
KUIS TEKS CERITA PENDEK
Authored by Elisabeth Ekawati
World Languages
9th Grade
Used 8+ times

AI Actions
Add similar questions
Adjust reading levels
Convert to real-world scenario
Translate activity
More...
Content View
Student View
20 questions
Show all answers
1.
MULTIPLE CHOICE QUESTION
1 min • 1 pt
Bacalah kutipan teks berikut!
Anakku, dalam hidup ini segala sesuatu terjadi di sekitar kita. Hal-hal terjadi menimpa kita. Akan tetapi, kita lah yang menentukan akan menjadi apa, menjadi lebih lemah, lebih kuat, atau menjadi sesuatu yang baru? Kamu pilih yang mana?
Teks tersebut merupakan bagian dari struktur … .
evaluasi
komplikasi
resolusi
orientasi
2.
MULTIPLE CHOICE QUESTION
3 mins • 1 pt
Perhatikan kutipan cerpen berikut!
Sarjo mempersilakan Pak Sukardi beserta anak buahnya untuk masuk ke rumahnya melihat tanaman koleksi Sarjo sekaligus mampir untuk beristirahat. Pak Sukardi kaget melihat koleksi Sarjo. Ternyata Sarjo memiliki bonsai yang lebih banyak daripada koleksi di rumahnya.
"Mas, saya ingin membeli bonsai yang berpot besar itu!"
"Sudah Pak, ambil saja! Saya sudah sejak kecil mengumpulkan ini semua."
(Andi Dwi Handoko, "Bonsai")
Karakter tokoh Sarjo dalam kutipan tersebut adalah ... .
ramah, rajin, pelit
ramah, dermawan, telaten/ulet
ceroboh, malas, sombong
dermawan, ramah, ceroboh
3.
MULTIPLE CHOICE QUESTION
2 mins • 1 pt
Perhatikan kutipan cerpen berikut!
Kuingin kau berbohong padaku. Seperti yang kau utarakan kemarin, dan yang kemarin dulu itu. Ketika mentari meredup berpendar di pucuk daun sebelah barat rumah dan ketika kerumunan itu tak lagi bersamamu, kau mulai dengan kisah kebohonganmu yang pertama kepadaku.
Latar waktu pada kutipan tersebut adalah ... .
malam hari
siang hari
pagi hari
sore hari
4.
MULTIPLE CHOICE QUESTION
2 mins • 1 pt
Bacalah kutipan berikut dengan cermat!
Kemudian mendadak muncul puluhan, ratusan, bahkan mungkin ribuan kupu-kupu aneka warna berterbangan dan memenuhi pandanganku. Istriku berteriak dan memegang tanganku, kurasakan pegangannya terlepas dan tak kudengar lagi suaraku sendiri.
Latar suasana pada kutipan cerpen tersebut adalah … .
ketakutan
sedih
damai
panik
5.
MULTIPLE CHOICE QUESTION
5 mins • 1 pt
Bacalah kutipan berikut dengan cermat!
Sudah hampir jam satu malam, ketakutan menyerangku. Aku ingin menelepon ke rumah, tapi kupastikan Mak Yem menunggu Ayah di rumah sakit. Tiba-tiba aku merasa bersalah, ini sebuah egoisme. Aku dan Yu Ning mengejar karir dan selalu lupa kalau masih punya Ayah yang harus kami perhatikan. Kami selalu lupa menelepon beliau hanya untuk mengucapkan, “Halo”. Padahal, sebelum keberangkatanku ke Jakarta, Ayah bilang, “Kalian berdua memilih karir di Jakarta. Tak seorang pun memang ingin bersama laki-laki tua sepertiku. Aku tahu tidak ada yang harus disalahkan, setiap anak pasti mencari sarangnya yang baru. Tapi, sesekali teleponlah aku. Itu sudah lebih dari cukup.”
Amanat/koda kutipan cerita di atas adalah ... .
Orang tua harus mendukung anaknya untuk mencapai karirnya.
Jangan sia-siakan kesempatan untuk meraih sukses karir.
Sesukses apapun selalu ingat dan memperhatikan orang tua.
Kesempatan tidak akan pernah datang dua kali dalam hidup.
6.
MULTIPLE CHOICE QUESTION
5 mins • 1 pt
Bacalah kutipan cerpen berikut ini!
Kegagalanku berakhir ketika aku diterima di jurusan sastra Jepang. Aku menekuni pendidikan tinggi di universitas dengan sepenuh hati. Adanya kendala finansial memotivasiku untuk mencari pekerjaan sambilan di samping kuliah. Sepertinya Dewi Fortuna sedang memihak padaku. Pada suatu hari, saudaraku, Mbak April, datang kepadaku. Dia berkata padaku, “Runa, aku mau membuat toko pakaian. Kebetulan di samping kantor lamaku ada kios kosong. Bagaimana kalau kita patungan dan menjual pakaian di sana?”Ia datang dan mengajakku berpatungan untuk membuka sebuah usaha. Kemudian, kami mulai menjalani bisnis pakaian. Ternyata, usaha kami mendapatkan hasil yang gemilang.
Tokoh “aku” yang terdapat dalam kutipan cerpen tersebut adalah … .
seorang pelajar
Runa
Ibu
penjual pakaian
7.
MULTIPLE CHOICE QUESTION
5 mins • 1 pt
Bacalah kutipan cerpen berikut ini!
“Hanya itu alasan Mama melarang Anisa menikah dengan Handoko?” Bibir Anisa menyinggung sinis. “Oh, alangkah piciknya pikiran Mama! Lalu apa artinya kemuliaan hati Mama selama ini yang Anisa kagumi? Padahal dulu Mama tidak pernah mempermasalahkan status Handoko yang ternyata belum mempunyai pekerjaan tetap. Demikian kakakku yang selama ini mendukungku sekarang berbalik arah.
Penyebab konflik pada kutipan cerpen di atas adalah … .
Handoko yang belum mempunyai pekerjaan tetap.
Mama yang menginginkan menantu orang kaya.
Mama yang mempersalahkan masa lalu Handoko.
Mama melarang Anisa menikah dengan Handoko.
Access all questions and much more by creating a free account
Create resources
Host any resource
Get auto-graded reports

Continue with Google

Continue with Email

Continue with Classlink

Continue with Clever
or continue with

Microsoft
%20(1).png)
Apple
Others
Already have an account?