
Bagian I: Pola Pertahanan (Defensive Strategy)
Authored by Syamsu Setiawan
Physical Ed
12th Grade
Used 5+ times

AI Actions
Add similar questions
Adjust reading levels
Convert to real-world scenario
Translate activity
More...
Content View
Student View
25 questions
Show all answers
1.
MULTIPLE CHOICE QUESTION
30 sec • 1 pt
Tim A unggul 5 poin dengan sisa waktu 45 detik. Pelatih Tim A menginstruksikan pemain untuk menggunakan Pertahanan Daerah (Zone Defense). Mengapa strategi ini dipilih pada momen krusial tersebut?
Untuk menekan ball handler lawan sejak mereka menguasai bola di area belakang pertahanan.
Untuk memaksakan lawan menembak dari area mid-range dan menghindari terjadinya lay-up mudah.
Untuk memastikan setiap pemain lawan dijaga secara ketat dan mengurangi risiko mismatch di bawah ring.
Untuk menghemat energi pemain inti yang memiliki potensi besar melakukan foul out di sisa pertandingan.
Untuk mengganggu ritme passing dan memaksa lawan menghabiskan waktu penyerangan yang tersisa.
2.
MULTIPLE CHOICE QUESTION
30 sec • 1 pt
Kelemahan utama dari Pertahanan Satu Lawan Satu (Man-to-Man Defense) yang sering dieksploitasi oleh tim penyerang adalah...
Memaksa tim bertahan untuk fokus hanya pada rebounding dan mengabaikan perimeter defense.
Kerentanan terhadap pola serangan Screen (blok) dan Cut (potongan) yang menyebabkan mismatch.
Kemudahan pemain lawan untuk melakukan quick pass dan tembakan tiga angka tanpa penjagaan.
Sulitnya melakukan trapping di daerah corner sehingga lawan memiliki ruang tembak yang bebas.
Kecenderungan pemain bertahan untuk sering melakukan foul karena harus menjaga pemain secara individual.
3.
MULTIPLE CHOICE QUESTION
30 sec • 1 pt
Tim B menerapkan formasi pertahanan 1-3-1 Zone Defense. Fungsi paling efektif dari pemain yang berada di posisi "1" (paling depan) dalam formasi ini adalah...
Bertanggung jawab penuh untuk rebounding dan boxing out di bawah ring pertahanan.
Menjadi point guard serangan balik setelah merebut bola di area half-court lawan.
Mengganggu dan menekan pembawa bola agar tidak leluasa melakukan passing atau dribble ke dalam zona.
Sebagai pemain cutter utama yang bertugas memotong jalur passing ke area low post di sisi baseline.
Bertugas sebagai sweeper yang bersembunyi di belakang zona untuk mencegat bola long pass lawan.
4.
MULTIPLE CHOICE QUESTION
30 sec • 1 pt
Dalam situasi Pertahanan Kombinasi Box-and-One, empat pemain bertahan membentuk kotak di sekitar area paint, dan satu pemain menjaga ketat pemain bintang lawan. Logika strategis di balik penggunaan formasi ini adalah...
Menghemat energi tim secara keseluruhan dengan berfokus pada pertahanan full-court press secara berkala.
Memaksa pemain bintang lawan untuk mencetak angka dengan tembakan sulit dari jarak jauh dan minim assist.
Menciptakan ilusi bahwa semua pemain lawan dijaga ketat, padahal fokus utama adalah pemain non-bintang.
Memudahkan pemain bertahan untuk melakukan switching secara cepat saat terjadi pick-and-roll lawan.
Mengoptimalkan offensive rebounding dengan menempatkan empat pemain terbaik di bawah ring lawan.
5.
MULTIPLE CHOICE QUESTION
30 sec • 1 pt
Pelatih memutuskan untuk menggunakan Full Court Press (Tekanan Penuh Lapangan). Keputusan ini paling tepat digunakan saat...
Tim sedang unggul lebih dari 15 poin di awal kuarter kedua untuk menjaga momentum permainan tim.
Tim lawan sangat andal dalam melakukan fastbreak dan perlu dipaksa bermain setengah lapangan.
Tim membutuhkan turnover cepat dari lawan karena tertinggal 8-10 poin di dua menit terakhir pertandingan.
Pemain center tim lawan memiliki keahlian passing yang sangat baik dan perlu dijaga sejak awal lapangan.
Shot clock penyerangan lawan baru saja disetel ulang dan tim bertahan ingin menghemat waktu pertandingan.
6.
MULTIPLE CHOICE QUESTION
30 sec • 1 pt
Bagian II: Pola Penyerangan (Offensive Strategy) Tujuan utama dari pola penyerangan Set Play yang dirancang khusus adalah...
Memberikan kesempatan pada pemain cadangan untuk menunjukkan kemampuan dribble dan lay-up mereka.
Memaksimalkan pergerakan tanpa bola (off-ball movement) untuk menciptakan mismatch di sisi lapangan yang lemah.
Menciptakan peluang tembakan terbuka yang memiliki persentase keberhasilan (High Percentage Shot) di area yang diinginkan.
Membingungkan pemain bertahan lawan dengan urutan gerakan dan passing yang sangat rumit dan acak.
Menguji kemampuan point guard dalam memimpin serangan tanpa perlu menerima arahan dari bangku cadangan.
7.
MULTIPLE CHOICE QUESTION
30 sec • 1 pt
Penerapan Fastbreak (Serangan Cepat) yang efektif sangat bergantung pada dua faktor kunci, yaitu...
A. Akurasi passing pemain perimeter dan kemampuan Center melakukan post-up.
B. Kecepatan transisi dari bertahan ke menyerang dan akurasi umpan jarak jauh (outlet pass).
C. Kemampuan shooting guard untuk menembak tiga angka dan kekuatan fisik pemain Power Forward.
D. Penggunaan Full Court Press di awal penyerangan dan kemampuan mencetak angka dari free throw line.
E. Kemampuan dribbling satu lawan satu dan jumlah offensive rebound yang berhasil diamankan.
Access all questions and much more by creating a free account
Create resources
Host any resource
Get auto-graded reports

Continue with Google

Continue with Email

Continue with Microsoft
or continue with
%20(1).png)
Apple
Others
Already have an account?