
Test Harian Bahasa Indonesia 2 Minggu 3
Authored by Genius Club
World Languages
University
Used 2+ times

AI Actions
Add similar questions
Adjust reading levels
Convert to real-world scenario
Translate activity
More...
Content View
Student View
10 questions
Show all answers
1.
MULTIPLE CHOICE QUESTION
2 mins • 1 pt
(1) Pembangunan perdagangan di Kabupaten Bantul dilaksanakan dengan mengembangkan pemasaran berpola kemitraan dan promosi produk melalui misi dagang yang berlangsung setiap tahun. (2) Pola tersebut mampu mendukung peningkatan pangsa pasar dan secara makro mendukung pembangunan ekonomi di Kabupaten Bantul.
(3) Kualitas perdagangan luar negeri Bantul terlihat dari kemampuannya untuk melakukan ekspor. (4) Dari segi volume, kemampuan untuk mengeskpor selama lima tahun tampak menurun, tetapi jika dilihat dari nilainya justru cenderung meningkat. (5) Ini berarti bahwa harga produk yang dieskpor mengalami kenaikan. (6) Jika dilihat dari besarnya jumlah negara yang dituju maka tampak jumlah negara-negara tujuan dan bermacam-macam bentuk komoditas yang dijual semakin kecil. (7) Di satu sisi, ini dapat bermakna positif, artinya kemampuan ekspor ke masing-masing negara menjadi lebih tinggi dan komoditas yang dijual semakin terspesialisasi. (8) Aspek negatifnya, konsentrasi pada sedikit negara dan sedikit komoditas seperti meletakkan seluruh telur dalam satu keranjang, jika ada kegoncangan dari negara yang dituju atau komoditas yang dipilih, maka sulit untuk melakukan pemulihan.
(9) Perekonomian Bantul sampai saat ini masih didominasi kegiatan perdagangan skala kecil dan ekonomi lokal. (10) Suburnya pasar tradisional dapat menjadi indikasi kuatnya peran ekonomi lokal dalam perekonomian Bantul.
Kalimat tidak efektif terdapat pada kalimat bernomor...
6
7
8
9
10
2.
MULTIPLE CHOICE QUESTION
2 mins • 1 pt
(1) Pembangunan perdagangan di Kabupaten Bantul dilaksanakan dengan mengembangkan pemasaran berpola kemitraan dan promosi produk melalui misi dagang yang berlangsung setiap tahun. (2) Pola tersebut mampu mendukung peningkatan pangsa pasar dan secara makro mendukung pembangunan ekonomi di Kabupaten Bantul.
(3) Kualitas perdagangan luar negeri Bantul terlihat dari kemampuannya untuk melakukan ekspor. (4) Dari segi volume, kemampuan untuk mengeskpor selama lima tahun tampak menurun, tetapi jika dilihat dari nilainya justru cenderung meningkat. (5) Ini berarti bahwa harga produk yang dieskpor mengalami kenaikan. (6) Jika dilihat dari besarnya jumlah negara yang dituju maka tampak jumlah negara-negara tujuan dan bermacam-macam bentuk komoditas yang dijual semakin kecil. (7) Di satu sisi, ini dapat bermakna positif, artinya kemampuan ekspor ke masing-masing negara menjadi lebih tinggi dan komoditas yang dijual semakin terspesialisasi. (8) Aspek negatifnya, konsentrasi pada sedikit negara dan sedikit komoditas seperti meletakkan seluruh telur dalam satu keranjang, jika ada kegoncangan dari negara yang dituju atau komoditas yang dipilih, maka sulit untuk melakukan pemulihan.
(9) Perekonomian Bantul sampai saat ini masih didominasi kegiatan perdagangan skala kecil dan ekonomi lokal. (10) Suburnya pasar tradisional dapat menjadi indikasi kuatnya peran ekonomi lokal dalam perekonomian Bantul.
Pernyataan berikut yang paling sesuai dengan isi tabel di atas adalah ...
Pada tahun 2005 Kabupaten Bantul memiliki negara tujuan ekspor lebih banyak dibandingkan tahun 2007 sehingga nilai ekspor tahun 2005 menjadi lebih tinggi.
Tujuan negara ekspor dan macam komoditas ekspor mengalami penurunan pada tahun 2008, tetapi nilai ekspor bertambah daripada tahun sebelumnya.
Pada tahun 2009 jumlah volume ekspor lebih rendah dibandingkan tahun 2008, tetapi jumlah nilai, negara tujuan, dan macam komoditas mengalami kenaikan.
Nilai ekspor pada tahun 2007 turun dibandingkan tahun 2006, tetapi jumlah negara tujuan dan komoditas lebih tinggi.
3.
MULTIPLE CHOICE QUESTION
2 mins • 1 pt
(1) Pembangunan perdagangan di Kabupaten Bantul dilaksanakan dengan mengembangkan pemasaran berpola kemitraan dan promosi produk melalui misi dagang yang berlangsung setiap tahun. (2) Pola tersebut mampu mendukung peningkatan pangsa pasar dan secara makro mendukung pembangunan ekonomi di Kabupaten Bantul.
(3) Kualitas perdagangan luar negeri Bantul terlihat dari kemampuannya untuk melakukan ekspor. (4) Dari segi volume, kemampuan untuk mengeskpor selama lima tahun tampak menurun, tetapi jika dilihat dari nilainya justru cenderung meningkat. (5) Ini berarti bahwa harga produk yang dieskpor mengalami kenaikan. (6) Jika dilihat dari besarnya jumlah negara yang dituju maka tampak jumlah negara-negara tujuan dan bermacam-macam bentuk komoditas yang dijual semakin kecil. (7) Di satu sisi, ini dapat bermakna positif, artinya kemampuan ekspor ke masing-masing negara menjadi lebih tinggi dan komoditas yang dijual semakin terspesialisasi. (8) Aspek negatifnya, konsentrasi pada sedikit negara dan sedikit komoditas seperti meletakkan seluruh telur dalam satu keranjang, jika ada kegoncangan dari negara yang dituju atau komoditas yang dipilih, maka sulit untuk melakukan pemulihan.
(9) Perekonomian Bantul sampai saat ini masih didominasi kegiatan perdagangan skala kecil dan ekonomi lokal. (10) Suburnya pasar tradisional dapat menjadi indikasi kuatnya peran ekonomi lokal dalam perekonomian Bantul.
Komentar yang paling tepat dengan isi teks di atas adalah ...
Kebijakan pemerintahan Kabupaten Bantul melindungi dan melestarikan pasar tradisional untuk perekonomian lokal perlu menjadi contoh untuk kabupaten lain di Indonesia.
Peningkatan nilai ekspor di Kabupaten Bantul yang tidak bergantung pada banyaknya negara tujuan danienis komoditas yang dijual perlu ditiru oleh kabupaten lain.
Terspesialisasinya komoditas ekspor dan negara tujuan yang telah menaikkan nilai ekspor Kabupaten Bantul tetap harus diantisipasi agar tidak berisiko lebih besar bagi para pedagang.
Fokus perdagangan yang didominasi kegiatan perdagangan skala kecil dan ekonomi lokal dapat meningkatkan nilai ekspor di Kabupaten Bantul.
4.
MULTIPLE CHOICE QUESTION
2 mins • 1 pt
(1) Semua orang pasti mengenal pendidikan. (2) Pendidikan adalah proses internalisasi budaya ke dalam diri seseorang dan masyarakat sehingga membuat orang dan masyarakat jadi beradab. (3) Pendidikan bukan hanya merupakan sarana transfer ilmu pengetahuan, tetapi lebih luas lagi, yakni sebagai sarana pembudayaan dan penyaluran nilai (enkulturisasi dan sosialisasi). (4) Anak harus mendapatkan pendidikan yang menyentuh dimensi dasar kemanusiaan. (5) Dimensi kemanusiaan itu mencakup sekurang-kurangnya tiga hal paling mendasar.
(6) Pendidikan karakter adalah pendidikan budi pekerti plus, yaitu yang melibatkan aspek pengetahuan, perasaan, dan tindakan. (7) Menurut Lickona, tanpa ketiga aspek itu, pendidikan karakter tidak akan efektif. (8) Dengan pendidikan karakter yang diterapkan secara sistematis dan berkelanjutan, seorang anak akan menjadi cerdas emosinya. (9) Kecerdasan emosi ini adalah bekal penting dalam mempersiapkan anak menyongsong masa depan. (10) Terdapat sembilan pilar karakter yang berasal dari nilai-nilai luhur universal, yaitu karakter cinta Tuhan dan segenap ciptaan-Nya; kemandirian dan tanggung jawab; kejujuran/amanah dan diplomatis; hormat dan santun; dermawan, suka menolong, dan gotong royong/kerja sama; percaya diri dan pekerja keras; kepemimpinan dan keadilan; baik dan rendah hati; serta toleran dan cinta damai.
(Dikutip dengan pengubahan dari blogdetik.com)
Manakah gagasan utama paragraf ke-1?
Pendidikan dikenal setiap orang.
Pendidikan adalah internalisasi budaya.
Pendidikan bukan sarana transfer ilmu.
Pendidikan merupakan sarana pembudayaan.
Pendidikan harus berdimensi kemanusiaan.
5.
MULTIPLE CHOICE QUESTION
2 mins • 1 pt
(1) Semua orang pasti mengenal pendidikan. (2) Pendidikan adalah proses internalisasi budaya ke dalam diri seseorang dan masyarakat sehingga membuat orang dan masyarakat jadi beradab. (3) Pendidikan bukan hanya merupakan sarana transfer ilmu pengetahuan, tetapi lebih luas lagi, yakni sebagai sarana pembudayaan dan penyaluran nilai (enkulturisasi dan sosialisasi). (4) Anak harus mendapatkan pendidikan yang menyentuh dimensi dasar kemanusiaan. (5) Dimensi kemanusiaan itu mencakup sekurang-kurangnya tiga hal paling mendasar.
(6) Pendidikan karakter adalah pendidikan budi pekerti plus, yaitu yang melibatkan aspek pengetahuan, perasaan, dan tindakan. (7) Menurut Lickona, tanpa ketiga aspek itu, pendidikan karakter tidak akan efektif. (8) Dengan pendidikan karakter yang diterapkan secara sistematis dan berkelanjutan, seorang anak akan menjadi cerdas emosinya. (9) Kecerdasan emosi ini adalah bekal penting dalam mempersiapkan anak menyongsong masa depan. (10) Terdapat sembilan pilar karakter yang berasal dari nilai-nilai luhur universal, yaitu karakter cinta Tuhan dan segenap ciptaan-Nya; kemandirian dan tanggung jawab; kejujuran/amanah dan diplomatis; hormat dan santun; dermawan, suka menolong, dan gotong royong/kerja sama; percaya diri dan pekerja keras; kepemimpinan dan keadilan; baik dan rendah hati; serta toleran dan cinta damai.
(Dikutip dengan pengubahan dari blogdetik.com)
Manakah pertanyaan yang jawabannya terdapat dalam paragraf ke-2?
Mengapa pendidikan karakter merupakan pendidikan budi pekerti?
Mengapa kecerdasan emosi penting dalam mempersiapkan masa depan?
Bagaimana pendidikan karakter yang sistematis dan berkelanjutan?
Bagaimana pendapat Lickona tentang aspek pendidikan karakter?
Siapa yang mengemukakan sembilan pilar karakter berasal dari nilai luhur universal?
6.
MULTIPLE CHOICE QUESTION
2 mins • 1 pt
(1) Semua orang pasti mengenal pendidikan. (2) Pendidikan adalah proses internalisasi budaya ke dalam diri seseorang dan masyarakat sehingga membuat orang dan masyarakat jadi beradab. (3) Pendidikan bukan hanya merupakan sarana transfer ilmu pengetahuan, tetapi lebih luas lagi, yakni sebagai sarana pembudayaan dan penyaluran nilai (enkulturisasi dan sosialisasi). (4) Anak harus mendapatkan pendidikan yang menyentuh dimensi dasar kemanusiaan. (5) Dimensi kemanusiaan itu mencakup sekurang-kurangnya tiga hal paling mendasar.
(6) Pendidikan karakter adalah pendidikan budi pekerti plus, yaitu yang melibatkan aspek pengetahuan, perasaan, dan tindakan. (7) Menurut Lickona, tanpa ketiga aspek itu, pendidikan karakter tidak akan efektif. (8) Dengan pendidikan karakter yang diterapkan secara sistematis dan berkelanjutan, seorang anak akan menjadi cerdas emosinya. (9) Kecerdasan emosi ini adalah bekal penting dalam mempersiapkan anak menyongsong masa depan. (10) Terdapat sembilan pilar karakter yang berasal dari nilai-nilai luhur universal, yaitu karakter cinta Tuhan dan segenap ciptaan-Nya; kemandirian dan tanggung jawab; kejujuran/amanah dan diplomatis; hormat dan santun; dermawan, suka menolong, dan gotong royong/kerja sama; percaya diri dan pekerja keras; kepemimpinan dan keadilan; baik dan rendah hati; serta toleran dan cinta damai.
(Dikutip dengan pengubahan dari blogdetik.com)
Apa perbedaan gagasan antarparagraf dalam teks tersebut?
Paragraf pertama memaparkan pendidikan karakter secara umum, sedangkan paragraf kedua memaparkan pendidikan karakter secara khusus.
Paragraf pertama memaparkan konsep pendidikan karakter, sedangkan paragraf kedua memaparkan unsur pendidikan karakter.
Paragraf pertama memaparkan pendidikan secara umum, sedangkan paragraf kedua memaparkan tujuan pendidikan secara khusus.
Paragraf pertama memaparkan konsep pendidikan secara umum, sedangkan paragraf kedua memaparkan konsep pendidikan karakter.
Paragraf pertama memaparkan pendidikan secara umum, sedangkan paragraf kedua memaparkan manfaat pendidikan karakter
7.
MULTIPLE CHOICE QUESTION
2 mins • 1 pt
(1) Semua orang pasti mengenal pendidikan. (2) Pendidikan adalah proses internalisasi budaya ke dalam diri seseorang dan masyarakat sehingga membuat orang dan masyarakat jadi beradab. (3) Pendidikan bukan hanya merupakan sarana transfer ilmu pengetahuan, tetapi lebih luas lagi, yakni sebagai sarana pembudayaan dan penyaluran nilai (enkulturisasi dan sosialisasi). (4) Anak harus mendapatkan pendidikan yang menyentuh dimensi dasar kemanusiaan. (5) Dimensi kemanusiaan itu mencakup sekurang-kurangnya tiga hal paling mendasar.
(6) Pendidikan karakter adalah pendidikan budi pekerti plus, yaitu yang melibatkan aspek pengetahuan, perasaan, dan tindakan. (7) Menurut Lickona, tanpa ketiga aspek itu, pendidikan karakter tidak akan efektif. (8) Dengan pendidikan karakter yang diterapkan secara sistematis dan berkelanjutan, seorang anak akan menjadi cerdas emosinya. (9) Kecerdasan emosi ini adalah bekal penting dalam mempersiapkan anak menyongsong masa depan. (10) Terdapat sembilan pilar karakter yang berasal dari nilai-nilai luhur universal, yaitu karakter cinta Tuhan dan segenap ciptaan-Nya; kemandirian dan tanggung jawab; kejujuran/amanah dan diplomatis; hormat dan santun; dermawan, suka menolong, dan gotong royong/kerja sama; percaya diri dan pekerja keras; kepemimpinan dan keadilan; baik dan rendah hati; serta toleran dan cinta damai.
(Dikutip dengan pengubahan dari blogdetik.com)
Apa kelemahan paragraf ke-1?
Tidak ada hubungan antara penjelasan kecerdasan emosi (kalimat 9) dengan sembilan pilar karakter (kalimat 10).
Plus pada pendidikan budi pekerti (kalimat 6) tidak dijelaskan secara rinci pada bagian berikutnya.
Penjelasan tentang pendidikan sebagai sarana transfer ilmu (kalimat 3) bertentangan dengan konsep pendidikan (kalimat 2).
Tidak ada hubungan antara ketiga aspek yang dimaksud Lickona (kalimat 7) dengan nilai plus pada pendidikan budi pekerti (kalimat 6).
Penjelasan tentang kecerdasan emosi (kalimat 8) tidak berkaitan dengan pendidikan karakter (kalimat 7).
Access all questions and much more by creating a free account
Create resources
Host any resource
Get auto-graded reports

Continue with Google

Continue with Email

Continue with Classlink

Continue with Clever
or continue with

Microsoft
%20(1).png)
Apple
Others
Already have an account?