
Unsur-Unsur Intrinsik Cerpen
Authored by Dyah Silvianah
World Languages
3rd Grade
Used 111+ times

AI Actions
Add similar questions
Adjust reading levels
Convert to real-world scenario
Translate activity
More...
Content View
Student View
10 questions
Show all answers
1.
MULTIPLE CHOICE QUESTION
2 mins • 1 pt
Bacalah kutipan cerpen berikut!
Bibirku tak sanggup lagi untuk berbicara sepatah kata pun. Langsung kunon-aktifkan hp-ku. Kulempar jauh dariku. Aku benar-benar tidak pernah menduga bahwa dia akan pindah. Kabar ini sungguh membuatku kehilangan tulang-tulang rangka yang menopang tubuhku. Badanku terasa sangat lemah, dan aku hanya bisa terduduk lemas sambil menggigit guling yang ada di genggamanku.
Latar tempat pada kutipan cerpen tersebut adalah ….
tempat duduk
tengah rumah
kamar tidur
kursi beranda
2.
MULTIPLE CHOICE QUESTION
3 mins • 1 pt
Bacalah kutipan cerpen berikut!
(1)“Ma, perut Amrin sakit sekali. Sebelah sini, Ma. “Aku menunjuk bagian lambung. (2) Mama tampak lebih khawatir lagi, karena takut terjadi apa-apa denganku, Mama lalu mengajakku ke dokter. (3) “Tapi Ma, hari ini kan Amrin ada ulangan matematika jam pertma, masa Amrin tidak ikut.” (4) “Nanti ulangan susulan saja. Kalau tidak diobati sekarang, nanti makin parah. Kalau kamu masuk rumah sakit saat ulangan umum minggu depan, bagaimana?” bujuk Mama.
Bukti watak tokoh Mama penyayang ditandai dengan nomor ….
(1) dan (3)
(1) dan (4)
(2) dan (3)
(2) dan (4)
3.
MULTIPLE CHOICE QUESTION
3 mins • 1 pt
Cuaca di Jakarta masih dikuasai mendung yang dengan setia mengiringi hujan ketika matahari melebihi setengah hari. Delta berdiri di depan jendela kamar yang masih terbuka. Dia menatap langit yang telah menyusur airnya ke bumi, memberikan wajahnya terkena tempias hujan. Kekuatan ibunya
menghadapi hidup atas nama cinta untuk anak-anaknya meninggalkan begitu saja membuat Delta meyakini bahwa ibunya sumber cintanya, teladan bagi hidupnya.
Latar pada kutipan cerpen tersebut adalah ....
pagi hari di jendela
sore hari di jendela
siang hari di kamar
siang hari di rumah
4.
MULTIPLE CHOICE QUESTION
3 mins • 1 pt
(1) Ibu jengkel dan marah karena menunggu ayah tidak kunjung pulang. (2) Kemarahan memuncak setelah teringat bahwa Murni anak Pak Murad pernah menipu ayah. (3) Karena panas hati ibu telah memuncak, beliau tidak melihat ayah telah bersandar lesu, pakaian lusuh dengan bekas-bekas darah pada muka dan tangannya. (4) Setelah mendapat keterangan bahwa ayah terseret banjir dan terpaksa terbaring berhari-hari di rumah penolongnya, barulah berkurang rasa marah ibu, beliau bersyukur karena ayah selamat sampai rumah.
Konflik yang terdapat pada kutipan cerpen tersebut adalah ...
Ibu jengkel dan marah kepada ayah
Kecurigaan ibu terhadap murni
Mendapat keterangan bahwa ayah terseret banjir
Ayah terbaring berhari-hari di rumah penolong
5.
MULTIPLE CHOICE QUESTION
3 mins • 1 pt
Wah, Nek, cucu Nenek pintar sekali. Budi kan baru kelas VI SD, bahasanya bagus dan lancar. Waktu aku datang, Budi pandai menyambutku. Disilakanya aku duduk, diambilnya surat kabar untukku, kemudian dibawakannya aku minuman. Diterangkan juga bahwa ayah ibunya pergi sudah agak lama. Dia juga menanyaiku barangkali ada pesan atau menunggu saja. Demikianlah ujar Fariz panjang lebar sembari menyeruput kopi yang disuguhkan Budi.
Penggambaran bahwa Budi berkarakter pintar melalui ...
Diceritakan pengarang
Diceritakan tokoh lain
Dialog antar tokoh
Penggambaran fisik
6.
MULTIPLE CHOICE QUESTION
3 mins • 1 pt
Terbayang kembali masa-masa kecilku ketika ayahku masih hidup, ketika kak Tomo suka membuat rangkaian melati yang dipetiknya dari halaman rumah. Rasanya tidak percaya apabila kakakku yang dulu demikian manis sekarang menjadi seperti ini. Mungkinkah… mungkinkah ketika nanti dia bisa kembali? Hal itu selalu terbayang saat kumerebahkan diri di pembaringan
Sudut pandang pengarang dalam cerita tersebut adalah....
orang pertama pelaku utama a.
Orang pertama pelaku sampingan
orang ketiga pelaku sampingan
Orang ketiga sebagai pengamat
7.
MULTIPLE CHOICE QUESTION
3 mins • 1 pt
Cerpen 1
Jika pada suatu pagi aku bangun, seperti biasa pukul tujuh. Ibu masih sibuk menyediakan teh dalam beberapa buah teko. Aku lalu teringat bahwa hari ini adalah hari Rabu. Delapan belas orang lurah yang termasuk di bawah kecamatan ayah, hari ini akan mengadakan rapat di Paseban, di depan rumah kami.
Cerpen 2
Ketika sedang duduk di kursi berjok lusuh itu, tiba-tiba saja kenangan Rio kembali ke sebuah warung sempit di pintu pasar di Bandung, dua belas tahun yang lalu. Warung itu disinggahinya untuk membeli penggaris. Sekarang pemilik warung itu sudah menjadi konglomerat, tetapi dia masih hidup sederhana.
Perbedaan sudut pandang kedua kutipan cerpen tersebut adalah ....
cerpen 1 : Orang pertama pelaku utama
cerpen 2 : Orang ketiga serba tahu
cerpen 1 : orang pertama pelaku sampingan
cerpen 2 : Orang ketiga sebagai pengamat
cerpen 1 : Orang ketiga sebagai pengamat
cerpen 2 : Orang ketiga serba tahu
cerpen 1 : Orang pertama pelaku utama
cerpen 2 : Orang pertama pelaku sampingan
Access all questions and much more by creating a free account
Create resources
Host any resource
Get auto-graded reports

Continue with Google

Continue with Email

Continue with Classlink

Continue with Clever
or continue with

Microsoft
%20(1).png)
Apple
Others
Already have an account?