
TO 1 MANDIRI_PPG 2025 AKIDAH AKHLAK
Authored by MUHAMMAD HISYAM
Education
Professional Development
Used 3+ times

AI Actions
Add similar questions
Adjust reading levels
Convert to real-world scenario
Translate activity
More...
Content View
Student View
50 questions
Show all answers
1.
MULTIPLE CHOICE QUESTION
2 mins • 2 pts
Dalam perjalanannya, Akidah Islam telah menjadi fondasi utama bagi seluruh ajaran Islam yang lain, baik dalam aspek ibadah, muamalah, maupun akhlak. Akidah Islam merupakan keyakinan dasar yang meneguhkan keesaan Allah, kenabian Muhammad, dan kebenaran ajaran Islam, serta mendorong umat Islam untuk berpegang teguh pada prinsip-prinsip keimanan dalam seluruh aspek kehidupan. Tanpa akidah yang kuat, praktik keislaman hanya menjadi ritual kosong tanpa makna spiritual yang mendalam. Oleh sebab itu, pendidikan akidah sejak dini sangat penting untuk membentuk generasi muslim yang memiliki keimanan kokoh, ketakwaan tinggi, dan akhlak mulia. Seorang pendidik perlu merumuskan tujuan pembelajaran di ranah sikap yang sesuai agar peserta didik tidak hanya memahami aspek kognitif dari akidah, tetapi juga menginternalisasikan nilai-nilainya dalam perilaku sehari-hari. Berdasarkan uraian di atas, rumusan tujuan pembelajaran ranah sikap yang PALING sesuai dengan indikator supaya peserta didik dapat meningkatkan keimanan, ketakwaan, dan akhlak mulia adalah:
2.
MULTIPLE CHOICE QUESTION
2 mins • 2 pts
Asmaul Husna merupakan istilah dalam Islam yang merujuk pada nama-nama Allah yang indah dan agung, yang masing-masing mengandung makna dan sifat-sifat kesempurnaan Allah. Pemahaman terhadap Asmaul Husna tidak hanya penting untuk mempertebal iman, tetapi juga sebagai dasar untuk berpikir kritis dalam memahami hakikat ketuhanan dan hubungan manusia dengan Tuhannya. Dalam pembelajaran Asmaul Husna, peserta didik diarahkan untuk tidak sekadar menghafal nama-nama tersebut, tetapi juga untuk menganalisis maknanya, membandingkan satu sifat dengan sifat lainnya, serta mengkaji relevansi Asmaul Husna dalam kehidupan manusia sehari-hari. Oleh karena itu, perumusan tujuan pembelajaran harus mampu mendorong peserta didik untuk berpikir mendalam, analitis, dan reflektif. Berdasarkan narasi di atas, rumusan tujuan pembelajaran ranah pengetahuan yang PALING sesuai untuk mendukung indikator berpikir kritis dalam memahami konsep dasar Asmaul Husna adalah:
3.
MULTIPLE CHOICE QUESTION
2 mins • 2 pts
Dalam ajaran Islam, akhlak memiliki posisi yang sangat fundamental. Akhlak tidak hanya merupakan pelengkap keimanan, melainkan juga menjadi manifestasi nyata dari keimanan seseorang. Rasulullah SAW diutus ke dunia salah satunya untuk menyempurnakan akhlak manusia, sebagaimana sabdanya, "Sesungguhnya aku diutus untuk menyempurnakan kemuliaan akhlak." (HR. Ahmad). Akhlak Islam mencakup hubungan manusia dengan Tuhannya, sesama manusia, dan makhluk lain, serta dengan dirinya sendiri. Salah satu bentuk nyata akhlak mulia dalam kehidupan sosial adalah semangat gotong royong, yaitu saling membantu dalam kebaikan dan membangun kebersamaan yang harmonis dalam masyarakat. Dalam proses pendidikan, pembelajaran akhlak harus difokuskan bukan hanya pada aspek pengetahuan, tetapi juga keterampilan sosial yang aplikatif. Seorang pendidik perlu merumuskan tujuan pembelajaran yang dapat menumbuhkan keterampilan bekerja sama secara ikhlas dan efektif, membangun sinergi, dan memperkuat ikatan sosial antar peserta didik melalui aktivitas gotong royong. Berdasarkan narasi tersebut, rumusan tujuan pembelajaran ranah keterampilan yang PALING sesuai untuk mendukung indikator semangat gotong royong peserta didik adalah:
4.
MULTIPLE CHOICE QUESTION
2 mins • 2 pts
Ilmu kalam sebagai cabang ilmu dalam tradisi keislaman telah melahirkan beragam aliran pemikiran, seperti Asy’ariyah, Maturidiyah, Mu’tazilah, dan Salafiyah, yang masing-masing memiliki pendekatan berbeda dalam memahami konsep ketuhanan, sifat-sifat Allah, dan hubungan antara akal dan wahyu. Meskipun terdapat perbedaan yang signifikan, semua aliran tersebut berkembang dalam konteks keilmuan Islam dan berkontribusi terhadap dinamika pemikiran teologis umat Islam. Dalam realitas sosial-keagamaan, perbedaan ini sering kali menimbulkan perdebatan bahkan konflik apabila tidak disikapi dengan bijaksana. Oleh karena itu, peserta didik perlu diarahkan untuk memiliki sikap yang menghargai warisan tradisi, terbuka terhadap keberagaman pandangan, dan mampu mengambil hikmah dari perbedaan tersebut. Dalam menyusun tujuan pembelajaran, guru perlu merumuskan indikator ranah sikap yang mendorong peserta didik untuk mengembangkan penerimaan terhadap tradisi keilmuan Islam tanpa bersikap eksklusif atau fanatik terhadap satu pandangan saja. Berdasarkan narasi tersebut, rumusan indikator tujuan pembelajaran ranah sikap yang PALING sesuai agar peserta didik memiliki penerimaan terhadap tradisi adalah:
5.
MULTIPLE CHOICE QUESTION
2 mins • 2 pts
Tasawuf merupakan cabang ilmu dalam tradisi Islam yang membahas tentang penyucian jiwa, pembinaan akhlak, dan pendekatan diri kepada Allah melalui jalan spiritualitas yang berlandaskan Al-Qur'an dan Sunnah. Objek pembahasan tasawuf meliputi aspek batiniah manusia, seperti hati, ruh, nafsu, dan hubungan makhluk dengan Khaliknya. Dalil tentang pentingnya pembersihan jiwa terdapat dalam firman Allah: "Sesungguhnya beruntunglah orang yang menyucikan jiwanya, dan sesungguhnya merugilah orang yang mengotorinya" (QS. Asy-Syams: 9-10). Dengan memahami objek pembahasan tasawuf, peserta didik diharapkan tidak hanya mengetahui konsep-konsep dasar secara teoritis, tetapi juga mampu mengembangkan pola pikir yang dinamis dan inovatif dalam memahami dinamika kehidupan spiritual dalam konteks kekinian. Oleh karena itu, rumusan indikator tujuan pembelajaran harus mendorong peserta didik untuk mampu mengeksplorasi konsep-konsep baru yang relevan dengan nilai-nilai tasawuf dalam kehidupan modern. Berdasarkan narasi tersebut, rumusan indikator tujuan pembelajaran ranah pengetahuan yang PALING sesuai agar peserta didik memiliki kemampuan berpikir dinamis dan inovatif adalah:
6.
MULTIPLE CHOICE QUESTION
2 mins • 2 pts
Dalam proses merancang tujuan pembelajaran untuk materi Aqidah Islam, khususnya tentang "Allah dan Kemaha-Esa-an Allah," guru perlu mempertimbangkan struktur keilmuan yang mengorganisasikan materi secara logis dan sistematis, sehingga peserta didik dapat memahami konsep tauhid dengan benar. Dalam pendekatan Problem-Based Learning (PBL), guru mendorong peserta didik untuk berpartisipasi aktif dalam menemukan konsep melalui pemecahan masalah yang kontekstual. Hal ini menuntut guru untuk tidak hanya merancang tujuan yang sekadar menghafal dalil tentang keesaan Allah, melainkan juga mendorong peserta didik untuk mampu menganalisis keterkaitan konsep tauhid dengan fenomena kehidupan sehari-hari. Perencanaan tujuan harus disesuaikan dengan karakteristik peserta didik, seperti tingkat perkembangan berpikir, latar belakang sosial, dan kebutuhan belajar, agar tujuan pembelajaran menjadi relevan dan bermakna. Berdasarkan narasi tersebut, rumusan kegiatan perencanaan tujuan pembelajaran yang PALING sesuai dengan struktur keilmuan dan karakteristik peserta didik untuk materi "Allah dan Kemaha-Esa-an Allah" dalam pendekatan PBL adalah:
7.
MULTIPLE CHOICE QUESTION
2 mins • 2 pts
Dalam pelaksanaan tujuan pembelajaran pada materi Asmaul Husna dengan pendekatan Project-Based Learning (PjBL), guru dituntut untuk memfasilitasi peserta didik dalam proses eksplorasi makna mendalam dari nama-nama Allah yang agung, serta bagaimana sifat-sifat Allah tersebut berimplikasi terhadap pembentukan karakter mulia. Guru tidak hanya menyampaikan definisi nama-nama Allah secara verbal, melainkan mengarahkan peserta didik untuk menganalisis makna setiap sifat Asmaul Husna berdasarkan struktur keilmuan, yakni dengan memahami aspek ontologis (hakikat), epistemologis (sumber pengetahuan), dan aksiologis (nilai guna) dari masing-masing sifat Allah. Dalam pendekatan PjBL, peserta didik diajak untuk mengkaji kasus nyata di masyarakat yang dapat direfleksikan berdasarkan pemahaman terhadap Asmaul Husna, serta mengembangkan proyek kreatif yang menunjukkan aplikasi nilai-nilai tersebut dalam kehidupan sehari-hari. Pelaksanaan pembelajaran juga harus mempertimbangkan karakteristik peserta didik seperti kemampuan berpikir, kreativitas, dan latar belakang sosial-budaya. Berdasarkan narasi tersebut, aktivitas guru dalam pelaksanaan tujuan pembelajaran yang PALING sesuai untuk memfasilitasi analisis materi ajar "makna dan sifat Asmaul Husna" berdasarkan struktur keilmuan dan karakteristik peserta didik adalah:
Access all questions and much more by creating a free account
Create resources
Host any resource
Get auto-graded reports

Continue with Google

Continue with Email

Continue with Classlink

Continue with Clever
or continue with

Microsoft
%20(1).png)
Apple
Others
Already have an account?
Similar Resources on Wayground
50 questions
Simulasi CAT Panwaslu Kecamatan 2024 - 02
Quiz
•
Professional Development
50 questions
Germanauraid A1.1 - Evaluasi Akhir
Quiz
•
KG - Professional Dev...
50 questions
Cerdas Cermat Besama Mama Papa
Quiz
•
Professional Development
50 questions
Skill Pertanian bag 9
Quiz
•
KG - Professional Dev...
50 questions
Latihan MOOC
Quiz
•
10th Grade - Professi...
51 questions
SOAL PRETEST GELADIAN PIMPINAN REGU DAN SANGGA
Quiz
•
Professional Development
50 questions
Soal PAS BAHASA INDONESIA Kelas IX
Quiz
•
10th Grade - Professi...
Popular Resources on Wayground
8 questions
2 Step Word Problems
Quiz
•
KG - University
20 questions
Comparing Fractions
Quiz
•
4th Grade
15 questions
Fractions on a Number Line
Quiz
•
3rd Grade
20 questions
Equivalent Fractions
Quiz
•
3rd Grade
25 questions
Multiplication Facts
Quiz
•
5th Grade
10 questions
Latin Bases claus(clois,clos, clud, clus) and ped
Quiz
•
6th - 8th Grade
22 questions
fractions
Quiz
•
3rd Grade
7 questions
The Story of Books
Quiz
•
6th - 8th Grade