
NOVEL
Authored by june saragih
Other
12th Grade
Used 7+ times

AI Actions
Add similar questions
Adjust reading levels
Convert to real-world scenario
Translate activity
More...
Content View
Student View
18 questions
Show all answers
1.
MULTIPLE CHOICE QUESTION
1 min • 1 pt
Namun takdir berkata lain, di malam sebelum pertunangan mereka, Bali terserang Bom (Bom Jimbaran) dan keluarga Rosie menjadi korban. Nathan meninggal, Rosie yang tak mampu menahan kehilangan sehingga depresi.
Suasana yang terdapat dalam novel tersebut adalah ....
khawatir
sedih
tegang
khusyuk
hening
2.
MULTIPLE CHOICE QUESTION
30 sec • 1 pt
Di bawah ini yang merupakan contoh novel romansa adalah ....
Harry Potter
The Hunger Games
Dilan 1990
Laskar Pelangi
Misteri Patung Garam
3.
MULTIPLE CHOICE QUESTION
30 sec • 1 pt
Saat itu aku dihadapkan pada suatu dilema, apakah aku akan mendekatinya dan terus terang mengatakan kepadanya siapa aku ini sebenarnya atau tetap begini saja seterusnya. Semenjak aku menjadi mandor kebun, aku tidak pernah lagi berhubungan dengan Mas Sudibyo.
Watak tokoh “aku” yang terlihat dalam penggalan novel tersebut adalah ....
egois
ceroboh
lemah
penyabar
ragu-ragu
4.
MULTIPLE CHOICE QUESTION
1 min • 1 pt
“Apapun yang kamu katakan terhadapku, kutak peduli. Walau kaucaci maki, kaukutuki, aku terima. Tapi, untuk membiarkan Math dan Arcy hidup sebagai suami istri, padahal Tuhan telah melarangnya, o ... o... o .... itu telah melanggar prinsip hidup setiap orang yang percaya pada-Nya. Kau memang telah berbuat sesuatu yang benar sebagai ibu yang mau memelihara kebahagiaan anaknya. Tapi, ada lagi kebenaran yang lebih mutlak yang tak bisa ditawar-tawar lagi, yakni kebenaran yang dikatakan Tuhan dalam kitab-Nya. Prinsip hidup segala manusialah menjunjung kebenaran Tuhan”
Nilai agama yang terdapat dalam kutipan novel tersebut adalah ....
Keputusan yang diambil hendaknya selalu direlevankan dengan ajaran agama.
Kesabaran seorang ayah dalam menghadapi perilaku anak-anaknya.
Larangan perkawinan beda agama.
Keikhlasan seorang ibu dalam membahagiakan anaknya.
Melanggar prinsip agarna mendatangkan kesengsaraan.
5.
MULTIPLE CHOICE QUESTION
1 min • 1 pt
Empat hari kemudian aku duduk di samping sopir truk yang membawa hasil panen dari desa ke kota. Waktu itu umurku hampir enam belas tahun. Sudah dua tahun aku tidak bersekolah. Keputusan yang diambil ayahku merupakan peraturan yang harus dituruti tanpa dirunding pihak yang bersangkutan. Pada waktu itu aku menerimanya dengan kewajaran abadi penuh ketaatan. Ayahku orang yang menentukan dalam kehidupan kami. Dan aku yang dibesarkan dalam lingkungan adat kepala tunduk untuk mengiyakan semua orang tua. Tidak melihat alasan apa pun buat membantahnya. Padahal waktu itu aku khawatir. Tetapi juga gembira. Keduanya disebabkan karena aku akan tinggal di kota.
Nilai budaya yang menonjol dalam penggalan novel tersebut adalah ....
kebiasaan mengangkut hasil panen dari desa ke kota
anak perempuan yang beranjak remaja ditentukan jodohnya oleh orang tua
orang tua yang menyerahkan anak gadisnya kepada orang lain
ayah menentukan kehidupan anaknya dan harus dituruti oleh anaknya
orang tua yang memberi doa yang baik kepada anaknya
6.
MULTIPLE CHOICE QUESTION
1 min • 1 pt
Serba susah, serba salah. Ini tak kuat, ini tak sanggup. Dan sementara itu pikiran dan semangat selalu dikacaukan dan diharubirukan oleh sesal tak putus, sedih tak berkesudahan. Teringat sawah dan rumah pusaka bapak, yang telah dijual dan dihabiskan! Terkenang kebaikan istri, yang telah meninggalkan dunia karena makan hati oleh perbuatan dan kelakukan diri sendiri. Di mana tinggal kemegahan selama ini.
Akan pelengah-lengah pikiran dan akan pembeli nasi Mak Iyah mau tak mau. Ia pun bekarja juga menganyam topidari pandan seperti pada malam itu.
Akan tetapi perasaannya selalu tergoda, semangatnya senantiasa terganggu!
Konflik yang tersirat pada penggalan novel tersebut lebih didasarkan pada masalah ….
sosial
budaya
batin
politik
lingkungan
7.
MULTIPLE CHOICE QUESTION
1 min • 1 pt
“Anak kecil!” Dia tertawa mengejekku. “Mengapa duduk di belakang? Sini! Sini, duduk di muka! Masih ada tempat.” Tangannya melambai, lalu mendekat berjalan ke arah belakang bangku-bangku.
“Tidak, Pak! Di sini saja, “Jawabku. Dia berdiri di samping bangkuku. Tidak ada yang duduk bersamaku.
“Mengapa? Supaya paling akhir mendapat giliran?” tanyanya. Seisi kelas tertawa.
“Tidak, Pak,” kataku lagi. “Supaya dapat melihat orang-orang lain.” Sedangkan mereka, yang duduk di depan, harus berpaling untuk melihatku.
Watak tokoh “aku” dideskripsikan dengan cara ....
pelukisan bentuk fisik tokoh
penggambaran lingkungan sekitar tokoh
pengungkapan jalan pikiran tokoh
dialog antartokoh
analitik langsung
Access all questions and much more by creating a free account
Create resources
Host any resource
Get auto-graded reports

Continue with Google

Continue with Email

Continue with Classlink

Continue with Clever
or continue with

Microsoft
%20(1).png)
Apple
Others
Already have an account?