Search Header Logo

Soal UMKM dan Ekonomi

Authored by Ardiansyah Japlani

Business

University

Used 1+ times

Soal UMKM dan Ekonomi
AI

AI Actions

Add similar questions

Adjust reading levels

Convert to real-world scenario

Translate activity

More...

    Content View

    Student View

25 questions

Show all answers

1.

MULTIPLE CHOICE QUESTION

30 sec • 4 pts

Dalam situasi krisis ekonomi, UMKM kerap disebut sebagai "benteng terakhir" yang mampu bertahan dan menjadi penyelamat perekonomian. Faktor apa yang paling berkontribusi terhadap daya tahan UMKM saat krisis seperti tahun 1998 atau 2008?

Dukungan modal tak terbatas dari pemerintah kepada setiap UMKM saat krisis.

Keterlibatan UMKM terutama di sektor ekspor yang kebal terhadap krisis domestik.

Skala usahanya yang kecil dan fleksibel sehingga cepat beradaptasi dengan perubahan pasar.

Mayoritas UMKM dimiliki konglomerat besar yang menjamin keberlangsungan usahanya.

2.

MULTIPLE CHOICE QUESTION

30 sec • 4 pts

UMKM berperan penting dalam pemerataan ekonomi. Manakah skenario yang paling mencerminkan kontribusi UMKM dalam mengurangi kesenjangan ekonomi antara daerah dan kota?

Sebuah perusahaan multinasional membuka kantor pusatnya di ibu kota dan mempekerjakan ratusan pegawai.

Koperasi kerajinan di desa terpencil berhasil menciptakan lapangan kerja lokal sehingga penduduk tidak perlu merantau ke kota.

Pemerintah membangun jalan tol trans-nasional tanpa melibatkan partisipasi usaha lokal.

Produk impor murah membanjiri pasar desa dan membuat produk UMKM lokal tersingkir.

3.

MULTIPLE CHOICE QUESTION

30 sec • 4 pts

Inovasi pada tingkat akar rumput sering lahir dari UMKM. Apa yang memungkinkan UMKM mendorong inovasi lebih cepat dibandingkan perusahaan besar?

Dana R&D (penelitian dan pengembangan) UMKM jauh lebih besar daripada perusahaan besar.

UMKM beroperasi di sektor informal sehingga bebas dari kewajiban standar apa pun.

UMKM memiliki tenaga kerja berlebihan yang bisa dialihkan untuk eksperimen.

Struktur organisasi UMKM yang sederhana memudahkan percobaan ide baru dengan risiko lebih rendah dan birokrasi minimal.

4.

MULTIPLE CHOICE QUESTION

30 sec • 4 pts

Pemerintah Indonesia menerapkan kebijakan Pajak Penghasilan (PPh) Final 0,5% bagi UMKM dengan omzet sampai Rp4,8 miliar per tahun. Bagaimana kebijakan ini mendukung perkembangan UMKM?

Meringankan beban pajak dan menyederhanakan administrasi, sehingga UMKM dapat memenuhi kewajiban pajak dengan lebih mudah dan murah.

Memberikan pengecualian pajak total bagi semua UMKM tanpa syarat apa pun.

Mengharuskan UMKM membayar pajak yang sama seperti perusahaan besar namun ditunda 5 tahun.

Memindahkan kewajiban pajak UMKM kepada konsumen akhir secara langsung.

5.

MULTIPLE CHOICE QUESTION

30 sec • 4 pts

Salah satu langkah pemerintah untuk mendukung UMKM adalah mewajibkan minimal 40% anggaran pengadaan barang/jasa pemerintah dialokasikan untuk produk UMKM. Apa tujuan utama dari kebijakan ini?

Menurunkan kualitas barang pengadaan demi menyerap produk UMKM lokal.

Membuka akses pasar yang lebih luas bagi UMKM melalui proyek-proyek pemerintah dan mendorong pendapatan UMKM.

Melarang perusahaan besar berpartisipasi dalam tender pemerintah apa pun.

Menjamin setiap UMKM memenangkan tender meskipun harganya tidak kompetitif.

6.

MULTIPLE CHOICE QUESTION

30 sec • 4 pts

Kredit Usaha Rakyat (KUR) dengan bunga rendah dan program Ultra Mikro adalah contoh dukungan pemerintah di bidang pembiayaan. Permasalahan utama UMKM apa yang hendak diatasi melalui program KUR ini?

Kurangnya literasi digital pelaku UMKM dalam memasarkan produk.

Keterbatasan inovasi produk lokal dibanding produk impor.

Sulitnya UMKM mendapatkan akses pembiayaan formal yang terjangkau untuk modal usaha.

Tingginya beban pajak UMKM yang baru merintis usahanya.

7.

MULTIPLE CHOICE QUESTION

30 sec • 4 pts

Apa penyebab utama dari kurang efektifnya program pelatihan UMKM tersebut?

Materi pelatihan UMKM selalu terlalu sederhana dan hanya membahas topik keuangan.

Topik dan metode pelatihan sering kurang tepat sasaran sehingga tidak sesuai dengan kebutuhan nyata UMKM di lapangan.

Peserta UMKM umumnya sudah ahli, sehingga pelatihan dianggap tidak diperlukan lagi.

Jumlah pelatihan terlalu sedikit; kebanyakan UMKM tidak pernah mendapat kesempatan mengikuti program apa pun.

Access all questions and much more by creating a free account

Create resources

Host any resource

Get auto-graded reports

Google

Continue with Google

Email

Continue with Email

Classlink

Continue with Classlink

Clever

Continue with Clever

or continue with

Microsoft

Microsoft

Apple

Apple

Others

Others

Already have an account?