
Soal Implementasi Bhinneka Tunggal Ika
Authored by Nopi Suhadianto
History
Professional Development
Used 1+ times

AI Actions
Add similar questions
Adjust reading levels
Convert to real-world scenario
Translate activity
More...
Content View
Student View
10 questions
Show all answers
1.
MULTIPLE CHOICE QUESTION
30 sec • 1 pt
Dalam konteks penanganan konflik horizontal berbasis SARA di masyarakat majemuk, implementasi nilai Bhinneka Tunggal Ika yang tepat oleh anggota Polri adalah:
Mengutamakan pendekatan hukum positif secara kaku tanpa mempertimbangkan aspek sosio-kultural
Melakukan mediasi dengan menekankan dominasi kelompok mayoritas untuk efektivitas resolusi
Menerapkan pendekatan multidimensional dengan mempertimbangkan aspek kultural, sosiologis, dan religius di samping aspek hukum
Mengedepankan penggunaan kekuatan paksa untuk mencegah eskalasi konflik
Membiarkan konflik diselesaikan oleh mekanisme sosial masyarakat tanpa intervensi aparat
2.
MULTIPLE CHOICE QUESTION
30 sec • 1 pt
Seorang anggota Polri menghadapi kompleksitas sosial di wilayah perbatasan dengan ragam etnis, agama, dan budaya yang dinamis. Strategi pemolisian yang paling mencerminkan nilai Bhinneka Tunggal Ika adalah:
Menjalankan program keamanan yang homogen untuk menghindari bias kultural
Melakukan pendekatan asimilasi budaya untuk mempercepat proses adaptasi
Mengembangkan model pemolisian komunitas (community policing) dengan sensitivitas kultural untuk membangun legitimasi dan kepercayaan publik
Memprioritaskan pendekatan pada kelompok mayoritas untuk efisiensi pengamanan
Menerapkan prinsip netralitas dengan mengabaikan aspek identitas kultural dalam operasi keamanan
3.
MULTIPLE CHOICE QUESTION
30 sec • 1 pt
Ketika berhadapan dengan komunitas adat tertentu yang memiliki mekanisme penyelesaian konflik dan sanksi adat yang telah berlangsung secara turun-temurun, seorang anggota Polri yang menginternalisasi nilai Bhinneka Tunggal Ika seharusnya:
Menolak mekanisme adat karena tidak memiliki dasar hukum formal
Mengadopsi seluruh mekanisme adat dan mengabaikan hukum positif negara
Mengidentifikasi titik temu antara hukum adat dan hukum positif untuk menciptakan pendekatan hybrid yang tetap menjunjung supremasi konstitusi
Menerima mekanisme adat hanya untuk pelanggaran ringan
Memaksakan penerapan KUHP secara rigid tanpa mempertimbangkan konteks lokal
4.
MULTIPLE CHOICE QUESTION
30 sec • 1 pt
Dalam menyikapi fenomena radikalisme dan intoleransi yang mengancam kerukunan masyarakat majemuk, tindakan preventif berbasis implementasi nilai Bhinneka Tunggal Ika yang tepat oleh anggota Polri adalah:
Melakukan pemantauan ketat terhadap kelompok-kelompok keagamaan tertentu secara diskriminatif
Mengembangkan program deteksi dini dan pencegahan ekstremisme dengan pendekatan kolaboratif, melibatkan tokoh masyarakat lintas identitas
Menerapkan kebijakan pembatasan aktivitas keagamaan di ruang publik
Menoleransi ujaran kebencian berbasis SARA selama tidak menimbulkan kerusuhan fisik
Membuat kategorisasi wilayah berdasarkan tingkat kerawanan konflik SARA tanpa tindak lanjut preventif
5.
MULTIPLE CHOICE QUESTION
30 sec • 1 pt
Ketika mendapatkan penugasan di daerah konflik dengan riwayat ketegangan etno-religius yang kompleks, pendekatan yang paling sesuai dengan semangat Bhinneka Tunggal Ika adalah:
Mempelajari secara mendalam peta konflik, struktur sosial, dan dinamika kultural masyarakat setempat untuk merumuskan pendekatan keamanan yang kontekstual dan sensitif
Menerapkan prosedur operasi standar yang uniform di seluruh wilayah konflik
Melakukan pendekatan koersif untuk menciptakan efek jera bagi pihak-pihak yang berkonflik
Melokalisasi konflik dengan membatasi interaksi antar kelompok yang berbeda identitas
Mengimplementasikan kebijakan relokasi untuk kelompok minoritas demi efektivitas pengamanan
6.
MULTIPLE CHOICE QUESTION
30 sec • 1 pt
Dalam mengimplementasikan perlindungan Hak Asasi Manusia terhadap kelompok minoritas dan rentan, seorang anggota Polri yang memahami esensi Bhinneka Tunggal Ika akan:
Memberikan perlindungan hukum khusus yang melebihi standar bagi kelompok minoritas
Menyerahkan tanggung jawab perlindungan kepada mekanisme sosial masyarakat
Mengembangkan protokol khusus perlindungan yang bersifat afirmatif tanpa mengorbankan prinsip kesetaraan di hadapan hukum
Memberlakukan perlindungan hanya jika diminta secara resmi oleh kelompok minoritas
Memprioritaskan stabilitas sosial di atas perlindungan hak-hak minoritas
7.
MULTIPLE CHOICE QUESTION
30 sec • 1 pt
Dalam konteks resolusi konflik yang melibatkan masyarakat adat dan perusahaan multinasional di wilayah dengan sumber daya alam melimpah, implementasi nilai Bhinneka Tunggal Ika oleh anggota Polri tercermin dalam:
Berpihak pada kepentingan investasi demi pembangunan ekonomi nasional
Mengutamakan kepentingan masyarakat adat dengan mengabaikan aspek legalitas formal
Memfasilitasi dialog multipihak dengan memperhatikan keseimbangan antara aspek legalitas formal, hak-hak masyarakat adat, dan kepentingan pembangunan berkelanjutan
Menerapkan pendekatan represif untuk mencegah aksi-aksi penolakan yang mengganggu stabilitas investasi
Menghindari keterlibatan dalam konflik tersebut karena dianggap sebagai persoalan perdata
Access all questions and much more by creating a free account
Create resources
Host any resource
Get auto-graded reports

Continue with Google

Continue with Email

Continue with Classlink

Continue with Clever
or continue with

Microsoft
%20(1).png)
Apple
Others
Already have an account?