TO I FORUM UTBK 2020

TO I FORUM UTBK 2020

12th Grade

β€’

80 Qs

quiz-placeholder

Similar activities

Soal PAT Pemesanan & Penghitungan Tarif Penerbangan XI UPW

Soal PAT Pemesanan & Penghitungan Tarif Penerbangan XI UPW

PENILAIAN AKHIR SEMESTER KELAS XII

PENILAIAN AKHIR SEMESTER KELAS XII

ULANGAN 1 PKWU XI TKJ

ULANGAN 1 PKWU XI TKJ

Latihan Soal PKWU 2025

Latihan Soal PKWU 2025

Soal PTS Ganjil PKWU Kelas XI

Soal PTS Ganjil PKWU Kelas XI

Perubahan Sosial Budaya

Perubahan Sosial Budaya

BIN PUISI

BIN PUISI

Soal UAS Sosiologi Kelas XI T.P 2024/2025

Soal UAS Sosiologi Kelas XI T.P 2024/2025

TO I FORUM UTBK 2020

TO I FORUM UTBK 2020

Assessment

Quiz

β€’

Other

β€’

12th Grade

β€’

Practice Problem

β€’

Medium

Created by

azrl bm

Used 4+ times

FREE Resource

AI

Enhance your content in a minute

Add similar questions
Adjust reading levels
Convert to real-world scenario
Translate activity
More...

80 questions

Show all answers

1.

MULTIPLE CHOICE QUESTION

2 mins β€’ 1 pt

Media Image

(1) Singkong, atau ubi kayu merupakan salah satu bahan makanan yang penting di Indonesia. Alih-alih beras, beberapa daerah di Indonesia memilih singkong sebagai bahan makanan pokok. Namun, tahukah Anda bahwa Indonesia masih mengimpor singkong untuk memenuhi kebutuhan? Padahal, apa susahnya menanam singkong?


(2) Berdasarkan penelusuran Tim Riset CNBC Indonesia, sejak tahun 2006 singkong dan produk turunannya masih terus didatangkan dari luar negeri. Dicermati lebih dalam, ternyata ada dua bentuk singkong yang diimpor Indonesia.


(3) Pertama, singkong dalam bentuk kepingan kering (dried chips) atau beku yang masuk dalam golongan barang HS 071410. Bentuk ini merupakan padatan yang belum diolah menjadi tepung.


(4) Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS), jumlah impor singkong padat tersebut mencapai 308 ton pada tahun 2018. Jumlah itu relatif jauh lebih rendah dibanding nilai ekspor singkong Indonesia yang mencapai 1.433 ton di tahun yang sama. Namun bila dilihat polanya dalam 10 tahun terakhir, jumlah impornya mengalami tren peningkatan. Rata-rata impor singkong periode 2014-2018 mencapai 4.070 ton/tahun, yang mana jauh lebih besar dibanding rata-rata periode 2009-2013 yang hanya 3.064 ton/tahun. Sebaliknya, ekspornya malah memperlihatkan pola penyusutan. Pada periode 2014-2018, rata-rata ekspor singkong hanya sebesar 26.561 ton/tahun, jauh lebih kecil dibandingkan periode 2009-2013 yang masih bisa sebesar 117.236 ton/tahun.


(5) Kedua, produk turunan dari singkong yang masuk dalam golongan barang HS 110814. Merujuk Buku Tarif Kepabeanan Indonesia (BTKI) 2017, deskripsi barang dengan kode HS 110814 adalah 'Pati ubi kayu (cassava)'. Sebagai informasi, pati singkong merupakan bahan dasar untuk pembuatan tepung tapioka, atau biasa juga disebut tepung kanji. Tepung ini banyak digunakan oleh masyarakat Indonesia untuk membuat berbagai makanan seperti cilok, cimol, seblak, dan bakso.


(6) Menariknya, jumlah impor pati singkong ini jauh lebih besar dibandingkan singkong dalam bentuk padatan.Pada tahun 2018, BPS mencatat sebanyak 375.590 ton pati singkong senilai US$ 185,6 juta masuk ke Indonesia sebagai barang impor. Sedangkan jumlah ekspor pada periode yang sama jauh lebih kecil, hanya 8.090 ton atau senilai US$ 5,28 juta. Artinya perbandingan impor pati sawit mencapai 45x lipat dari ekspornya. Sama halnya dengan singkong padatan, tren impor pati singkong juga mengalami peningkatan dalam 10 tahun terakhir.


(7) Rata-rata impor pati singkong periode 2014-2018 mencapai 470.436 ton/tahun, yang mana meningkat dari yang sebesar 335.015 ton/tahun pada periode 2009-2013. Sebaliknya, ekspornya malah turun, dari yang rata-rata mencapai 38.602 ton/tahun (2009-2013), menjadi tinggal 14.246 ton/tahun (2014-2018). Dengan melakukan impor pati singkong, artinya Indonesia juga membeli jasa pengolahan singkong dari luar negeri.


Berdasarkan teks di atas, Indoneisa masih mengimpor singkong dalam bentuk ...

singkong krispy

kepingan kering dan pati ubi kayu

tepung tapioka

bibit unggul

singkong barbeque

2.

MULTIPLE CHOICE QUESTION

2 mins β€’ 1 pt

Media Image

(1) Singkong, atau ubi kayu merupakan salah satu bahan makanan yang penting di Indonesia. Alih-alih beras, beberapa daerah di Indonesia memilih singkong sebagai bahan makanan pokok. Namun, tahukah Anda bahwa Indonesia masih mengimpor singkong untuk memenuhi kebutuhan? Padahal, apa susahnya menanam singkong?


(2) Berdasarkan penelusuran Tim Riset CNBC Indonesia, sejak tahun 2006 singkong dan produk turunannya masih terus didatangkan dari luar negeri. Dicermati lebih dalam, ternyata ada dua bentuk singkong yang diimpor Indonesia.


(3) Pertama, singkong dalam bentuk kepingan kering (dried chips) atau beku yang masuk dalam golongan barang HS 071410. Bentuk ini merupakan padatan yang belum diolah menjadi tepung.


(4) Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS), jumlah impor singkong padat tersebut mencapai 308 ton pada tahun 2018. Jumlah itu relatif jauh lebih rendah dibanding nilai ekspor singkong Indonesia yang mencapai 1.433 ton di tahun yang sama. Namun bila dilihat polanya dalam 10 tahun terakhir, jumlah impornya mengalami tren peningkatan. Rata-rata impor singkong periode 2014-2018 mencapai 4.070 ton/tahun, yang mana jauh lebih besar dibanding rata-rata periode 2009-2013 yang hanya 3.064 ton/tahun. Sebaliknya, ekspornya malah memperlihatkan pola penyusutan. Pada periode 2014-2018, rata-rata ekspor singkong hanya sebesar 26.561 ton/tahun, jauh lebih kecil dibandingkan periode 2009-2013 yang masih bisa sebesar 117.236 ton/tahun.


(5) Kedua, produk turunan dari singkong yang masuk dalam golongan barang HS 110814. Merujuk Buku Tarif Kepabeanan Indonesia (BTKI) 2017, deskripsi barang dengan kode HS 110814 adalah 'Pati ubi kayu (cassava)'. Sebagai informasi, pati singkong merupakan bahan dasar untuk pembuatan tepung tapioka, atau biasa juga disebut tepung kanji. Tepung ini banyak digunakan oleh masyarakat Indonesia untuk membuat berbagai makanan seperti cilok, cimol, seblak, dan bakso.


(6) Menariknya, jumlah impor pati singkong ini jauh lebih besar dibandingkan singkong dalam bentuk padatan.Pada tahun 2018, BPS mencatat sebanyak 375.590 ton pati singkong senilai US$ 185,6 juta masuk ke Indonesia sebagai barang impor. Sedangkan jumlah ekspor pada periode yang sama jauh lebih kecil, hanya 8.090 ton atau senilai US$ 5,28 juta. Artinya perbandingan impor pati sawit mencapai 45x lipat dari ekspornya. Sama halnya dengan singkong padatan, tren impor pati singkong juga mengalami peningkatan dalam 10 tahun terakhir.


(7) Rata-rata impor pati singkong periode 2014-2018 mencapai 470.436 ton/tahun, yang mana meningkat dari yang sebesar 335.015 ton/tahun pada periode 2009-2013. Sebaliknya, ekspornya malah turun, dari yang rata-rata mencapai 38.602 ton/tahun (2009-2013), menjadi tinggal 14.246 ton/tahun (2014-2018). Dengan melakukan impor pati singkong, artinya Indonesia juga membeli jasa pengolahan singkong dari luar negeri.


Berdasarkan teks di atas, manakah pernyataan berikut yang SALAH ...

singkong merupakan salah satu bahan makanan yang penting di Indonesia

Indonesia masih mengimpor singkong untuk memenuhi kebutuhan

Terdapat 2 jenis singkong yang diimpor oleh Indonesia

Tahun 2018 jumlah impor singkong padat mencapai 308 ton

Tahun 2018 jumlah ekspor singkong Indonesia mencapai 1.033 ton

3.

MULTIPLE CHOICE QUESTION

2 mins β€’ 1 pt

Media Image

(1) Singkong, atau ubi kayu merupakan salah satu bahan makanan yang penting di Indonesia. Alih-alih beras, beberapa daerah di Indonesia memilih singkong sebagai bahan makanan pokok. Namun, tahukah Anda bahwa Indonesia masih mengimpor singkong untuk memenuhi kebutuhan? Padahal, apa susahnya menanam singkong?


(2) Berdasarkan penelusuran Tim Riset CNBC Indonesia, sejak tahun 2006 singkong dan produk turunannya masih terus didatangkan dari luar negeri. Dicermati lebih dalam, ternyata ada dua bentuk singkong yang diimpor Indonesia.


(3) Pertama, singkong dalam bentuk kepingan kering (dried chips) atau beku yang masuk dalam golongan barang HS 071410. Bentuk ini merupakan padatan yang belum diolah menjadi tepung.


(4) Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS), jumlah impor singkong padat tersebut mencapai 308 ton pada tahun 2018. Jumlah itu relatif jauh lebih rendah dibanding nilai ekspor singkong Indonesia yang mencapai 1.433 ton di tahun yang sama. Namun bila dilihat polanya dalam 10 tahun terakhir, jumlah impornya mengalami tren peningkatan. Rata-rata impor singkong periode 2014-2018 mencapai 4.070 ton/tahun, yang mana jauh lebih besar dibanding rata-rata periode 2009-2013 yang hanya 3.064 ton/tahun. Sebaliknya, ekspornya malah memperlihatkan pola penyusutan. Pada periode 2014-2018, rata-rata ekspor singkong hanya sebesar 26.561 ton/tahun, jauh lebih kecil dibandingkan periode 2009-2013 yang masih bisa sebesar 117.236 ton/tahun.


(5) Kedua, produk turunan dari singkong yang masuk dalam golongan barang HS 110814. Merujuk Buku Tarif Kepabeanan Indonesia (BTKI) 2017, deskripsi barang dengan kode HS 110814 adalah 'Pati ubi kayu (cassava)'. Sebagai informasi, pati singkong merupakan bahan dasar untuk pembuatan tepung tapioka, atau biasa juga disebut tepung kanji. Tepung ini banyak digunakan oleh masyarakat Indonesia untuk membuat berbagai makanan seperti cilok, cimol, seblak, dan bakso.


(6) Menariknya, jumlah impor pati singkong ini jauh lebih besar dibandingkan singkong dalam bentuk padatan.Pada tahun 2018, BPS mencatat sebanyak 375.590 ton pati singkong senilai US$ 185,6 juta masuk ke Indonesia sebagai barang impor. Sedangkan jumlah ekspor pada periode yang sama jauh lebih kecil, hanya 8.090 ton atau senilai US$ 5,28 juta. Artinya perbandingan impor pati sawit mencapai 45x lipat dari ekspornya. Sama halnya dengan singkong padatan, tren impor pati singkong juga mengalami peningkatan dalam 10 tahun terakhir.


(7) Rata-rata impor pati singkong periode 2014-2018 mencapai 470.436 ton/tahun, yang mana meningkat dari yang sebesar 335.015 ton/tahun pada periode 2009-2013. Sebaliknya, ekspornya malah turun, dari yang rata-rata mencapai 38.602 ton/tahun (2009-2013), menjadi tinggal 14.246 ton/tahun (2014-2018). Dengan melakukan impor pati singkong, artinya Indonesia juga membeli jasa pengolahan singkong dari luar negeri.


Berdasarkan teks di atas, pati singkong yang diimpor Indonesia merupakan bahan baku pembuatan ...

Tepung terigu

Tepung tapioka

Tepung ketan

Tepung maizena

Tepung beras

4.

MULTIPLE CHOICE QUESTION

2 mins β€’ 1 pt

Media Image

(1) Singkong, atau ubi kayu merupakan salah satu bahan makanan yang penting di Indonesia. Alih-alih beras, beberapa daerah di Indonesia memilih singkong sebagai bahan makanan pokok. Namun, tahukah Anda bahwa Indonesia masih mengimpor singkong untuk memenuhi kebutuhan? Padahal, apa susahnya menanam singkong?


(2) Berdasarkan penelusuran Tim Riset CNBC Indonesia, sejak tahun 2006 singkong dan produk turunannya masih terus didatangkan dari luar negeri. Dicermati lebih dalam, ternyata ada dua bentuk singkong yang diimpor Indonesia.


(3) Pertama, singkong dalam bentuk kepingan kering (dried chips) atau beku yang masuk dalam golongan barang HS 071410. Bentuk ini merupakan padatan yang belum diolah menjadi tepung.


(4) Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS), jumlah impor singkong padat tersebut mencapai 308 ton pada tahun 2018. Jumlah itu relatif jauh lebih rendah dibanding nilai ekspor singkong Indonesia yang mencapai 1.433 ton di tahun yang sama. Namun bila dilihat polanya dalam 10 tahun terakhir, jumlah impornya mengalami tren peningkatan. Rata-rata impor singkong periode 2014-2018 mencapai 4.070 ton/tahun, yang mana jauh lebih besar dibanding rata-rata periode 2009-2013 yang hanya 3.064 ton/tahun. Sebaliknya, ekspornya malah memperlihatkan pola penyusutan. Pada periode 2014-2018, rata-rata ekspor singkong hanya sebesar 26.561 ton/tahun, jauh lebih kecil dibandingkan periode 2009-2013 yang masih bisa sebesar 117.236 ton/tahun.


(5) Kedua, produk turunan dari singkong yang masuk dalam golongan barang HS 110814. Merujuk Buku Tarif Kepabeanan Indonesia (BTKI) 2017, deskripsi barang dengan kode HS 110814 adalah 'Pati ubi kayu (cassava)'. Sebagai informasi, pati singkong merupakan bahan dasar untuk pembuatan tepung tapioka, atau biasa juga disebut tepung kanji. Tepung ini banyak digunakan oleh masyarakat Indonesia untuk membuat berbagai makanan seperti cilok, cimol, seblak, dan bakso.


(6) Menariknya, jumlah impor pati singkong ini jauh lebih besar dibandingkan singkong dalam bentuk padatan.Pada tahun 2018, BPS mencatat sebanyak 375.590 ton pati singkong senilai US$ 185,6 juta masuk ke Indonesia sebagai barang impor. Sedangkan jumlah ekspor pada periode yang sama jauh lebih kecil, hanya 8.090 ton atau senilai US$ 5,28 juta. Artinya perbandingan impor pati sawit mencapai 45x lipat dari ekspornya. Sama halnya dengan singkong padatan, tren impor pati singkong juga mengalami peningkatan dalam 10 tahun terakhir.


(7) Rata-rata impor pati singkong periode 2014-2018 mencapai 470.436 ton/tahun, yang mana meningkat dari yang sebesar 335.015 ton/tahun pada periode 2009-2013. Sebaliknya, ekspornya malah turun, dari yang rata-rata mencapai 38.602 ton/tahun (2009-2013), menjadi tinggal 14.246 ton/tahun (2014-2018). Dengan melakukan impor pati singkong, artinya Indonesia juga membeli jasa pengolahan singkong dari luar negeri.


Berdasarkan teks di atas, perbandingan impor-ekspor pati singkong pada tahun 2018 mencapai

30 kali

35 kali

40 kali

45 kali

50 kali

5.

MULTIPLE CHOICE QUESTION

2 mins β€’ 1 pt

Media Image

(1) Singkong, atau ubi kayu merupakan salah satu bahan makanan yang penting di Indonesia. Alih-alih beras, beberapa daerah di Indonesia memilih singkong sebagai bahan makanan pokok. Namun, tahukah Anda bahwa Indonesia masih mengimpor singkong untuk memenuhi kebutuhan? Padahal, apa susahnya menanam singkong?


(2) Berdasarkan penelusuran Tim Riset CNBC Indonesia, sejak tahun 2006 singkong dan produk turunannya masih terus didatangkan dari luar negeri. Dicermati lebih dalam, ternyata ada dua bentuk singkong yang diimpor Indonesia.


(3) Pertama, singkong dalam bentuk kepingan kering (dried chips) atau beku yang masuk dalam golongan barang HS 071410. Bentuk ini merupakan padatan yang belum diolah menjadi tepung.


(4) Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS), jumlah impor singkong padat tersebut mencapai 308 ton pada tahun 2018. Jumlah itu relatif jauh lebih rendah dibanding nilai ekspor singkong Indonesia yang mencapai 1.433 ton di tahun yang sama. Namun bila dilihat polanya dalam 10 tahun terakhir, jumlah impornya mengalami tren peningkatan. Rata-rata impor singkong periode 2014-2018 mencapai 4.070 ton/tahun, yang mana jauh lebih besar dibanding rata-rata periode 2009-2013 yang hanya 3.064 ton/tahun. Sebaliknya, ekspornya malah memperlihatkan pola penyusutan. Pada periode 2014-2018, rata-rata ekspor singkong hanya sebesar 26.561 ton/tahun, jauh lebih kecil dibandingkan periode 2009-2013 yang masih bisa sebesar 117.236 ton/tahun.


(5) Kedua, produk turunan dari singkong yang masuk dalam golongan barang HS 110814. Merujuk Buku Tarif Kepabeanan Indonesia (BTKI) 2017, deskripsi barang dengan kode HS 110814 adalah 'Pati ubi kayu (cassava)'. Sebagai informasi, pati singkong merupakan bahan dasar untuk pembuatan tepung tapioka, atau biasa juga disebut tepung kanji. Tepung ini banyak digunakan oleh masyarakat Indonesia untuk membuat berbagai makanan seperti cilok, cimol, seblak, dan bakso.


(6) Menariknya, jumlah impor pati singkong ini jauh lebih besar dibandingkan singkong dalam bentuk padatan.Pada tahun 2018, BPS mencatat sebanyak 375.590 ton pati singkong senilai US$ 185,6 juta masuk ke Indonesia sebagai barang impor. Sedangkan jumlah ekspor pada periode yang sama jauh lebih kecil, hanya 8.090 ton atau senilai US$ 5,28 juta. Artinya perbandingan impor pati sawit mencapai 45x lipat dari ekspornya. Sama halnya dengan singkong padatan, tren impor pati singkong juga mengalami peningkatan dalam 10 tahun terakhir.


(7) Rata-rata impor pati singkong periode 2014-2018 mencapai 470.436 ton/tahun, yang mana meningkat dari yang sebesar 335.015 ton/tahun pada periode 2009-2013. Sebaliknya, ekspornya malah turun, dari yang rata-rata mencapai 38.602 ton/tahun (2009-2013), menjadi tinggal 14.246 ton/tahun (2014-2018). Dengan melakukan impor pati singkong, artinya Indonesia juga membeli jasa pengolahan singkong dari luar negeri.


Berdasarkan gambar di atas, jumlah penurunan ekspor singkong padat sebanyak ...

90,675 ton/tahun

113,166 ton/tahun

114,172 ton/tahun

23,497 ton/tahun

22,491 ton/tahun

6.

MULTIPLE CHOICE QUESTION

2 mins β€’ 1 pt

Media Image

(1) Singkong, atau ubi kayu merupakan salah satu bahan makanan yang penting di Indonesia. Alih-alih beras, beberapa daerah di Indonesia memilih singkong sebagai bahan makanan pokok. Namun, tahukah Anda bahwa Indonesia masih mengimpor singkong untuk memenuhi kebutuhan? Padahal, apa susahnya menanam singkong?


(2) Berdasarkan penelusuran Tim Riset CNBC Indonesia, sejak tahun 2006 singkong dan produk turunannya masih terus didatangkan dari luar negeri. Dicermati lebih dalam, ternyata ada dua bentuk singkong yang diimpor Indonesia.


(3) Pertama, singkong dalam bentuk kepingan kering (dried chips) atau beku yang masuk dalam golongan barang HS 071410. Bentuk ini merupakan padatan yang belum diolah menjadi tepung.


(4) Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS), jumlah impor singkong padat tersebut mencapai 308 ton pada tahun 2018. Jumlah itu relatif jauh lebih rendah dibanding nilai ekspor singkong Indonesia yang mencapai 1.433 ton di tahun yang sama. Namun bila dilihat polanya dalam 10 tahun terakhir, jumlah impornya mengalami tren peningkatan. Rata-rata impor singkong periode 2014-2018 mencapai 4.070 ton/tahun, yang mana jauh lebih besar dibanding rata-rata periode 2009-2013 yang hanya 3.064 ton/tahun. Sebaliknya, ekspornya malah memperlihatkan pola penyusutan. Pada periode 2014-2018, rata-rata ekspor singkong hanya sebesar 26.561 ton/tahun, jauh lebih kecil dibandingkan periode 2009-2013 yang masih bisa sebesar 117.236 ton/tahun.


(5) Kedua, produk turunan dari singkong yang masuk dalam golongan barang HS 110814. Merujuk Buku Tarif Kepabeanan Indonesia (BTKI) 2017, deskripsi barang dengan kode HS 110814 adalah 'Pati ubi kayu (cassava)'. Sebagai informasi, pati singkong merupakan bahan dasar untuk pembuatan tepung tapioka, atau biasa juga disebut tepung kanji. Tepung ini banyak digunakan oleh masyarakat Indonesia untuk membuat berbagai makanan seperti cilok, cimol, seblak, dan bakso.


(6) Menariknya, jumlah impor pati singkong ini jauh lebih besar dibandingkan singkong dalam bentuk padatan.Pada tahun 2018, BPS mencatat sebanyak 375.590 ton pati singkong senilai US$ 185,6 juta masuk ke Indonesia sebagai barang impor. Sedangkan jumlah ekspor pada periode yang sama jauh lebih kecil, hanya 8.090 ton atau senilai US$ 5,28 juta. Artinya perbandingan impor pati sawit mencapai 45x lipat dari ekspornya. Sama halnya dengan singkong padatan, tren impor pati singkong juga mengalami peningkatan dalam 10 tahun terakhir.


(7) Rata-rata impor pati singkong periode 2014-2018 mencapai 470.436 ton/tahun, yang mana meningkat dari yang sebesar 335.015 ton/tahun pada periode 2009-2013. Sebaliknya, ekspornya malah turun, dari yang rata-rata mencapai 38.602 ton/tahun (2009-2013), menjadi tinggal 14.246 ton/tahun (2014-2018). Dengan melakukan impor pati singkong, artinya Indonesia juga membeli jasa pengolahan singkong dari luar negeri.


Berdasarkan gambar di atas, berapa presentase impor-ekspor singkong padat pada periode 2014-2018 ?

3,0%

14,7%

15,3%

22,6%

36,9%

7.

MULTIPLE CHOICE QUESTION

2 mins β€’ 1 pt

Media Image

(1) Singkong, atau ubi kayu merupakan salah satu bahan makanan yang penting di Indonesia. Alih-alih beras, beberapa daerah di Indonesia memilih singkong sebagai bahan makanan pokok. Namun, tahukah Anda bahwa Indonesia masih mengimpor singkong untuk memenuhi kebutuhan? Padahal, apa susahnya menanam singkong?


(2) Berdasarkan penelusuran Tim Riset CNBC Indonesia, sejak tahun 2006 singkong dan produk turunannya masih terus didatangkan dari luar negeri. Dicermati lebih dalam, ternyata ada dua bentuk singkong yang diimpor Indonesia.


(3) Pertama, singkong dalam bentuk kepingan kering (dried chips) atau beku yang masuk dalam golongan barang HS 071410. Bentuk ini merupakan padatan yang belum diolah menjadi tepung.


(4) Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS), jumlah impor singkong padat tersebut mencapai 308 ton pada tahun 2018. Jumlah itu relatif jauh lebih rendah dibanding nilai ekspor singkong Indonesia yang mencapai 1.433 ton di tahun yang sama. Namun bila dilihat polanya dalam 10 tahun terakhir, jumlah impornya mengalami tren peningkatan. Rata-rata impor singkong periode 2014-2018 mencapai 4.070 ton/tahun, yang mana jauh lebih besar dibanding rata-rata periode 2009-2013 yang hanya 3.064 ton/tahun. Sebaliknya, ekspornya malah memperlihatkan pola penyusutan. Pada periode 2014-2018, rata-rata ekspor singkong hanya sebesar 26.561 ton/tahun, jauh lebih kecil dibandingkan periode 2009-2013 yang masih bisa sebesar 117.236 ton/tahun.


(5) Kedua, produk turunan dari singkong yang masuk dalam golongan barang HS 110814. Merujuk Buku Tarif Kepabeanan Indonesia (BTKI) 2017, deskripsi barang dengan kode HS 110814 adalah 'Pati ubi kayu (cassava)'. Sebagai informasi, pati singkong merupakan bahan dasar untuk pembuatan tepung tapioka, atau biasa juga disebut tepung kanji. Tepung ini banyak digunakan oleh masyarakat Indonesia untuk membuat berbagai makanan seperti cilok, cimol, seblak, dan bakso.


(6) Menariknya, jumlah impor pati singkong ini jauh lebih besar dibandingkan singkong dalam bentuk padatan.Pada tahun 2018, BPS mencatat sebanyak 375.590 ton pati singkong senilai US$ 185,6 juta masuk ke Indonesia sebagai barang impor. Sedangkan jumlah ekspor pada periode yang sama jauh lebih kecil, hanya 8.090 ton atau senilai US$ 5,28 juta. Artinya perbandingan impor pati sawit mencapai 45x lipat dari ekspornya. Sama halnya dengan singkong padatan, tren impor pati singkong juga mengalami peningkatan dalam 10 tahun terakhir.


(7) Rata-rata impor pati singkong periode 2014-2018 mencapai 470.436 ton/tahun, yang mana meningkat dari yang sebesar 335.015 ton/tahun pada periode 2009-2013. Sebaliknya, ekspornya malah turun, dari yang rata-rata mencapai 38.602 ton/tahun (2009-2013), menjadi tinggal 14.246 ton/tahun (2014-2018). Dengan melakukan impor pati singkong, artinya Indonesia juga membeli jasa pengolahan singkong dari luar negeri.


Berdasarkan gambar di atas, presentase kenaikan impor pati singkong pada periode 2014-2018 sebesar ...

3,0%

14,7%

15,3%

22,6%

28,8%

Access all questions and much more by creating a free account

Create resources

Host any resource

Get auto-graded reports

Google

Continue with Google

Email

Continue with Email

Classlink

Continue with Classlink

Clever

Continue with Clever

or continue with

Microsoft

Microsoft

Apple

Apple

Others

Others

Already have an account?