
Pertemuan 2
Authored by Ani Dahliya
World Languages
9th Grade
Used 2+ times

AI Actions
Add similar questions
Adjust reading levels
Convert to real-world scenario
Translate activity
More...
Content View
Student View
10 questions
Show all answers
1.
MULTIPLE CHOICE QUESTION
2 mins • 1 pt
Bacalah kutipan cerpen berikut!
Marahnya matahari sampai juga di kepala mahasiswa. Menembus kabut asap tebal, merasuki bahkan ke kepala manusia. Yang selama ini tidak peduli betapa tanah yang ia sedang pijak dalam keadaan mengerikan. Terbakarnya hutan di pulau barat negeri, berembus ke mana saja dengan angin yang memegang kendali.
Makna kata marahnya matahari dalam kutipan cerpen di
atas adalah ...
Silau sekali
Kekal sekali
Panas sekali
Penuh sekali
2.
MULTIPLE CHOICE QUESTION
2 mins • 1 pt
Bacalah kutipan cerpen berikut!
"Aku binatang terkuat dan terbesar di dunia ini, "kata kodok dalam tempayan. Kodok itu lahir dan besar di dalam tempayan. Dia hanya ditemani nyamuk-nyamuk, sebab hanya nyamuk yang senang tinggal di tempat yang lembab dan gelap. Kodok itu belum pernah pergi keluar tempayan. Ia merasa dialah binatang yang terkuat di antara nyamuk-nyamuk yang ada di sekitarnya.
Makna simbol tempayan dalam cerita tersebut adalah ....
Tempat yang dibenci binatang karena lembab dan gelap
Tempat yang nyaman untuk ditinggali binatang
Tempat yang menyebabkan seseorang tidak memiliki wawasan luas
Tempat untuk menghaluskan bumbu dapur sebelum dimasak
3.
MULTIPLE CHOICE QUESTION
2 mins • 1 pt
Bacalah kutipan cerpen berikut!
... . . .
“Apa-apaan sih, elo? Posternya kan jadi sobek!!!”
“Sorry, Rin! Gue bener-bener nggak sengaja!”
Rinta sama sekali nggak ngegubris pembelaan Anya. Ia masih memandangi poster Blur kesayangannya yang kini sudah terbagi dua karena robek. “Rin, sorry,ya. Gue . . . .”
“Aah! Udah, deh! Pulang, sana!” potong Rinta kesal, matanya sudah sembap, hampir nangis. Anya nggak mau memperburuk keadaan. Ia pun langsung keluar dari kamar Rinta dan bergegas pulang.
Kutipan teks cerpen tersebut memuat bagian….
Orientasi
Komplikasi
Resolusi
Koda
4.
MULTIPLE CHOICE QUESTION
2 mins • 1 pt
Bacalah kutipan cerpen berikut!
Setiap pagi hari Saddam membantu menyiapkan kue buatan ibunya untuk dibawa ke sekolah. Di sekolah, kue buatan ibunya itu akan dititipkan di kantin sekolah. Sepulang sekolah, Saddam akan membantu ibunya berjualan kue keliling kampungnya.
Penggambaran watak tokoh dalam cerpen tersebut dengan cara....
Dialog antartokoh
Perilaku tokoh
Secara langsung
Pikiran tokoh
5.
MULTIPLE CHOICE QUESTION
2 mins • 1 pt
Bacalah Kutipan cerpen berikut!
Di sebuah hutan, terdapat rawa yang dihuni oleh beberapa jenis ikan. Di antaranya adalah sekelompok ikan mujair yang hidupnya sangat tenteram dan bahagia. Mereka saling membantu satu dengan yang lainnya, kehidupan terasa tenang dan damai.
Struktur penggalan fabel di atas merupakan tahapan ....
orientasi
klimaks
komplikasi
resolusi
6.
MULTIPLE CHOICE QUESTION
2 mins • 1 pt
Bacalah kutiban fabel berikut!
Para penghuni rimba merasa kurang senang. Keangkuhan si Merak semakin menjadi-jadi! Setiap berjumpa penghuni rimba lainnya, Merak selalu pamer bulu-bulunya itu.
"Siapa yang bisa menandingi keelokan diriku?" kata Merak berulang kali, tanpa bosan-bosan.
Tentu saja teman-temannya kian jengkel kepada Merak.
"Ah, aku ada akal untuk menyadarkan si merak," pikir Kancil suatu hari.
Lantas kancil membisiki beberapa teman lain. Di antaranya Kijang, Kelinci, dan Tupai.
Pagi itu merak kembali pamer kepada teman-temannya. Jalannya dibuat miring-miring agar bagian bulunya kelihatan siapa saja.
Isi tersirat kutipan fabel tersebut adalah . . .
Penghuni hutan hidup rukun meskipun ada salah satu penghuni yang sombong karena memiliki bulu indah.
Kancil dan teman-temannya selalu menghindari Merak karena ia suka memamerkan bulu-bulunya.
Merak tidak disukai teman-temannya karena ia sombong, merasa tidak tertandingi kecantikannya.
Kancil dan teman-temannya membiarkan ulah Merak yang suka memamerkan bulu-bulunya.
7.
MULTIPLE CHOICE QUESTION
2 mins • 1 pt
Bacalah kutipan cerpen berikut!
“Hai Gemblong!” sapa teman-teman Daryati dengan nada penuh candaan. Memang, ia sering mendapatkan sapaan seperti itu di kelasnya, bahkan juga dari teman kelas lain. Tubuh Daryati tidak gemuk. Sapaan itu diberikan karena ibunya memang seorang bakul gemblong, makanan dari ketela pohon yang dikukus lalu ditumbuk halus. Namun untaian candaan itu tak pernah dipedulikannya meski secara jujur Daryati merasa tak nyaman. Ia merasa mendapat tempat untuk berlatih sabar.
Penyebab konflik yang dialami tokoh pada kutipan cerita tersebut adalah …
A. Sering dipanggil dengan nada ejekan
B. Tubuh Daryati gemuk alias gendut
C. Ibunya seorang bakul gemblong
D. Ia harus sabar setiap hari
Sering dipanggil dengan nada ejekan
Tubuh Daryati gemuk alias gendut
Ibunya seorang bakul gemblong
Ia harus sabar setiap hari
Access all questions and much more by creating a free account
Create resources
Host any resource
Get auto-graded reports

Continue with Google

Continue with Email

Continue with Classlink

Continue with Clever
or continue with

Microsoft
%20(1).png)
Apple
Others
Already have an account?