
Unsur Pembangun Cerpen
Authored by Sri Suryani
World Languages
8th Grade

AI Actions
Add similar questions
Adjust reading levels
Convert to real-world scenario
Translate activity
More...
Content View
Student View
10 questions
Show all answers
1.
MULTIPLE CHOICE QUESTION
30 sec • 1 pt
Sore itu aku sedang nongkrong di dekat sebuah restoran sambil asyik memperhatikan seorang pengamen tua. Dia mendekati seorang tamu restoran yang tampak kaya jika dilihat dari gaya pakaiannya. Si pengamen mendendangkan lagu lama. Sang tamu acuh menghabiskan makanan. Lagu selesai. Makanan sang tamu habis. Tanpa berkata-kata sang tamu merogoh sakunya. Dia mengeluarkan uang recehan lalu melemparkannya ke si pengamen.
Kulihat si pengamen tak segera mengambil uang itu. Dia diam terpaku. Matanya berkaca-kaca. Akhirnya dengan kepala tertunduk dia meninggalkan restoran itu.
Amanat pada kutipan cerpen tersebut adalah ...
Berilah sedekah dengan cara yang sopan.
Jika memberi sedekah harus ikhlas.
Biarpun mengamen yang penting halal.
Hargailah tamu yang datang.
2.
MULTIPLE CHOICE QUESTION
30 sec • 1 pt
(1) “Ini sekalian untuk periksa Puput ke dokter. Biaya dokter mahal. Ayo, terima saja. Aku sedih kalau dengar Puput sakit ...,” jelas Kartopral. (2) Setelah mendapatkan uang, Lasmi segera membawa Puput ke dokter. Dia ingin anak semata wayangnya segera sembuh. (3) Dokter menyarankan agar Puput dibawa ke rumah sakit. Tanpa kata-kata Lasmi meninggalkan ruang praktik dokter. Kepala Lasmi tiba-tiba berdenyut nyeri. Tidak pernah terbayangkan oleh Lasmi jika suatu hari ia harus berurusan dengan rumah sakit. Berurusan dengan rumah sakit seperti berurusan dengan polisi yang pasti berbelit dan selalu berhubungan dengan duit. Hal terakhir ini yang membuat kepala Lasmi terus berdenyut nyeri. (4) Menggendong Puput membuat Lasmi semakin tidak berdaya.
Bukti latar kutipan cerpen tersebut di ruang praktik dokter tergambar pada kalimat bernomor ....
(1)
(2)
(3)
(4)
3.
MULTIPLE CHOICE QUESTION
30 sec • 1 pt
(1) “Ini sekalian untuk periksa Puput ke dokter. Biaya dokter mahal. Ayo, terima saja. Aku sedih kalau dengar Puput sakit ...,” jelas Kartopral. (2) Setelah mendapatkan uang, Lasmi segera membawa Puput ke dokter. Dia ingin anak semata wayangnya segera sembuh. (3) Dokter menyarankan agar Puput dibawa ke rumah sakit. Tanpa kata-kata Lasmi meninggalkan ruang praktik dokter. Kepala Lasmi tiba-tiba berdenyut nyeri. Tidak pernah terbayangkan oleh Lasmi jika suatu hari ia harus berurusan dengan rumah sakit. Berurusan dengan rumah sakit seperti berurusan dengan polisi yang pasti berbelit dan selalu berhubungan dengan duit. Hal terakhir ini yang membuat kepala Lasmi terus berdenyut nyeri. (4) Menggendong Puput membuat Lasmi semakin tidak berdaya.
Konflik yang dialami tokoh Lasmi dalam kutipan cerpen tersebut adalah ...
Memeriksakan anak semata wayang ke dokter.
Sakit kepala membuat semakin tak berdaya.
Berurusan dengan polisi yang pasti berbelit.
Keengganan tokoh berurusan dengan rumah sakit.
4.
MULTIPLE CHOICE QUESTION
30 sec • 1 pt
Kini giliranku memegang senter, menaklukkan semak-semak, kayu berduri dan batang-batang angkuh di depannya. Setelah sebelumnya dua kawanku secara bergantian telah menyelesaikan pembagian tugas membuka jalan. Ya, ini kesepakatan kami, yang terdepan membuka jalan, di tengah membawa ransel berisi makanan, sedang yang paling belakang membawa matras. Dan ini dilakukan secara bergantian.
Sudut pandang kutipan cerpen tersebut adalah ....
orang pertama pelaku utama
orang ketiga pengamat
orang ketiga serba tahu
orang pertama pelaku sampingan
5.
MULTIPLE CHOICE QUESTION
30 sec • 1 pt
Suatu luapan rasa simpati yang muncul secara tiba-tiba membuat air matanya berlinang di kedua mata Astuti, “Kasihan ibuku sayang,” pikirnya. “Betapa sering ia kelaparan asalkan anaknya yang tidak. Aku tidak boleh mementingkan diriku sendiri.” Demikianlah, ia kemudian mendekati ibunya dan meletakkan kepalanya di pangkuan ibunya.
Nilai-nilai kehidupan yang tergambar dalam cuplikan cerita di atas adalah ...
Anak yang manja biasanya mementingkan dirinya sendiri.
Kesedihan yang mendalam sehingga menimbulkan rasa iba.
Pengorbanan seorang ibu untuk anaknya.
Tidak mementingkan dirinya sendiri.
6.
MULTIPLE CHOICE QUESTION
30 sec • 1 pt
“Bagaimana kalau aku yang membawakan tasmu, Dik?” tanyaku kepada Sutiono.
“Terima kasih, Mas! Lebih baik Mas yang membantu nenek, saya naik duluan dengan tas dan kardus ini,” jawabnya cepat.
“Baik,” jawabku sambil mendekati nenek itu. Aku belum sempat bertanya lagi, tiba-tiba terdengar lokomotif yang membawa gerbongku tiba.
Watak tokoh aku digambarkan melalui ....
penjelasan langsung oleh pengarang
dialog dengan tokoh lain
pelukisan tindakan
diceritakan tokoh lain
7.
MULTIPLE CHOICE QUESTION
30 sec • 1 pt
Begitu Eyang berlalu, Via meremas kertas. Untuk apa menulis kenangan tentang Bunda? Bikin tambah kesal saja. Plung! Via melempar kertas ke tempat sampah. Langit begitu biru. Via menatap gumpalan awan putih yang berarak. Dulu Bunda bercerita awan itu berlari karena takut digelitik angin.
Nilai kehidupan yang terdapat dalam kutipan cerpen tersebut adalah ....
nilai moral
nilai religi
nilai pendidikan
nilai politik
Access all questions and much more by creating a free account
Create resources
Host any resource
Get auto-graded reports

Continue with Google

Continue with Email

Continue with Classlink

Continue with Clever
or continue with

Microsoft
%20(1).png)
Apple
Others
Already have an account?