
Basindo 3
Authored by linda ninditasari
Other
University
Used 24+ times

AI Actions
Add similar questions
Adjust reading levels
Convert to real-world scenario
Translate activity
More...
Content View
Student View
15 questions
Show all answers
1.
MULTIPLE CHOICE QUESTION
30 sec • 1 pt
(1) Semua orang pasti mengenal pendidikan. (2) Pendidikan adalah proses internalisasi budaya
ke dalam diri seseorang dan masyarakat sehingga membuat orang dan masyarakat jadi beradab. (3)
Pendidikan bukan hanya merupakan sarana transfer ilmu pengetahuan, tetapi lebih luas lagi, yakni
sebagai sarana pembudayaan dan penyaluran nilai (enkulturisasi dan sosialisasi). (4) Anak harus
mendapatkan pendidikan yang menyentuh dimensi dasar kemanusiaan. (5) Dimensi kemanusiaan itu
mencakup sekurang-kurangnya tiga hal paling mendasar.
(6) Pendidikan karakter adalah pendidikan budi pekerti plus, yaitu yang melibatkan aspek
pengetahuan, perasaan, dan tindakan. (7) Menurut Lickona, tanpa ketiga aspek itu, pendidikan
karakter tidak akan efektif. (8) Dengan pendidikan karakter yang diterapkan secara sistematis dan
berkelanjutan, seorang anak akan menjadi cerdas emosinya. (9) Kecerdasan emosi ini adalah bekal
penting dalam mempersiapkan anak menyongsong masa depan. (10) Terdapat sembilan pilar karakter
yang berasal dari nilai-nilai luhur universal, yaitu karater cinta Tuhan dan segenap ciptaan-Nya;
kemandirian dan tanggung jawab; kejujuran/amanah dan diplomatis; hormat dan santun; dermawan, suka menolong, dan gotong royang/kerja sama; percaya diri dan pekerja keras; kepemimpinan dan
keadilan; baik dan rendah hati; serta toleran dan cinta damai.
Manakah gagasan utama paragraf ke-1?
A. Pendidikan dikenal setiap orang.
B. Pendidikan adalah internalisasi budaya.
C. Pendidikan bukan saran transfer ilmu.
D. Pendidikan merupakan pembudayaan.
E. Pendidikan harus berdimensi kemanusiaan.
2.
MULTIPLE CHOICE QUESTION
30 sec • 1 pt
(1) Semua orang pasti mengenal pendidikan. (2) Pendidikan adalah proses internalisasi budaya
ke dalam diri seseorang dan masyarakat sehingga membuat orang dan masyarakat jadi beradab. (3)
Pendidikan bukan hanya merupakan sarana transfer ilmu pengetahuan, tetapi lebih luas lagi, yakni
sebagai sarana pembudayaan dan penyaluran nilai (enkulturisasi dan sosialisasi). (4) Anak harus
mendapatkan pendidikan yang menyentuh dimensi dasar kemanusiaan. (5) Dimensi kemanusiaan itu
mencakup sekurang-kurangnya tiga hal paling mendasar.
(6) Pendidikan karakter adalah pendidikan budi pekerti plus, yaitu yang melibatkan aspek
pengetahuan, perasaan, dan tindakan. (7) Menurut Lickona, tanpa ketiga aspek itu, pendidikan
karakter tidak akan efektif. (8) Dengan pendidikan karakter yang diterapkan secara sistematis dan
berkelanjutan, seorang anak akan menjadi cerdas emosinya. (9) Kecerdasan emosi ini adalah bekal
penting dalam mempersiapkan anak menyongsong masa depan. (10) Terdapat sembilan pilar karakter
yang berasal dari nilai-nilai luhur universal, yaitu karater cinta Tuhan dan segenap ciptaan-Nya;
kemandirian dan tanggung jawab; kejujuran/amanah dan diplomatis; hormat dan santun; dermawan, suka menolong, dan gotong royang/kerja sama; percaya diri dan pekerja keras; kepemimpinan dan
keadilan; baik dan rendah hati; serta toleran dan cinta damai.
Manakah pertanyaan yang jawabannya terdapat dalam paragraf ke-2?
A. Mengapa pendidikan karakter merupakan pendidikan budi pekerti?
B. Mengapa kecerdasan emosi penting dalam mempersiapkan masa depan?
C. Bagaimana pendidikan karakter yang sistematis dan berkelanjutan?
D. Bagaimana pendapat Lickona tentang aspek pendidikan karakter?
E. Siapa yang mengemukakan sembilan pilar karakter berasal dari nilai luhur universal?
3.
MULTIPLE CHOICE QUESTION
30 sec • 1 pt
(1) Semua orang pasti mengenal pendidikan. (2) Pendidikan adalah proses internalisasi budaya
ke dalam diri seseorang dan masyarakat sehingga membuat orang dan masyarakat jadi beradab. (3)
Pendidikan bukan hanya merupakan sarana transfer ilmu pengetahuan, tetapi lebih luas lagi, yakni
sebagai sarana pembudayaan dan penyaluran nilai (enkulturisasi dan sosialisasi). (4) Anak harus
mendapatkan pendidikan yang menyentuh dimensi dasar kemanusiaan. (5) Dimensi kemanusiaan itu
mencakup sekurang-kurangnya tiga hal paling mendasar.
(6) Pendidikan karakter adalah pendidikan budi pekerti plus, yaitu yang melibatkan aspek
pengetahuan, perasaan, dan tindakan. (7) Menurut Lickona, tanpa ketiga aspek itu, pendidikan
karakter tidak akan efektif. (8) Dengan pendidikan karakter yang diterapkan secara sistematis dan
berkelanjutan, seorang anak akan menjadi cerdas emosinya. (9) Kecerdasan emosi ini adalah bekal
penting dalam mempersiapkan anak menyongsong masa depan. (10) Terdapat sembilan pilar karakter
yang berasal dari nilai-nilai luhur universal, yaitu karater cinta Tuhan dan segenap ciptaan-Nya;
kemandirian dan tanggung jawab; kejujuran/amanah dan diplomatis; hormat dan santun; dermawan, suka menolong, dan gotong royang/kerja sama; percaya diri dan pekerja keras; kepemimpinan dan
keadilan; baik dan rendah hati; serta toleran dan cinta damai.
Apa perbedaan gagasan antarparagraf dalam teks tersebut?
A.
Paragraf pertama memaparkan pendidikan karakter secara umum, sedangkan paragraf kedua
memaparkan pendidikan karakter secara khusus.
B.
Paragraf pertama memaparkan konsep pendidikan karakter, sedangkan paragraf kedua
memaparkan unsur pendidikan karakter.
C.
Paragraf pertama memaparkan pendidikan secara umum, sedangkan paragraf kedua
memaparkan tujuan pendidikan secara khusus.
D.
Paragraf pertama memaparkan konsep pendidikan secara umum, sedangkan paragraf kedua
memaparkan konsep pendidikan karakter.
E.
Paragraf pertama memaparkan pendidikan secara umum, sedangkan paragraf kedua
memaparkan manfaat pendidikan karakter.
4.
MULTIPLE CHOICE QUESTION
30 sec • 1 pt
(1) Semua orang pasti mengenal pendidikan. (2) Pendidikan adalah proses internalisasi budaya
ke dalam diri seseorang dan masyarakat sehingga membuat orang dan masyarakat jadi beradab. (3)
Pendidikan bukan hanya merupakan sarana transfer ilmu pengetahuan, tetapi lebih luas lagi, yakni
sebagai sarana pembudayaan dan penyaluran nilai (enkulturisasi dan sosialisasi). (4) Anak harus
mendapatkan pendidikan yang menyentuh dimensi dasar kemanusiaan. (5) Dimensi kemanusiaan itu
mencakup sekurang-kurangnya tiga hal paling mendasar.
(6) Pendidikan karakter adalah pendidikan budi pekerti plus, yaitu yang melibatkan aspek
pengetahuan, perasaan, dan tindakan. (7) Menurut Lickona, tanpa ketiga aspek itu, pendidikan
karakter tidak akan efektif. (8) Dengan pendidikan karakter yang diterapkan secara sistematis dan
berkelanjutan, seorang anak akan menjadi cerdas emosinya. (9) Kecerdasan emosi ini adalah bekal
penting dalam mempersiapkan anak menyongsong masa depan. (10) Terdapat sembilan pilar karakter
yang berasal dari nilai-nilai luhur universal, yaitu karater cinta Tuhan dan segenap ciptaan-Nya;
kemandirian dan tanggung jawab; kejujuran/amanah dan diplomatis; hormat dan santun; dermawan, suka menolong, dan gotong royang/kerja sama; percaya diri dan pekerja keras; kepemimpinan dan
keadilan; baik dan rendah hati; serta toleran dan cinta damai.
Apa kelemahan paragraf ke-1?
A. Tidak ada hubungan antara penjelasan kecerdasan emosi (kalimat 9) dengan sembilan pilar
karakter (kalimat 10).
B. Plus pada pendidikan budi pekerti (kalimat 6) tidak dijelaskan secara rinci pada bagian
berikutnya.
C. Penjelasan tentang pendidikan sebagai saran transfer ilmu (kalimat 3) bertentangan dengan
konsep pendidikan (kalimat 2).
D.Tidak ada hubungan antara ketiga aspek yang dimaksud Lickona (kalimat 7) dengan nilai plus
pada pendidikan budi pekerti (kalimat 6).
E. Penjelasan tentang kecerdasan emsi (kalimat 8) tidak berkaitan dengan pendidikan karakter
(kalimat7)
5.
MULTIPLE CHOICE QUESTION
30 sec • 1 pt
Bacalah teks berikut!
Penduduk desa binaan Ridwan Kamil, mulai membajak sawah. Mereka akan menanam padi karena
musim hujan sudah hadir.
Penggunaan kata yang tidak tepat pada paragraf di atas adalah ….
A. Binaan
B. Membajak
C. Musim
D. Hadir
E. Hujan
6.
MULTIPLE CHOICE QUESTION
30 sec • 1 pt
Hitam, hitam sekali penghidupan perempuan bangsa kita di masa silam, lebih hitam, lebih kelam, dari malam yang gelap! Perempuan bukan manusia seperti laki-laki yang mempunyai pikiran dan pemandangan sendiri, yang mempunyai hidup sendiri. Perempuan hanya hamba sahaya, perempuan hanya budak yang harus bekerja dan melahirkan anak bagi laki-laki, dengan tiada memiliki hak. Setinggi-tingginya ia menjadi perhiasan, menjadi permainan, yang dimulia-muliakan selagi disukai, tetapi dibuang dan ditukar, apabila telah kabur cahayanya, telah hilang sarinya.
Sebagaimana pepatah menyatakan habis manis sepah dibuang. Kalimat yang dicetak miring dalam paragraf tersebut menggunakan majas yang memiliki bentuk sama dengan kalimat ...
A. Tidak, saya tidak mau lagi bertemu dengan dia, tidak juga sekarang dan nanti.
B. Anak, cucu, ayah, ibu, nenek, kakek sampai bebuyutan hadir dalam pesta upacara adat itu.
C. Bapak-bapak, Ibu-ibu, serta Saudara-saudara saya minta kita harus tetap bersatu padu.
D. Sekali merdeka, kita harus tetap mempertahankan dalam berbagai hal.
E. Pangkat, jabatan, uang itu bagiku tidak ada artinya selain cinta yang sejati.
7.
MULTIPLE CHOICE QUESTION
30 sec • 1 pt
Velina adalah seorang gadis tercantik di kampung Naga. Kecantikannya yang luarbiasa membuat seorang Pangeran dari Sangkuriang jatuh hati padanya. Namun, teman-teman sebayanya merasa iri dan berkata, “Kau tak usah sok cantik, Pangeran mustahil suka padamu!” Peribahasa yang sesuai dengan kata yang dicetak miring adalah ....
A. Pecah anak buyung, tempayan ada
B. Tak ada gading yang tak retak
C. Langkas buah pepaya
D. Batu hitam tak bersanding
E. Laut mana yang tak berombak, bumi mana yang tak ditimpa hujan
Access all questions and much more by creating a free account
Create resources
Host any resource
Get auto-graded reports

Continue with Google

Continue with Email

Continue with Classlink

Continue with Clever
or continue with

Microsoft
%20(1).png)
Apple
Others
Already have an account?