
Gaya Bahasa
Authored by Hamid ,
World Languages
8th Grade
Used 1+ times

AI Actions
Add similar questions
Adjust reading levels
Convert to real-world scenario
Translate activity
More...
Content View
Student View
10 questions
Show all answers
1.
MULTIPLE CHOICE QUESTION
30 sec • 1 pt
Cermati puisi berikut ini!
Tanpa Mula, Tanpa Akhir
Karya Fiersa Besari
Aku senang wangimu yang tertinggal,
Di sela kalimat manis yang berpenggal-penggal,
Di antara reruntuhan kenangan yang membatu,
Wangimu, sayangku, adalah sebuah mesin waktu...
Aku suka matamu yang coklat penuh hasrat,
Membuat melangkah pergi darimu terasa sangat berat,
Dengan mata itu kau memandang alam semesta,
Dengan mata itu pula kau menjadikanku tak mampu berkata apa-apa.
Aku benci senyummu yang dipenuhi zat adiktif,
Sampai aku tak tahu lagi mana yang fakta, mana yang fiktif,
Senyum seindah senja itu tak pernah gagal membuatku gelagapan,
Membias jingga sebelum akhirnya menggiringku ke kegelapan.
Aku rindu sosokmu yang memberitahu aku bahwa cinta terpendam,
Adalah bahasa keheningan dengan hati yang saling menggenggam,
Jadi, apakah salah jika selalu namamu yang terukir?
Meski rasa ini tanpa nama, tanpa sebab, tanpa mula, tanpa akhir?
Perhatikan kutipan berikut:
“Dengan mata itu kau memandang alam semesta,
Dengan mata itu pula kau menjadikanku tak mampu berkata apa-apa.”
Dalam kutipan puisi tersebut, gaya bahasa yang digunakan adalah ……
Simile
Metafora
Hiperbola
Personifikasi
2.
MULTIPLE CHOICE QUESTION
30 sec • 1 pt
Cermati puisi berikut ini!
Tanpa Mula, Tanpa Akhir
Karya Fiersa Besari
Aku senang wangimu yang tertinggal,
Di sela kalimat manis yang berpenggal-penggal,
Di antara reruntuhan kenangan yang membatu,
Wangimu, sayangku, adalah sebuah mesin waktu...
Aku suka matamu yang coklat penuh hasrat,
Membuat melangkah pergi darimu terasa sangat berat,
Dengan mata itu kau memandang alam semesta,
Dengan mata itu pula kau menjadikanku tak mampu berkata apa-apa.
Aku benci senyummu yang dipenuhi zat adiktif,
Sampai aku tak tahu lagi mana yang fakta, mana yang fiktif,
Senyum seindah senja itu tak pernah gagal membuatku gelagapan,
Membias jingga sebelum akhirnya menggiringku ke kegelapan.
Aku rindu sosokmu yang memberitahu aku bahwa cinta terpendam,
Adalah bahasa keheningan dengan hati yang saling menggenggam,
Jadi, apakah salah jika selalu namamu yang terukir?
Meski rasa ini tanpa nama, tanpa sebab, tanpa mula, tanpa akhir?
Perhatikan kutipan berikut:
“Aku rindu sosokmu yang memberitahu aku bahwa cinta terpendam,
Adalah bahasa keheningan dengan hati yang saling menggenggam,
Jadi, apakah salah jika selalu namamu yang terukir?
Meski rasa ini tanpa nama, tanpa sebab, tanpa mula, tanpa akhir?”
Dalam bait tersebut, terdapat perpaduan beberapa gaya bahasa. Gaya bahasa yang dominan digunakan dalam bait tersebut adalah …..
Metafora dan simile
Simile dan hiperbola
Metafora dan personifikasi
Hiperbola dan personifikasi
3.
MULTIPLE CHOICE QUESTION
30 sec • 1 pt
Cermati puisi berikut ini!
Tanpa Mula, Tanpa Akhir
Karya Fiersa Besari
Aku senang wangimu yang tertinggal,
Di sela kalimat manis yang berpenggal-penggal,
Di antara reruntuhan kenangan yang membatu,
Wangimu, sayangku, adalah sebuah mesin waktu...
Aku suka matamu yang coklat penuh hasrat,
Membuat melangkah pergi darimu terasa sangat berat,
Dengan mata itu kau memandang alam semesta,
Dengan mata itu pula kau menjadikanku tak mampu berkata apa-apa.
Aku benci senyummu yang dipenuhi zat adiktif,
Sampai aku tak tahu lagi mana yang fakta, mana yang fiktif,
Senyum seindah senja itu tak pernah gagal membuatku gelagapan,
Membias jingga sebelum akhirnya menggiringku ke kegelapan.
Aku rindu sosokmu yang memberitahu aku bahwa cinta terpendam,
Adalah bahasa keheningan dengan hati yang saling menggenggam,
Jadi, apakah salah jika selalu namamu yang terukir?
Meski rasa ini tanpa nama, tanpa sebab, tanpa mula, tanpa akhir?
Perhatikan kutipan berikut:
“Aku benci senyummu yang dipenuhi zat adiktif,
Sampai aku tak tahu lagi mana yang fakta, mana yang fiktif...”
Makna penggunaan gaya hiperbola dalam penggalan puisi tersebut adalah untuk...
Melebih-lebihkan efek senyuman kekasih terhadap logika penulis.
Mewakili keterkejutan penulis terhadap senyuman kekasih.
Menunjukkan bahwa senyuman kekasih penuh kepalsuan.
Menyindir senyum kekasih yang terlalu dibuat-buat.
4.
MULTIPLE CHOICE QUESTION
30 sec • 1 pt
Cermati puisi berikut ini!
Tanpa Mula, Tanpa Akhir
Karya Fiersa Besari
Aku senang wangimu yang tertinggal,
Di sela kalimat manis yang berpenggal-penggal,
Di antara reruntuhan kenangan yang membatu,
Wangimu, sayangku, adalah sebuah mesin waktu...
Aku suka matamu yang coklat penuh hasrat,
Membuat melangkah pergi darimu terasa sangat berat,
Dengan mata itu kau memandang alam semesta,
Dengan mata itu pula kau menjadikanku tak mampu berkata apa-apa.
Aku benci senyummu yang dipenuhi zat adiktif,
Sampai aku tak tahu lagi mana yang fakta, mana yang fiktif,
Senyum seindah senja itu tak pernah gagal membuatku gelagapan,
Membias jingga sebelum akhirnya menggiringku ke kegelapan.
Aku rindu sosokmu yang memberitahu aku bahwa cinta terpendam,
Adalah bahasa keheningan dengan hati yang saling menggenggam,
Jadi, apakah salah jika selalu namamu yang terukir?
Meski rasa ini tanpa nama, tanpa sebab, tanpa mula, tanpa akhir?
Perhatikan kutipan berikut:
“Wangimu, sayangku, adalah sebuah mesin waktu...”
Makna gaya bahasa dalam kutipan tersebut menunjukkan bahwa...
Wangi kekasih membawa penulis pada kenangan masa lalu.
Aroma itu begitu kuat hingga mengubah persepsi waktu.
Aroma kekasih membuat waktu terasa berhenti sejenak.
Mesin waktu melambangkan kekuatan cinta kekasih.
5.
MULTIPLE CHOICE QUESTION
30 sec • 1 pt
Cermati puisi berikut ini!
Kedai Kopi
Karya Aan Mansyur
tiap pagi aku ke kedai kopi dekat rumah
mencuri dengar kenyataan berhamburan
dari pikiran yang lebam & belum berhenti
mencari
“semalam di dalam mimpi aku bertemu tuhan
untuk aku sembah. dia bernama sakit yang tidak
mau sembuh.”
“aku meragukan tuhan. tetapi aku punya istri
& dua anak perempuan & ibuku semakin sering
diserang keinginan menghindar dari kata-kata
& negara tidak berhenti membunuh kita.”
“segelas kopi yang kugenggam sembari mengenang
hidupku yang terhapus adalah tuhan yang hangat.”
“aku sendiri. tuhan sendiri. aku masih berharap
dia mau berteman baik denganku.”
“apakah tuhan lebih dekat dari hidupku atau matiku?”
kerap kubayangkan diriku penyair. misalnya, pagi ini:
aku memungut mayat-mayat tuhan yang berjatuhan
di antara gelas-gelas kopi & aku ingin menulis puisi
tetapi menulis puisi berarti mengubah
setumpuk abu jadi hutan; berarti merebut bahasa
yang telah lama kembali ke mulut tuhan.
Berdasarkan teks, larik yang menggunakan majas hiperbola adalah …..
aku bertemu tuhan bernama sakit yang tidak mau sembuh
tuhan adalah segelas kopi yang hangat
aku memungut mayat-mayat tuhan
negara tidak berhenti membunuh kita
6.
MULTIPLE CHOICE QUESTION
30 sec • 1 pt
Cermati puisi berikut ini!
Kedai Kopi
Karya Aan Mansyur
tiap pagi aku ke kedai kopi dekat rumah
mencuri dengar kenyataan berhamburan
dari pikiran yang lebam & belum berhenti
mencari
“semalam di dalam mimpi aku bertemu tuhan
untuk aku sembah. dia bernama sakit yang tidak
mau sembuh.”
“aku meragukan tuhan. tetapi aku punya istri
& dua anak perempuan & ibuku semakin sering
diserang keinginan menghindar dari kata-kata
& negara tidak berhenti membunuh kita.”
“segelas kopi yang kugenggam sembari mengenang
hidupku yang terhapus adalah tuhan yang hangat.”
“aku sendiri. tuhan sendiri. aku masih berharap
dia mau berteman baik denganku.”
“apakah tuhan lebih dekat dari hidupku atau matiku?”
kerap kubayangkan diriku penyair. misalnya, pagi ini:
aku memungut mayat-mayat tuhan yang berjatuhan
di antara gelas-gelas kopi & aku ingin menulis puisi
tetapi menulis puisi berarti mengubah
setumpuk abu jadi hutan; berarti merebut bahasa
yang telah lama kembali ke mulut tuhan.
Perhatikan larik puisi berikut:
“menulis puisi berarti mengubah setumpuk abu jadi hutan”
Jika kamu diminta menulis ulang larik tersebut menjadi larik dengan gaya bahasa simile, larik yang paling tepat menuturmu adalah …….
Menulis puisi adalah kehancuran yang indah.
Menulis puisi seperti menanam hutan di atas abu.
Menulis puisi itu seperti membakar hutan jadi abu.
Menulis puisi berarti menyapu debu Tuhan di angkasa.
7.
MULTIPLE CHOICE QUESTION
30 sec • 1 pt
Cermati puisi berikut!
Berbekal Sehelai Rambut
Karya Faisal Oddang
Kelak kau bisa membawanya ke salon terbaik
sekadar keramas atau merawat bulu mata yang
habis karena kau rindukan, tetapi
sebelum berangkat bawalah rambutku ini
rambut yang dicuci dengan bunga tujuh rupa,
rambut yang sama akan kau temukan tumbuh
di kepalanya–kepala yang ditumbuhi ingatan
tentang benua yang jauh, perahu layar, angin limbubu,
lelaki berbulu, dan iringan-iringan orang Luwu
yang datang tanpa undangan.
Kau berencana ke seberang benua dan kayu dari Mangkutu
telah berubah jadi perahu, sudahkah kautemukan
nahkoda yang tahu nama nabi untuk ombak dan badai?
Semua hari adalah hari baik bagi pelayaranmu,
tak kau perlukan bernapas lewat lubang hidung kirimu
meski kau akan berangkat untuk seorang gadis.
Begitulah hingga perahu diamuk badai dan kau
korbankan sejumlah budak dan Orosada untuk lautan.
Di depan sana, anjungan menyambutmu tanpa lengan terbuka
apalagi kalungan bunga, tetapi niatmu liut dan sehelai
rambut di sakumu masih menguarkan aroma bunga.
Dalam puisi terdapat larik "rambut yang dicuci dengan bunga tujuh rupa", gaya bahasa yang digunakan larik tersebut adalah ….
Personifikasi
Hiperbola
Metafora
Simile
Access all questions and much more by creating a free account
Create resources
Host any resource
Get auto-graded reports

Continue with Google

Continue with Email

Continue with Classlink

Continue with Clever
or continue with

Microsoft
%20(1).png)
Apple
Others
Already have an account?