
Latihan Soal PSAJ 2024 2025
Authored by Edi Prihadi
Religious Studies
12th Grade
Used 1+ times

AI Actions
Add similar questions
Adjust reading levels
Convert to real-world scenario
Translate activity
More...
Content View
Student View
20 questions
Show all answers
1.
MULTIPLE CHOICE QUESTION
30 sec • 1 pt
Fahmi adalah seorang siswa yang sangat peduli terhadap lingkungan sosialnya. Ia memiliki teman-teman yang berasal dari berbagai latar belakang dan sering kali menghadapi perbedaan pendapat. Suatu hari, dalam sebuah percakapan, salah seorang temannya, Dedi, menyampaikan pendapat yang sangat bertentangan dengan pandangannya. Fahmi merasa tidak setuju, tetapi dia berusaha untuk menahan emosi dan tidak terbawa perasaan. Fahmi teringat bahwa dalam Islam, penting untuk memiliki prasangka baik (husnuzzan) terhadap orang lain, meskipun ada perbedaan. Fahmi memutuskan untuk mendengarkan pendapat Dedi dengan lebih sabar dan tidak langsung menyalahkan. Fahmi juga mengingat nilai persaudaraan (ukhuwah) dalam Islam, yang mengajarkan untuk saling menghargai dan menjaga hubungan baik, meskipun ada perbedaan pendapat. Bagaimana sikap Fahmi dalam menghadapi perbedaan pendapat tersebut menunjukkan penerapan nilai husnuzzan dan ukhuwah dalam kehidupan sehari-hari?
Fahmi langsung menyalahkan Dedi dan membantah pendapatnya karena merasa bahwa pandangannya adalah yang paling benar.
Fahmi mendengarkan pendapat Dedi dengan sabar, tidak langsung menilai, dan tetap menjaga persaudaraan meskipun ada perbedaan pendapat.
Fahmi memilih untuk menghindari Dedi dan tidak berinteraksi lagi karena merasa pendapatnya sangat bertentangan.
Fahmi marah dan memutuskan untuk tidak lagi berbicara dengan Dedi karena merasa sangat tersinggung dengan perbedaan pendapat tersebut.
Fahmi memilih untuk tidak peduli dengan pendapat Dedi dan terus berbicara dengan teman lainnya tanpa mendengarkan dengan baik.
2.
MULTIPLE CHOICE QUESTION
30 sec • 1 pt
Dina adalah seorang pelajar yang aktif dan memiliki banyak teman, baik laki-laki maupun perempuan. Beberapa temannya sering mengajak Dina untuk bergabung dalam berbagai aktivitas yang melibatkan banyak waktu bersama, seperti nongkrong di tempat umum, sering berkomunikasi lewat media sosial dengan intensitas tinggi, dan bertukar pesan pribadi yang kadang-kadang mengarah pada hal-hal yang tidak pantas. Dina merasa tidak nyaman dengan situasi ini, tetapi ia tidak tahu bagaimana cara menanggapi atau menghindarinya. Suatu hari, Dina membaca sebuah artikel yang mengingatkan bahwa pergaulan bebas bisa menjerumuskan seseorang pada perbuatan zina, yang jelas-jelas dilarang dalam Islam. Dina mulai merenung dan memutuskan untuk mengurangi interaksi dengan teman-temannya yang sering mengundangnya untuk terlibat dalam perilaku tersebut dan berfokus pada kegiatan yang lebih bermanfaat. Bagaimana keputusan Dina untuk mengurangi interaksi dengan teman-temannya menunjukkan penerapan ajaran Islam tentang larangan pergaulan bebas dan zina?
Dina merasa bahwa pergaulan bebas adalah bagian dari kehidupan remaja yang wajar dan tidak ada hubungannya dengan agama.
Dina memutuskan untuk terus bergabung dalam pergaulan tersebut, karena ia merasa kesepian dan takut kehilangan teman.
Dina memilih untuk mengurangi interaksi yang tidak sehat, karena ia tahu bahwa menjaga diri dari pergaulan bebas adalah cara terbaik untuk menghindari perbuatan zina.
Dina tidak merasa perlu untuk mengurangi interaksi dengan teman-temannya, karena ia yakin bisa menghindari zina meskipun bergaul bebas.
Dina berpendapat bahwa media sosial adalah tempat yang aman untuk berinteraksi, meskipun pergaulan itu tidak sehat dan bisa mengarah pada zina.
3.
MULTIPLE CHOICE QUESTION
30 sec • 1 pt
Alya adalah seorang pelajar yang memiliki banyak prestasi di sekolah, tetapi ia merasa bahwa kesuksesan tidak hanya ditentukan oleh pencapaian akademik. Suatu ketika, Alya mendapat tugas besar yang harus diselesaikan dalam waktu singkat. Ia memiliki teman sekelas yang sangat berbakat, tetapi mereka sering berkompetisi satu sama lain dalam berbagai bidang, baik akademik maupun non-akademik. Dalam proses pengerjaan tugas tersebut, Alya merasa perlu untuk melakukan yang terbaik, namun tidak dengan mengorbankan prinsip-prinsip kejujuran dan kedisiplinan. Ia juga merasa bahwa dalam Islam, berkompetisi dalam kebaikan (berlomba-lomba dalam hal yang bermanfaat) adalah hal yang sangat dihargai. Meskipun sering menghadapi tekanan, Alya selalu berusaha bekerja keras dengan mengandalkan usaha dan waktu yang efektif, serta menghargai teman-temannya dalam setiap kompetisi yang ada. Bagaimana keputusan Alya dalam menghadapi tugas besar dan kompetisi tersebut mencerminkan penerapan prinsip taat pada aturan, kompetisi dalam kebaikan, dan etos kerja dalam Islam?
Alya memilih untuk menunda tugasnya dan mengandalkan teman-temannya untuk menyelesaikannya agar bisa menghindari kompetisi yang berat.
Alya merasa bahwa untuk menang, ia harus mengorbankan integritas dan hanya berfokus pada hasil tanpa memperhatikan proses.
Alya berusaha semaksimal mungkin menyelesaikan tugasnya dengan disiplin dan jujur, serta berlomba dalam kebaikan dengan teman-temannya.
Alya memilih untuk tidak ikut dalam kompetisi tersebut karena merasa bahwa persaingan adalah sesuatu yang tidak sehat dalam kehidupan.
Alya bekerja keras, tetapi hanya berfokus pada menang dengan cara apapun, tanpa memperhatikan etika dan aturan.
4.
MULTIPLE CHOICE QUESTION
30 sec • 1 pt
Rina adalah seorang pelajar yang sering kali berinteraksi dengan teman-temannya yang memiliki latar belakang budaya dan agama yang berbeda. Dalam sebuah diskusi kelompok, Rina dan teman-temannya memiliki pendapat yang berbeda tentang sebuah topik yang berkaitan dengan masalah sosial. Beberapa teman mulai merasa frustasi dan tidak sabar, bahkan mulai berbicara dengan nada tinggi. Rina merasa khawatir diskusi ini akan berakhir dengan perselisihan yang tidak produktif. Dalam pikirannya, ia teringat bahwa Islam mengajarkan untuk menjaga toleransi antar sesama, menjaga kerukunan, dan menghindari tindakan kekerasan dalam bentuk apapun. Rina kemudian berinisiatif untuk mengajak teman-temannya untuk lebih menghargai pendapat satu sama lain dan menjaga suasana diskusi tetap tenang dan harmonis. Bagaimana sikap Rina dalam menghadapi perbedaan pendapat dalam diskusi mencerminkan prinsip toleransi, rukun, dan menghindarkan diri dari kekerasan dalam Islam?
Rina memilih untuk ikut berbicara dengan nada tinggi agar pendapatnya lebih dihargai, meskipun itu bisa memicu konflik.
Rina diam dan tidak ikut campur, berharap teman-temannya bisa menyelesaikan perbedaan mereka tanpa bantuan.
Rina memutuskan untuk mengabaikan perbedaan pendapat dan membiarkan teman-temannya bertindak sesuai keinginan mereka.
Rina mencoba menenangkan teman-temannya, mengajak mereka untuk tetap menghargai perbedaan, dan menjaga suasana diskusi tetap tenang dan rukun.
Rina merasa bahwa diskusi tidak akan berhasil jika tidak ada pihak yang menang, jadi ia memutuskan untuk mengalah demi menyelesaikan masalah.
5.
MULTIPLE CHOICE QUESTION
30 sec • 1 pt
Faisal adalah seorang pelajar yang aktif dalam berbagai kegiatan di sekolah dan sering membantu teman-temannya dalam menyelesaikan tugas. Suatu hari, ia merasa kewalahan karena ada terlalu banyak pekerjaan yang harus diselesaikan, mulai dari tugas sekolah hingga membantu orang tua di rumah. Faisal merasa harus mengerjakan semuanya dengan sempurna, namun ia mulai merasa kelelahan dan ragu apakah ia bisa menyelesaikan semuanya dengan baik. Dalam kondisi tersebut, Faisal teringat bahwa Allah adalah al-Karim, yang Maha Pemurah dalam memberikan kemudahan, dan al-Matin, yang Maha Kuat untuk memberi kekuatan kepada hamba-Nya. Faisal kemudian memutuskan untuk berdoa, meminta agar Allah memberikan kekuatan dan kemudahan dalam menyelesaikan setiap pekerjaan, serta berusaha sebaik mungkin sambil tetap bergantung pada Allah. Dalam konteks perasaan Faisal yang merasa terbebani oleh banyak pekerjaan, bagaimana makna dari Asma’ al-Husna al-Karim dan al-Matin dalam membantunya mengatasi rasa lelah dan keraguan?
Allah tidak akan membantu kecuali jika Faisal menunjukkan kelemahan atau ketidakmampuan.
Allah memberi kemudahan dengan cara yang tidak terduga dan memberikan kekuatan kepada hamba-Nya untuk menyelesaikan tugas-tugasnya.
Allah hanya membantu orang yang tidak merasa cemas dan selalu merasa yakin.
Allah memberi kemudahan hanya kepada orang yang tidak bekerja keras dalam menjalankan tugasnya.
Allah tidak peduli dengan usaha manusia, sehingga Faisal tidak perlu berdoa atau meminta pertolongan.
6.
MULTIPLE CHOICE QUESTION
30 sec • 1 pt
Farhan adalah seorang siswa yang sangat peduli dengan masa depannya. Ia sering berusaha keras untuk mencapai cita-citanya dengan belajar dan bekerja keras. Namun, beberapa kali ia merasa frustasi karena usaha yang dilakukan tidak selalu menghasilkan sesuai dengan yang diinginkan. Suatu hari, Farhan berbicara dengan gurunya yang bijaksana tentang perasaan kecewa dan frustrasinya. Gurunya mengingatkan bahwa sebagai seorang Muslim, Farhan harus meyakini bahwa segala yang terjadi di dunia ini adalah ujian dari Allah, dan bahwa hasil yang baik tidak hanya dilihat dari apa yang terjadi di dunia, tetapi juga dari apa yang dipertanggungjawabkan di hari akhir. Gurunya mengajarkan bahwa iman kepada hari akhir mengajarkan kita untuk selalu bersabar dan tawakal kepada Allah, karena di akhirat nanti, setiap amal perbuatan akan mendapat balasan yang sesuai. Bagaimana iman kepada hari akhir mempengaruhi sikap Farhan dalam menghadapi kegagalan dan ujian dalam hidupnya?
Farhan merasa bahwa jika hasilnya tidak sesuai dengan harapan, maka tidak ada gunanya berusaha lebih keras.
Farhan menjadi merasa putus asa karena ia tidak melihat hasil yang sesuai dengan usahanya dan berpikir bahwa hidupnya sia-sia.
Farhan merasa bahwa segala usaha yang ia lakukan akan mendapatkan balasan yang sesuai di hari akhir, sehingga ia tetap sabar dan terus berusaha.
Farhan beranggapan bahwa kegagalan di dunia tidak ada artinya karena hanya hasil dunia yang penting.
Farhan merasa bahwa kehidupan di dunia ini tidak ada hubungan dengan kehidupan di akhirat, sehingga ia tidak peduli dengan amalnya.
7.
MULTIPLE CHOICE QUESTION
30 sec • 1 pt
Rizki adalah seorang pelajar yang memiliki banyak teman. Ia sering kali dihadapkan pada situasi sulit, seperti tekanan dari teman untuk mengikuti pergaulan yang tidak baik atau melakukan hal-hal yang tidak sesuai dengan nilai-nilai agamanya. Suatu hari, temannya mengajaknya untuk ikut serta dalam aktivitas yang mengarah pada kebohongan dan kecurangan, karena teman-temannya merasa itu adalah cara mudah untuk meraih tujuan mereka. Rizki merasa sangat tertekan, tetapi ia teringat akan ajaran agamanya tentang iman kepada hari akhir. Rizki mengingat bahwa setiap amal perbuatan akan dipertanggungjawabkan di hadapan Allah pada hari kiamat, dan hanya amal yang baik dan benar yang akan mendapatkan balasan yang layak. Dengan keyakinan tersebut, Rizki memutuskan untuk menolak ajakan temannya dan memilih jalan yang benar meskipun tidak mudah. Bagaimana keyakinan Rizki tentang hari akhir memengaruhi keputusan moral yang ia ambil dalam menghadapi godaan temannya?
Rizki merasa bahwa hari akhir adalah hal yang jauh dan tidak relevan dengan kehidupannya sekarang, sehingga ia memilih mengikuti ajakan temannya.
Rizki berpikir bahwa Allah tidak akan menghukum jika ia berbuat dosa kecil, jadi ia mengikuti teman-temannya.
Rizki merasa bahwa pada hari akhir semua perbuatan akan dipertanggungjawabkan, sehingga ia memilih untuk tetap berada di jalan yang benar meskipun sulit.
Rizki percaya bahwa teman-temannya tidak akan mendapat balasan apa-apa di hari akhir, sehingga ia mengikuti mereka tanpa rasa bersalah.
Rizki merasa bahwa hari akhir hanya berlaku untuk orang lain, bukan untuk dirinya, sehingga ia tidak memikirkan akibat perbuatannya.
Access all questions and much more by creating a free account
Create resources
Host any resource
Get auto-graded reports

Continue with Google

Continue with Email

Continue with Classlink

Continue with Clever
or continue with

Microsoft
%20(1).png)
Apple
Others
Already have an account?