Search Header Logo

UH Cerpen

Authored by Wulandari Fajriyah

World Languages

2nd Grade

Used 3+ times

UH Cerpen
AI

AI Actions

Add similar questions

Adjust reading levels

Convert to real-world scenario

Translate activity

More...

    Content View

    Student View

10 questions

Show all answers

1.

MULTIPLE CHOICE QUESTION

3 mins • 1 pt

Cermati kutipan cerpen berikut!

”Jangan si Untung Papa salahkan,” sahut Suzanne. ”Saya yang memaksa turun ke laut. Tidak sekali-kali saya percaya angin badai akan turun meskipun si Untung telah melarang.” ”Saya terima salah, Tuan!” kata si Untung pula. ”Nona Suzanne memang masih kanak-kanak. Sebenarnya saya tidak boleh memperturutkan saja barang kehendaknya.””Memang engkau yang salah! Engkau dipercayakan menjaga Nona, engkau harus memikirkan dahulu sebelum menuruti perintahnya!””Saya meminta ampun, Tuan! Saya terima salah!””Si Untung jangan disalahkan, Pa! Tidak kurang-kurang ia melarang. Saya sendiri yang melepaskan perahu, sesudah saya naik dan hendak bertolak, barulah ia datang menurutkan. Bukankah Papa telah berkata, bahwa ia harus menuruti segala perintah saya?”Jika Tuan Moor agak arif, akan insaflah ia, bahwa antara kedua anak muda itu telah ada berada. Tapi karena ia menempatkan diri dan diri anaknya di suatu kedudukan yang amat tinggi, jauh lebih tinggi dari kedudukan seorang budak, maka sukanya Suzanne menerima salah itu, dipandangnya sebagai suatu tanda kemuliaan hati dari pihak anaknya saja. Memang sesungguhnya ia telah memberi izin pada anaknya. Memang sudah sepatutnya pula jika seorang budak di bawah perintah junjungannya.”Ayo pulang!” kata Tuan Moor. ”Angkat Nona ke atas tandu!”Dengan perkataan itu ia pun meninggalkan anaknya, lalu pulang.


Hal yang ada dalam kutipan cerpen tersebut yang juga ditemukan dalam kehidupan sehari-hari adalah...


Hal yang ada dalam kutipan novel tersebut yang juga ditemukan dalam kehidupan sehari-hari adalah...

A. Kepatuhan seorang bawahan yang berderajat rendah atau budak terhadap majikannya.

B. Seorang Ayah yang sangat berlebihan mengkhawatirkan keselamatan anak perempuannya.

C. Anak perempuan yang sangat berani berbohong kepada orangtuannya demi membela orang lain.

D. Hilangnya kepercayaan orangtua terhadap anaknya sendiri setelah pernah dibohongi.

E. Pertemanan antara anak majikan dengan seorang bawahannya sendiri yang menjadi sebuah konflik.

2.

MULTIPLE CHOICE QUESTION

3 mins • 1 pt

Cermati paragraf berikut!


(1) Setelah lama tak bersama, raut wajahnya masih terbayang di mataku. (2) Terselip di hatiku keinginan untuk menemuinya. (3) Akhirnya, aku memutuskan untuk mencari sebuah desa yang dahulu pernah diceritakannya lewat sepucuk surat. (4) Desa itu terbenam di antara bukit-bukit yang menjulang. (5) Letaknya tidak jauh dari Loksado.


Kata bermakna kias terdapat pada kalimat nomor....

A. 1

B. 2

C. 3

D. 4

E. 5

3.

MULTIPLE CHOICE QUESTION

3 mins • 1 pt

Cermati kutipan berikut!

Sungguh berat detik demi detik kulalui menunggu ayahku keluar dari aula. Dan akhirnya beliau meninggalkan aula. Langkahnya tetap tenang seperti dulu ketika aku masih berprestasi. Beliau menghampiri kami dan tersenyum. Senyum itu adalah senyum kebanggaan khas beliau yang tak sedikit pun luntur, persis seperti dulu ketika aku masih di garda depan. Ketika beliau menatap kami satu per satu, masih jelas kesan bahwa apa pun yang terjadi, bagaimana pun keadaan kami, kami tetaplah pahlawan baginya. Beliau senantiasa menerima apa pun adanya kami. Aku tertunduk diam, hatiku hancur dan air mataku kembali mengalir. Seperti kebiasaannya, beliau menepuk-nepuk lembut pundak kami dan mengucapkan sepatah kata salam dengan pelan. Aku tersedu-sedan melihat ayahku menaiki sepedanya dan tertatih-tatih mengayuhnya meninggalkanku. (Sang Pemimpi, Andrea Hirata)


Watak tokoh ayah pada kalimat tersebut adalah ....

A. penyabar, pendiam tetapi egois

B. pendiam, penyabar, dan tidak menurut

C. penyabar dan menerima keadaan apa adanya

D. penyabar, optimis, apa adanya

E. penyabar, tidak peduli, apa adanya

4.

MULTIPLE CHOICE QUESTION

3 mins • 1 pt

Cermati kutipan berikut!

Aku ingat cerita Ibu, bagaimana beratnya ia berjuang melawan kakek ketika ia mengajukan keinginannya untuk melanjutkan pendidikannya ke SPG di kota. Kabarnya Ibu termasuk anak yang cerdas di antara teman-temannya. Guru-gurunya suka padanya dan mendorongnya untuk terus belajar. Mbah Parto marah besar. Anak perempuan tempatnya di dapur begitu kira-kira kata-katanya, buat apa belajar susah-susah toh akhirnya nanti kembali ke dapur juga. Ibu minggat ke rumah guru kesayangannya, yang sekarang kami panggil dengan sebutan Mbah Guru. Ia dipungut anak, disekolahkan dan diasramakan di kota. Entah bagaimana cara Mbah Guru menghadapi Mbah Parto yang kabarnya disegani di seluruh desanya. Bertahun-tahun lamanya Ibu berhenti berbicara dengan ayahnya. Mak dan Ikan Teri, Santyarini


Perilaku tokoh Mbah Parto yang terkait dengan kehidupan sehari-hari saat ini yang tampak pada kutipan tersebut adalah ...


A. Orang tua membiarkan anaknya meninggalkan rumah.

B. Orang tua tidak perlu menuruti keinginan anaknya.

C. Orang tua bersikap tidak peduli terhadap anak perempuan.

D. Merasa bangga bila masyarakat segan kepadanya.

E. Pendapat bahwa anak perempuan tempatnya di dapur.

5.

MULTIPLE CHOICE QUESTION

2 mins • 1 pt

Kemarahan telah membuat nafasku memburu. Seandainya terucap sepatah makian darinya pasti akan kutampar mulutnya.


Pendeskripsian watak “aku“ yang digunakan pengarang dalam cerpen di atas adalah ...

a. lewat pikiran tokoh

b. lingkungan tokoh

c. dialog antar tokoh

d. menguraikan watak tokoh

e. tanggapan tokoh lain

6.

MULTIPLE CHOICE QUESTION

2 mins • 1 pt

Gulungan ombak yang datang dari tengah lautan, setelah sampai di tepi pantai bergulung kembali di tengah lautan. Takjubnya aku tidak dapat dielakkan karena permainan ombak itu merupakan suatu permainan masa. Bukankah begitu perjalanan zaman tersebut?”


Pesan penggalan cerpen tersebut adalah...

a. Gulungan ombak datang dari tengah lautan.

b. Kehidupan itu setiap saat harus berubah sesuai zamannya.

c. Ombak bergulung-gulung ke tengah lautan dielakkan.

d. Takjubnya aku tidak dapat dielakkan oleh ombak

e. Hidup seperti panggung sandiwara

7.

MULTIPLE CHOICE QUESTION

3 mins • 1 pt

”Papa, apa isi telegram itu?” tanya Sinta dari kamar. Aku baru tahu, anak itu ikut gelisah juga. Ini kebiasaan lagi. Ini sudah terbiasa dalam situasi tertekan apabila aku menerima surat, maklum biasanya ada hal yang luar biasa. Surat, telegram, kabar apapun namanya yang sebangsa itu, rupanya sudah menjadi simbul malapetaka di rumahku.

”Sebentar, Sayang,” jawabku.

Pertanyaan yang jawabnya terdapat dalam penggalan novel tersebut adalah...

a. Apakah isi telegram itu?

b. Dimana Papa membuka telegram itu?

c. Bagaimanakah reaksi Sinta atas telegram itu?

d. Apakah yang menyebabkan malapetaka timbul di rumahku?

e. Apakah Sinta sedang bahagia?

Access all questions and much more by creating a free account

Create resources

Host any resource

Get auto-graded reports

Google

Continue with Google

Email

Continue with Email

Classlink

Continue with Classlink

Clever

Continue with Clever

or continue with

Microsoft

Microsoft

Apple

Apple

Others

Others

Already have an account?