
PH 3 Teks Anekdot X Agama 1
Authored by Nawawi awi
World Languages
10th Grade
Used 2+ times

AI Actions
Add similar questions
Adjust reading levels
Convert to real-world scenario
Translate activity
More...
Content View
Student View
20 questions
Show all answers
1.
MULTIPLE CHOICE QUESTION
2 mins • 5 pts
Sekelompok siswa mengadakan observasi di sebuah perkampungan kumuh pinggir kota. Salah seorang siswa memakan makanan ringan, lalu menyimpan sampah di sakunya. Apa pun makanan yang dimakan siswa itu, bungkusnya selalu disimpannya dalam kantong hingga penuh. Saat melihat tong sampah, siswa itu mengurungkan niatnya membuang sampah. Teman-temannya melihat dengan aneh.
“Mengapa kamu menyimpan semua bungkus makanan di kantongmu? Bukankah baru saja kita melewati tong sampah?” kata salah seorang temannya.
“Aku bingun harus membuang sampah ini dimana. Mau buang sampah sembarangan takut tak sopan. Mau buang sampah di tong sampah, sayang benar akan mengotori tempat sampah yang bersih itu.” Sontak teman-temannya tertawa melihat tingkah siswa itu.
Hal yang membuktikan teks tersebut anekdot adalah …..
Jumlah tokoh tidak terlalu banyak.
Menggunakan nama tokoh terkenal
Terdapat dialog yang memperkuat amanat cerita
Sindiran membuang sampah yang disampaikan oleh siswa
Menggunakan latar tempat yang banyak dijumpai masyarakat
2.
MULTIPLE CHOICE QUESTION
2 mins • 5 pts
Perhatikan struktur teks anekdot berikut!
(1) Koda
(2) Krisis
(3) Abstraksi
(4) Reaksi
(5) Orientasi
Urutan struktur teks anekdot yang tepat adalah ….
(3)-(5)-(4)-(2)-(1)
(3)-(2)-(4)-(5)-(1)
(3)-(5)-(2)-(4)-(1)
(3)-(4)-(2)-(5)-(1)
(3)-(4)-(5)-(2)-(1)
3.
MULTIPLE CHOICE QUESTION
2 mins • 5 pts
Suatu ketika, Albert Einstein menuju sebuah universitas untuk memberikan kuliah tentang teori relativitas. Di tengah perjalanan, si sopir berkata kepadanya, “Dr. Einstein, saya tahu Bapak sudah memberikan kuliah tersebut sebanyak tiga puluh kali. Jadi, saya sudah mengetahui semua materi yang Bapak kuliahkan dan berani bertaruh bahwa saya dapat menyampaikan materi tersebut kepada mahasiswa Bapak dengan baik.”
Einstein menjawab, “Baik, kalau begitu, saya akan memberikan kamu kesempatan untuk menyampaikan kuliah di universitas berikutnya. Saya akan diam di mobil sambil memakai topi kamu dan kamu masuk ke universitas untuk memberikan kuliah.
Akhirnya, si supir pun berhasil menyampaikan kuliah dengan benar tanpa kesalahan. Namun, ketika hendak meninggalkan universitas tersebut, tiba-tiba datang seorang profesor yang menanyakan rumus yang sangat rumit. Tanpa pikir panjang, ia menjawab, “Rumus ini sangat simple. Karena begitu simplenya, saya akan meminta sopir saya di mobil untuk menjawabnya.” Padahal, yang dimaksud sopir saya di mobil adalah Einstein yang sebenarnya.
Peristiwa yang menjadi puncak konflik (krisis) adalah ….
Albert Einstein menuju sebuah universitas untuk memberikan kuliah tentang teori relativitas.
Si sopir berhasil menyampaikan kuliah dengan benar
Datang seorang profesor yang menanyakan rumus yang sangat rumit
Sopir menjawab, “Rumus ini sangat simpel. Karena begitu simpleny, saya akan meminta sopir saya di mobil untuk menjawabnya.
Padahal, yang dimaksud sopir saya di mobil adalah Einstein yang sebenarnya.
4.
MULTIPLE CHOICE QUESTION
2 mins • 5 pts
Seorang dosen Fakultas Hukum sedang memberi kuliah Hukum Pidana. Saat tiba sesi tanya jawab si Ali bertanya pada dosen, ”Apa kepanjangan dari KUHP,Pak?” Lalu dosen tidak menjawab sendiri, tetapi dilemparkannya pada si Ahmad. “Saudara Ahmad, coba bantu saya untuk menjawab pertanyaan saudara Ali!” pinta beliau. Dengan tegas si Ahmad menjawab, “Kasih Uang Habis Perkara, Pak!” tegasnya. Mahasiswa lain tentu tertawa, sedang pak dosen geleng-geleng kepala, seraya menambahkan pertanyaan pada si Ahmad, “Saudara Ahmad, darimana Saudara tahu jawaban itu?” Dasar si Ahmad, pertanyaan tersebut jawabnya pula dengan tegas, “Peribahasa Inggris mengatakan ‘Pengalaman adalah guru yang terbaik’ begitu, Pak!” Seisi kelas tertawa. Lalu tawa mereda dan kelas kembali tenang.
Makna tersirat pada teks anekdot tersebut adalah…
Menjelaskan kepanjangan KUHP sebenarnya adalah Kitab Undang Hukum Pidana.
Mengkritik Bapak dosen sedang memberikan kuliah hukum pidana.
Peribahasa Inggris mengatakan pengalaman adalah guru terbaik.
Menyindir kepada oknum penegak hukum yang mau disuap.
Menyindir Ali yang bertanya kepanjangan KUHP.
5.
MULTIPLE CHOICE QUESTION
2 mins • 5 pts
(1) Suatu hari, Duta Besar Belanda berkunjung ke Balai Kota Jakarta untuk memenuhi undangan. Pak Gubernur. Di tengah-tengah percakapan mereka, terjadilah obrolan berikut.
(2) “Mengingat adanya kedekatan historis, emosional, dan serasi antara Indonesia dengan Belanda, sebaiknya Jakarta ganti nama saja yang mirip dengan Amsterdam.” ujar Dubes Belanda.
(3) “Ide bagus, Pak. Lalu, apa nama yang pas?” tanya Pak Gubernur.
(4) “Terendam,” jawab Dubes Belanda dengan tegas.
(5) Sontak, pecahlah tawa mereka berdua.
Bagian abstraksi pada teks anekdot tersebut ditunjukkan nomor ….
(1)
(2)
(3)
(4)
(5)
6.
MULTIPLE CHOICE QUESTION
2 mins • 5 pts
(1) Suatu hari, Duta Besar Belanda berkunjung ke Balai Kota Jakarta untuk memenuhi undangan. Pak Gubernur. Di tengah-tengah percakapan mereka, terjadilah obrolan berikut.
(2) “Mengingat adanya kedekatan historis, emosional, dan serasi antara Indonesia dengan Belanda, sebaiknya Jakarta ganti nama saja yang mirip dengan Amsterdam.” ujar Dubes Belanda.
(3) “Ide bagus, Pak. Lalu, apa nama yang pas?” tanya Pak Gubernur.
(4) “Terendam,” jawab Dubes Belanda dengan tegas.
(5)Sontak, pecahlah tawa mereka berdua.
Bagian orientasi pada teks anekdot tersebut ditunjukkan nomor ….
(1)
(2)
(3)
(4)
(5)
7.
MULTIPLE CHOICE QUESTION
2 mins • 5 pts
(1) Suatu hari, Duta Besar Belanda berkunjung ke Balai Kota Jakarta untuk memenuhi undangan. Pak Gubernur. Di tengah-tengah percakapan mereka, terjadilah obrolan berikut.
(2) “Mengingat adanya kedekatan historis, emosional, dan serasi antara Indonesia dengan Belanda, sebaiknya Jakarta ganti nama saja yang mirip dengan Amsterdam.” ujar Dubes Belanda.
(3) “Ide bagus, Pak. Lalu, apa nama yang pas?” tanya Pak Gubernur.
(4) “Terendam,” jawab Dubes Belanda dengan tegas.
(5)Sontak, pecahlah tawa mereka berdua.
Bagian krisis pada teks anekdot tersebut ditunjukkan nomor ….
(1)
(2)
(3)
(4)
(5)
Access all questions and much more by creating a free account
Create resources
Host any resource
Get auto-graded reports

Continue with Google

Continue with Email

Continue with Classlink

Continue with Clever
or continue with

Microsoft
%20(1).png)
Apple
Others
Already have an account?