
PRED BIN 01
Authored by Agus Sunarya
World Languages
12th Grade
Used 10+ times

AI Actions
Add similar questions
Adjust reading levels
Convert to real-world scenario
Translate activity
More...
Content View
Student View
10 questions
Show all answers
1.
MULTIPLE CHOICE QUESTION
2 mins • 1 pt
Cermati kutipan berikut!
“Belajar apaan?” Sam memandang Ali dengan pertanyaan.
“Belajar berbakti. Belajar berbakti kepada orang yang telah membesarkanku.”
“God wil angry if you not do it, isn’t it?”
Ali berdehem seraya tersenyum lebar, tetapi lebih tampak seperti menahan gelak tawa.
“Ini mah kewajiban yang dapat dilakukan nanti.”
“And God will give you aheaven if you do it?”
“berbakti pada orang tua mutlak harus dilakukan, Sam. Jasa orang tua tak terbalaskan sampai kapan pun.”
Kalimat resensi berupa kelemahan sesuai dengan kutipan novel tersebut adalah ...
Novel ini sebagian menggunakan bahasa asing sehingga sulit memahami isi cerita/
Novel ini tidak disukai oleh pembaca karena banyak menggunakan bahasa asing.
Pengarang kurang jelas mendeskripsikan watak tokoh sehingga sulit dipahami.
Pembaca novel tidak tertarik membaca novel berbahasa campuran.
Novel ini tidak menggambarkan persahabatan dua remaja.
2.
MULTIPLE CHOICE QUESTION
2 mins • 1 pt
Cermati kutipan berikut!
Bagi nenek, wibawa harus terus dijaga agar orang di luar griya mau menghargainya. Kenyataannya? Memang nenek bisa mengatur keluarga. Bahkan Ida Bagus Tugur, uaminya, takkan berkutik hanya dengan batuk kecil. Anehnya, nenek hanya pandai membaca kesalahan-kesalahan yang dibuat suaminya. Tapi dia tidak lihai membaca kesalahan anak kesayangannya, anak lelaki satu-satunya yang teramat dia kagumi dan terlalu sering membuat masalah itu.
Pendeskripsian watak tokoh nenek yang keras kepala dalam kutipan novel tersebut diungkapkan melalui ...
Situasi sekitar tokoh
Gambaran fisik tokoh
Tingkah laku tokoh
Tanggapan tokoh lain
Uraian pengarang
3.
MULTIPLE CHOICE QUESTION
2 mins • 1 pt
Cermati kutipan berikut!
Bagi nenek, wibawa harus terus dijaga agar orang di luar griya mau menghargainya. Kenyataannya? Memang nenek bisa mengatur keluarga. Bahkan Ida Bagus Tugur, uaminya, takkan berkutik hanya dengan batuk kecil. Anehnya, nenek hanya pandai membaca kesalahan-kesalahan yang dibuat suaminya. Tapi dia tidak lihai membaca kesalahan anak kesayangannya, anak lelaki satu-satunya yang teramat dia kagumi dan terlalu sering membuat masalah itu.
Pembuktian latar suasana tidak nyaman dalam kutipan novel tersebut adalah ...
Nenek selalu mempersalahkan suaminya.
Nenek selalu menjaga wibawanya.
Nenek tidak bisa mengatur keluarga.
Cucu nenek sering membuat masalah.
Suami nenek tidak berkutik dengan batuk kecil.
4.
MULTIPLE CHOICE QUESTION
2 mins • 1 pt
Cermati kutipan cerpen berikut!
Satu jam berlalu, kami terdiam dan terhanyut dalam angan masing-masing. Persoalan yang kami hadapi saat ini benar-benar di luar batas kemampuan. Tapi aku yakin bahwa Tuhan tidak akan memeberi cobaan melebihi kemampuan hamba-Nya. Namun, Ranti istriku, tetap ngotot dan terus menerus mendesakku. Kami masih tetap terdiam, aku berdiri dan berjalan ke sana-ke mari. “Jangan hanya mondar-mandir, Mas, cepat cari jalan keluar, kepalaku rasanya mau copot, lagi pula persoalan ini tidak bisa menunggu, harus segera cari pinjaman karena kalau hujan turun dengan lebat takutnya rumah ini akan rubuh.”
Konflik dalam kutipan cerpen tersebut adalah ...
Saling ngotot tidak mau mengalah
Istri yang tidak sabar
Sulit mencari jalan keluar
Butuh pinjaman uang
Suami menyerah pada keadaan
5.
MULTIPLE CHOICE QUESTION
2 mins • 1 pt
Cermati kutipan cerpen berikut!
Satu jam berlalu, kami terdiam dan terhanyut dalam angan masing-masing. Persoalan yang kami hadapi saat ini benar-benar di luar batas kemampuan. Tapi aku yakin bahwa Tuhan tidak akan memeberi cobaan melebihi kemampuan hamba-Nya. Namun, Ranti istriku, tetap ngotot dan terus menerus mendesakku. Kami masih tetap terdiam, aku berdiri dan berjalan ke sana-ke mari. “Jangan hanya mondar-mandir, Mas, cepat cari jalan keluar, kepalaku rasanya mau copot, lagi pula persoalan ini tidak bisa menunggu, harus segera cari pinjaman karena kalau hujan turun dengan lebat takutnya rumah ini akan rubuh.”
Keterkaitan isi kutipan cerpen dengan kehidupan sehari-hari adalah ...
Suami biasanya tidak peduli dengan masalah rumah tangga.
Seorang istri menuntut suami untuk mencari penghasilan tambahan.
Istri lebih emosional dalam mengatasi permasalahan daripada suami.
Perlu pinjaman dana yang besar untuk memperbaiki rumah
Selalu ada jalan bila kita berusaha untuk memperbaiki rumah yang rubuh.
6.
MULTIPLE CHOICE QUESTION
2 mins • 1 pt
Cermati teks berikut!
Teks 1
Seorang kakek hidup serumah bersama anak, menantu, dan cucu berusia 6 tahun. Keluarga itu biasa makan malam
bersama. Si kakek yang sudah pikun sering mengacaukan segalanya. Tangan bergetar dan mata rabunnya membuat kakek susah menyantap makanan. Sendok dan garpu kerap jatuh. Saat si kakek meraih gelas, sering susu tumpah membasahi taplak. Anak dan menantunya menjadi gusar. Suami istri itu lalu menempatkan sebuah meja kecil di sudut ruangan, tempat sang kakek makan sendirian. Mereka memberikan mangkuk melamin yang tidak gampang pecah. Saat keluarga sibuk dengan piring masing-masing, sering terdengar ratap kesedihan dari sudut ruangan. Namun, suami-istri itu justru mengomel agar
kakek tak menghamburkan makanan lagi. Sang cucu yang baru berusia 6 tahun mengamati semua kejadian itu dalam diam.
Suatu hari si ayah memperhatikan anaknya sedang membuat replika mainan kayu. “Sedang apa, sayang?” tanya ayah pada anaknya. “Aku sedang membuat meja buat ayah dan ibu. Persiapan buat ayah dan ibu bila aku besar nanti.” Ayah anak kecil itu langsung terdiam. Ia berjanji dalam hati, mulai hari itu, kakek akan kembali diajak makan di meja yang sama. Tak akan ada omelan
saat piring jatuh, makanan tumpah, atau taplak ternoda kuah.
Teks 2
Di kantin sebuah universitas, Udin dan Tono, dua orang mahasiswa sedang berbincang-bincang. “saya heran pada dosen ilmu politik, kalau mengajar selalu duduk, tidak pernah mau berdiri,” kata Tono kepada Udin. Udin ogah-ogahan menjawab pertanyaan Tono. Udin beranggapan bahwa masalah yang dibicarakan Tono itu tidak penting.
Namun, Tono tetap meminta agar Udin mau menerka teka-tekinya. “Barangkali saja, beliau capek atau kakinya tidak kuat berdiri,” jawab Udin merasa jengah.
Ternyata jawaban Udin masih juga salah. Menurut Tono, dosen yang juga pejabat itu tidak bersedia berdiri sebab takut kursinya diambil orang lain.” Mendengar pernyataan Tono, Udin
menanyakan apa hubungan antara menjadi dosen dan pejabat. “Ya, kalau dia berdiri, takut kursinya
diduduki orang lain,” ungkap Tono.
Persamaan kedua teks cerita tersebut adalah ...
Menggunakan sudut pandang orang ketiga
Menguraikan watak tokoh kakek dan dosen yang lugu
Konflik tentang masa depan tokoh/kakek dan dosen
Latar cerita di rumah tokoh utama
Tema cerita tentang kesabaran tokoh
7.
MULTIPLE CHOICE QUESTION
2 mins • 1 pt
Cermati teks berikut!
Teks 1
Seorang kakek hidup serumah bersama anak, menantu, dan cucu berusia 6 tahun. Keluarga itu biasa makan malam bersama. Si kakek yang sudah pikun sering mengacaukan segalanya. Tangan bergetar dan mata rabunnya membuat kakek susah menyantap makanan. Sendok dan garpu kerap
jatuh. Saat si kakek meraih gelas, sering susu tumpah membasahi taplak. Anak dan menantunya menjadi gusar. Suami istri itu lalu menempatkan sebuah meja kecil di sudut ruangan, tempat sang kakek makan sendirian. Mereka memberikan mangkuk melamin yang tidak gampang pecah. Saat keluarga sibuk dengan piring masing-masing, sering terdengar ratap kesedihan dari sudut ruangan. Namun, suami-istri itu justru mengomel agar
kakek tak menghamburkan makanan lagi.
Sang cucu yang baru berusia 6 tahun mengamati semua kejadian itu dalam diam. Suatu hari si ayah memperhatikan anaknya sedang membuat replika mainan kayu. “Sedang apa, sayang?” hanya ayah pada anaknya. “Aku sedang membuat meja buat ayah dan ibu. Persiapan buat ayah dan ibu bila aku besar nanti.” Ayah anak kecil itu langsung terdiam. Ia berjanji dalam hati, mulai hari itu, kakek akan kembali diajak makan di meja yang sama. Tak akan ada omelan
saat piring jatuh, makanan tumpah, atau taplak ternoda kuah.
Teks 2
Di kantin sebuah universitas, Udin dan Tono, dua orang mahasiswa sedang berbincang-bincang. “saya heran pada dosen ilmu politik, kalau mengajar selalu duduk, tidak pernah mau berdiri,” kata Tono kepada Udin. Udin ogah-ogahan memjawab pertanyaan Tono. Udin beranggapan bahwa masalah yang dibicarakan Tono itu tidak penting.
Namun, Tono tetap meminta agar Udin mau menerka teka-tekinya. “Barangkali saja, beliau capek atau kakinya tidak kuat berdiri,” jawab Udin merasa jengah. Ternyata jawaban Udin masih juga salah. Menurut Tono, dosen yang juga pejabat itu tidak bersedia berdiri sebab takut kursinya diambil orang lain.” Mendengar pernyataan Tono, Udin
menanyakan apa hubungan antara menjadi dosen dan pejabat. “Ya, kalau dia berdiri, takut kursinya diduduki orang lain,” ungkap Tono.
Ringkasan isi cerita pada teks 2 adalah ...
Di kantin sebuah universitas, Udin dan Tono dua orang mahasiswa sedang berbincang-bincang.
Mendengar pernyataan Tono, Udin menanyakan apa hubungan antara menjadi dosen, kalau dia tidak mau berdiri saat mengajar.
Teka-teki Tono tentang dosen Udin yang enggan berdiri kalau sedang mengajar di kelas Tono.
Udin menerka teka-teki Tono, bahwa dosennya barangkali saja capek atau kakinya tidak kuat berdiri.
Tono meminta agar Udin menerka teka-tekinya tentang sebab dosen ilmu politiknya yang kalau mengajar selalu duduk.
Access all questions and much more by creating a free account
Create resources
Host any resource
Get auto-graded reports

Continue with Google

Continue with Email

Continue with Classlink

Continue with Clever
or continue with

Microsoft
%20(1).png)
Apple
Others
Already have an account?