
Pre-Test/Post-Test [TKA Kelas 12] Bahasa Indonesia (3)
Authored by Nur Haliza, S.S.
World Languages
12th Grade
Used 7+ times
![Pre-Test/Post-Test [TKA Kelas 12] Bahasa Indonesia (3)](https://cf.quizizz.com/img/studentpreview.webp)
AI Actions
Add similar questions
Adjust reading levels
Convert to real-world scenario
Translate activity
More...
Content View
Student View
5 questions
Show all answers
1.
MULTIPLE CHOICE QUESTION
1 min • 1 pt
Malam yang tenteram tidak selamanya dapat dipertahankan. Saya bangun tersentak tak bisa bernapas karena dicekik Pak Darkin yang bisa mulus menyelinap ke gerombolan kami, la meradang.
”Kamu sembunyikan Nining di mana!” Saya tak bisa menjawab. Bernapas saja sangat sulit. Pak Darkin paham lalu mengendorkan
cekikannya.
”Saya tidak tahu,” jawab saya.
”Mau kamu saya bikin modar!”
"Sungguh mati saya tak tahu di mana Nining.”
"Bohong!”
"Kalau memang Nining hilang, saya bisa membantu mencarinya.”
"Sontoloyo!”
Saya terbatuk-batuk. Saya diseretnya keluar. Saya heran, tak seorang pun anak yang terbangun. Saya digelandang terus. Sesampai dijalan raya, saya dinaikkan ke becak. Pak Darkin duduk di samping sambil terus nyerocos yang tak jelas. Rupanya saya dibawa ke sebuah pekuburan yang gelap gulita. Dua orang yang sigap membekuk tubuh saya, membanting dan membalut dengan kain kafan.
”Kamu harus sumpah pocong!” geram Pak Darkin lalu pergi bersama kedua kawannya. Saya tak bisa bergerak, ketat sekali balutannya, membujur kaku bagai jenazah.
Tokoh utama dalam kutipan cerpen di atas mengalami konflik dengan siapa?
Nining
Pak Darkin
Anak-anak dalam gerombolan
Tukang becak
Dua orang yang membekuknya
2.
MULTIPLE CHOICE QUESTION
1 min • 1 pt
Malam yang tenteram tidak selamanya dapat dipertahankan. Saya bangun tersentak tak bisa bernapas karena dicekik Pak Darkin yang bisa mulus menyelinap ke gerombolan kami, la meradang.
”Kamu sembunyikan Nining di mana!” Saya tak bisa menjawab. Bernapas saja sangat sulit. Pak Darkin paham lalu mengendorkan
cekikannya.
”Saya tidak tahu,” jawab saya.
”Mau kamu saya bikin modar!”
"Sungguh mati saya tak tahu di mana Nining.”
"Bohong!”
"Kalau memang Nining hilang, saya bisa membantu mencarinya.”
"Sontoloyo!”
Saya terbatuk-batuk. Saya diseretnya keluar. Saya heran, tak seorang pun anak yang terbangun. Saya digelandang terus. Sesampai dijalan raya, saya dinaikkan ke becak. Pak Darkin duduk di samping sambil terus nyerocos yang tak jelas. Rupanya saya dibawa ke sebuah pekuburan yang gelap gulita. Dua orang yang sigap membekuk tubuh saya, membanting dan membalut dengan kain kafan.
”Kamu harus sumpah pocong!” geram Pak Darkin lalu pergi bersama kedua kawannya. Saya tak bisa bergerak, ketat sekali balutannya, membujur kaku bagai jenazah.
Bagian kutipan yang menunjukkan unsur latar suasana adalah …
“Malam yang tenteram tidak selamanya dapat dipertahankan.”
“Pak Darkin duduk di samping sambil terus nyerocos yang tak jelas.”
“Saya terbatuk-batuk. Saya diseretnya keluar.”
“Dua orang yang sigap membekuk tubuh saya, membanting dan membalut dengan kain kafan.”
“Saya bangun tersentak tak bisa bernapas karena dicekik.”
3.
MULTIPLE CHOICE QUESTION
45 sec • 1 pt
Malam yang tenteram tidak selamanya dapat dipertahankan. Saya bangun tersentak tak bisa bernapas karena dicekik Pak Darkin yang bisa mulus menyelinap ke gerombolan kami, la meradang.
”Kamu sembunyikan Nining di mana!” Saya tak bisa menjawab. Bernapas saja sangat sulit. Pak Darkin paham lalu mengendorkan
cekikannya.
”Saya tidak tahu,” jawab saya.
”Mau kamu saya bikin modar!”
"Sungguh mati saya tak tahu di mana Nining.”
"Bohong!”
"Kalau memang Nining hilang, saya bisa membantu mencarinya.”
"Sontoloyo!”
Saya terbatuk-batuk. Saya diseretnya keluar. Saya heran, tak seorang pun anak yang terbangun. Saya digelandang terus. Sesampai dijalan raya, saya dinaikkan ke becak. Pak Darkin duduk di samping sambil terus nyerocos yang tak jelas. Rupanya saya dibawa ke sebuah pekuburan yang gelap gulita. Dua orang yang sigap membekuk tubuh saya, membanting dan membalut dengan kain kafan.
”Kamu harus sumpah pocong!” geram Pak Darkin lalu pergi bersama kedua kawannya. Saya tak bisa bergerak, ketat sekali balutannya, membujur kaku bagai jenazah.
Berdasarkan kutipan, apa alasan Pak Darkin menyerang tokoh ‘saya’?
Karena ‘saya’ berbohong soal uang
Karena ‘saya’ menyembunyikan Nining
Karena ‘saya’ menolak ikut rombongan
Karena ‘saya’ menolak naik becak
Karena ‘saya’ dianggap pembohong
4.
MULTIPLE CHOICE QUESTION
45 sec • 1 pt
Malam yang tenteram tidak selamanya dapat dipertahankan. Saya bangun tersentak tak bisa bernapas karena dicekik Pak Darkin yang bisa mulus menyelinap ke gerombolan kami, la meradang.
”Kamu sembunyikan Nining di mana!” Saya tak bisa menjawab. Bernapas saja sangat sulit. Pak Darkin paham lalu mengendorkan
cekikannya.
”Saya tidak tahu,” jawab saya.
”Mau kamu saya bikin modar!”
"Sungguh mati saya tak tahu di mana Nining.”
"Bohong!”
"Kalau memang Nining hilang, saya bisa membantu mencarinya.”
"Sontoloyo!”
Saya terbatuk-batuk. Saya diseretnya keluar. Saya heran, tak seorang pun anak yang terbangun. Saya digelandang terus. Sesampai dijalan raya, saya dinaikkan ke becak. Pak Darkin duduk di samping sambil terus nyerocos yang tak jelas. Rupanya saya dibawa ke sebuah pekuburan yang gelap gulita. Dua orang yang sigap membekuk tubuh saya, membanting dan membalut dengan kain kafan.
”Kamu harus sumpah pocong!” geram Pak Darkin lalu pergi bersama kedua kawannya. Saya tak bisa bergerak, ketat sekali balutannya, membujur kaku bagai jenazah.
Prediksi yang mungkin terjadi setelah tokoh utama dibalut kain kafan adalah …
Tokoh utama meninggal dunia
Tokoh utama dipaksa melakukan sumpah pocong
Tokoh utama berhasil kabur dengan bantuan Nining
Tokoh utama dimaafkan oleh Pak Darkin
Tokoh utama dibiarkan begitu saja di pekuburan
5.
MULTIPLE SELECT QUESTION
45 sec • 1 pt
Malam yang tenteram tidak selamanya dapat dipertahankan. Saya bangun tersentak tak bisa bernapas karena dicekik Pak Darkin yang bisa mulus menyelinap ke gerombolan kami, la meradang.
”Kamu sembunyikan Nining di mana!” Saya tak bisa menjawab. Bernapas saja sangat sulit. Pak Darkin paham lalu mengendorkan
cekikannya.
”Saya tidak tahu,” jawab saya.
”Mau kamu saya bikin modar!”
"Sungguh mati saya tak tahu di mana Nining.”
"Bohong!”
"Kalau memang Nining hilang, saya bisa membantu mencarinya.”
"Sontoloyo!”
Saya terbatuk-batuk. Saya diseretnya keluar. Saya heran, tak seorang pun anak yang terbangun. Saya digelandang terus. Sesampai dijalan raya, saya dinaikkan ke becak. Pak Darkin duduk di samping sambil terus nyerocos yang tak jelas. Rupanya saya dibawa ke sebuah pekuburan yang gelap gulita. Dua orang yang sigap membekuk tubuh saya, membanting dan membalut dengan kain kafan.
”Kamu harus sumpah pocong!” geram Pak Darkin lalu pergi bersama kedua kawannya. Saya tak bisa bergerak, ketat sekali balutannya, membujur kaku bagai jenazah.
Kesimpulan yang bisa diambil dari kutipan cerpen tersebut adalah …
Pak Darkin adalah sosok yang bijak dan sabar
Tokoh utama sebenarnya mengetahui keberadaan Nining
Konflik berawal dari hilangnya seseorang bernama Nining
Tokoh utama bersedia membantu mencari Nining meskipun dicurigai
Tidak ada seorang pun yang peduli saat tokoh utama diseret keluar
Access all questions and much more by creating a free account
Create resources
Host any resource
Get auto-graded reports

Continue with Google

Continue with Email

Continue with Classlink

Continue with Clever
or continue with

Microsoft
%20(1).png)
Apple
Others
Already have an account?