
Membaca Sastra
Authored by Sry Susanti
World Languages
9th Grade
Used 2+ times

AI Actions
Add similar questions
Adjust reading levels
Convert to real-world scenario
Translate activity
More...
Content View
Student View
10 questions
Show all answers
1.
MULTIPLE CHOICE QUESTION
1 min • 1 pt
Bacalah kutipan cerpen berikut!
Ya, akhirnya aku mengetahui namanya Ayil. Seorang wanita yang berhasil mengambil perhatianku dengan keikhlasan dan usahanya untuk mendidik penerus peradaban bangsa yang tak pernah terperhatikan oleh wakil rakyat. Para wakil itu mungkin sedang bersenda gurau dengan buah hati mereka hingga melupakan mereka para anak jalanan yang mengharapkan bantuan mereka.
Makna anak jalanan dalam kutipan cerita tersebut adalah ....
anak yang berukuran kecil
anak yang lari dari rumah
anak yang hidup di jalanan
jalan kecil dan sempit
2.
MULTIPLE CHOICE QUESTION
1 min • 1 pt
Bacalah penggalan cerita berikut!
Sudah satu tahun, Fajar tinggal berdua bersama ibunya. Ayahnya telah meninggal karena kecelakaan. Setiap hari, ketika mentari masih malu menampakkan sinarnya, ia telah sampai di pasar. Sebuah baki berisi pisang goreng ia titipkan kepada pedagang di pasar. Biasanya dagangan yang dititipkan tersebut habis sebelum sore hari. Selepas itu, ia ke sekolah sambil membawa termos berisi es lilin. Semua itu ia kerjakan dengan penuh. semangat tanpa rasa malu. la bertekad untuk terus membantu ibunya. Dia berharap ibunya bisa beristirahat saat malam hari.
Watak tokoh Fajar pada cerita tersebut adalah ….
Jujur
Rajin
Ramah
Sopan
3.
MULTIPLE CHOICE QUESTION
1 min • 1 pt
Bacalah kutipan cerpen berikut!
“Bu Minah itu ibuku. Sejak ayah dan ibuku nggak bisa lagi kirim uang buat sekolahku, aku kembali ke sini dan membantu jualan kue. Aku tidak melanjutkan sekolah lagi, biar kakakku saja karena dia kan anak laki-laki. Eh, kok aku jadi nangis sih,” kata anak perempuan itu sedih dan tak terasa meneteskan air mata.
“Kasihan sekali kamu. Namamu siapa dan seharusnya kamu kelas berapa?” Alma tiba-tiba merasa iba.
“Aku Nina, seharusnya kelas 3 tapi nggak bisa sekolah lagi. Dan sebenarnya aku masih ingin sekolah lagi,” Nina tiba-tiba terisak.
Sumber: Temanku Penjual Kue. https//sungdongri.wordpress.com
Penyebab konflik yang terjadi dalam kutipan cerpen tersebut adalah…
Nina harus membantu ibunya berjualan kue.
Orang tua Nina tidak mempunyai usaha lagi.
Nina harus mencukupi kebutuhan hidup sendiri.
Orang tua Nina tak mampu mengirim uang sekolah.
4.
MULTIPLE CHOICE QUESTION
1 min • 1 pt
Bacalah kutipan cerita berikut dengan cermat!
1)Di balik pintu belakang bapak angkatku bangkit setelah lama ambil posisi jongkok menyaksiikan kejadian yang menimpa embun. 2) Mentari mulai meninggi dan membasahi seluruh ragaku dengan cahaya kuningnya yang lembut. 3) Kugerakkan seluruh ototku. 4) Kuajak tubuhku beraktivitas. 5) Putar kanan ... putar kiri... hadap kanan .... hadap kiri .... badanku meliuk-liuk. 6) Aliran darah segar segera membanjiri pembuluh darahku
Kalimat yang membuktikan latar waktu peristiwa cerita terjadi pada pagi hari ditandai dengan nomor ....
1 dan 2
3 dan 4
4 dan 5
5 dan 6
5.
MULTIPLE CHOICE QUESTION
1 min • 1 pt
Perhatikan pantun berikut !
Anak ayam turun sepuluh
Mati satu tinggal sembilan
[...]
[...]
Isi yang tepat untuk melengkapi pantun tersebut adalah ....
Tuntutlah ilmu bersungguh-sungguh
Supaya hidupmu bahagia
Tuntutlah ilmu bersungguh-sungguh
Supaya kamu tidak sengsara
Tuntutlah ilmu bersungguh-sungguh
Supaya kamu tidak ketinggalan
Tuntutlah ilmu bersungguh-sungguh
Supaya selamat dunia akhirat
6.
MULTIPLE CHOICE QUESTION
1 min • 1 pt
Bacalah kutipan fabel berikut!
Pada suatu hari di musim kemarau, burung-burung dan hewan-hewan lain sangat sulit untuk mendapatkan air. Namun, ada seekor burung perkutut yang menemukan kendi tua yang berisi sedikit air. Kendi tersebut memiliki bentuk yang tinggi dan juga sempit, sehingga burung tersebut tidak bisa menjangkau air di dalam kendi tersebut. Burung perkutut tersebut tetap mencoba untuk meminum air yang ada di dalam kendi, tetapi tetap saja tidak bisa. Burung itu putus asa hingga muncullah sebuah ide.
Burung tersebut kemudian mengambil kerikil-kerikil yang ada di samping kendi dan menjatuhkannya ke dalam kendi satu persatu. Ide yang cemerlang itu membuat air lama kelamaan naik sehingga burung perkutut bisa meminum air tersebut.
Sumber : Burung Perkutut yang Kesusahan. http//delapanclass-i-blogspot
Nilai moral yang terdapat pada kutipan fabel tersebut adalah…
Tidak berhenti berusaha untuk mencapai suatu tujuan.
Berlaku jujur ketika kita tidak bisa meraih sesuatu yang sulit.
Dengan melakukan hal-hal kecil, kita akan mendapat ketenangan.
Perilaku perkutut dapat ditiru agar bisa minum dari tempat yang sulit.
7.
MULTIPLE CHOICE QUESTION
1 min • 1 pt
Bacalah kutipan cerpen berikut!
Ayah mengamati aku dari atas bawah. Ia berdiri dan menjangkau tangan kananku. Katanya “Untuk apa bunga ini, heh!” Aku tidak tahu karena apa, telah mencintai bunga di tanganku ini.
Ayah meraih. Merenggutnya dari tanganku. Kulihat bungkah otot tangan ayah menggenggam bunga kecil-kecil itu. Aku menahan untuk tidak berteriak.
“Laki-laki tidak perlu bunga, Buyung. Kalau perempuan, bolehlah. Tetapi engkau laki-laki.”
Ayah melemparkan bunga itu. Aku menjerit. Ayah pergi. Ibu masih berdiri. Aku membungkuk, mengambil bunga itu, membawanya ke kamar.
Dikutip dari: Kuntowijaya, Dilarang Mencintai Bunga-bunga, Jakarta, Pustaka Firdaus, 1996
Isi yang tersirat dalam kutipan cerpen tersebut adalah…
Ayah tidak ingin Buyung memiliki sifat lembut seperti perempuan.
Ayah tidak ingin Buyung menyukai bunga seperti dirinya.
Ayah melarang Buyung memetik bunga.
Ayah ingin menanam bunga itu di kebun sebagai hiasan.
Access all questions and much more by creating a free account
Create resources
Host any resource
Get auto-graded reports

Continue with Google

Continue with Email

Continue with Classlink

Continue with Clever
or continue with

Microsoft
%20(1).png)
Apple
Others
Already have an account?