatan dan kedalaman makna puisi sangat bergantung pada majas yang digunakan.

8

jenis-jenis majas

1) Majas perbandingan atau biasa disebut perumpamaan atau simile. Menurut Keraf (2007:138), simile diartikan sebagai perbandingan yang bersifat eksplisit. Perbandingan bersifat eksplisit yang dimaksud adalah perbandingan yang secara langsung menyatakan bahwa sesuatu sama dengan hal lainnya, dengan menggunakan kata-kata pembanding, seperti sama, sebagai, bagaikan, seperti, bak, laksana, dan umpama.

Contoh:

Ibu

Kasih sayangmu sungguh dalam
Lebih
dari dalamnya pusaran bumi
Cintamu sungguh luas

Bagai luasnya samudra

2) Majas metafora adalah majas yang menggunakan analogi atau perumpamaan untuk melukiskan atau menggambarkan sesuatu secara langsung. Majas ini tidak menggunakan kata-kata perbandingan, seperti bagai, bagaikan, sebagai, bak, seperti, semisal, seumpama, laksana, sepantun, penaka, se-, dan kata jenis lainnya.

Contoh:

Bundaku

Bunda,

engkau adalah rembulan,
yang menari dalam dadaku

9

jenis-jenis majas

3) Majas personifikasi adalah majas yang memberikan sifat-sifat manusia kepada benda mati. Dalam majas ini, benda-benda mati digambarkan seolah-olah dapat melakukan berbagai aktivitas layaknya yang dilakukan oleh manusia.
Contoh:
Mentari
tersenyum di pagi hari.
→ Matahari (benda mati) digambarkan bisa tersenyum seperti manusia.

4)
Sinekdoke adalah majas yang menyebutkan suatu bagian penting dari suatu benda untuk mewakili benda atau hal itu secara keseluruhan, atau sebaliknya. Sinekdoke terbagi menjadi dua macam, yaitu pars pro toto dan totem pro parte.

- Pars pro toto adalah majas sinekdoke yang menyebutkan sebagian untuk mewakili keseluruhan.
Contoh:

Sampai detik ini, dia belum kelihatan batang hidungnya.

Sampai kapan pun, kamu tidak aku izinkan menginjakkan kaki di rumahku ini.

- Totem pro parte adalah majas sinekdoke yang menyebutkan keseluruhan untuk mewakili sebagian.

Contoh:

Dalam lomba tarik tambang kemarin, RT 02 keluar sebagai pemenangnya.

10

jenis-jenis majas

5) Perumpamaan epos atau perbandingan epos (epic simile) adalah perbandingan yang diperpanjang atau dilanjutkan. Majas ini dibentuk dengan cara menguraikan sifat-sifat pembanding secara lebih rinci melalui kalimat-kalimat atau frasa-frasa yang berturut-turut.

Contoh:

Suara Lonceng Sekolah
Ketika lonceng istirahat melengking,
riuh suara anak-anak menggelegar
memenuhi sudut sekolah.

Bagai gelombang pasang yang
menggulung, dari dasar samudra yang
tenang, lalu membesar, menghempas
pantai dengan dahsyat, membawa serta
buih-buih tawa, pasir canda, dan kerang-kerang obrolan.

11

jenis-jenis majas

6) Repetisi menurut Keraf (2007:127) adalah majas berupa perulangan bunyi, suku kata kata, atau bagian kalimat, yang dianggap penting untuk memberikan penekanan pada unsur yang dianggap penting.
Contoh Majas Repetisi

  1. Aku ingin belajar, ingin maju, ingin berhasil.
    → Kata “ingin” diulang untuk memberi penekanan.

  2. Dia terus berjalan, berjalan tanpa lelah, berjalan mengejar mimpi.
    → Kata “berjalan” diulang untuk menegaskan usaha yang dilakukan.

  3. Kami menunggu di pagi hari, menunggu di siang hari, menunggu di sore hari.
    → Frasa “menunggu” diulang untuk memperkuat makna kesabaran.

12

Jenis-jenis Puisi

1. Puisi Diafan

Penjelasan:
Puisi diafan adalah puisi yang
maknanya mudah dipahami secara langsung.
Bahasanya sederhana, jelas, dan mirip
bahasa sehari-hari.
Pembaca
tidak perlu menafsirkan terlalu dalam untuk memahami isinya.

Contoh Puisi Diafan:

Aku belajar setiap malam
Agar esok lebih paham
Aku ingin meraih cita-cita
Dengan usaha dan doa orang tua

Maknanya jelas:
puisi ini menceritakan
usaha belajar untuk meraih cita-cita.

13

Jenis-jenis Puisi

2. Puisi Prismatis

Penjelasan:
Puisi prismatis adalah puisi yang
maknanya tidak langsung dan lebih sulit dipahami.
Bahasanya menggunakan
majas, simbol, atau perumpamaan, sehingga pembaca harus menafsirkan maknanya.

Contoh Puisi Prismatis:

Langit menggenggam rahasia
Di balik kelam matanya
Langkah kecil mencari cahaya
Di lorong waktu yang membisu


Maknanya tidak langsung:

  • langit menggenggam rahasia → masalah atau harapan yang tersembunyi

  • mencari cahaya → mencari jalan keluar atau harapan

14

Prediksi Soal

Materi: Puisi (Puisi Lama, Puisi Baru, Majas, Diafan–Prismatis)

1. Menentukan pengertian puisi berdasarkan pengertian umum atau pendapat ahli (Herman J. Waluyo, Sumardi).

2. Membedakan pengertian puisi lama dan puisi modern.

3. Menentukan jenis puisi berdasarkan contoh teks (puisi lama atau puisi baru).

4. Mengidentifikasi ciri-ciri puisi rakyat (rima, jumlah baris, bait, suku kata).

5. Menentukan jenis puisi rakyat (pantun, gurindam, syair, atau mantra) berdasarkan contoh.

6. Menentukan bagian sampiran dan isi pada pantun.

7. Menentukan pola rima pada puisi rakyat (a-b-a-b, a-a, a-a-a-a).

8. Menentukan ciri khusus gurindam, terutama hubungan sebab–akibat antara baris pertama dan kedua.

9. Menentukan ciri syair, yaitu semua baris merupakan isi dan rimanya a-a-a-a.

10. Mengidentifikasi mantra berdasarkan permainan bunyi dan irama.

11. Menentukan unsur-unsur puisi baru (larik, bait, rima, imaji, diksi).

12. Menentukan makna imaji dalam puisi (penggambaran pancaindra).

13. Menentukan jenis majas yang digunakan dalam puisi atau kalimat.

14. Mengidentifikasi majas simile berdasarkan penggunaan kata pembanding (bagai, seperti, laksana).

15. Mengidentifikasi majas metafora tanpa kata pembanding.

16. Menentukan majas personifikasi (benda mati diberi sifat manusia).

17. Menentukan majas sinekdoke (pars pro toto atau totem pro parte).

18. Menentukan majas repetisi berdasarkan perulangan kata atau frasa.

19. Menentukan jenis puisi diafan atau prismatis berdasarkan kemudahan maknanya.

20. Menyimpulkan isi atau amanat puisi yang dibaca.

15

Draw

Hiaslah gambar disamping sesuai imajinasimu!

16

Multiple Choice

Manakah yang termasuk ciri-ciri pantun? (Jawaban lebih dari satu)

1

Tidak terikat oleh bait.

2

.

Mengandung majas.

3

Larik pertama dan kedua adalah isi.

4

Rima akhir berpola a-a-b-b.

17

Multiple Choice

Bacalah pantun berikut!

Pergi berlayar ke Pulau Bali

Jangan lupa membeli kain tenun

Kalau ingin meraih prestasi tinggi

Belajarlah rajin dan juga tekun

Isi pantun tersebut adalah....

1

anjuran untuk berlibur ke Pulau Bali

2

ajakan untuk melestarikan budaya lokal

3

motivasi agar belajar dengan sungguh-sungguh

4

pengalaman saat berbelanja di Bali

18

Categorize

Options (3)

"..., engkau adalah pohon kehidupan," merupakan majas metafora.

"Daun-daun nasihatmu adalah pelindung yang teduh," merupakan majas metafora.

Majas sinekdoke terdapat pada baris "Dengan akarmu yang kuat menopang setiap langkahku."

Perhatikan puisi berikut!

Ibu

Ibu, engkau adalah pohon kehidupan

Dengan akarmu yang kuat menopang setiap langkahku

Daun-daun nasihatmu adalah pelindung yang teduh

Ranting-ranting cintamu adalah pegangan yang kukuh

Pilihlah pernyataan berikut apakah Benar atau Salah sesuai puisi di atas!

Benar
Salah

19

Multiple Choice

Perhatikan puisi berikut!

Pergi ke taman memetik melati
Tak lupa membawa kain sutra
Rajin belajar sejak dini
Agar tercapai semua cita-cita

Puisi tersebut termasuk jenis puisi rakyat, yaitu …

1

syair

2

mantra

3

gurindam

4

pantun

20

Multiple Choice

Perhatikan puisi berikut!

Jika rajin belajar setiap hari,
pasti masa depan akan berseri.

Hubungan antara baris pertama dan kedua pada puisi tersebut adalah …

1

perbandingan

2

sebab–akibat

3

persamaan

4

pertentangan

21

Multiple Choice

Perhatikan puisi berikut!

Ilmu dicari janganlah malas
Agar hidup tidaklah terhempas
Dengan belajar hati terasah
Menjadi insan berbudi jelas

Puisi tersebut termasuk jenis …

1

pantun

2

gurindam

3

syair

4

mantra

22

Multiple Choice

Perhatikan puisi berikut!

Mentari tersenyum di pagi hari
Menyapa bumi dengan cahaya
Aku melangkah penuh harap
Menjemput mimpi masa depan

Majas yang terdapat pada baris pertama puisi tersebut adalah …

1

simile

2

metafora

3

personifikasi

4

repetisi

23

Multiple Choice

Perhatikan puisi berikut!

Aku ingin belajar, ingin maju, ingin berhasil
Menggapai mimpi setinggi langit

Jenis majas yang digunakan pada puisi tersebut adalah …

1

metafora

2

repetisi

3

personifikasi

4

sinekdoke

24

Multiple Choice

Perhatikan puisi berikut!

Aku belajar setiap malam
Agar esok lebih paham
Aku ingin meraih cita-cita
Dengan usaha dan doa orang tua

Puisi tersebut termasuk puisi diafan karena …

1

menggunakan simbol yang sulit ditafsirkan

2

maknanya tidak langsung

3

bahasanya sederhana dan mudah dipahami

4

menggunakan simbol yang sulit ditafsirkan
banyak menggunakan majas

​Puisi

By IRVAN PAKSI EKANANTO

Inferensial 5

Show answer

Auto Play

Slide 1 / 24

SLIDE