Search Header Logo

PTS Ganjil Sejarah XI

Authored by Mahesa Yudha Pratama

History

11th Grade

Used 26+ times

PTS Ganjil Sejarah XI
AI

AI Actions

Add similar questions

Adjust reading levels

Convert to real-world scenario

Translate activity

More...

    Content View

    Student View

20 questions

Show all answers

1.

MULTIPLE CHOICE QUESTION

30 sec • 1 pt

Stimulus: Pada abad ke-16 dan 17, berbagai negara Eropa melakukan ekspansi besar-besaran ke wilayah Timur. Salah satu alasan utama di balik kolonialisme ini adalah dorongan ekonomi yang ingin menguasai sumber daya alam yang berlimpah di wilayah Asia Tenggara, khususnya rempah-rempah yang sangat bernilai di pasar Eropa.

Soal: Apa faktor utama di balik munculnya kolonialisme dan imperialisme bangsa Eropa?

A. Krisis ekonomi di Eropa

B. Keinginan menguasai wilayah baru

C. Keinginan memperluas agama

D. Kebutuhan akan bahan baku untuk industri

E. Perlawanan lokal terhadap Eropa

2.

MULTIPLE CHOICE QUESTION

30 sec • 1 pt

Stimulus: Kebijakan Dinasti Turki Usmani pada abad ke-15 sampai ke-17 turut mendorong pelayaran bangsa Eropa ke Timur. Kontrol yang ketat terhadap jalur perdagangan di wilayah Timur Tengah memaksa negara-negara Eropa mencari jalur baru menuju sumber rempah-rempah.

Soal: Bagaimana kebijakan Dinasti Turki Usmani mempengaruhi pelayaran bangsa Eropa ke Timur?

A. Mendorong Eropa mencari jalur baru

B. Menghentikan pelayaran bangsa Eropa

C. Memperluas kontrol Eropa di Timur

D. Mengurangi ketergantungan Eropa pada rempah-rempah

E. Membuka jalur baru bagi bangsa Asia

3.

MULTIPLE CHOICE QUESTION

30 sec • 1 pt

Stimulus: Pada awal abad ke-17, Belanda mendirikan kongsi dagang bernama VOC yang berfokus pada perdagangan rempah-rempah di wilayah Hindia Timur. VOC diberi hak Oktroi oleh pemerintah Belanda yang memberikan mereka kekuasaan penuh untuk melakukan monopoli perdagangan.

Soal: Apa hak khusus yang dimiliki VOC dalam melakukan eksploitasi wilayah rempah-rempah?

A. Hak Ekspansi

B. Hak Eksploitasi

C. Hak Oktroi

D. Hak Kolonial

E. Hak Imperial

4.

MULTIPLE CHOICE QUESTION

30 sec • 1 pt

Stimulus: VOC berhasil menjadi kekuatan dominan di Nusantara, namun banyak kebijakan eksploitasi yang dilakukan, seperti monopoli perdagangan dan pemaksaan kerja, menimbulkan perlawanan dari kerajaan-kerajaan lokal, seperti Sultan Agung di Mataram dan Sultan Hasanuddin di Makassar.

Soal: Apa dampak dari kebijakan eksploitasi yang dilakukan oleh VOC di wilayah Nusantara?

A. Meningkatnya perdagangan lokal

B. Terjadinya perlawanan dari kerajaan lokal

C. Kerjasama yang baik antara VOC dan kerajaan lokal

D. Meningkatnya kemakmuran rakyat

E. Berkurangnya perlawanan rakyat terhadap VOC

5.

MULTIPLE CHOICE QUESTION

30 sec • 1 pt

Stimulus: Pada masa kolonial Belanda, banyak kebijakan yang diterapkan untuk mengeksploitasi tanah jajahan, seperti tanam paksa dan kerja rodi. Kebijakan ini memicu berbagai perlawanan dari tokoh-tokoh lokal seperti Sultan Mahmud Badaruddin di Palembang dan Kapiten Patimura di Maluku.

Soal: Mengapa kebijakan kolonial Belanda memicu perlawanan dari tokoh-tokoh lokal?

A. Karena kebijakan tersebut merugikan rakyat lokal

B. Karena kebijakan tersebut menguntungkan ekonomi lokal

C. Karena rakyat lokal mendapat kebebasan ekonomi

D. Karena kebijakan kolonial berfokus pada pendidikan

E. Karena kebijakan tersebut memajukan teknologi lokal

6.

MULTIPLE CHOICE QUESTION

30 sec • 1 pt

Stimulus: Konflik Inggris dan Belanda di Pulau Jawa terjadi pada awal abad ke-19. Dalam perebutan kekuasaan ini, Sultan Hamengku Buwono II terlibat dalam perlawanan terhadap Inggris. Peristiwa ini dikenal sebagai Geger Sepoy, yang mempengaruhi posisi kekuasaan di Pulau Jawa.

Soal: Bagaimana peristiwa Geger Sepoy mempengaruhi kekuasaan di Pulau Jawa?

A. Menguatkan kekuasaan Inggris di Pulau Jawa

B. Mengembalikan kekuasaan Sultan Hamengku Buwono II

C. Menghentikan eksploitasi kekayaan oleh Inggris

D. Memperkuat posisi Belanda di Pulau Jawa

E. Mendorong perlawanan dari kerajaan-kerajaan lokal

7.

MULTIPLE CHOICE QUESTION

30 sec • 1 pt

Stimulus: Selama masa kolonial, Inggris di bawah pimpinan Raffles menerapkan kebijakan eksploitasi yang luas di Hindia Belanda. Salah satu tindakan signifikan adalah reformasi sistem pertanian dan perubahan kebijakan tanah yang sangat mempengaruhi kehidupan petani lokal.

Soal: Siapa yang memimpin kebijakan kolonial Inggris di Hindia Belanda?

 

A. Cornelis de Houtman

B. Thomas Stamford Raffles

C. Jan Pieterszoon Coen

D. Sultan Ageng Tirtayasa

E. Teuku Umar

Access all questions and much more by creating a free account

Create resources

Host any resource

Get auto-graded reports

Google

Continue with Google

Email

Continue with Email

Classlink

Continue with Classlink

Clever

Continue with Clever

or continue with

Microsoft

Microsoft

Apple

Apple

Others

Others

Already have an account?