
Uji Coba AKM Literasi
Authored by Faizal Sasetya
World Languages
2nd Grade
Used 9+ times

AI Actions
Add similar questions
Adjust reading levels
Convert to real-world scenario
Translate activity
More...
Content View
Student View
15 questions
Show all answers
1.
MULTIPLE CHOICE QUESTION
3 mins • 1 pt
Hijau Kampungku di Tengah Kota: Aku dan Belimbing Wuluh
“Aku tadi menawarkan bibit pohon belimbing kepada beberapa tetangga. Kalau mereka ikut menanam pohon, jalan kampung ini akan menjadi lebih teduh. Tidak seperti sekarang, ada bagian yang teduh, ada bagian yang panas,” keluhku. “Ada yang beralasan, air sedang susah didapat. Ada yang berkata, 'Nanti, ya, tunggu musim hujan datang lagi.' Aku kecewa, Yah.”
“Hmm... Mereka tidak ingin menggunakan air terlalu banyak. Saat ini, memang sebaiknya kita hemat air,” kata Ayah. Tentu saja, aku semakin merengut. Kalau air tetap sukar didapat, tidak ada orang yang mau menanam pohon belimbing wuluh itu.
“Tapi, jangan khawatir. Masalah air untuk menyiram tanaman sebentar lagi akan terbantu oleh proyek Pak RT,” kata Ayah. “Kampung kita akan punya Pandora L.”
“Pandora L? Apa itu, Yah?”
“Ini maket dari pengolahan limbah yang baru saja selesai dibangun di kampung kita. Bangunan ini ada di dalam tanah dan berguna untuk mengolah limbah rumah tangga saja, seperti air cucian,” kata Ayah.
Air hasil pengolahan dari Pandora L digunakan untuk kegiatan menyiram tanaman dan mencuci kendaraan. Pemasangan Pandora L terletak di Kampung Genteng Candirejo di tengah kota Surabaya, ibu kota Provinsi Jawa Timur.
(Diadaptasi dari Hijau Kampungku di Tengah Kota: Aku dan Belimbing Wuluh karya Tyas KW)
Di bawah ini adalah hal-hal yang menjadi topik pembicaraan antara tokoh Aku dan Ayah, kecuali ....
kekurangan air di musim kemarau
alat untuk mengolah air
pengadaan biaya untuk pemasangan pandora
penanaman belimbing wuluh
2.
MULTIPLE SELECT QUESTION
3 mins • 1 pt
Persahabatan Itu Indah
Dina : Win, besok pagi kan libur sekolah... kamu ada waktu nggak untuk nemenin aku ke rumah tanteku?
Winda : Besok? Aku belum tahu ya ... emangnya kamu ada perlu apa ke rumah tante kamu?
Dina : Aku disuruh ibuku nganterin barang titipan tanteku.
Winda : Emangnya barang apa?
Dina : Aku belum tahu. Entah apa barangnya. Gimana, kamu besok bisa apa nggak?
Winda sebenarnya ada acara sendiri, namun dia sulit menolak permintaan Dina.
Winda : Ya sudah deh, besok aku anterin kamu. Jam berapa besok? Aku ke rumah kamu atau kamu yang ke rumahku?
Dina : Terserah kamu deh, jam 8 atau jam 9 gitu ... kalau kamu mau mending kamu aja yang ke rumah aku.
Winda : Ya sudah, besok jam 08.30 aku ke rumah kamu, terus kita langsung ke rumah tante kamu.
Keesokan harinya Winda dan Dina berangkat menuju rumah tante si Dina yang jaraknya sekitar 20 km dari rumah Dina. Pas di tengah-tengah jalan, motor yang dikendarai Dina bannya bocor, dan tidak ada tempat penambalan ban di sekitar situ.
Dhussss… bunyi ban motor Dina
Dina : Aduh ... gimana nih, bannya bocor? Kayaknya pecah nih ban!
Winda : Gimana ya ... nggak ada bengkel tambal ban lagi di sini.
Mereka bedua pun mendorong motor tersebut sambil keringat membasahi tubuh mereka. Setelah hampir 30 menit mendorong motor, tiba-tiba ada sebuah mobil box yang menghampiri mereka. Pengendara mobil box itu menawarkan jasa pengangkutan motor hingga ke bengkel tedekat kepada Dina.
Sopir mobil box : Kenapa Non? Bannya bocor ya?
Dina : Iya. Bisa minta tolong angkutin motor aku sampai bengkel nggak?
Sopir mobil box : Bisa saja, tapi kasih ongkos 100 ribu ya?
Dina : Kok mahal amat, Bang? 50 ribu ya?
Sopir mobil box itu menolak, alhasil Dina dan Winda harus meneruskan mendorong motor mereka.
Sopir mobil box : Murah amat, Non! ... Ya sudah kalau nggak mau.
Setelah mendorong motor selama 45 menit, tiba-tiba ada salah seorang sahabat Winda, yaitu Astrid yang kebetulan lewat di jalan itu. Astrid bersama adiknya bernama Hesti.
Astrid : Stop.. stop, Hes…!
Hesti : Kenapa Kak? Ada apa?
Astrid : Itu kayaknya Winda deh... Win… Win…!
Winda : Eh, itu Astrid...!
Astrid : Motor kamu bocor bannya? Kasihan sekali... kamu mau ke mana nih?
Winda : Nih, aku mau nganterin Dina ke rumah tantenya. Nggak tahu nih, bengkel kayaknya masih jauh... aku udah capek banget dorong motor dari tadi. Astrid berusaha memberi pertolongan kepada sahabatnya itu, namun dia juga tidak bisa berbuat banyak karena di sekitar itu memang cukup sepi.
Astrid : Aduh ... gimana ya ... ok, gini aja ... kalian kan sudah capek banget nih. Sekarang biar aku yang dorong motor kamu, terus kamu bawa motor aku sambil ngikutin dari belakang.
Winda : Emang kamu nggak kecapean entar? Berat lo dorong motor ini....!
Astrid : Ya tentu saja kau bakal capek, makanya kita gantian gitu...
Motor tersebut didorong oleh mereka berempat secara bergantian hingga akhirnya mereka tiba di salah satu bengkel tambal ban.
Sumber : mamicos.com/info/contoh-naskah-drama-singkat/
Di mana sajakah latar tempat terjadinya peristiwa di dalam drama tersebut?
Suatu tempat
jalan
bengkel motor
rumah tante
rumah Dina
3.
FILL IN THE BLANKS QUESTION
3 mins • 1 pt
Perempuan-perempuan perkasa
Perempuan-perempuan yang membawa bakul di pagi buta,
dari manakah mereka..
Ke stasiun kereta mereka datang dari bukit-bukit desa sebelum peluit kereta pagi terjaga..
Sebelum hari bermula dalam pesta kerja..
Perempuan-perempuan yang membawa bakul dalam kereta,
ke manakah mereka..
Di atas roda-roda baja mereka berkendara.
Mereka berlomba dengan surya menuju gerbang kota..
Merebut hidup di pasar-pasar kota..
Perempuan-perempuan perkasa yang membawa bakul di pagi buta,
siapakah mereka..
Mereka ialah ibu-ibu berhati baja, perempuan-perempuan perkasa.
akar-akar yang melata dari tanah perbukitan turun ke kota..
Mereka cinta kasih yang bergerak menghidupi desa demi desa..
(Hartoyo Andangjaya, 1963)
(diunduh dari https://indonesianliteraryworks.blogspot.com/2016/09/poetry-perempuan-perempuan-perkasa.html)
Siapakah perempuan-perempuan perkasa yang dimaksud oleh pengarang pada puisi tersebut?
(a)
4.
MULTIPLE CHOICE QUESTION
3 mins • 1 pt
Kalimat mana yang bisa mewakili keseluruhan isi poster di atas?
Mengelola sampah dengan benar adalah salah satu pilar dari gerakan Sanitasi Total Berbasis Masyarakat.
Sanitasi Total Berbasis Masyarakat membuat masyarakat lebih bersih dan lebih sehat.
Lima langkah yang dijalankan untuk melaksanakan gerakan Sanitasi Total Berbasis Masyarakat.
Lima Pilar Sanitasi Total Berbasis Masyarakat dikampanyekan oleh Dinas Kesehatan Kabutapen Rejang Lebong.
Mari kita melaksanakan Sanitasi Total Berbasis Masyarakat.
5.
MULTIPLE CHOICE QUESTION
3 mins • 1 pt
Mengapa di bagian bawah poster ini terdapat informasi situs resmi dan media sosial?
Agar pembaca bisa menelusuri sumber berita dan bisa mendapatkan informasi lebih banyak.
Untuk memperkenalkan GERMAS sebagai salah satu program pemerintah kepada masyarakat.
Untuk menunjukkan Kementerian Kesehatan RI selalu mengikuti perkembangan zaman.
Agar bisa saling berbagi tips dan ide terkait dengan pesan yang ada di dalam poster.
Karena poster ini merupakan surat resmi yang dikeluarkan oleh Kementerian Kesehatan RI.
6.
MULTIPLE CHOICE QUESTION
3 mins • 1 pt
Perhatikan pakta berikut!
“Sekitar 20,1 juta anak di bawah usia 2 tahun di Indonesia, mengalami stunting.”
Pernyataan yang sesuai dengan kutipan teks tersebut adalah ....
Stunting terjadi pada anak-anak bukan orang dewasa.
Perlunya pencegahan stunting dimulai sejak dini.
Terjadinya stunting di usia dini akan memiliki IQ rendah.
Anak stunting ketika dewasa mudah menjadi kegemukan.
7.
OPEN ENDED QUESTION
3 mins • Ungraded
Bacalah teks di bawah ini!
Di perkotaan, anak-anak dengan mudah dapat bersekolah sampai jenjang pendidikan yang setinggi-tingginya. Namun, tidak demikian bagi anak-anak yang berada di pedesaan dan di pelosok negeri.
Simak tiga cuplikan berikut dari Buku Laskar Pelangi, yang ditulis oleh Andrea Hirata. Buku ini berkisah tentang anak-anak dari keluarga penambang yang miskin di Pulau Belitong. Mereka sekolah di sebuah sekolah dasar yang gedungnya sudah tidak layak pakai. Ketiga cuplikan ini merupakan bagian awal cerita. Menariknya, Andrea Hirata langsung menyuguhkan konflik seputar persoalan pendidikan yang ada di negeri ini.
Teks 1:
“Hari itu adalah hari yang agak penting: hari pertama masuk SD. Di ujung bangku-bangku panjang tadi ada sebuah pintu terbuka. Kosen pintu itu miring karena seluruh bangunan sekolah sudah doyong seolah akan roboh.”
(Sumber: Bab 1, halaman 1, Buku Laskar Pelangi, Andrea Hirata, diterbitkan oleh Penerbitan Bentang, 2008)
Teks 2:
“Aku cemas … karena beban perasaan ayahku menjalar ke sekujur tubuhku …. Aku tahu beliau sedang gugup dan aku maklum bahwa tak mudah bagi seorang pria berusia empat puluh tujuh tahun, seorang buruh tambang yang beranak banyak dan bergaji kecil, untuk menyerahkan anak laki-lakinya ke sekolah. Lebih mudah menyerahkannya pada tauke pasar pagi untuk jadi tukang parut atau pada juragan pantai untuk menjadi kuli kopra agar dapat membantu ekonomi keluarga.”
(Sumber: Bab 1, halaman 2, Buku Laskar Pelangi, Andrea Hirata, diterbitkan oleh Penerbitan Bentang, 2008)
Teks 3:
“Keluarga Lintang berasal dari Tanjong Kelumpang, desa nun jauh di pinggir laut. Menuju ke sana harus melewati empat kawasan pohon nipah, tempat berawa-rawa yang dianggap seram …. Selain itu di sana juga tak jarang buaya sebesar pangkal pohon sagu melintasi jalan. Kampung pesisir itu secara geografis dapat dikatakan sebagai wilayah paling timur di Sumatra, daerah minus nun jauh masuk ke pedalaman Pulau Belitong.”
(Sumber: Bab 2, halaman 11 , Buku Laskar Pelangi, Andrea Hirata, diterbitkan oleh Penerbitan Bentang, 2008)
Dari teks 1, 2, dan 3 manakah yang mudah kamu pahami mengenai kondisi pendidikan di sebagian daerah di Indonesia.
Evaluate responses using AI:
OFF
Access all questions and much more by creating a free account
Create resources
Host any resource
Get auto-graded reports

Continue with Google

Continue with Email

Continue with Classlink

Continue with Clever
or continue with

Microsoft
%20(1).png)
Apple
Others
Already have an account?