Search Header Logo

snbt

Authored by Masayu Husnul Khotimah undefined

Other

9th - 12th Grade

snbt
AI

AI Actions

Add similar questions

Adjust reading levels

Convert to real-world scenario

Translate activity

More...

    Content View

    Student View

38 questions

Show all answers

1.

MULTIPLE CHOICE QUESTION

30 sec • 1 pt

Teks 7.


(1) Pada Selasa siang itu, 19 Mei 1998, Presiden Soeharto memanggil sejumlah tokoh, dari ulama, pimpinan organisasi kemasyarakatan, hingga budayawan. (2) Mereka yang hadir di antaranya adalah Malik Fadjar yang mewakil PP Muhammadiyah, Abdurrahman Wahid dari Nahdlatul Ulama, cendekiawan Nurcholis Madjid, hingga Emha Ainun Nadjib. (3) Kepada para tokoh bangsa itu, Soeharto membahas soal desakan mundur yang disampaikan para mahasiswa, yang saat itu sudah menguasai gedung MPR/DPR di Senayan. (4) Soeharto menyatakan, mundur atau tidaknya ia sebagai Presiden tidak menjadi masalah.


(5) Ketika itu, Soeharto baru beberapa bulan dilantik MPR sebagai pemegang mandat. (6) Sebuah mandat yang diembannya lebih dari tiga dasawarsa. (7) Sebagai tindak lanjut rencana mundurnya itu, Soeharto menawarkan pembentukan Komite Reformasi yang bertugas menyelesaikan UU Pemilu; UU Kepartaian; UU Susunan dan Kedudukan MPR, DPR, dan DPRD; UU Antimonopoli; dan UU Antikorupsi, sesuai dengan keinginan masyarakat, anggota komite […] terdiri dari unsur masyarakat, perguruan tinggi, dan para pakar.


(8) Kekuasaan Soeharto memang di ujung tanduk setelah ribuan mahasiswa menguasai gedung MPR/DPR. (9) Aksi mahasiswa merupakan rangkaian dari munculnya suara kritis terhadap kekuasaan Soeharto dan Rezim Orde Baru yang terindikasi ingin memperpanjang kekuasaannya melalui Pemilu 1997. (10) Para mahasiswa semakin berani berdemonstrasi menolak kepemimpinan Soeharto mulai dilakukan di luar kampus, hingga akhirnya berujung tragedi.

Sumber: Kompas, 19 Mei 2020, Di Ujung Tanduk,

Saat Soeharto Merasa Kapok Jadi Presiden.


Bagaimana sikap yang ditonjolkan oleh pemerintah terkait permasalahan pada bacaan?

Meminta tolong tokoh-tokoh nasional menenangkan mahasiswa

Bertindak sigap memenuhi tuntutan demosntrasi

Sangat takut ketika mahasiswa menguasai gedung DPR/MPR

Kebingungan terhadap sikap yang diambil terkait keberlangsungan pemerintahan

Akan melakukan perlawanan terhadap mahasiswa jika semakin berani

2.

MULTIPLE CHOICE QUESTION

30 sec • 1 pt

Takeshi suka makan sushi dan Juntao suka makan siomay.

Yang bukan merupakan bentuk lain dari kalimat di atas adalah ....

Takeshi suka makan sushi walaupun Juntao suka makan siomay.

Takeshi suka makan sushi atau Juntao suka makan siomay.

Takeshi suka makan sushi meskipun Juntao suka makan siomay.

Takeshi suka makan sushi, sedangkan Juntao suka makan siomay.

3.

MULTIPLE CHOICE QUESTION

30 sec • 1 pt

Pada tahun 2005 sebuah pabrik gula memproduksi gula pasir sebanyak ton. Apabila kebijakan produksi untuk tahun 2006 dan 2007 ditetapkan kenaikanya sebesar 125% dari produksi tahun 2005, berapa tonkah jumlah produksi gula pasir pabrik tersebut dalam tiga tahun terakhir ini?

5,5

4,5

3,5

2,5

1,5

4.

MULTIPLE CHOICE QUESTION

30 sec • 2 pts

Keanekaragaman dimiliki Bangsa Indonesia. Ada bermacam suku, agama, dan bahasa di Negeri ini. Di Pulau Jawa ada suku Jawa, Sunda, Betawi, dan lain-lain. Berbagai agama seperti Agama Islam, Hindu, Kristen, Katolik, Budha, dan Konghucu menyebar di seluruh wilayah Indonesia. 

Kalimat yang menggunakan huruf kapital dengan benar dalam paragraf di atas adalah kalimat ….

pertama

kedua

ketiga

keempat

5.

MULTIPLE CHOICE QUESTION

30 sec • 2 pts

Sifa diajak kakaknya berjalan-jalan ke bazar buku. Dia tertarik dengan buku-buku cerita yang dipajang di stan paling depan. “Berapa harga buku di sini, Paman?” tanya Sifa. “Harga buku di sini paling mahal Rp.10,000.00, Nak.” jawab penjaga stan. “Wah, murah sekali!” seru Sifa kegirangan.

Penggunaan tanda baca yang tepat pada kalimat yang dicetak tebal adalah …

A. “Harga buku di sini paling mahal Rp.10.000,00, Nak!” jawab penjaga stan.

B. “Harga buku di sini paling mahal Rp.10.000,00, Nak,” jawab penjaga stan.

C. “Harga,buku di sini paling mahal Rp10.000,00, Nak.” jawab penjaga stan.

D. “Harga buku di sini paling mahal Rp10.000,00, Nak,” jawab penjagą stan.

6.

MULTIPLE CHOICE QUESTION

30 sec • 2 pts

Siswa itu rajin dan pandai Oleh karena itu dia memperoleh beasiswa

Perbaikan tanda baca yang tepat pada kalimat di atas adalah ....

A. Siswa itu rajin dan pandai. Oleh karena itu dia memperoleh beasiswa.

B. Siswa itu rajin dan pandai, Oleh karena itu, dia memperoleh beasiswa.

C. Siswa itu rajin dan pandai, Oleh karena itu dia memperoleh beasiswa.

D. Siswa itu rajin dan pandai. Oleh karena itu, dia memperoleh beasiswa.

7.

MULTIPLE CHOICE QUESTION

30 sec • 1 pt

Media Image

Bangsa Indonesia menyelenggarakan pemilu secara nasional untuk pertama kali pada tahun 1955 guna memilih anggota DPR dan Konstituante. Pemilu 1955 dilaksanakan dalam dua tahap. Tahap pertama dilaksanakan pada tanggal 29 September untuk memilih anggota DPR dan tahap kedua dilaksanakan pada tanggal 15 Desember untuk memilih anggota Konstituante.

 

Dasar hukum pelaksanaan pemilu 1955 adalah Undang-undang Nomor 7 tahun 1953. Berdasarkan Pasal 15 ayat (1) undang-undang tersebut, Indonesia dibagi ke dalam 16 daerah pemilihan, yaitu Jawa Timur, Jawa Tengah, Jawa Barat, Jakarta Raya, Sumatera Selatan, Sumatera Tengah, Sumatera Utara, Kalimantan Barat, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, Sulawesi Utara-Tengah, Sulawesi Tenggara-Selatan, Maluku, Sunda Kecil Timur, Sunda Kecil Barat, dan Irian Barat.

 

Sistem yang dipakai dalam Pemilu 1955 adalah perwakilan proporsional. Artinya, setiap daerah pemilihan akan mendapat sejumlah kursi atas dasar jumlah penduduknya, dengan ketentuan setiap daerah berhak mendapat jatah minimum 6 kursi untuk Konstituante dan 3 kursi untuk DPR. Jumlah anggota Konstituante adalah hasil bagi antara total jumlah penduduk di wilayah pemilihan dengan 150.000 dan dibulatkan ke atas. Sedangkan jumlah anggota DPR seluruh Indonesia adalah total jumlah penduduk di wilayah pemilihan dibagi 300.000 dan dibulatkan ke atas. Dengan demikian ada 260 kursi DPR yang diperebutkan dan 520 kursi Konstituante yang diperebutkan. Khusus untuk anggota Konstituante ditambah 14 wakil golongan minoritas yang diangkat oleh pemerintah.

 

Sumber teks: Naskah Sumber Arsip, “Jejak Demokrasi Pemilu 1955”. Arsip Nasional Republik Indonesia. 2019.

Sumber tabel: M.C. Ricklefs, “Sejarah Indonesia Modern 1200-2004”, (Jakarta, Serambi: 2007), hlm. 496

Jika penentuan jumlah kursi di DPR pada pemilu 1955 diterapkan pada masa sekarang dengan jumlah total penduduk Indonesia sebanyak 275 juta jiwa, berapa jumlah kursi DPR yang tersedia?

917

1333

1833

820

Access all questions and much more by creating a free account

Create resources

Host any resource

Get auto-graded reports

Google

Continue with Google

Email

Continue with Email

Classlink

Continue with Classlink

Clever

Continue with Clever

or continue with

Microsoft

Microsoft

Apple

Apple

Others

Others

Already have an account?