
Sumatif Akhir Semester Bahasa Indonesia Kelas XI
Authored by Yuyun Jumiati
11th Grade
Used 11+ times

AI Actions
Add similar questions
Adjust reading levels
Convert to real-world scenario
Translate activity
More...
Content View
Student View
40 questions
Show all answers
1.
MULTIPLE CHOICE QUESTION
30 sec • 1 pt
1. Bacalah kutipan cerpen di bawah ini dengan cermat!
Aku tumbuh menjadi pohon. Orang-orang di kampung kami akan tetap percaya bahkan jika harus didebat hingga mulut berbusa. Mereka mulai memercayainya sejak tahun 1947. Kini, pohon asam itu sudah besar dan semakin tua. Kira-kira dapat diukur dengan lima orang dewasa melingkarkan lengan untuk mampu memeluk batangnya. Hampir setiap hari orang merubut di sana mengucapkan doa yang rupa-rupa jenisnya lantas mengikatkan kain rupa-rupa warnanya dan berjanji membuka ikatan itu setelah doa mereka terkabul. Jadi jangan heran ketika di ranting, dahan, batang, atau tidak berlebihan jika kukatakan hampir semua bagian pohon penuh ikatan kain. Ada banyak doa di sana. Demi menjaga tubuhku, ada pagar beton sedada manusia, berwarna hijau lumut, mengelilingi batang pohon. Para pendoalah yang membangunnya. (“Mengapa Mereka Berdoa kepada Pohon” Cerpen karya Faisal Oddang)
Nilai sosial apa yang dapat kita ambil dari kutipan cerpen tersebut ?
Kepercayaan terhadap kekuatan mistis
Pentingnya gotong royong
Keberagaman budaya
Kepasrahan kepada takdir
Keberagaman budaya dan kepercayaan
2.
MULTIPLE CHOICE QUESTION
30 sec • 1 pt
1. Bacalah kutipan cerpen di bawah ini dengan cermat!
Aku tumbuh menjadi pohon. Orang-orang di kampung kami akan tetap percaya bahkan jika harus didebat hingga mulut berbusa. Mereka mulai memercayainya sejak tahun 1947. Kini, pohon asam itu sudah besar dan semakin tua. Kira-kira dapat diukur dengan lima orang dewasa melingkarkan lengan untuk mampu memeluk batangnya. Hampir setiap hari orang merubut di sana mengucapkan doa yang rupa-rupa jenisnya lantas mengikatkan kain rupa-rupa warnanya dan berjanji membuka ikatan itu setelah doa mereka terkabul. Jadi jangan heran ketika di ranting, dahan, batang, atau tidak berlebihan jika kukatakan hampir semua bagian pohon penuh ikatan kain. Ada banyak doa di sana. Demi menjaga tubuhku, ada pagar beton sedada manusia, berwarna hijau lumut, mengelilingi batang pohon. Para pendoalah yang membangunnya. (“Mengapa Mereka Berdoa kepada Pohon” Cerpen karya Faisal Oddang)
Sudut pandang yang digunakan penulis dalam cerpen "Mengapa Mereka Berdoa kepada Pohon" karya Faisal Oddang adalah...
Orang pertama pencerita
Orang ketiga terbatas
Orang ketiga serba tahu
Orang pertama pelaku utama
Jawaban A dan D benar
3.
MULTIPLE CHOICE QUESTION
30 sec • 1 pt
1. Bacalah kutipan cerpen di bawah ini dengan cermat!
Aku tumbuh menjadi pohon. Orang-orang di kampung kami akan tetap percaya bahkan jika harus didebat hingga mulut berbusa. Mereka mulai memercayainya sejak tahun 1947. Kini, pohon asam itu sudah besar dan semakin tua. Kira-kira dapat diukur dengan lima orang dewasa melingkarkan lengan untuk mampu memeluk batangnya. Hampir setiap hari orang merubut di sana mengucapkan doa yang rupa-rupa jenisnya lantas mengikatkan kain rupa-rupa warnanya dan berjanji membuka ikatan itu setelah doa mereka terkabul. Jadi jangan heran ketika di ranting, dahan, batang, atau tidak berlebihan jika kukatakan hampir semua bagian pohon penuh ikatan kain. Ada banyak doa di sana. Demi menjaga tubuhku, ada pagar beton sedada manusia, berwarna hijau lumut, mengelilingi batang pohon. Para pendoalah yang membangunnya. (“Mengapa Mereka Berdoa kepada Pohon” Cerpen karya Faisal Oddang)
Apa yang menjadi alasan utama orang-orang berdoa di pohon asam dalam kutipan cerpen berjudul "Mengapa Mereka Berdoa kepada Pohon" karya Faisal Oddang tersebut?
Untuk meminta perlindungan dari bahaya
Untuk meminta kesembuhan
Untuk meminta rezeki
Untuk meminta agar doa mereka terkabul
Semua jawaban benar
4.
MULTIPLE CHOICE QUESTION
30 sec • 1 pt
1. Bacalah kutipan cerpen di bawah ini dengan cermat!
Aku tumbuh menjadi pohon. Orang-orang di kampung kami akan tetap percaya bahkan jika harus didebat hingga mulut berbusa. Mereka mulai memercayainya sejak tahun 1947. Kini, pohon asam itu sudah besar dan semakin tua. Kira-kira dapat diukur dengan lima orang dewasa melingkarkan lengan untuk mampu memeluk batangnya. Hampir setiap hari orang merubut di sana mengucapkan doa yang rupa-rupa jenisnya lantas mengikatkan kain rupa-rupa warnanya dan berjanji membuka ikatan itu setelah doa mereka terkabul. Jadi jangan heran ketika di ranting, dahan, batang, atau tidak berlebihan jika kukatakan hampir semua bagian pohon penuh ikatan kain. Ada banyak doa di sana. Demi menjaga tubuhku, ada pagar beton sedada manusia, berwarna hijau lumut, mengelilingi batang pohon. Para pendoalah yang membangunnya. (“Mengapa Mereka Berdoa kepada Pohon” Cerpen karya Faisal Oddang)
Kata yang bercetak miring dalam kutipan cerpen "Mengapa Mereka Berdoa kepada Pohon" karya Faisal Oddang tersebut memiliki arti …
Pendapat umum dan pertukaran pendapat mengenai suatu hal
Pembahasan dan pertekaran antar peserta tentang pemdapat
Pembahasan dan pertukaran pendapat mengenai suatu hal dengan saling memberikan alasan
Pertukaran pendapat mengenai suatu hal dengan saling memengaruhi alasan
Pembahasan pendapat mengenai suatu hal dengan saling memberikan alasan
5.
MULTIPLE CHOICE QUESTION
30 sec • 1 pt
TUKANG CUKUR
(Karya Budi Darma)
Gito, anak Getas Pejaten, kawasan pinggiran kota Kudus, setiap hari, kecuali Minggu dan hari libur, berjalan kaki pergi pulang hampir empat belas kilo, ke sekolahnya, sekolah dasar di Jalan Daendels. Gito sehari hanya makan satu kali, setelah pulang sekolah. Seperti anak-anak lain, Gito tidak mempunyai sandal, apalagi sepatu. Guru-guru pun bertelanjang kaki. Kalau ada guru memakai sepatu atau sandal, pasti sepatu atau sandalnya sudah reyot. Di daerah tempat Gito tinggal kakek Leman bercerita tukang cukur melukai kepalanya dan pelanggan lainnya, seperti disengaja.
Pada suatu siang, ada pemandangan yang menakjubkan : tukang cukur berpakaian tentara, memakai dug merah, menenteng senjata, beserta dengan tentara lain masuk ke daerah di belakang rumah sakit,didahului oleh beberapa orang yang tangannya diikat. Tukang cukur selalu mengikuti kelompok yang sedang menang pada masa perperangan September 1948 - Desember 1949. Tukang cukur bergabung dengan anggota PKI kemudian mengkhianatinya karena PKI kalah melawan TNI (pasukan Siliwangi). Dengan kekalahan PKI itulah tukang cukur berhasil menyusup masuk ke anggota TNI (pasukan Siliwangi), namun TNI mengetahui keculasan dari tukang cukur. Karena merasa diketahui keculasannya oleh TNI, tukang cukur berpindah arah ke Belanda yang berhasil menguasai daerah Yogyakarta.Terakhir, tukang cukur menjadi pasukan NII dan mati terbunuh di bekas pabrik rokok.
Konflik utama dalam cerpen "Tukang Cukur" ini adalah...
Pertentangan antara agama dan kepercayaan
Pertentangan antara pribumi dan penjajah
Pertentangan antara kaya dan miskin
Pertentangan antara nilai tradisional dan modern
Pertentangan antara generasi tua dan muda
6.
MULTIPLE CHOICE QUESTION
30 sec • 1 pt
TUKANG CUKUR
(Karya Budi Darma)
Gito, anak Getas Pejaten, kawasan pinggiran kota Kudus, setiap hari, kecuali Minggu dan hari libur, berjalan kaki pergi pulang hampir empat belas kilo, ke sekolahnya, sekolah dasar di Jalan Daendels. Gito sehari hanya makan satu kali, setelah pulang sekolah. Seperti anak-anak lain, Gito tidak mempunyai sandal, apalagi sepatu. Guru-guru pun bertelanjang kaki. Kalau ada guru memakai sepatu atau sandal, pasti sepatu atau sandalnya sudah reyot. Di daerah tempat Gito tinggal kakek Leman bercerita tukang cukur melukai kepalanya dan pelanggan lainnya, seperti disengaja.
Pada suatu siang, ada pemandangan yang menakjubkan : tukang cukur berpakaian tentara, memakai dug merah, menenteng senjata, beserta dengan tentara lain masuk ke daerah di belakang rumah sakit,didahului oleh beberapa orang yang tangannya diikat. Tukang cukur selalu mengikuti kelompok yang sedang menang pada masa perperangan September 1948 - Desember 1949. Tukang cukur bergabung dengan anggota PKI kemudian mengkhianatinya karena PKI kalah melawan TNI (pasukan Siliwangi). Dengan kekalahan PKI itulah tukang cukur berhasil menyusup masuk ke anggota TNI (pasukan Siliwangi), namun TNI mengetahui keculasan dari tukang cukur. Karena merasa diketahui keculasannya oleh TNI, tukang cukur berpindah arah ke Belanda yang berhasil menguasai daerah Yogyakarta.Terakhir, tukang cukur menjadi pasukan NII dan mati terbunuh di bekas pabrik rokok.
Latar waktu yang dominan dalam cerpen "Tukang Cukur" karya Budi Darma adalah...
Masa orde baru
Masa penjajahan Belanda
Masa kini
Masa Perang Dunia II
Masa reformasi
7.
MULTIPLE CHOICE QUESTION
30 sec • 1 pt
TUKANG CUKUR
(Karya Budi Darma)
Gito, anak Getas Pejaten, kawasan pinggiran kota Kudus, setiap hari, kecuali Minggu dan hari libur, berjalan kaki pergi pulang hampir empat belas kilo, ke sekolahnya, sekolah dasar di Jalan Daendels. Gito sehari hanya makan satu kali, setelah pulang sekolah. Seperti anak-anak lain, Gito tidak mempunyai sandal, apalagi sepatu. Guru-guru pun bertelanjang kaki. Kalau ada guru memakai sepatu atau sandal, pasti sepatu atau sandalnya sudah reyot. Di daerah tempat Gito tinggal kakek Leman bercerita tukang cukur melukai kepalanya dan pelanggan lainnya, seperti disengaja.
Pada suatu siang, ada pemandangan yang menakjubkan : tukang cukur berpakaian tentara, memakai dug merah, menenteng senjata, beserta dengan tentara lain masuk ke daerah di belakang rumah sakit,didahului oleh beberapa orang yang tangannya diikat. Tukang cukur selalu mengikuti kelompok yang sedang menang pada masa perperangan September 1948 - Desember 1949. Tukang cukur bergabung dengan anggota PKI kemudian mengkhianatinya karena PKI kalah melawan TNI (pasukan Siliwangi). Dengan kekalahan PKI itulah tukang cukur berhasil menyusup masuk ke anggota TNI (pasukan Siliwangi), namun TNI mengetahui keculasan dari tukang cukur. Karena merasa diketahui keculasannya oleh TNI, tukang cukur berpindah arah ke Belanda yang berhasil menguasai daerah Yogyakarta.Terakhir, tukang cukur menjadi pasukan NII dan mati terbunuh di bekas pabrik rokok.
Tahap alur terbagi lima berdasarkan unsur intrinsik dalam cerpen. Dari kutipan cerpen tukang cukur tersebut yang merupakan tahap alur pengenalan (orientasi) adalah…
Gito mempunyai latar belakang kaya raya
Desa Geta Pejaten incaran Belanda
Gito mempunyai latar belakang miskin
Guru dan Gito mempunyai latar belakang beragam
Desa Getas Pejaten incaran PK.
Access all questions and much more by creating a free account
Create resources
Host any resource
Get auto-graded reports

Continue with Google

Continue with Email

Continue with Classlink

Continue with Clever
or continue with

Microsoft
%20(1).png)
Apple
Others
Already have an account?