
UNSUR INTRINSIK CERPEN
Authored by Paula Febrafarenti
World Languages
9th - 12th Grade
Used 80+ times

AI Actions
Add similar questions
Adjust reading levels
Convert to real-world scenario
Translate activity
More...
Content View
Student View
25 questions
Show all answers
1.
MULTIPLE CHOICE QUESTION
30 sec • 1 pt
Salah satu ciri dari cerpen adalah....
Cerita yang disajikan relatif panjang
Menceritakan mengenai cerita binatang
Berbentuk prosa yang terdiri tidak lebih dari 10.000 kata
Berisi cerita pengalaman hidup seseorang
2.
MULTIPLE CHOICE QUESTION
30 sec • 1 pt
Dalam cerpen terdapat dua unsur pembangun, yaitu ... dan ...
Intrinsik dan Ekstrinsik
Intrinsik dan Eksplisit
Internal dan Ekstrinsik
Eksrinsik dan Internal
3.
MULTIPLE CHOICE QUESTION
30 sec • 1 pt
Berikut ini yang merupakan unsur intrinsik dalam cerpen, kecuali...
Tema
Alur/plot
Gaya Bahasa
Orientasi
4.
MULTIPLE CHOICE QUESTION
45 sec • 1 pt
Aku masih saja khawatir. Ramalan dukun-dukun itu mulai lagi mengganggu pikiranku. Kau juga
mulai diganggu ramalan mereka? Tidak. Kita tidak boleh terpengaruh oleh ramalan-ramalan.
Kita harus berdoa semoga ramalan itu tidak akan menimpa Lasuddin.
Aku masih ingat, mereka menyebarkan ke seluruh kampung ramalan-ramalan itu. Benarkah
akan terjadi seperti yang mereka katakan, bahwa semua keturunan kita akan musnah di ujung
pisau sunat? Yakinkahkau akan itu? Kita berserah saja kepada-Nya. Doakanlah Lasuddin.
Watak yang ditunjukkan pada penggalan cerita tersebut adalah....
Sabar
Keras kepala
Cemas
Ramah
5.
MULTIPLE CHOICE QUESTION
45 sec • 1 pt
Apakah cinta pantas dikenang? Apakah cinta dibangun demi memberikan rasa kehilangan?
Pertanyaan itu mengganggu pikiranku. Mengganggu perasaanku.
Sepulang dari pemakaman seorang tetangga yang mati muda, aku lebih banyak berpikir
ketimbang bicara. Iring-iringan pelayat lambat-laun menyurut. Satu per satu menghilang ke dalam
gang rumah masing- masing. Seakan-akan turut mencerai-beraikan jiwaku. Kesedihan mendalam
pada keluarga yang ditinggalkan, tentu akibat mereka saling mencintai. Andai tak ada cinta di antara
mereka, bisa jadi pemakaman ini seperti pekerjaan sepele yang lain, seperti mengganti tabung
dispenser, menyapu daun kering di halaman, atau menyobek kertas tagihan telepon yang
kedaluwarsa.
Seandainya aku tidak mencintaimu, tidak akan terbit rindu sewaktu berpisah. Tak ingin menulis
surat atau meneleponmu. Tidak memberimu bunga saat ulang tahun. Tidak memandang matamu,
muenyentuh tanganmu, dan sesekali mencium. (Cerpen “Hari Terakhir Mencintaimu”, karya Kurnia
ffendi)
Sudut pandang yang ada pada penggalan cerpen tersebut adalah...
Orang Pertama
Orang Kedua
Orang ketiga
Orang ketiga serba tahu
6.
MULTIPLE CHOICE QUESTION
45 sec • 1 pt
Apakah cinta pantas dikenang? Apakah cinta dibangun demi memberikan rasa kehilangan?
Pertanyaan itu mengganggu pikiranku. Mengganggu perasaanku.
Sepulang dari pemakaman seorang tetangga yang mati muda, aku lebih banyak berpikir
ketimbang bicara. Iring-iringan pelayat lambat-laun menyurut. Satu per satu menghilang ke dalam
gang rumah masing- masing. Seakan-akan turut mencerai-beraikan jiwaku. Kesedihan mendalam
pada keluarga yang ditinggalkan, tentu akibat mereka saling mencintai. Andai tak ada cinta di antara
mereka, bisa jadi pemakaman ini seperti pekerjaan sepele yang lain, seperti mengganti tabung
dispenser, menyapu daun kering di halaman, atau menyobek kertas tagihan telepon yang
kedaluwarsa.
Seandainya aku tidak mencintaimu, tidak akan terbit rindu sewaktu berpisah. Tak ingin menulis
surat atau meneleponmu. Tidak memberimu bunga saat ulang tahun. Tidak memandang matamu,
muenyentuh tanganmu, dan sesekali mencium. (Cerpen “Hari Terakhir Mencintaimu”, karya Kurnia
ffendi)
Latar yang ada pada penggalan cerita di atas adalah....
Tempat
Waktu
Peristiwa
Suasana
7.
MULTIPLE CHOICE QUESTION
30 sec • 1 pt
”Bila kamu tidak sakit, ayo bangun. Kamu kere, bukan? Yang namanya kere harus ngemis, bukan?”
”Kali ini aku malas.”
”Tapi uangmu sudah habis dan kita belum makan. Kamu juga belum kasih aku upah!”
”Ya. Perolehan hari ini memang sangat sedikit.”
”Itu salahmu. Kukira kamu tak pandai mengemis.”
(Cerpen "Mata Yang Enak Dipandang" karya Ahmad Tohari)
Watak tokoh pada penggalan cerpen tersebut adalah...
Suka Memaksa
Pelit
Ramah
Murah Senyum
Access all questions and much more by creating a free account
Create resources
Host any resource
Get auto-graded reports

Continue with Google

Continue with Email

Continue with Classlink

Continue with Clever
or continue with

Microsoft
%20(1).png)
Apple
Others
Already have an account?