Search Header Logo
BAB 2 MACAM - MACAM UPACARA  ADAT MINANGKABAU

BAB 2 MACAM - MACAM UPACARA ADAT MINANGKABAU

Assessment

Presentation

Other

5th Grade

Hard

Created by

Raffi Firdaus

FREE Resource

10 Slides • 0 Questions

1

​2.2 MENDESKRIPSIKAN PENGANGKATAN / MALEWAKAN GALA

By Raffi Firdaus

2

A. contoh pengangkatan penghulu / melewakan gala

Pemimpin di Minangkabau adalah pemimpin kaum yang diangkat oleh sanak kemenakannya, gelar sako dan pusako yang disandang merupakan turun-temurun dari niniak turun ka mamak, dari mamak turun ka manakan.

Kedudukan penghulu tidak sama disemua nagari, pada bodi caniago penghulu "
duduk sahamparan, tagak sapamatang" artinya duduk sama rendah tegak sama tinggi dan hak bersuara sama.

3

diminangkabau penghulu bertigkat-tingkat, yaitu :
1. Penghulu suku, menurut keselarasan Koto Piliang, ia disebut penghulu pucuk atau penghulu tuo. Sedangkan menurut aliran bodi caniago penghulu pucuk disebut penghulu amek suku pertama yang datang membuka nagari tempat kediamannya, yang disebut Penghulu andiko.
2. Penghulu payung, adalah penghuluyang menjadi pimpinan warga suku yang telah membeladiri, karena terjadi perkembangan jumlah warga suku pertama.
3. penghulu indu, adalah pimpinan warga suku yang telah membela diri dari kaum sepayungnya.

4

syarat menjadi seorang penghulu, yaitu:
1. laki-laki
2. baik bibitnya, artinya ayahnya berasal dari keluarga yag baik untuk menjamin akhlaknya
3. baligh dan berakal, artinya harus orang dewasa, berakal dan berpendidikan, teguh serta tegas
4. berilmu, artinya penghulu mempunyai ilmu pengetahuan tentang adat, termasuk undang-undang dan hukum adat
5. adil, artinya penghulu tidak boleh berat sebelah
6. arif bijaksana, artinya harus mempunyai perasaan yang halus, berfikiran tajam, cerdik-cendikiawan dan aham akan tersirat.

5

7. tablik, artinya menyampaikan sesuatu yang baik kepada masyarakat.
8. pemurah, artinya penghulu harus bersedia memberi nasehat-nasehat kepada siapa saja
9. tulus, artinya penghul harus lurus, benar dan lillah
10. sabar
11. kaya, artinya penghulu harus orang yang berada, sehingga tidak menyusahkan anak kemenakan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

6

Pantangan dari seorang penghulu:
1. marah
2. menghardik
3. menyingsingkan lengan baju
4. berlari, menjunjung atau memanjat


Alasan untuk diadakan pengangkatan penghulu :
1. hiduik bakarelaan, artinya pertukaran penghulu disebabkan penghulu yang lama telah uzur dan tidak sanggup lagi menjalankan tugasnya.
2. mati batungkek budi, artinya penghulu meningga dunia dan gelar pusaka dihimbaukan di tanah tasirah, artinya pusara.

7

3. membangkik batang tarandam, artinya mengangkat seorang penghulu setelah gelar pusaka sudah lama terpendam, kekurangan alat untuk melaksanakannya seperti kata petitih, cukuik di nan ado, suko di nan indak
4. malakekkan baju talipek, artinya gelar pusaka tidak di pakai, karena disebabkan oleh orang yang berhak menerima gelar pusaka masih kecil sehingga dilipat dahulu sampai dia akil baligh dan berakal.
5. manurunkan nan tagantuang, artinya mengangkat penghulu dengan alasan pengangkatan sudah lama di tangguhkan karena belum ada calon pengganti penghulu
6. babala siba baju disebut juga padi sarumpun dibagi duo, artinya menambah penghulu baru karena anak kemenakan banyak.

8

7. mangguntiang siba baju, artinya mendirian penghulu baru karena ada persengketaan yang tidak bisa didamaikan dalam satu atau kaum sehingga kaum atau suku tersebt di bagi dua.
8. gadang menyimpang, artinya penghulu baru di suatu kaum yang memisahkan diri dari kepemimpinan

9

B. Cara Pengangkatan Penghulu

Langkah-langkah dalam pengangkatan penghulu, yaitu:
1. menentukan baniah, artinya pemilihan harus dirundingkan baik burk calon tersebut terlebih dahulu
2. dituah dicilakoi, artinya calon baniah ini diperbincangkan baik buruknya dalam kandang kecil, maksudnya suatu rapat yang dihadiri oleh laki-laki dan wanita dalam kaum itu.
3. penyerahan baniah, artinya penyerahan perlu di undang penghulu setungku untuk menerima penerimaan baniah.

10

4. manakok hari, artinya penentuan alek penegakkan gala akan berlangsng
5. pelaksanaan upacara menegakkan penghulu/melewakan gala, peresmian penanaman atau pengangkatan baniah menjadi penghulu bagi nagari, diadakan jamuan seisi nagari agar diketahui pihak umum. dengan istilah tabendang ka langik, tatabua ka bumi.

​2.2 MENDESKRIPSIKAN PENGANGKATAN / MALEWAKAN GALA

By Raffi Firdaus

Show answer

Auto Play

Slide 1 / 10

SLIDE