Search Header Logo

berkompetisi dalam kebaikan

Authored by Moh Ali

Religious Studies

10th Grade

Used 1+ times

berkompetisi dalam kebaikan
AI

AI Actions

Add similar questions

Adjust reading levels

Convert to real-world scenario

Translate activity

More...

    Content View

    Student View

10 questions

Show all answers

1.

MULTIPLE CHOICE QUESTION

45 sec • 1 pt

Seorang dermawan rutin menampakkan jumlah infak dan donasinya kepada publik dengan niat utama agar orang lain tergerak untuk beramal serupa. Dalam kacamata Fastabiqul Khairat, manakah penilaian yang paling tepat terhadap amalan yang memiliki niat ganda (ridha Allah dan motivasi publik) tersebut?

Diterima, tetapi nilainya berkurang karena menampakkan amal adalah hak istimewa para ulama dan pemimpin agama.

Hukumnya mubah (boleh) asalkan ia tidak menyebut-nyebut amal tersebut setelahnya

Jatuh ke dalam Riya' (Syirik Kecil) dan pahalanya gugur, karena keikhlasan harus murni dari pandangan manusia.

Diterima sepenuhnya karena tujuan akhirnya adalah kebaikan kolektif (memotivasi orang lain).

2.

MULTIPLE CHOICE QUESTION

45 sec • 1 pt

Seseorang sangat giat melaksanakan shalat rawatib 12 rakaat setiap hari dan puasa Senin-Kamis, namun ia sering menunda pembayaran zakat harta (maal) hingga batas waktu yang sangat mepet. Manakah prinsip Fiqh Aulawiyat (Prioritas Amal) dalam Fastabiqul Khairat yang dilanggar oleh orang ini?

Prioritas Amal Jariyah lebih utama daripada Amal Pribadi.

Prioritas Sunnah Muakkad lebih utama daripada Fardhu Kifayah.

Prioritas Kuantitas Amal lebih utama daripada Kualitas Amal.

Prioritas Fardhu (Wajib) harus didahulukan secara mutlak di atas amalan Sunnah.

3.

MULTIPLE CHOICE QUESTION

45 sec • 1 pt

Dari perspektif Fastabiqul Khairat, mengapa 'Berkompetisi' dalam kebaikan yang didasari keikhlasan dianggap tidak akan merusak Ukhuwah Islamiyah, berbeda dengan persaingan duniawi

Karena hanya amal kolektif yang dikategorikan sebagai Fastabiqul Khairat, sementara amal individu tidak.

Karena kebaikan (Khairat) adalah sumber daya terbatas, sehingga persaingan justru menghasilkan efisiensi yang tinggi.

Karena Fastabiqul Khairat tidak mengenal kalah dan menang; semua yang beramal baik adalah pemenang di sisi Allah.

Karena Fastabiqul Khairat wajib dilakukan secara rahasia (sirr), sehingga tidak ada yang tahu siapa yang sedang berkompetisi.

4.

MULTIPLE CHOICE QUESTION

45 sec • 1 pt

Seorang mahasiswa sangat rajin membaca dan menyebarkan ilmu agama, tetapi ia merasa ada perasaan 'merendahkan' teman-teman yang tidak seintens dirinya. Perasaan ini dapat mengarah pada penyakit hati yang disebut:

Hasad (Iri Hati)

Riya' (Pamer)

Ujub (Bangga Diri)

Sum'ah (Mencari Ketenaran)

5.

MULTIPLE CHOICE QUESTION

45 sec • 1 pt

Ayat '...maka berlomba-lombalah kamu dalam kebaikan...' (QS. Al-Baqarah: 148) diakhiri dengan penegasan bahwa 'Di mana saja kamu berada, pasti Allah akan mengumpulkan kamu sekalian (pada hari kiamat).' Implikasi teologis dari penutupan ayat ini adalah:

Kebaikan yang dilakukan di negara kafir tidak dihitung pahalanya karena tidak berada di Darul Islam.

Setiap amal kebaikan yang dilakukan akan dipertanggung jawabkan secara universal, kapan pun dan di mana pun.

Kompetisi dalam kebaikan hanya diwajibkan bagi mereka yang telah memiliki ilmu tentang Hari Kiamat.

Perintah berkompetisi dalam kebaikan hanya berlaku bagi mereka yang berada di Baitullah (Mekkah).

6.

MULTIPLE CHOICE QUESTION

45 sec • 1 pt

Seorang pengusaha menjalankan bisnisnya dengan sangat jujur dan menetapkan harga yang adil, hanya karena ia sangat takut jika bisnisnya ditutup oleh otoritas pemerintah akibat praktik curang. Apakah perbuatan ini termasuk dalam kategori Fastabiqul Khairat?

Ya, karena setiap tindakan yang mendatangkan manfaat bagi publik secara otomatis adalah kebaikan (khairat).

Ya, asalkan ia juga rutin melaksanakan shalat lima waktu, maka niatnya secara otomatis terkoreksi.

Tidak, karena niatnya didasari rasa takut pada sanksi manusia/dunia, bukan niat murni untuk mencari ridha Allah SWT.

Tidak, karena Fastabiqul Khairat hanya berlaku untuk ibadah ritual (mahdhah), bukan muamalah.

7.

MULTIPLE CHOICE QUESTION

45 sec • 1 pt

Mengapa Fastabiqul Khairat yang berfokus pada 'Amal Jariyah' (amal yang pahalanya terus mengalir) sering dianggap sebagai bentuk kompetisi yang paling ideal dan diutamakan?

Karena Amal Jariyah tidak memerlukan keikhlasan yang tinggi, asalkan hasilnya bermanfaat.

Karena Amal Jariyah selalu berupa infak harta, yang merupakan bentuk pengorbanan tertinggi.

Karena ia selalu berbentuk amal sunnah, yang lebih sulit dilaksanakan dibandingkan amal fardhu.

Karena ia merupakan investasi akhirat dengan sifat pahala yang berkelanjutan (*perpetuity*), tidak terputus setelah kematian pelakunya

Access all questions and much more by creating a free account

Create resources

Host any resource

Get auto-graded reports

Google

Continue with Google

Email

Continue with Email

Classlink

Continue with Classlink

Clever

Continue with Clever

or continue with

Microsoft

Microsoft

Apple

Apple

Others

Others

Already have an account?

Discover more resources for Religious Studies