Search Header Logo

ulangan buku fiksi dan nonfiksi

Authored by Yeni Herawati

Arts

8th Grade

Used 5+ times

ulangan buku fiksi dan nonfiksi
AI

AI Actions

Add similar questions

Adjust reading levels

Convert to real-world scenario

Translate activity

More...

    Content View

    Student View

10 questions

Show all answers

1.

MULTIPLE CHOICE QUESTION

30 sec • 1 pt

Media Image

Daftar isi

Kata pengantar

Glosarium

Daftar pustaka

2.

MULTIPLE CHOICE QUESTION

30 sec • 1 pt

"Kasihan," kata Samsu dengan suara yang pilu, karena sesungguhnya hatiku terlalu sedih, tatkala melihat rumah orang tuanya dan rumah Nurbaya dengan sekalian yang menimbulkan ingatan pada waktu yang telah lalu, sehingga hampirlah menyesal dia pulang ke Padang, "hamba melihat hukuman membuangkan dirinya ke laut sebagai seorang yang telah putus asa." "Dimana?" tanya ibunya dengan terperanjat, mendengar kabar yang hebat itu, takut kalau-kalau anaknya melakukan hal yang sama. "Di Laut Tanjung Cina, malam kemarin dahulu. Tatkala gelombang amat besar, melompatlah ia dari geladak kapal ke laut, lalu hilang tidak timbul lagi.” "Ya Allah, ya Rabi, kasihan!" seru ibunya dengan ngeri.

latar suasana pada kutipan tersebut pada kutipan buku fiksi...

takut

sedih

resah

bingung

3.

MULTIPLE CHOICE QUESTION

30 sec • 1 pt

"Kasihan," kata Samsu dengan suara yang pilu, karena sesungguhnya hatiku terlalu sedih, tatkala melihat rumah orang tuanya dan rumah Nurbaya dengan sekalian yang menimbulkan ingatan pada waktu yang telah lalu, sehingga hampirlah menyesal dia pulang ke Padang, "hamba melihat hukuman membuangkan dirinya ke laut sebagai seorang yang telah putus asa." "Dimana?" tanya ibunya dengan terperanjat, mendengar kabar yang hebat itu, takut kalau-kalau anaknya melakukan hal yang sama. "Di Laut Tanjung Cina, malam kemarin dahulu. Tatkala gelombang amat besar, melompatlah ia dari geladak kapal ke laut, lalu hilang tidak timbul lagi.” "Ya Allah, ya Rabi, kasihan!" seru ibunya dengan ngeri.

sudut pandang yang sesuai dengan kutipan buku fiksi...

orang pertama pelaku utama

orang kedua serbatahu

orang ketiga pelaku utama

orang ketiga serbatahu

4.

MULTIPLE CHOICE QUESTION

30 sec • 1 pt

Pak Giman teringat anak sulungnya di kota. Harbani, anak sulungnya itu, jarang sekali pulang ke rumah. Untuk keperluan harian, serta biava kos, buku-buku, dan biaya semesteran, Pak Giman selalu setia mengirim wesel tap bulannya. Entah, uang dari mana diperolehnya.

“Bagaimana, Pakne?” tiba-tiba suara Bu Giman memecah kesunyian.

“Aduhh . . . paling-paling ya, cari utangan lagi, Bune,” jawab Pak Giman dengan kepala menunduk.

“Tapi utang kita sudah menumpuk, Pakne.”

"Lha terus, mau bagaimana lagi? Wong penghasilan pokok kita cuma dari gaji saya, yang jelas-jelas tidak mencukupi. Padahal, usaha jahitan kita belum tent bisa diharapkan. Apalagi sekarang baru sepi orang menjahitkan. Menurutku, ya utang itulah jalan terbaik satu-satunya," ujar Pak Giman dengan lirih.

 

Sudut pandang yang digunakan pengarang dalam kutipan buku fiksi tersebut adalah...

Pertama pelaku pelaku kedua

Kedua serba tahu

Ketiga pelaku utama

Ketiga serba tahu

5.

MULTIPLE CHOICE QUESTION

30 sec • 1 pt

"Kasihan," kata Samsu dengan suara yang pilu, karena sesungguhnya hatiku terlalu sedih, tatkala melihat rumah orang tuanya dan rumah Nurbaya dengan sekalian yang menimbulkan ingatan pada waktu yang telah lalu, sehingga hampirlah menyesal dia pulang ke Padang, "hamba melihat hukuman membuangkan dirinya ke laut sebagai seorang yang telah putus asa." "Dimana?" tanya ibunya dengan terperanjat, mendengar kabar yang hebat itu, takut kalau-kalau anaknya melakukan hal yang sama. "Di Laut Tanjung Cina, malam kemarin dahulu. Tatkala gelombang amat besar, melompatlah ia dari geladak kapal ke laut, lalu hilang tidak timbul lagi.” "Ya Allah, ya Rabi, kasihan!" seru ibunya dengan ngeri.

tema kutipan buku fiksi tersebut...

keputusasaan seorang dalam menjalani hidup

kesedihan oarang meligat keadaan rumahnya

kekhawatiran ibu mengenai keselamatan anaknya

keresahan seseorang setelah melihat oarang bunuh diri

6.

MULTIPLE CHOICE QUESTION

30 sec • 1 pt

Pak Giman teringat anak sulungnya di kota. Harbani, anak sulungnya itu, jarang sekali pulang ke rumah. Untuk keperluan harian, serta biava kos, buku-buku, dan biaya semesteran, Pak Giman selalu setia mengirim wesel tap bulannya. Entah, uang dari mana diperolehnya.

“Bagaimana, Pakne?” tiba-tiba suara Bu Giman memecah kesunyian.

“Aduhh . . . paling-paling ya, cari utangan lagi, Bune,” jawab Pak Giman dengan kepala menunduk.

“Tapi utang kita sudah menumpuk, Pakne.”

"Lha terus, mau bagaimana lagi? Wong penghasilan pokok kita cuma dari gaji saya, yang jelas-jelas tidak mencukupi. Padahal, usaha jahitan kita belum tent bisa diharapkan. Apalagi sekarang baru sepi orang menjahitkan. Menurutku, ya utang itulah jalan terbaik satu-satunya," ujar Pak Giman dengan lirih.

 

Latar suasana dalam kutipan buku fiksi tersebut adalah...

Bingung

Bahagia

Curiga

Sedih

7.

MULTIPLE CHOICE QUESTION

30 sec • 1 pt

 Pada masa pendudukan Jepang, orang-orang Pegaten mengalami masa yang sangat sulit. Kurang pangan terjadi di mana-mana karena padi orang kampung dijarah oleh tentara Jepang. Kemarau selama sembilan bulan juga ikut menyengsarakan semua orang. Di Pegaten orang sudah beruntung apabila masih bisa makan ubj-ubian, tak terkecuali keluarga Pak Mantri. Priyayi itu sangat tersiksa, bukan hanya karena harus makan ubi. Menurut keyakinannya, seorang mantri hanya pantas makan nasi dari beras kualitas terbaik. Ubi tak pantas dihidangkan kepada Pak Mantri, baik pada zaman normaal maupun pada zaman Jepang.

latar waktu dalam kutipan novel tersebut...

masa kemerfekaan

masa penjajahan belanda

masa pendudukan jepang

masa agresi militer belanda

Access all questions and much more by creating a free account

Create resources

Host any resource

Get auto-graded reports

Google

Continue with Google

Email

Continue with Email

Classlink

Continue with Classlink

Clever

Continue with Clever

or continue with

Microsoft

Microsoft

Apple

Apple

Others

Others

Already have an account?