
LITERASI BAHASA INDONESIA
Authored by Risna Rosida
World Languages
12th Grade

AI Actions
Add similar questions
Adjust reading levels
Convert to real-world scenario
Translate activity
More...
Content View
Student View
5 questions
Show all answers
1.
MULTIPLE CHOICE QUESTION
30 sec • 1 pt
Perhatikan wacana berikut dengan saksama!
Fenomena "FOMO" di Era Digital
Istilah "Fear of Missing Out" (FOMO) semakin populer seiring dengan masifnya penggunaan media sosial. FOMO adalah kecemasan atau ketakutan seseorang akan ketinggalan informasi, pengalaman, atau tren yang sedang terjadi di sekitar mereka, terutama yang dibagikan oleh orang lain di platform media sosial. Fenomena ini dapat memicu perasaan tidak puas, iri, dan bahkan depresi.
Paparan terus-menerus terhadap unggahan teman atau influencer yang tampak bahagia, sukses, atau sedang menikmati momen tertentu dapat menciptakan persepsi yang terdistorsi tentang realitas. Individu yang mengalami FOMO cenderung merasa bahwa kehidupan orang lain lebih baik atau lebih menarik daripada kehidupannya sendiri. Akibatnya, mereka terus-menerus memeriksa media sosial, merasa cemas jika tidak mengikuti perkembangan terbaru, dan terdorong untuk melakukan hal yang sama agar tidak merasa "ketinggalan."
Meskipun tampak sepele, FOMO dapat berdampak negatif pada kesehatan mental dan kesejahteraan individu. Kurangnya fokus pada diri sendiri dan kehidupan nyata, gangguan tidur akibat terus-menerus memeriksa notifikasi, serta tekanan untuk selalu tampil sempurna di media sosial adalah beberapa konsekuensi yang mungkin timbul. Kesadaran akan adanya fenomena ini dan upaya untuk membatasi paparan media sosial secara berlebihan menjadi langkah penting dalam menjaga kesehatan.
Makna tersirat dari istilah "FOMO" dalam konteks teks tersebut adalah ....
Keinginan kuat untuk selalu menjadi yang terdepan dalam segala hal.
Ketidakmampuan seseorang untuk menikmati momen saat ini karena khawatir tertinggal hal lain.
Strategi pemasaran yang efektif untuk menarik perhatian pengguna media sosial.
Bentuk adaptasi sosial terhadap perkembangan teknologi yang pesat.
Cara individu membangun citra diri yang positif di dunia maya.
2.
MULTIPLE CHOICE QUESTION
30 sec • 1 pt
Cermati ilustrasi berikut dengan saksama!
Dilema Penggunaan Media Sosial di Kalangan Remaja
Media sosial telah menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan remaja masa kini. Di satu sisi, platform ini menawarkan kemudahan dalam berkomunikasi, mencari informasi, dan mengembangkan kreativitas. Remaja dapat terhubung dengan teman sebaya, belajar hal baru melalui konten edukatif, dan bahkan membangun jaringan untuk masa depan.
Namun, di sisi lain, penggunaan media sosial yang berlebihan juga menyimpan berbagai risiko. Paparan terhadap konten negatif, seperti ujaran kebencian, perundungan siber, dan citra tubuh yang tidak realistis, dapat berdampak buruk pada kesehatan mental remaja. Selain itu, kecanduan media sosial dapat mengganggu fokus belajar, mengurangi interaksi sosial di dunia nyata, dan memicu perilaku konsumtif.
Orang tua dan pihak sekolah memiliki peran penting dalam membimbing remaja agar bijak dalam menggunakan media sosial. Literasi digital perlu ditanamkan sejak dini, sehingga remaja mampu memilah informasi, melindungi privasi, dan menyadari dampak dari setiap unggahan dan interaksi di dunia maya. Keseimbangan antara pemanfaatan positif dan pencegahan dampak negatif media sosial menjadi kunci bagi perkembangan remaja yang sehat dan produktif.
Inti permasalahan yang dibahas dalam teks tersebut adalah ….
Dampak positif media sosial terhadap perkembangan kognitif remaja.
Peran penting orang tua dalam mengenalkan media sosial kepada anak-anak.
Tantangan dalam menyeimbangkan manfaat dan risiko penggunaan media sosial bagi remaja.
Perbandingan antara media sosial dan media konvensional dalam menyampaikan informasi
Upaya pemerintah dalam membatasi akses remaja terhadap konten negatif di media sosial.
3.
MULTIPLE CHOICE QUESTION
30 sec • 1 pt
Cermati ilustrasi berikut dengan saksama!
Ekosistem Mangrove dan Peranannya dalam Mitigasi Perubahan Iklim
Ekosistem mangrove, hutan pasang surut yang kaya akan keanekaragaman hayati, memegang peranan krusial dalam menjaga keseimbangan lingkungan pesisir. Selain menjadi habitat bagi berbagai spesies flora dan fauna, mangrove juga memiliki kemampuan luar biasa dalam menyerap dan menyimpan karbon dioksida (CO2) dari atmosfer, bahkan lebih efektif dibandingkan hutan daratan. Karbon yang tersimpan dalam biomassa dan sedimen mangrove dikenal sebagai "karbon biru."
Degradasi hutan mangrove akibat alih fungsi lahan menjadi tambak, pemukiman, atau infrastruktur lainnya, melepaskan kembali karbon biru yang tersimpan ke atmosfer, memperparah efek rumah kaca dan mempercepat perubahan iklim. Selain itu, hilangnya mangrove juga mengurangi perlindungan alami terhadap abrasi pantai dan intrusi air laut, yang semakin mengancam wilayah pesisir akibat kenaikan permukaan air laut.
Upaya restorasi dan konservasi ekosistem mangrove menjadi sangat penting dalam mitigasi perubahan iklim dan adaptasi terhadap dampaknya. Pemerintah dan berbagai organisasi masyarakat sipil bekerja sama dalam program penanaman kembali mangrove, edukasi masyarakat pesisir, dan penegakan hukum terhadap perusak lingkungan. Kesadaran akan pentingnya ekosistem ini bagi keberlangsungan hidup manusia dan planet bumi perlu terus ditingkatkan.
Berdasarkan teks, manakah pernyataan berikut yang PALING tepat menggambarkan hubungan antara ekosistem mangrove dan perubahan iklim?
Degradasi mangrove secara langsung menyebabkan peningkatan suhu global yang signifikan.
Kemampuan mangrove dalam menyerap karbon biru menjadikannya solusi utama dalam mengatasi perubahan iklim.
Hilangnya mangrove mempercepat dampak perubahan iklim melalui pelepasan karbon dan berkurangnya perlindungan pesisir.
Restorasi mangrove adalah satu-satunya cara efektif untuk mengurangi emisi karbon dioksida secara global.
Ekosistem mangrove hanya berperan sebagai habitat alami tanpa kontribusi signifikan terhadap isu perubahan iklim.
4.
MULTIPLE CHOICE QUESTION
30 sec • 1 pt
Cermati ilustrasi berikut dengan saksama!
Bahasa Indonesia di Era Globalisasi: Antara Pelestarian dan Modernisasi
Globalisasi membawa pengaruh signifikan terhadap perkembangan Bahasa Indonesia. Di satu sisi, interaksi dengan bahasa dan budaya lain memperkaya kosakata dan gaya berbahasa. Di sisi lain, dominasi bahasa asing, terutama bahasa Inggris, menimbulkan tantangan dalam pelestarian identitas Bahasa Indonesia.
Upaya paling efektif untuk melestarikan Bahasa Indonesia di era globalisasi adalah ....
Melarang penggunaan bahasa asing di ruang publik.
Mendorong penggunaan bahasa Indonesia yang kreatif, inovatif, dan relevan dengan perkembangan zaman, serta menanamkan rasa cinta terhadap bahasa nasional sejak dini.
Memaksa semua orang untuk hanya menggunakan Bahasa Indonesia dalam semua situasi.
Mengisolasi diri dari pengaruh bahasa dan budaya asing.
Menganggap bahwa pelestarian bahasa adalah tanggung jawab para ahli bahasa saja.
5.
MULTIPLE CHOICE QUESTION
30 sec • 1 pt
Cermati kutipan teks berikut dengan saksama!
Istilah "resiliensi" dalam psikologi merujuk pada kemampuan individu untuk bangkit kembali dari kesulitan, adversity, atau trauma. Individu yang resilien tidak hanya mampu bertahan dalam situasi sulit, tetapi juga mampu belajar dan bertumbuh dari pengalaman tersebut. Faktor-faktor seperti dukungan sosial yang kuat, kemampuan regulasi emosi yang baik, dan pandangan hidup yang optimis berperan penting dalam membentuk resiliensi seseorang. Mengembangkan resiliensi dianggap krusial untuk kesehatan mental dan kemampuan adaptasi individu dalam menghadapi tantangan hidup yang tak terhindarkan.
Contoh kasus, seorang siswa mengalami kegagalan dalam kompetisi yang sangat diimpikannya. Berdasarkan konsep resiliensi dalam teks, tindakan manakah yang paling menunjukkan bahwa siswa tersebut memiliki resiliensi yang baik?
Menyalahkan diri sendiri secara berlebihan atas kegagalan tersebut.
Menarik diri dari interaksi sosial dan merasa putus asa.
Menganalisis penyebab kegagalan, belajar dari pengalaman, dan kembali mencoba di kesempatan lain.
Merasa iri dan menyalahkan peserta lain yang berhasil meraih kemenangan.
Menganggap kegagalan tersebut sebagai akhir dari segalanya dan menyerah pada impiannya.
Access all questions and much more by creating a free account
Create resources
Host any resource
Get auto-graded reports

Continue with Google

Continue with Email

Continue with Classlink

Continue with Clever
or continue with

Microsoft
%20(1).png)
Apple
Others
Already have an account?