Search Header Logo

Unsur-Unsur Fiksi dan Nonfiksi

Authored by Bella Marlinda

Other

8th Grade

Used 4+ times

Unsur-Unsur Fiksi dan Nonfiksi
AI

AI Actions

Add similar questions

Adjust reading levels

Convert to real-world scenario

Translate activity

More...

    Content View

    Student View

30 questions

Show all answers

1.

MULTIPLE CHOICE QUESTION

5 mins • 1 pt

Saat itu aku dihadapkan pada suatu dilema, apakah aku akan mendekatinya dan terus terang mengatakan kepadanya siapa aku ini sebenarnya atau tetap begini saja seterusnya. Semenjak aku menjadi mandor kebun, aku tidak pernah lagi berhubungan dengan Mas Sudibyo.


Watak tokoh “Aku” yang terlihat dalam penggalan novel tersebut adalah...

Egois

Ceroboh

Penyabar

Peragu

2.

MULTIPLE CHOICE QUESTION

5 mins • 1 pt

"Kamu mengapa, Du?" tanya kakek dengan sedih. "Maafkan Badu, Kek. Tadi Badu makan mangga yang masih kecil-kecil dan akhirnya Badu sakit perut," kata Badu sambil terisak. "Sudahlah, Du, lain kali tunggulah sampai mangga itu ranum, baru Badu boleh memetiknya."


Amanat penggalan cerpen tersebut adalah...

Jangan melawan kepada orang tua.

Kita harus menuruti nasihat orang tua.

Janganlah memetik mangga sembarangan.

Janganlah makan mangga yang masih kecil.

3.

MULTIPLE CHOICE QUESTION

5 mins • 1 pt

Cermati kutipan cerpen berikut

. . .

Lelaki jangkung berwajah terang yang membukakan pintu terlihat takjub begitu mengenali saya. Pastinya dia sama sekali tidak menyangka akan kedatangan saya yang tiba-tiba. Ketika kemudian dengan keramahan yang tidak dibuat-buat dipersilakannya saya untuk masuk, tanpa ragu-ragu saya memilih langsung menuju amben di seberang ruangan. nikmat rasanya duduk diatas balai-balai bambu beralas tikar pandan itu. Dia pun lalu turut duduk, tapi pandangannya justru diarahkan keluar jendela, pada pohon-pohon cengkeh yang berderet seperti barisan murid kelas kami dahulu saat mengikuti upacara bendera setiap senin. Saya paham, kejutan ini pastilah membuat hatinnya diliputi keharuan yang tidak bisa diungkapkannya dengan kata-kata. Dia butuh untuk menetralisirnya sebentar.

....


(Sumber: "Seragam", disarikan dari Kompas, Minggu, 12 Agustus 2012, Aris Kurniawan Basuki)


Latar suasana yang terdapat pada kutipan cerpen tersebut adalah ....

senang

khawatir

haru

marah

4.

MULTIPLE CHOICE QUESTION

5 mins • 1 pt

Cermati kutipan cerpen berikut

. . .

Lelaki jangkung berwajah terang yang membukakan pintu terlihat takjub begitu mengenali saya. Pastinya dia sama sekali tidak menyangka akan kedatangan saya yang tiba-tiba. Ketika kemudian dengan keramahan yang tidak dibuat-buat dipersilakannya saya untuk masuk, tanpa ragu-ragu saya memilih langsung menuju amben di seberang ruangan. nikmat rasanya duduk diatas balai-balai bambu beralas tikar pandan itu. Dia pun lalu turut duduk, tapi pandangannya justru diarahkan keluar jendela, pada pohon-pohon cengkeh yang berderet seperti barisan murid kelas kami dahulu saat mengikuti upacara bendera setiap senin. Saya paham, kejutan ini pastilah membuat hatinnya diliputi keharuan yang tidak bisa diungkapkannya dengan kata-kata. Dia butuh untuk menetralisirnya sebentar.


(Sumber: "Seragam", disarikan dari Kompas, Minggu, 12 Agustus 2012, Aris Kurniawan Basuki)


Watak tokoh Dia pada kutipan cerpen tersebut adalah

pemarah

baik

pendiam

ramah

5.

MULTIPLE CHOICE QUESTION

5 mins • 1 pt

Cermati kutipan cerpen berikut untuk menjawab soal!

. . .

Ya. Dageraad memang selalu memanggil Galuh dengan sebutan Diamant yang berarti intan. Karena dalam budaya pendulang di tanah banjar, intan disebut dengan Galuh sebagai sapaan penghormatan sekaligus lambang kasih sayang seorang ayah kepada putrinya.


Sepuluh tahun menginjak tanah banjar nyatanya cukup memengaruhi banyak sisi kehidupan dalam diri seorang Dageraad Van Dallen, marinir angkatan darat Walanda itu.

Termasuk tentang hatinya.

. . .


(Sumber: "Geheugen Galery", disarikan dari Kompas, Minggu, 27 Maret 2016, Miranda Seftiana)


Bukti tokoh Dageraad mengormati Galuh yang sesuai dengan kutipan cerpen tersebut adalah . . . .

Dageraad sangat menjunjung tinggi budaya pendulang di tanah banjar.

Dageraad memanggil Galuh dengan sebutan Diamant yang berarti intan.

Sepuluh tahun menginjak tanah banjar cukup memengaruhi sisi kehidupan dageraad.

Intan disebut dengan Galuh sebagai sapaan penghormatan sekaligus lambang kasih sayang.

6.

MULTIPLE CHOICE QUESTION

5 mins • 1 pt

Ketika lahir anak itu tidak menangis. Ia diberi nama Rara Anteng. Setelah dewasa dia menjadi gadis cantik. Suatu hari ia dilamar bajak laut yang kejam. Rara Anteng minta dibuatkan laut ditengah gunung. Tetapi akhirnya Rara Anteng menikah dengan Joko Seger, karena bajak laut gagal memenuhi permintaanya.


Tokoh cerita di atas adalah …

Rara Anteng

Bajak laut

Joko Seger

Rara Anteng, Joko Seger, Bajak Laut

7.

MULTIPLE CHOICE QUESTION

5 mins • 1 pt

Media Image

Dahulu ada seoarang Ibu mempunyai dua anak perempuan. Bawang merah selalu marah-marah. Apa yang dilakukan Bawang putih tidak pernah benar. Setiap hari Bawang putih bekerja atas perintah Bawang merah.


Tokoh antagonis dalam cerita di atas adalah …

Bawang merah

Bawang putih

Ibu

Bawang putih dan bawang merah

Access all questions and much more by creating a free account

Create resources

Host any resource

Get auto-graded reports

Google

Continue with Google

Email

Continue with Email

Classlink

Continue with Classlink

Clever

Continue with Clever

or continue with

Microsoft

Microsoft

Apple

Apple

Others

Others

Already have an account?