
Mengelola Perasaan Insecure - Hanifiyyah Muslimah Academy
Authored by Syarifah Royani
Religious Studies
Professional Development

AI Actions
Add similar questions
Adjust reading levels
Convert to real-world scenario
Translate activity
More...
Content View
Student View
5 questions
Show all answers
1.
MULTIPLE SELECT QUESTION
45 sec • 1 pt
Definisi insecurity adalah...
Rasa ketidakmampuan, dan kurangnya rasa percaya diri terhadap tujuan, kemampuan, atau hubungan dengan orang lain.
Kecenderungan untuk menilai diri sendiri secara negatif tanpa mempertimbangkan validasi eksternal.
Pengalaman emosi positif yang terkait dengan rasa aman dan stabilitas emosional dalam interaksi sosial.
Proses adaptasi psikologis terhadap pengalaman yang penuh ketegangan sosial dan pekerjaan.
2.
MULTIPLE CHOICE QUESTION
30 sec • 1 pt
Berikut ini yang bukan merupakan tanda-tanda insecure adalah...
Kecemasan dalam berhubungan dengan orang lain
Merasa cemas akan kegagalan, tetapi dapat menerima diri sendiri dengan penuh kasih sayang.
Menghindari interaksi sosial atau merasa tidak nyaman dalam situasi sosial.
Kepercayaan diri yang superfisial
3.
MULTIPLE SELECT QUESTION
45 sec • 1 pt
Penyebab dari munculnya perasaan insecure di antaranya adalah...
Pengalaman penolakan
Pengalaman mendapatkan pujian terus-menerus
Kritik berlebihan dari figur pengasuh
Pola asuh di masa kanak-kanak
4.
MULTIPLE CHOICE QUESTION
30 sec • 1 pt
Cara mengatasi insecure di antaranya...
Meningkatkan self-worth
Meningkatkan grit
Tawakkal kepada Allah
Husnuzhon kepada Allah
5.
MULTIPLE CHOICE QUESTION
30 sec • 1 pt
Dalil tawakkal pada Allah adalah...
“Katakanlah (hai Muhāmmad), jika kalian (benar-benar) mencintai Allâh maka ikutilah aku, niscaya Allah akan mencintai kalian dan Allah akan mengampuni dosa-dosa kalian, dan Allah Māhapengampun lagi Mahapenyayang” (QS. Al-‘Imrân: 31)
لاَ يَمُوتَنَّ أَحَدُكُمْ إِلاَّ وَهُوَ يُحْسِنُ بِاللَّهِ الظَّنَّ
“Janganlah salah seorang di antara kalian mati melainkan ia harus berhusnuzhan kepada Allah.” (HR. Muslim, no. 2877).
فَمَنْ كَانَ يَرْجُو لِقَاءَ رَبِّهِ فَلْيَعْمَلْ عَمَلًا صَالِحًا وَلَا يُشْرِكْ بِعِبَادَةِ رَبِّهِ أَحَدًا
“Untuk itu, barangsiapa yang mengharap perjumpaan dengan Rabbnya, maka hendaklah ia mengerjakan amal shaleh dan janganlah mempersekutukan dengan apapun dalam beribadah kepada Rabbnya” (QS. Al-Kahfi: 110)
وَمَنْ يَتَوَكَّلْ عَلَى اللَّهِ فَهُوَ حَسْبُهُ
“Dan barangsiapa yang bertawakkal kepada Allah niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)nya” (QS. Ath Tholaq: 3).
Access all questions and much more by creating a free account
Create resources
Host any resource
Get auto-graded reports

Continue with Google

Continue with Email

Continue with Classlink

Continue with Clever
or continue with

Microsoft
%20(1).png)
Apple
Others
Already have an account?