
Materi Shalat Fardhu Part 1
Authored by Ino Sutrisno
Religious Studies
Professional Development
Used 61+ times

AI Actions
Add similar questions
Adjust reading levels
Convert to real-world scenario
Translate activity
More...
Content View
Student View
20 questions
Show all answers
1.
MULTIPLE CHOICE QUESTION
1 min • 1 pt
kisah seorang sufi besar abad ketiga hijriah, Syekh Abu Abdirrahman Hatim bin ‘Unwan al-Asham (237 H). Suatu hari, ia pernah ditanya oleh ‘Isham bin Yusuf tentang bagaimana ia melakukan shalat.
Hatim al-Asham menjawab: Ketika masuk waktu shalat, aku bangkit dari tempatku, kemudian aku mengambil wudlu lahiriah dan wudlu batiniah. Lalu, ‘Isham bertanya lebih lanjut: Bagaimanakah wudlu batiniah itu? Hatim al-Asham dengan mantap menjawab: "Wudlu lahiriah yaitu membasuh anggota wudlu dengan air. Adapun wudlu batiniah adalah membasuh tujuh anggota wudlu tersebut dengan tujuh perkara; tobat, penyesalan atas dosa masa lalu, meninggalkan ketergantungan (ta’alluq) dengan dunia, tak mengacuhkan pujian sekalian makhluk, tidak terikat dengan sesuatu apa pun, membuang kedengkian, dan membuang hasad," rincinya.
Kemudian ia pun melakukan shalat batiniah. Saat menghadap kiblat, Imam al-Asham memandang dirinya sebagai sang hamba yang selalu bergantung pada Tuhannya. Ia seakan sedang benar-benar di hadapan keagungan Allah SWT, surga seolah berada di samping kanannya, neraka di bagian kirinya, malaikat sang pencabut nyawa, Izrail alaihissalam tepat di belakangnya. Dan, saat itu, ia merasa kedua kakinya berjalan di atas titian shirath. Setelah itu, barulah ia bertakbir seraya memasang niat, membaca Fatihah dan surat dengan perenungan yang dalam.
Rukuk dan sujudnya serasa berada dalam liang kerendahan dan kehinaan. Bertasyahud dengan luapan harapan, dan membaca salam dengan penuh keikhlasan.
Hatim al-Asham mengatakan: "Aku sudah mengerjakan shalat seperti ini selama 30 tahun," tutupnya kepada ‘Isham. Lalu, ia menimpali: "Hanya engkaulah yang mampu mengerjakan shalat seperti itu," pungkasnya sambil menangis.
Bagaimana Ruku' dan Sujudnya Hatim al-Asham?
Dengan penuh keikhlasan
Berada dalam liang kerendahan & kehinaan
Dengan luapan harapan
Dengan perenungan yang dalam
Berada dalam pengawasan
2.
MULTIPLE CHOICE QUESTION
20 sec • 1 pt
Lazim diketahui bahwa syarat shalat terbagi menjadi dua; syarat wajib dan syarat sah.
Syarat wajib ini maknanya, seseorang tidak dibebani kewajiban shalat ketika salah satu dari syarat-syaratnya tak terpenuhi, yaitu kecuali : ...
Beragama Islam
Berakal sehat
Baligh
Sudah masuk waktu shalat
Tidak sedang Haid/nifas
3.
MULTIPLE CHOICE QUESTION
20 sec • 1 pt
Syarat sah nya Shalat, yaitu bila ini tidak terpenuhi, maka berdampak pada ketidakabsahan shalat.
yang tidak termasuk ke dalam syarat sah nya shalat adalah...
Niat
Beragama Islam
Mumayyiz (berakal)
Sudah masuk waktu shalat
Suci dari hadas kecil & besar
4.
MULTIPLE CHOICE QUESTION
20 sec • 1 pt
Yang termasuk ke dalam rukun shalat adalah, kecuali...
Niat
Takbiratul Ihram
Melafalkan salam
Menghadap qiblat
Membaca Surat Al-Fatihah
5.
MULTIPLE CHOICE QUESTION
20 sec • 1 pt
Gerakan shalat antara Ruku dan sujud disebut...
Ruku
I'tidaal
Sujud
Duduk diantara dua sujud
Takbiratul Ihram
6.
MULTIPLE CHOICE QUESTION
20 sec • 1 pt
Perintah Allah SWT yang mewajibkan shalat terdapat pada...
Q.S. Al-Ikhlas 1-4
Q.S. Al-Maa'un : 4
Q.S. Al-Baqarah : 183
Q.S. Al-Bayyinah : 5
Q.S. Ar-Rohman : 2
7.
MULTIPLE CHOICE QUESTION
20 sec • 1 pt
Bilamanakah seorang muslim diperintahkan melaksanakan shalat berdasarkan H.R. Abu Daud, R.a ?
Muslim
Mu'min
Telah Baligh
Berakal
Telah Baligh & Berakal
Access all questions and much more by creating a free account
Create resources
Host any resource
Get auto-graded reports

Continue with Google

Continue with Email

Continue with Classlink

Continue with Clever
or continue with

Microsoft
%20(1).png)
Apple
Others
Already have an account?