
Menikmati Novel
Authored by Nunila Nastiti
World Languages
12th Grade
Used 3+ times

AI Actions
Add similar questions
Adjust reading levels
Convert to real-world scenario
Translate activity
More...
Content View
Student View
5 questions
Show all answers
1.
MULTIPLE CHOICE QUESTION
30 sec • 1 pt
Serba susah, serba salah. Ini tak kuat, ini tak sanggup. Dan sementara itu pikiran dan semangat selalu dikacaukandan diharubirukan oleh sesal tak putus, sedih tak berkesudahan. Teringat sawah dan rumah pusaka bapak, yang telah dijual dan dihabiskan! Terkenang kebaikan istri, yang telah meninggalkan dunia karena makan hati oleh perbuatan dan kelakukan diri sendiri. Di mana tinggal kemegahan selama ini. Akan pelengah-lengah pikiran dan akan pembeli nasi Mak Iyah mau tak mau. Ia pun bekarja juga menganyam topidari pandan seperti pada malam itu. Akan tetapi perasaannya selalu tergoda, semangatnya senantiasa terganggu!
Isi penggalan novel tersebut mengungkapkan ….
kesengsaraan tokoh menghadapi masa lalu
kebingungan tokoh menghadapi sesuatu
kelesuan tokoh untuk melakukan sesuatu
nostalgia tokoh di masa lampaunya
penyesalan tokoh atas perbuatannya sendiri
2.
MULTIPLE CHOICE QUESTION
30 sec • 1 pt
Namun takdir berkata lain, dimalam sebelum pertunangan mereka, Bali terserang Bom dan keluarga Rosie menjadi korban. Nathan meninggal, Rosie yang tak mampu menahan kehilangan, depresi dan bersikap seperti orang gila.
Suasana yang terdapat dalam novel tersebut adalah ...
Gundah
Sedih
Tegang
Khusyuk
Hening
3.
MULTIPLE CHOICE QUESTION
30 sec • 1 pt
Terkadang ia menyandarkan masalahnya pada rakaat-rakaat panjang. Ia hanya dapat berusaha dan berdoa. Semoga segala keresahan dan kegelisahan pergi dari hidup ini. Walaupun terkadang, ia putus asa. Doanya yang telah pergi sore itu, belum juga kembali. Satu-satunya kunci harapan yang akan membebaskannya dari kemelut hidup.
Nilai yang terdapat dalam kutipan novel di atas adalah…
Agama
Sosial
Pendidikan
Budaya
Moral
4.
MULTIPLE CHOICE QUESTION
30 sec • 1 pt
Manakah yang merupakan amanat cerita novel?
Budi dan Andi merupakan saudara yang sangat dekat. Mereka saling melengkapi satu sama lain.
Tibalah hari di mana Sinta wisuda. Hari yang ditunggu selama 4 tahun tuntas sedih. Tugas, presentasi, dan segala yang membuatnya penat kini terasa terangkat.
Jika ingin hidup bahagia, maka berbuat baiklah pada semua orang. Demikian hal yang diingat Hasan dari almarhum kakeknya.
Begitulah takdir membentuk suatu kisah yang sangat panjang hanya untuk menyatukan kedua orang tersebut. Setelah melalui banyak kesedihan, waktu, akhirnya mereka diberi kesempatan untuk Bersama
Sekarang," katanya. "Saya sudah ada disisi ibu kembali. Aada saya bawa obat kali ibu. Kata orang Jakarta.. mujarab benar obat itu. Obat encok namanya." Ibu Mariawati tertawa. "Kini pun obat sudah memberi berkat, Astri. Kalau aku melihat wajahmu, aku sehat sudah. Biar terbang penyakit itu, dan aku sembuh sendiri kelak"
5.
MULTIPLE CHOICE QUESTION
30 sec • 1 pt
Semuanya seperti musim kering; kemarau datang dan angin gersang menusuk-nusuk. Semuanya seperti musim basah; hujan dan badai adalah nyanyian dalam sedih dan ngilu. Semuanya seperti perih, ketika langit tak menyisakan cerita apa-apa. Semuanya menjadi sepi…
Gaya bahasa dalam kutipan novel di atas adalah gaya bahasa … .
antitesis
metafora
personifikasi
hiperbola
metonimia
Access all questions and much more by creating a free account
Create resources
Host any resource
Get auto-graded reports

Continue with Google

Continue with Email

Continue with Classlink

Continue with Clever
or continue with

Microsoft
%20(1).png)
Apple
Others
Already have an account?