Search Header Logo

PENILAIAN OTENTIK DALAM KONTEKS PENILAIAN KARAKTER

Authored by pangeran jutul

Education

University

PENILAIAN OTENTIK DALAM KONTEKS PENILAIAN KARAKTER
AI

AI Actions

Add similar questions

Adjust reading levels

Convert to real-world scenario

Translate activity

More...

    Content View

    Student View

10 questions

Show all answers

1.

MULTIPLE CHOICE QUESTION

30 sec • 1 pt

Wiggins (1993) berpendapat bahwa penilaian otentik mengharuskan siswa untuk menunjukkan keterampilan yang akan digunakan dalam kehidupan nyata. Bagaimana penilaian ini dapat mengatasi keterbatasan penilaian tradisional yang hanya mengandalkan tes tertulis?

Penilaian otentik mengatasi keterbatasan tes tertulis dengan memungkinkan siswa menunjukkan keterampilan dan pengetahuan dalam konteks kehidupan nyata, seperti melalui proyek atau pemecahan masalah. Pendekatan ini lebih menekankan aplikasi praktis dan penilaian berbasis kompetensi, bukan hanya hasil teori.

Penilaian otentik hanya menguji pengetahuan teoritis tanpa memperhatikan penerapan dalam kehidupan nyata.

Penilaian otentik hanya relevan untuk mata pelajaran yang bersifat praktis dan tidak dapat diterapkan dalam mata pelajaran akademik lainnya.

Penilaian otentik lebih mudah dilakukan dan tidak memerlukan persiapan yang rumit.

2.

MULTIPLE CHOICE QUESTION

30 sec • 1 pt

Seorang siswa mengalami kesulitan dalam menyelesaikan tugas matematika yang melibatkan konsep aljabar. Setelah beberapa kali mencoba, dia merasa frustasi dan hampir menyerah. Sebagai seorang teman, Anda diminta untuk memberikan dukungan dan bimbingan.

Jelaskan langkah-langkah yang akan Anda ambil untuk membantu teman Anda menyelesaikan masalah ini, serta bagaimana Anda akan memotivasi mereka untuk terus berusaha. kecuali..

Mendengarkan dan memahami perasaan teman saya

Memecah masalah menjadi bagian-bagian kecil.

Menunjukkan contoh serupa

Memberikan pujian atas usaha yang telah dilakukan.

3.

MULTIPLE CHOICE QUESTION

30 sec • 1 pt

Mengapa penilaian otentik lebih relevan untuk mengukur kompetensi siswa dalam kehidupan nyata dibandingkan dengan tes pilihan ganda atau esai tradisional? Jelaskan dengan memberikan contoh spesifik.

Penilaian otentik lebih relevan karena menilai penerapan keterampilan dan pengetahuan dalam konteks praktis yang mirip dengan situasi dunia nyata. Contoh, dalam matematika, siswa diminta memecahkan masalah nyata seperti menghitung anggaran atau merencanakan distribusi sumber daya, menguji kemampuan mereka untuk menerapkan konsep dalam kehidupan sehari-hari.

Penilaian otentik hanya menguji kemampuan teoritis siswa, tanpa melibatkan keterampilan praktis.

Penilaian otentik hanya relevan untuk mata pelajaran yang berhubungan langsung dengan keterampilan praktis.

Penilaian otentik tidak memberikan gambaran yang jelas tentang pemahaman siswa.

4.

MULTIPLE CHOICE QUESTION

30 sec • 1 pt

Berdasarkan definisi penilaian otentik oleh Wiggins, bagaimana Anda akan merancang sebuah tugas yang tidak hanya menguji pengetahuan kognitif siswa, tetapi juga keterampilan psikomotorik dan afektif mereka? Jelaskan langkah-langkahnya.

Untuk merancang tugas yang menguji pengetahuan kognitif, keterampilan psikomotorik, dan afektif siswa, pertama-tama tentukan tujuan pembelajaran yang mencakup ketiga dimensi tersebut. Misalnya, dalam pelajaran IPA, siswa diminta untuk merancang dan melaksanakan eksperimen, mengaplikasikan konsep ilmiah (kognitif), melakukan eksperimen (psikomotorik), dan bekerja sama dalam kelompok (afektif). Selanjutnya, tetapkan kriteria penilaian yang mencakup hasil eksperimen, keterampilan praktis, dan kemampuan kolaborasi untuk memberikan gambaran menyeluruh tentang kompetensi siswa.

Langkah-langkah perancangan tugas yang salah termasuk memberikan tugas berbasis tes pilihan ganda yang hanya menguji pengetahuan siswa tanpa melibatkan keterampilan praktis atau sikap yang relevan, sehingga hanya menilai kemampuan kognitif dalam mengingat fakta. Selain itu, memberikan instruksi yang terlalu ketat dan terstruktur juga dapat menghambat kreativitas siswa dan penerapan keterampilan praktis, sehingga tidak memberikan ruang bagi mereka untuk mengembangkan keterampilan psikomotorik atau menunjukkan sikap penting seperti kerjasama dan tanggung jawab. Terakhir, memberikan tugas individu yang hanya berfokus pada pengujian pengetahuan teori tanpa melibatkan aplikasi dunia nyata, keterampilan praktis, atau penilaian terhadap sikap siswa juga merupakan pendekatan yang tidak efektif, karena hanya mengukur kemampuan kognitif tanpa melihat perkembangan keterampilan atau sikap yang lebih luas.

Langkah-langkah perancangan tugas yang salah lainnya termasuk memberikan tugas berbasis ujian tertulis yang hanya menguji kemampuan siswa dalam menulis esai atau menjawab soal dengan cara yang sangat teoretis, tanpa melibatkan keterampilan praktis atau situasi nyata yang dapat menggali keterampilan psikomotorik dan afektif. Selain itu, memberikan tugas yang sepenuhnya berbasis teori dan tidak menghubungkannya dengan kehidupan sehari-hari siswa akan mengabaikan pentingnya keterampilan praktis dan pengembangan sikap. Tugas semacam ini hanya fokus pada kemampuan kognitif, tanpa memberi ruang bagi siswa untuk menunjukkan pemahaman mereka dalam konteks dunia nyata.

Langkah-langkah perancangan tugas yang salah lainnya termasuk memberikan tugas yang hanya mengharuskan siswa untuk menghafal dan mengulang kembali informasi tanpa memberikan kesempatan untuk menerapkan pengetahuan dalam situasi nyata. Misalnya, memberikan soal ujian yang hanya menguji pengetahuan faktual tanpa melibatkan analisis atau pemecahan masalah yang memerlukan keterampilan psikomotorik. Selain itu, merancang tugas yang terlalu fokus pada aspek individu tanpa mendorong kerja sama atau refleksi terhadap sikap siswa juga bisa mengabaikan pengembangan afektif mereka, yang seharusnya penting dalam penilaian otentik.

5.

MULTIPLE CHOICE QUESTION

30 sec • 1 pt

Menurut Nurhadi, penilaian otentik dapat melibatkan pengalaman nyata. Ciptakan sebuah tugas penilaian otentik yang relevan dengan kehidupan sehari-hari siswa, yang dapat digunakan untuk mengukur keterampilan berpikir kritis mereka.

Tugas penilaian otentik yang relevan untuk mengukur keterampilan berpikir kritis bisa berupa menganalisis sebuah isu sosial atau lingkungan yang sedang berkembang, seperti perubahan iklim atau dampak sampah plastik. Siswa diminta untuk mengumpulkan data terkait masalah tersebut, menganalisis penyebabnya, menyusun solusi yang realistis, dan mempresentasikan hasil analisis mereka dalam bentuk laporan atau presentasi. Tugas ini melibatkan keterampilan berpikir kritis, seperti mengidentifikasi masalah, menganalisis data, mengevaluasi solusi, dan menyampaikan pendapat secara terstruktur.

Memberikan soal pilihan ganda tentang topik lingkungan tanpa mengharuskan siswa untuk menganalisis atau menerapkan pengetahuan.

Menyuruh siswa untuk menyalin materi yang telah dibaca tanpa memberikan kesempatan untuk berpikir atau memberikan pendapat mereka.

Memberikan tugas untuk menghafal fakta terkait isu sosial tanpa meminta siswa untuk mengembangkan solusi atau pendapat pribadi.

6.

MULTIPLE CHOICE QUESTION

30 sec • 1 pt

Jelaskan perbedaan antara Time Sampling Method dan Incident Sampling Method dalam observasi direct. Dalam konteks pengukuran kepribadian anak, situasi seperti apa yang lebih cocok untuk masing-masing metode tersebut, dan mengapa?

Time Sampling Method mengamati perilaku pada interval waktu tertentu, seperti mengukur kecemasan anak dalam kelas. Incident Sampling Method mengamati kejadian spesifik, seperti reaksi anak dalam situasi konflik, tanpa mengikat pada waktu tertentu.

Time Sampling Method lebih cocok untuk mengamati kejadian-kejadian jarang yang hanya terjadi sesekali.

Incident Sampling digunakan untuk mengamati perilaku yang teratur, misalnya kebiasaan makan atau berinteraksi dengan teman.

Time Sampling digunakan untuk mengamati reaksi emosional atau perilaku dalam situasi spesifik.

7.

MULTIPLE CHOICE QUESTION

30 sec • 1 pt

Anda diminta untuk melakukan Stress Interview untuk menilai ketahanan emosional seorang anak dalam situasi yang penuh tekanan. Bagaimana Anda dapat memastikan bahwa wawancara ini tidak menyebabkan dampak psikologis yang merugikan pada anak tersebut? Jelaskan juga dampak potensial dari stres yang berlebihan pada proses pengukuran kepribadian anak.

Memberikan tekanan yang sangat kuat kepada anak agar mereka merasakan stres yang maksimal untuk menguji ketahanan mereka.

Menggunakan metode wawancara yang panjang dan intens tanpa jeda untuk anak agar bisa menguji batas ketahanan mereka.

Untuk memastikan wawancara aman, suasana harus nyaman dan anak diberi penjelasan jelas serta diberi opsi untuk berhenti kapan saja. Tekanan yang diberikan harus cukup untuk menilai ketahanan emosional tanpa menyebabkan stres berlebihan. Pendekatan empatik dan komunikasi yang baik penting untuk mencegah dampak psikologis yang merugikan.

Mengabaikan pemantauan atau evaluasi emosional selama wawancara.

Access all questions and much more by creating a free account

Create resources

Host any resource

Get auto-graded reports

Google

Continue with Google

Email

Continue with Email

Classlink

Continue with Classlink

Clever

Continue with Clever

or continue with

Microsoft

Microsoft

Apple

Apple

Others

Others

Already have an account?