Search Header Logo

Artikel Ilmiah Populer // Kelas VIII // SMP Sinar Parahyangan

Authored by Nurlaelatul Bahiroh

World Languages

12th Grade

Used 2+ times

Artikel Ilmiah Populer // Kelas VIII // SMP Sinar Parahyangan
AI

AI Actions

Add similar questions

Adjust reading levels

Convert to real-world scenario

Translate activity

More...

    Content View

    Student View

30 questions

Show all answers

1.

MULTIPLE CHOICE QUESTION

20 sec • 1 pt

Bacalah artikel berikut!

Para peneliti mencapai terobosan baru dalam penelitian luar angkasa. Mereka berhasil bercocok tanam menggunakan tanah yang berasal dari Bulan. Ternyata, bibit tanaman yang tumbuh dari tanah Bulan memiliki ciri khusus. Bibit tanaman lebih stres sehingga pertumbuhan terhambat. Meski demikian, bibit tanaman itu tetap tumbuh. Para ilmuwan menganggap keberhasilan penelitian ini membuka berbagai kemungkinan baru. termasuk terhadap keinginan manusia untuk menetap di planet lain.

Terobosan ini membantu penjelajah ruang angkasa di masa depan bertahan dalam misi yang lebih lama. Sebab, Mereka bisa menanam tanaman mereka sendiri. Termasuk juga wacana seperti film sains fiksi yaitu petani luar angkasa menanam tanaman di planet lain. Studi terbaru itu diterbitkan di jurnal Communications Biology oleh para peneliti di University of Florida.

Mereka memang fokus menumbuhkan tanaman di sampel tanah dari Bulan, lebih tepatnya disebut lunar regolisth. Sampel tanah itu dibawa ke Bumi setengah abad yang lalu oleh pesawat luar angkasa ketiga Amerika, Apollo, yang berhasil mendarat di Bulan. Eksperimen tersebut menggunakan 12 gram atau hanya beberapa sendok teh tanah dari Bulan yang dikumpulkan selama misi Apollo 11, 12, dan 17. Lalu, sampel tanah dari Bulan. Selanjutnya, para peneliti menanam benih selada thale (Arabidopsis thaliana). Tanaman ini tumbuh cepat. Hanya butuh tiga hari. Tapi hasilnya kurus dan lebih kecil dibandingkan yang ada di Bumi.

Sumber: https://sains.sindonews.com/read/770411/767/ilmuwan-berhasil-tumbuhkan-tanaman-di-tanah-bulan-siap-jadi-petani-luar-angkasa-1652663113?showpage=all, diakses 17 Maret 2023

Topik artikel tersebut adalah ...

Peneliti menemukan terobosan terbaru dalam penelitian luar angkasa mengenai Bulan.

Penjelajahan ruang angkasa di masa yang akan datang akan bertahan dalam misi yang lebih lama.

Peneliti fokus menumbuhkan tanaman di Bulan, lalu sampel tanah dibawa ke Bumi.

Tanaman yang ditanam dari tanah Bulan dapat tumbuh lebih cepat dibanding tanah Bumi.

2.

MULTIPLE CHOICE QUESTION

20 sec • 1 pt

Bacalah artikel berikut!

Para peneliti mencapai terobosan baru dalam penelitian luar angkasa. Mereka berhasil bercocok tanam menggunakan tanah yang berasal dari Bulan. Ternyata, bibit tanaman yang tumbuh dari tanah Bulan memiliki ciri khusus. Bibit tanaman lebih stres sehingga pertumbuhan terhambat. Meski demikian, bibit tanaman itu tetap tumbuh. Para ilmuwan menganggap keberhasilan penelitian ini membuka berbagai kemungkinan baru. termasuk terhadap keinginan manusia untuk menetap di planet lain.

Terobosan ini membantu penjelajah ruang angkasa di masa depan bertahan dalam misi yang lebih lama. Sebab, Mereka bisa menanam tanaman mereka sendiri. Termasuk juga wacana seperti film sains fiksi yaitu petani luar angkasa menanam tanaman di planet lain. Studi terbaru itu diterbitkan di jurnal Communications Biology oleh para peneliti di University of Florida.

Mereka memang fokus menumbuhkan tanaman di sampel tanah dari Bulan, lebih tepatnya disebut lunar regolisth. Sampel tanah itu dibawa ke Bumi setengah abad yang lalu oleh pesawat luar angkasa ketiga Amerika, Apollo, yang berhasil mendarat di Bulan. Eksperimen tersebut menggunakan 12 gram atau hanya beberapa sendok teh tanah dari Bulan yang dikumpulkan selama misi Apollo 11, 12, dan 17. Lalu, sampel tanah dari Bulan. Selanjutnya, para peneliti menanam benih selada thale (Arabidopsis thaliana). Tanaman ini tumbuh cepat. Hanya butuh tiga hari. Tapi hasilnya kurus dan lebih kecil dibandingkan yang ada di Bumi.

Sumber: https://sains.sindonews.com/read/770411/767/ilmuwan-berhasil-tumbuhkan-tanaman-di-tanah-bulan-siap-jadi-petani-luar-angkasa-1652663113?showpage=all, diakses 17 Maret 2023

Informasi yang sesuai dengan artikel tersebut adalah ...

Peneliti bercocok tanam menggunakan tanah dari Bumi di Bulan.

Peneliti bercocok tanam menggunakan tanah dari Bulan di Bumi.

Peneliti bercocok tanam menggunakan tanah dari Bulan di Bulan.

Peneliti bercocok tanam menggunakan tanah dari Bumi di Bumi.

3.

MULTIPLE CHOICE QUESTION

20 sec • 1 pt

Bacalah artikel berikut!

Para peneliti mencapai terobosan baru dalam penelitian luar angkasa. Mereka berhasil bercocok tanam menggunakan tanah yang berasal dari Bulan. Ternyata, bibit tanaman yang tumbuh dari tanah Bulan memiliki ciri khusus. Bibit tanaman lebih stres sehingga pertumbuhan terhambat. Meski demikian, bibit tanaman itu tetap tumbuh. Para ilmuwan menganggap keberhasilan penelitian ini membuka berbagai kemungkinan baru. termasuk terhadap keinginan manusia untuk menetap di planet lain.

Terobosan ini membantu penjelajah ruang angkasa di masa depan bertahan dalam misi yang lebih lama. Sebab, Mereka bisa menanam tanaman mereka sendiri. Termasuk juga wacana seperti film sains fiksi yaitu petani luar angkasa menanam tanaman di planet lain. Studi terbaru itu diterbitkan di jurnal Communications Biology oleh para peneliti di University of Florida.

Mereka memang fokus menumbuhkan tanaman di sampel tanah dari Bulan, lebih tepatnya disebut lunar regolisth. Sampel tanah itu dibawa ke Bumi setengah abad yang lalu oleh pesawat luar angkasa ketiga Amerika, Apollo, yang berhasil mendarat di Bulan. Eksperimen tersebut menggunakan 12 gram atau hanya beberapa sendok teh tanah dari Bulan yang dikumpulkan selama misi Apollo 11, 12, dan 17. Lalu, sampel tanah dari Bulan. Selanjutnya, para peneliti menanam benih selada thale (Arabidopsis thaliana). Tanaman ini tumbuh cepat. Hanya butuh tiga hari. Tapi hasilnya kurus dan lebih kecil dibandingkan yang ada di Bumi.

Sumber: https://sains.sindonews.com/read/770411/767/ilmuwan-berhasil-tumbuhkan-tanaman-di-tanah-bulan-siap-jadi-petani-luar-angkasa-1652663113?showpage=all, diakses 17 Maret 2023

Setiap paragraf dalam teks memiliki kata kunci. kata ini menjadi pusat pengembangan informasi selanjutnya. Kata kunci yang menjadi konsep atau teori pada paragraf pertama adalah ...

terobosan

penelitian

ilmuwan

planet

4.

MULTIPLE CHOICE QUESTION

20 sec • 1 pt

Bacalah artikel berikut!

Para peneliti mencapai terobosan baru dalam penelitian luar angkasa. Mereka berhasil bercocok tanam menggunakan tanah yang berasal dari Bulan. Ternyata, bibit tanaman yang tumbuh dari tanah Bulan memiliki ciri khusus. Bibit tanaman lebih stres sehingga pertumbuhan terhambat. Meski demikian, bibit tanaman itu tetap tumbuh. Para ilmuwan menganggap keberhasilan penelitian ini membuka berbagai kemungkinan baru. termasuk terhadap keinginan manusia untuk menetap di planet lain.

Terobosan ini membantu penjelajah ruang angkasa di masa depan bertahan dalam misi yang lebih lama. Sebab, Mereka bisa menanam tanaman mereka sendiri. Termasuk juga wacana seperti film sains fiksi yaitu petani luar angkasa menanam tanaman di planet lain. Studi terbaru itu diterbitkan di jurnal Communications Biology oleh para peneliti di University of Florida.

Mereka memang fokus menumbuhkan tanaman di sampel tanah dari Bulan, lebih tepatnya disebut lunar regolisth. Sampel tanah itu dibawa ke Bumi setengah abad yang lalu oleh pesawat luar angkasa ketiga Amerika, Apollo, yang berhasil mendarat di Bulan. Eksperimen tersebut menggunakan 12 gram atau hanya beberapa sendok teh tanah dari Bulan yang dikumpulkan selama misi Apollo 11, 12, dan 17. Lalu, sampel tanah dari Bulan. Selanjutnya, para peneliti menanam benih selada thale (Arabidopsis thaliana). Tanaman ini tumbuh cepat. Hanya butuh tiga hari. Tapi hasilnya kurus dan lebih kecil dibandingkan yang ada di Bumi.

Sumber: https://sains.sindonews.com/read/770411/767/ilmuwan-berhasil-tumbuhkan-tanaman-di-tanah-bulan-siap-jadi-petani-luar-angkasa-1652663113?showpage=all, diakses 17 Maret 2023

Antonim kata tumbuh dalam artikel tersebut adalah ...

mati

susut

binasa

musnah

5.

MULTIPLE CHOICE QUESTION

20 sec • 1 pt

Bacalah artikel berikut!

Para peneliti mencapai terobosan baru dalam penelitian luar angkasa. Mereka berhasil bercocok tanam menggunakan tanah yang berasal dari Bulan. Ternyata, bibit tanaman yang tumbuh dari tanah Bulan memiliki ciri khusus. Bibit tanaman lebih stres sehingga pertumbuhan terhambat. Meski demikian, bibit tanaman itu tetap tumbuh. Para ilmuwan menganggap keberhasilan penelitian ini membuka berbagai kemungkinan baru. termasuk terhadap keinginan manusia untuk menetap di planet lain.

Terobosan ini membantu penjelajah ruang angkasa di masa depan bertahan dalam misi yang lebih lama. Sebab, Mereka bisa menanam tanaman mereka sendiri. Termasuk juga wacana seperti film sains fiksi yaitu petani luar angkasa menanam tanaman di planet lain. Studi terbaru itu diterbitkan di jurnal Communications Biology oleh para peneliti di University of Florida.

Mereka memang fokus menumbuhkan tanaman di sampel tanah dari Bulan, lebih tepatnya disebut lunar regolisth. Sampel tanah itu dibawa ke Bumi setengah abad yang lalu oleh pesawat luar angkasa ketiga Amerika, Apollo, yang berhasil mendarat di Bulan. Eksperimen tersebut menggunakan 12 gram atau hanya beberapa sendok teh tanah dari Bulan yang dikumpulkan selama misi Apollo 11, 12, dan 17. Lalu, sampel tanah dari Bulan. Selanjutnya, para peneliti menanam benih selada thale (Arabidopsis thaliana). Tanaman ini tumbuh cepat. Hanya butuh tiga hari. Tapi hasilnya kurus dan lebih kecil dibandingkan yang ada di Bumi.

Sumber: https://sains.sindonews.com/read/770411/767/ilmuwan-berhasil-tumbuhkan-tanaman-di-tanah-bulan-siap-jadi-petani-luar-angkasa-1652663113?showpage=all, diakses 17 Maret 2023

Sinonim kata serupa dalam artikel tersebut adalah ...

sebagai

semacam

seragam

seperti

6.

MULTIPLE CHOICE QUESTION

30 sec • 1 pt

Bacalah artikel berikut!

Pola asuh orang tua zaman dahulu dan sekarang tentu perlu mengalami perubahan. Faktanya orang tua seringkali merasa kesulitan dalam melakukan pengasuhan digital terhadap anak. Salah satu penyebabnya adanya perbedaan generasi dan adaptasi media digital. Pada umumnya, orang tua termasuk generasi imigran digital yaitu tumbuh sebeum lahirnya media digital. [ ... ] anak merupakan generasi digital atau bahkan native digital yaitu generasi yang lahir ketika media digital sudah ada.

Ada beberapa contoh karakter dari generasi digital, yaitu 1) aktif dalam mengemukakan identitas diri, 2) memiliki wawasan yang luas, 3) menyukai kebebasan, 4) ingin memiliki kontrol, 5) bergantung terhadap teknologi, 6) menikmati lingkungan online, 7) memiliki lingkungan adaptasi teknologi yang baru, dan 8) kemampuan multitasking.

Psikolog Center For Public Mental Health (CPMH), Nurul Kusuma, mengungkapkan pengasuhan digital adalah cara orang tua mendampingi anak. Jadi, orang tua dapat memaksimalkan manfaat dari lingkungan digital dan meminimalkan dampak negatif yang ditimbulkan. "Artinya, bukan selalu ada secara fisik di samping anak ketika anak sedang berinteraksi dengan media digital. Namun, secara keseluruhan dari mulai edukasi awal mengenai media digital hingga evaluasi penggunaan media digital," terang Nurul.

Sumber: https://cpmh.psikologi.ugm.ac.id/2021/05/25/psikologi-ugm-orangtua-wajib-tahu-8-karakteritik-generasi-digital/, diakses 17 Maret 2023

Berdasarkan ciri-cirinya, paragraf kedua merupakan bagian ...

pendapat penulis

pilihan kata mudah dipahami

bukti yang mendukung pendapat

alasan yang mendukung pendapat

7.

MULTIPLE CHOICE QUESTION

30 sec • 1 pt

Bacalah artikel berikut!

Pola asuh orang tua zaman dahulu dan sekarang tentu perlu mengalami perubahan. Faktanya orang tua seringkali merasa kesulitan dalam melakukan pengasuhan digital terhadap anak. Salah satu penyebabnya adanya perbedaan generasi dan adaptasi media digital. Pada umumnya, orang tua termasuk generasi imigran digital yaitu tumbuh sebeum lahirnya media digital. [ ... ] anak merupakan generasi digital atau bahkan native digital yaitu generasi yang lahir ketika media digital sudah ada.

Ada beberapa contoh karakter dari generasi digital, yaitu 1) aktif dalam mengemukakan identitas diri, 2) memiliki wawasan yang luas, 3) menyukai kebebasan, 4) ingin memiliki kontrol, 5) bergantung terhadap teknologi, 6) menikmati lingkungan online, 7) memiliki lingkungan adaptasi teknologi yang baru, dan 8) kemampuan multitasking.

Psikolog Center For Public Mental Health (CPMH), Nurul Kusuma, mengungkapkan pengasuhan digital adalah cara orang tua mendampingi anak. Jadi, orang tua dapat memaksimalkan manfaat dari lingkungan digital dan meminimalkan dampak negatif yang ditimbulkan. "Artinya, bukan selalu ada secara fisik di samping anak ketika anak sedang berinteraksi dengan media digital. Namun, secara keseluruhan dari mulai edukasi awal mengenai media digital hingga evaluasi penggunaan media digital," terang Nurul.

Sumber: https://cpmh.psikologi.ugm.ac.id/2021/05/25/psikologi-ugm-orangtua-wajib-tahu-8-karakteritik-generasi-digital/, diakses 17 Maret 2023

Alasan yang mendukung pendapat terdapat pada paragraf ...

pertama

kedua

ketiga

keempat

Access all questions and much more by creating a free account

Create resources

Host any resource

Get auto-graded reports

Google

Continue with Google

Email

Continue with Email

Classlink

Continue with Classlink

Clever

Continue with Clever

or continue with

Microsoft

Microsoft

Apple

Apple

Others

Others

Already have an account?