Search Header Logo

3.5 dan 4.5 Teks Anekdot

World Languages

10th Grade

Used 10+ times

3.5 dan 4.5 Teks Anekdot
AI

AI Actions

Add similar questions

Adjust reading levels

Convert to real-world scenario

Translate activity

More...

    Content View

    Student View

5 questions

Show all answers

1.

MULTIPLE CHOICE QUESTION

30 sec • 1 pt

1. Malam itu tampak dingin. Andi dan adiknya pergi ke rumah mewah untuk mengambil pasangan sandal adiknya. Namun, nasib buruk bagi Andi, warga menghadangnya. Andi pun dihakimi oleh massa. “Saya tidak mencuri, saya hanya mencari pasangan sandal adik saya,” Andi mencoba membela diri. Adiknya hanya diam ketakutan. “Bagaimana warga. apakah kita lanjutkan hukuman ini?” kata kepala kampung kebingungan. “Lanjut, hajar dia, sampai dia kapok!” seru warga.


Kritik yang hendak disampaikan melalui teks anekdot tersebut adalah ...

Banyaknya kasus pencurian sandal di rumah mewah.

Adiknya hanya diam melihat kakaknya dihakimi warga.

Kebanyakan masyarakat yang main hakim sendiri.

Anak yang tidak berhati-hati ketika melakukan sesuatu.

Kepala kampung yang mengayomi warganya.

2.

MULTIPLE CHOICE QUESTION

1 min • 1 pt

Bacalah teks berikut untuk soal nomor 2 dan 3!


“Harus menyediakan uang, Pak. Soalnya kalau sekolah kita statusnya sudah SBI, pasti bayarnya lebih mahal. Masa sih bayarnya sama kayak sekolah biasa. Udah gitu, pasti nanti diminta iuran untuk ini itu,” kata Jono.

“Begini loh, kalau sekolah kita bertaraf internasional artinya sekolah kita itu setara dengan sekolah luar negeri. Jadi, kalian seperti sekolah di luar negeri,” Pak Guru melanjutkan penjelasannya.

“Tapi Pak, kalau menurut saya, SBI itu bukan Sekolah Bertaraf Internasional, tapi Sekolah Bertarif Internasional.” Jono melanjutkan penjelasannya.


Hal penting yang terkandung dalam teks anekdot di atas adalah ....

syarat penetapan sekolah berstatus SBI

perencanaan suatu sekolah menjadi SBI

keinginan para siswa bersekolah di SBI

ketidakmampuan siswa bersekolah di SBI

kekeliruan pelaksanaan sekolah berstatus SBI

3.

MULTIPLE CHOICE QUESTION

1 min • 1 pt

“Harus menyediakan uang, Pak. Soalnya kalau sekolah kita statusnya sudah SBI, pasti bayarnya lebih mahal. Masa sih bayarnya sama kayak sekolah biasa. Udah gitu, pasti nanti diminta iuran untuk ini itu,” kata Jono.

“Begini loh, kalau sekolah kita bertaraf internasional artinya sekolah kita itu setara dengan sekolah luar negeri. Jadi, kalian seperti sekolah di luar negeri,” Pak Guru melanjutkan penjelasannya.

“Tapi Pak, kalau menurut saya, SBI itu bukan Sekolah Bertaraf Internasional, tapi Sekolah Bertarif Internasional.” Jono melanjutkan penjelasannya.


Unsur kelucuan atau humor yang ada pada teks tersebut terdapat pada kalimat ....

harus menyediakan uang, Pak.

soalnya kalau sekolah kita statusnya sudah SBI, pasti bayarnya lebih mahal.

begini loh, kalau sekolah kita bertaraf internasional artinya sekolah kita itu setara dengan sekolah luar negeri.

jadi, kalian seperti sekolah di luar negeri.

tapi Pak, kalau menurut saya, SBI itu bukan Sekolah Bertaraf Internasional, tapi Sekolah Bertarif Internasional

4.

MULTIPLE CHOICE QUESTION

30 sec • 1 pt

“Kamu itu justru sangat bodoh,” kata hakim itu denngan tenangnya, “Mau-maunya bertengkar dengan seseorang yang bodoh, yang mengatakan bahwa empat kali tujuh adalah 27. Bukankah kamu yang seharusnya dihukum?”


Pelajaran yang dapat dipetik dari kutipan teks anekdot di atas adalah ....

taatilah hukum yang berlaku

uruslah sesuatu hal yang bermanfaat

janganlah berdebat dengan orang lain

hargailah jawaban orang lain ketika melakukan adu pendapat

mengakulah jika berbuat salah

5.

MULTIPLE CHOICE QUESTION

30 sec • 1 pt

Bacalah teks eksplanasi berikut!

Teks 1


Waktunya bedoa untuk membuat negara lebih berkembang dan maju.

Obama : Tuhan, kapan negaraku akan terbebas dari kemiskinan?

Tuhan : 25 tahun lagi.

Obama menangis tersedu-sedu.

Tonny Abbott : Tuhan, kapan negaraku akan terbebas dari kemiskinan?

Tuhan : 20 tahun lagi.

Tonny Aabbott menangis tersedu-sedu.

Jokowi : Tuhan, kapan negaraku akan terbebas dari kemiskinan?

Tuhan menangis tersedu-sedu.


Teks 2

Bocah 1 : “Kenapa kamu ke sini?”

Bocah 2 : “Aku mau operasi amandel”

Bocah 1 : “Jangan takut, waktu aku umur empat tahun juga pernah operasi amandel. Aku hanya perlu tidur dan bangun-bangun dokter akan memberimu es krim. Itu sebenarnya menyenangkan.”

Bocah 2 : “Ah, syukurlah. Kamu ngapain ke sini?”

Bocah 1 : “Aku mau disunat.”

Bocah 2 : “Semangat ya! Dulu aku tak bisa berjalan setelah disunat.”


Bandingkanlah kedua teks di atas. Perbedaan kedua teks di atas adalah ….

Teks 1 adalah anekdot yang mengandung kritik sedangkan teks 2 adalah anekdot yang tidak mengandung kritik.

Teks 1 adalah anekdot yang mengandung kritik sedangkan teks 2 adalah anekdot yang mengandung pesan.

Teks 1 adalah humor yang mengandung pesan sedangkan teks 2 adalah anekdot yang mengandung kritik.

Teks 1 adalah humor yang mengandung pesan sedangkan teks 2 adalah anekdot yang mengandung pesan.

Teks 1 adalah anekdot yang mengandung kritik sedangkan teks 2 adalah humor yang tidak mengandung kritik.

Access all questions and much more by creating a free account

Create resources

Host any resource

Get auto-graded reports

Google

Continue with Google

Email

Continue with Email

Classlink

Continue with Classlink

Clever

Continue with Clever

or continue with

Microsoft

Microsoft

Apple

Apple

Others

Others

Already have an account?