Search Header Logo

Akuntansi Biaya-AFL3

Authored by Salmah Sharon

Social Studies

University

Used 3+ times

Akuntansi Biaya-AFL3
AI

AI Actions

Add similar questions

Adjust reading levels

Convert to real-world scenario

Translate activity

More...

    Content View

    Student View

20 questions

Show all answers

1.

MULTIPLE CHOICE QUESTION

2 mins • 5 pts

PT Entrepeneur membeli bahan baku produksi sebesar Rp 20.500.000 secara kredit. Ongkos kirim (ongkir) yang dibebankan atas dasar tarif adalah Rp 1.250.000, sedangkan ongkos pengiriman bahan baku yang sesungguhnya adalah Rp 850.000. Bagaimana mencatat pembelian Bahan Baku tersebut

(Debet) Persediaan Bahan Baku Rp. 20.500.000

(Kredit) Hutang Usaha Rp. 20.500.000

(Debet) Persediaan Bahan Baku Rp. 21.750.000

(Kredit) Hutang Usaha Rp. 21.750.000

(Debet) Persediaan Bahan Baku Rp. 22.600.000

(Kredit) Hutang Usaha Rp. 22.600.000

(Debet) PDP-Biaya Bahan Baku Rp. 21.750.000

(Kredit) Persediaan Bahan Baku Rp. 21.750.000

2.

MULTIPLE CHOICE QUESTION

2 mins • 5 pts

Manakah di antara pengertian bahan baku berikut ini yang benar?

Bahan baku adalah semua bahan yang dimasukkan dalam produksi.

Bahan Baku adalah seluruh bahan produksi yang meliputi semua bahan yang digunakan dalam suatu industri

Bahan baku adalah bahan yang nilainya relatif kecil bila dibandingkan dengan harga pokok produk jadi.

Bahan baku adalah bahan yang digunakan untuk membuat produk.

3.

MULTIPLE CHOICE QUESTION

2 mins • 5 pts

Permintaan Bahan dari Departemen Produksi ke Departemen Gudang untuk proses produksi senilai Rp. 20.500.000. Bagaimana mencatat transaksi tersebut

(Debet) Pembelian Bahan Rp. 20.500.000

(Kredit) PDP-Biaya Bahan Baku Rp. 20.500.000

(Debet) PDP-Biaya Bahan Baku Rp. 20.500.000

(Kredit) Persediaan Bahan Baku Rp. 20.500.000

(Debet) PDP-Biaya Bahan Baku Rp. 20.500.000

(Kredit) Biaya Bahan Baku Rp. 20.500.000

(Debet) Persediaan Bahan Baku Rp. 20.500.000

(Kredit) PDP-Biaya Bahan Baku Rp. 20.500.000

4.

MULTIPLE CHOICE QUESTION

5 mins • 5 pts

PT Entrepreneur mempunyai sistem penggajian karyawan. Jika karyawan bekerja lebih dari 40 jam dalam satu minggu, maka pegawai berhak menerima uang lembur dan premi lembur.

Misalnya dalam satu minggu Anda, seorang pegawai bekerja selama 50 jam dengan tarif upah dalam jam kerja biasa maupun lembur Rp 20.000 per jam. Premi lembur dihitung sebesar 20% dari tarif upah. Bagaimana menghitung upah pegawai tersebut

Jam biasa : 40 x Rp  20.000 = Rp 800.000

Lembur : 10 x Rp 20.000 = Rp 200.000

Premi Lembur : 10 x Rp 4000 = Rp 40.000

Upah Pegawai = A+B+C = Rp. 860.000

5.

MULTIPLE CHOICE QUESTION

5 mins • 5 pts

PT Entrepreneur membayar gaji karyawan senilai Rp. 800.000, Lembur Rp. 40.000 dan premi lembur Rp. 20.000. Bagaimana mencatat transaksi tersebur

(Debet) Upah Karyawan Rp. 800.000

(Kredit) Utang Gaji Rp. 800.000

(Debet) Upah Karyawan Rp. 860.000

(Kredit) Utang Gaji Rp. 860.000

(Debet) Utang Gaji Rp. 800.000

(Kredit) Upah Karyawan Rp. 800.000

(Debet) Upah Karyawan Rp. 800.000

(Debet) Upah Lembur Rp. 40.000

(Debet) Premi Lembur Rp. 20.000

(Kredit) Kas Rp. 860.000

6.

MULTIPLE CHOICE QUESTION

3 mins • 5 pts

PT Entrepreneur membebankan biaya listrik senilai Rp. 6.500.000 untuk periode bulan Maret 2023. Pada saat pembayaran listrik sesungguhnya hanya Rp. 6.000.000. Bagaimana pencatatan akuntansi tersebut

(Debet) Biaya Listrik Rp. 6.500.000

(Kredit) Utang Usaha Rp. 6.500.000

(Debet) BOP dibebankan Rp. 6.500.000

(Debet) Selisiih BOP Rp. 500.000

(Kredit) BOP Aktual Rp. 7.000.000

(Debet) Biaya Listrik Rp. 12.500.000

(Kredit) Kas Rp. 12.500.000

(Debet) BOP dibebankan Rp. 6.500.000

(Kredit) Selisiih BOP Rp. 500.000

(Kredit) BOP Aktual Rp. 6.000.000

7.

MULTIPLE CHOICE QUESTION

2 mins • 5 pts

PT. Entrepreneur melakukan perhitungan fisik/stok yang ada di gudang masih tersisa persediaan bahan baku yang belum di produksi senilai Rp. 50.000.000. Bagaimana pencatatan akuntansi tersebut.

(Debet) Pembelian Rp. 50.000.000

(Kredit) Persediaan Bahan Baku Rp. 50.000.000

(Debet) Kas Rp. 50.000.000

(Kredit) Persediaan Bahan Baku Rp. 50.000.000

(Debet) PDP-Biaya Bahan Baku 50.000.000

(Kredit) Persediaan Bahan Baku Rp. 50.000.000

(Debet) Persediaan Bahan Baku 50.000.000

(Kredit) PDP-Biaya Bahan Baku Rp. 50.000.000

Access all questions and much more by creating a free account

Create resources

Host any resource

Get auto-graded reports

Google

Continue with Google

Email

Continue with Email

Classlink

Continue with Classlink

Clever

Continue with Clever

or continue with

Microsoft

Microsoft

Apple

Apple

Others

Others

Already have an account?