
Pertanyaan Refleksi BKSN 2
Authored by Marselus Sunardi
Religious Studies
Professional Development
Used 4+ times

AI Actions
Add similar questions
Adjust reading levels
Convert to real-world scenario
Translate activity
More...
Content View
Student View
5 questions
Show all answers
1.
MULTIPLE CHOICE QUESTION
30 sec • 1 pt
Kapankah firman Tuhan datang kepada Nabi Zakharia? (ay.1)
Tahun ketujuh pemerintahan Raja Darius
Tahun keempat pemerintahan Raja Darius
Tahun pertama pemerintahan Raja Koresh
Tahun kesepuluh pemerintahan Raja Nebukadnezar
Answer explanation
Firman Tuhan datang pada waktu tertentu (ay.1)
Makna: Tuhan berbicara pada saat yang tepat untuk mengingatkan umat-Nya.
Kaitan: Relasi dengan sesama perlu terus diperbarui sesuai situasi hidup kita saat ini. Tuhan pun menegur kita di “masa kini” agar kita memperbaiki hubungan yang mungkin sudah renggang, acuh, atau penuh formalitas.
Makna: Tuhan berbicara pada saat yang tepat untuk mengingatkan umat-Nya.
Kaitan: Relasi dengan sesama perlu terus diperbarui sesuai situasi hidup kita saat ini. Tuhan pun menegur kita di “masa kini” agar kita memperbaiki hubungan yang mungkin sudah renggang, acuh, atau penuh formalitas.
2.
MULTIPLE CHOICE QUESTION
30 sec • 1 pt
Peristiwa apa yang melatarbelakangi datangnya firman Tuhan ini? (ay.2-3)
Bangsa Israel bertanya tentang membangun kembali Bait Allah
Penduduk Betel bertanya apakah harus tetap berpuasa
Raja Darius memerintahkan puasa untuk seluruh rakyat
Orang-orang Yerusalem merayakan pesta panen
Answer explanation
Pertanyaan umat tentang puasa (ay.2-3)
Makna: Umat sibuk dengan ritual (puasa), tapi lupa esensi.
Kaitan: Dalam relasi dengan sesama, kita juga kadang lebih mementingkan “aturan” atau “tampilan luar” daripada kasih yang nyata. Pembaruan berarti menempatkan kasih sebagai pusat, bukan sekadar kewajiban.
Makna: Umat sibuk dengan ritual (puasa), tapi lupa esensi.
Kaitan: Dalam relasi dengan sesama, kita juga kadang lebih mementingkan “aturan” atau “tampilan luar” daripada kasih yang nyata. Pembaruan berarti menempatkan kasih sebagai pusat, bukan sekadar kewajiban.
3.
MULTIPLE CHOICE QUESTION
30 sec • 1 pt
Mengapa puasa orang Yahudi tidak disukai Tuhan? (ay.5-6)
Karena dilakukan terlalu sering
Karena mereka tidak berdoa saat berpuasa
Karena mereka berpuasa hanya untuk diri sendiri
Karena tidak dilakukan di Bait Allah
Answer explanation
Puasa yang tidak berkenan (ay.5-6)
Makna: Jika ibadah hanya untuk diri sendiri, Tuhan tidak berkenan.
Kaitan: Hubungan dengan sesama bisa diperbarui bila kita sadar: doa dan puasa harus mengubah hati → dari egois menjadi peduli.
Makna: Jika ibadah hanya untuk diri sendiri, Tuhan tidak berkenan.
Kaitan: Hubungan dengan sesama bisa diperbarui bila kita sadar: doa dan puasa harus mengubah hati → dari egois menjadi peduli.
4.
MULTIPLE CHOICE QUESTION
30 sec • 1 pt
Puasa seperti apa yang dikehendaki Tuhan? (ay.9-10)
Menahan lapar dan haus seharian penuh
Tegakkan keadilan, kasih setia, dan kasih sayang
Berdoa tanpa henti di rumah doa
Menjauhi makanan haram
Answer explanation
Puasa yang dikehendaki Tuhan (ay.9-10)
Makna: Tegakkan keadilan, kasih setia, kasih sayang, jangan menindas.
Kaitan: Relasi dengan sesama diperbarui dengan sikap adil, penuh belas kasih, terutama terhadap yang lemah (janda, yatim, pendatang, miskin). Bukan hanya “tidak menyakiti”, tetapi aktif menunjukkan kasih.
Makna: Tegakkan keadilan, kasih setia, kasih sayang, jangan menindas.
Kaitan: Relasi dengan sesama diperbarui dengan sikap adil, penuh belas kasih, terutama terhadap yang lemah (janda, yatim, pendatang, miskin). Bukan hanya “tidak menyakiti”, tetapi aktif menunjukkan kasih.
5.
MULTIPLE CHOICE QUESTION
30 sec • 1 pt
Apa akibat yang dialami nenek moyang orang Yahudi karena mengabaikan puasa yang benar? (ay.12-14)
Mereka tidak bisa lagi berpuasa
Mereka kehilangan tanah perjanjian
Mereka diserakkan di antara bangsa-bangsa asing
Mereka dikuasai bangsa Mesir
Answer explanation
Akibat mengabaikan firman (ay.12-14)
Makna: Umat yang menutup hati kehilangan relasi dengan Tuhan dan tercerai-berai.
Kaitan: Jika relasi dengan sesama rusak (karena egoisme, ketidakadilan), relasi dengan Tuhan pun ikut rusak. Pembaruan berarti membuka hati agar kita tidak mengulangi kesalahan nenek moyang.
Makna: Umat yang menutup hati kehilangan relasi dengan Tuhan dan tercerai-berai.
Kaitan: Jika relasi dengan sesama rusak (karena egoisme, ketidakadilan), relasi dengan Tuhan pun ikut rusak. Pembaruan berarti membuka hati agar kita tidak mengulangi kesalahan nenek moyang.
Access all questions and much more by creating a free account
Create resources
Host any resource
Get auto-graded reports

Continue with Google

Continue with Email

Continue with Classlink

Continue with Clever
or continue with

Microsoft
%20(1).png)
Apple
Others
Already have an account?