Search Header Logo

X - Bahasa Indoenesia

Authored by adisty nugraha dini

Education

10th Grade

Used 3+ times

X - Bahasa Indoenesia
AI

AI Actions

Add similar questions

Adjust reading levels

Convert to real-world scenario

Translate activity

More...

    Content View

    Student View

25 questions

Show all answers

1.

MULTIPLE CHOICE QUESTION

15 mins • 4 pts

Berikut yang bukan merupakan ciri-ciri teks hikayat adalah…

anonim

dinamis

istanasentris

mengandung hal yang tidak logis

menceritakan kesaktian tokoh

2.

MULTIPLE CHOICE QUESTION

15 mins • 4 pts

Hal yang membuat teks hikayat tidak diketahui pengarangnya adalah karena teks hikayat…

berupa cerita rekaan bertujuan menghibur

Bertujuan menghibur

merupakan cerita pelipur lara

diceritakan dari mulut ke mulut

hanya berkembang di lingkungan istana

3.

MULTIPLE CHOICE QUESTION

15 mins • 4 pts

Berikut yang merupakan kaidah kebahasaan teks hikayat adalah menggunakan…

majas sindiran

kalimat tunggal

kalimat imperatif

kalimat persuasif

konjungsi urutan waktu

4.

MULTIPLE CHOICE QUESTION

15 mins • 4 pts

Berikut yang bukan merupakan kata arkais adalah

hatta

titah

sujana

enggan

syahdan

5.

MULTIPLE CHOICE QUESTION

15 mins • 4 pts

Beberapa suatu lama di jalan, sampailah ia pada suatu taman dan bertemu sebuah mahligai itu dan melihat sebuah gendang tergantung. Gendang itu dibukanya dan dipukulnya. Tiba-tiba, ia mendengar orang yang melarangnya memukul gendang itu. Lalu, diambilnya pisau dan

Ditorehnya gendang itu, maka Putri Ratna Sari pun keluarlah

dari gendang itu. Putri Ratna Sari menerangkan bahwa negerinya telah dikalahkan oleh Garuda. Itulah sebabnya ia ditaruh orang tuanya dalam gendang itu dengan suatu cembul. Di dalam cembul yang lain, bersemayam perkakas dan dayang-dayangnya. Dengan segera, Syah Peri mengeluarkan dayang-dayang itu. Tatkala Garuda itu datang, Garuda itudibunuhnya. Maka Syah Peri pun duduklah berkasih-kasihan dengan Putri Ratna Sari sebagai suami istri dihadap oleh segala dayang-dayang dan inang pengasuhnya

Hal mustahil yang tergambar dalam teks hikayat tersebut adalah…

Larangan memukul gendang.

Syah Peri membunuh garuda

Syah Peri membuka gendang dengan pisau.

Pernikahan Syah Peri dan Putri Ratna Sari.

Masuknya beberapa orang dalam gendang dan cembul

6.

MULTIPLE CHOICE QUESTION

15 mins • 4 pts

Beberapa suatu lama di jalan, sampailah ia pada suatu taman dan bertemu sebuah mahligai itu dan melihat sebuah gendang tergantung. Gendang itu dibukanya dan dipukulnya. Tiba-tiba, ia mendengar orang yang melarangnya memukul gendang itu. Lalu, diambilnya pisau dan

Ditorehnya gendang itu, maka Putri Ratna Sari pun keluarlah

dari gendang itu. Putri Ratna Sari menerangkan bahwa negerinya telah dikalahkan oleh Garuda. Itulah sebabnya ia ditaruh orang tuanya dalam gendang itu dengan suatu cembul. Di dalam cembul yang lain, bersemayam perkakas dan dayang-dayangnya. Dengan segera, Syah Peri mengeluarkan dayang-dayang itu. Tatkala Garuda itu datang, Garuda itudibunuhnya. Maka Syah Peri pun duduklah berkasih-kasihan dengan Putri Ratna Sari sebagai suami istri dihadap oleh segala dayang-dayang dan inang pengasuhnya

Bukti kesaktian tokoh yang terdapat dalam kutipan teks hikayat tersebut adalah…

Syah Peri membunuh garuda

Putri Ratna Sari Keluar dari gendang

Syah Peri menikahi Putri Ratna Sari

Syah Peri mengeluarkan dayang-dayang

Putri Ratna Sari bersembunyi dalam gendang

7.

MULTIPLE CHOICE QUESTION

15 mins • 4 pts

Beberapa suatu lama di jalan, sampailah ia pada suatu taman dan bertemu sebuah mahligai itu dan melihat sebuah gendang tergantung. Gendang itu dibukanya dan dipukulnya. Tiba-tiba, ia mendengar orang yang melarangnya memukul gendang itu. Lalu, diambilnya pisau dan

Ditorehnya gendang itu, maka Putri Ratna Sari pun keluarlah

dari gendang itu. Putri Ratna Sari menerangkan bahwa negerinya telah dikalahkan oleh Garuda. Itulah sebabnya ia ditaruh orang tuanya dalam gendang itu dengan suatu cembul. Di dalam cembul yang lain, bersemayam perkakas dan dayang-dayangnya. Dengan segera, Syah Peri mengeluarkan dayang-dayang itu. Tatkala Garuda itu datang, Garuda itudibunuhnya. Maka Syah Peri pun duduklah berkasih-kasihan dengan Putri Ratna Sari sebagai suami istri dihadap oleh segala dayang-dayang dan inang pengasuhnya

Konjungsi urutan waktu yang terdapat dalam kutipan teks tersebut adalah…

tatkala, maka, lalu

Maka, lalu, dengan

Maka, sampailah, lalu

Tatkala, sampailah, lalu

Tiba-tiba, maka, dengan

Access all questions and much more by creating a free account

Create resources

Host any resource

Get auto-graded reports

Google

Continue with Google

Email

Continue with Email

Classlink

Continue with Classlink

Clever

Continue with Clever

or continue with

Microsoft

Microsoft

Apple

Apple

Others

Others

Already have an account?