Search Header Logo

STS Bahasa Indonesia

Authored by Joko Wahyu Suprianto

Other

5th Grade

Used 4+ times

STS Bahasa Indonesia
AI

AI Actions

Add similar questions

Adjust reading levels

Convert to real-world scenario

Translate activity

More...

    Content View

    Student View

20 questions

Show all answers

1.

MULTIPLE CHOICE QUESTION

3 mins • 5 pts

Membaca Teks Cerita !

Mita dan Meta adalah nama dua orang anak kembar. Mita lahir lebih dulu dibandingkan Meta. Meta lahir sepuluh menit kemudian setelah Mita dilahirkan. Mulai dari bentuk tubuh, wajah, dan gaya berjalan keduanya mirip. Mereka memiliki perbedaan pada potongan rambutnya.

Mita dan Meta memiliki sifat yang berbeda satu sama lain. Mita bersifat mandiri dibandingkan Meta. Kami dapat membandingkan sifat Mita dan Meta dengan ayah dan ibu. Mita mengikuti sikap mandiri ayah, sedangkan Meta mengikuti sikap pendiam ibu. Mita suka mengerjakan pekerjaan rumah sendiri. Mita juga suka merapikan kamarnya sendiri, sedangkan Meta lebih suka meminta tolong kakaknya untuk merapikan kamarnya. Meta juga suka membuat peraturan di rumah. Meta suka mengatur adiknya. Mita suka bercanda, sedangkan Meta lebih banyak membuat lelucon di rumah. Keduanya memiliki sifat yang berbeda, tetapi memiliki tanggung jawab. Mita bertanggung jawab mengerjakan tugas sekolah, sedangkan Meta bertanggung jawab menjaga kebersihan rumah. Suatu hari, Mita meminta untuk pisah kamar dengan Meta kepada orang tuanya. Namun, orang tuanya tidak mengizinkan karena mereka berharap agar Mita selalu membantu Meta. Akhirnya Mita tetap sekamar dengan Meta. Akibatnya Mita dan Meta sama-sama belajar untuk saling menghargai dan tidak manja lagi.

Pertanyaannya :

Apa Saja sifat yang dimiliki Mita kakaknya Meta?

Bertanggung Jawab

Manja

Meminta tolong kakaknya membersihkan kamar

anak yang ceria

2.

MULTIPLE CHOICE QUESTION

3 mins • 5 pts

Membaca Teks Cerita !

Mita dan Meta adalah nama dua orang anak kembar. Mita lahir lebih dulu dibandingkan Meta. Meta lahir sepuluh menit kemudian setelah Mita dilahirkan. Mulai dari bentuk tubuh, wajah, dan gaya berjalan keduanya mirip. Mereka memiliki perbedaan pada potongan rambutnya.

Mita dan Meta memiliki sifat yang berbeda satu sama lain. Mita bersifat mandiri dibandingkan Meta. Kami dapat membandingkan sifat Mita dan Meta dengan ayah dan ibu. Mita mengikuti sikap mandiri ayah, sedangkan Meta mengikuti sikap pendiam ibu. Mita suka mengerjakan pekerjaan rumah sendiri. Mita juga suka merapikan kamarnya sendiri, sedangkan Meta lebih suka meminta tolong kakaknya untuk merapikan kamarnya. Meta juga suka membuat peraturan di rumah. Meta suka mengatur adiknya. Mita suka bercanda, sedangkan Meta lebih banyak membuat lelucon di rumah. Keduanya memiliki sifat yang berbeda, tetapi memiliki tanggung jawab. Mita bertanggung jawab mengerjakan tugas sekolah, sedangkan Meta bertanggung jawab menjaga kebersihan rumah. Suatu hari, Mita meminta untuk pisah kamar dengan Meta kepada orang tuanya. Namun, orang tuanya tidak mengizinkan karena mereka berharap agar Mita selalu membantu Meta. Akhirnya Mita tetap sekamar dengan Meta. Akibatnya Mita dan Meta sama-sama belajar untuk saling menghargai dan tidak manja lagi.

Pertanyaan :

Apa saja sifat yang dimiliki Meta ....

Pendiam

Suka Menolong Ayah dan Ibu

Merapikan Tempat Tidur

Manja

3.

MULTIPLE CHOICE QUESTION

3 mins • 5 pts

Mengenal Kata Sifat !

Arti Kata Sifat dibawah ini.

Dapat melakukan berbagai hal tanpa bantuan orang lain disebut ...

Pendiam

Mandiri

Ceria

Manja

4.

MULTIPLE CHOICE QUESTION

3 mins • 5 pts

Pak Hasan dikenal sebagai orang dermawan karena sering membantu tetangganya yang membutuhkan

Arti kata dermawan adalah: ....

Orang yang suka memberi dan senang menolong orang lain

Orang yang pelit

Orang yang suka dipuji

Orang yang meminta simpati orang lain

5.

MULTIPLE CHOICE QUESTION

3 mins • 5 pts

Cerita Bawang Merah dan Bawang Putih

Di sebuah desa, hiduplah seorang janda tua bernama Mbok Rondo bersama kedua anak gadisnya. Anak kandungnya bernama Bawang Merah, sementara anak tirinya bernama Bawang Putih.

Bawang Putih adalah gadis yang rajin, baik hati, dan selalu patuh kepada ibunya. Sedangkan Bawang Merah bersifat pemalas, sombong, dan sering menyuruh-nyuruh Bawang Putih.

Suatu hari, Mbok Rondo kehilangan selendangnya yang hanyut terbawa arus sungai. Ia pun menyuruh Bawang Putih untuk mencarinya.

Dengan sabar, Bawang Putih berjalan menyusuri aliran sungai. Ia terus mencari hingga akhirnya sampai ke sebuah gua tua. Di dalam gua itu, ia bertemu dengan Nini Buto Ijo, seorang raksasa yang menemukan selendang Mbok Rondo.

“Kalau kau ingin selendang ini kembali, kau harus tinggal bersamaku beberapa hari dan membantu pekerjaan rumahku,” kata Nini Buto Ijo.

Bawang Putih menyetujuinya. Setiap hari ia bekerja dengan rajin; menyapu, memasak, dan membersihkan rumah Nini Buto Ijo. Nini Buto Ijo merasa senang karena Bawang Putih selalu sopan, jujur, dan ikhlas dalam bekerja.

Setelah beberapa hari, Nini Buto Ijo menyerahkan selendang kepada Bawang Putih. Sebelum pulang, ia juga menghadiahkan sebuah labu kecil. “Ini untukmu, bawalah pulang. Jangan dibuka sebelum sampai rumah,” pesan Nini Buto Ijo.

Sesampainya di rumah, Bawang Putih membuka labu itu. Betapa terkejutnya ia, karena dari dalam labu keluar perhiasan emas dan permata yang berkilauan.

Melihat hal itu, Bawang Merah menjadi iri. Ia pun berniat meniru cara Bawang Putih. Dengan pura-pura mencari selendang, ia pergi menuju gua Nini Buto Ijo.

Bawang Merah pun tinggal bersama Nini Buto Ijo. Namun, ia sangat malas dan suka membantah. Ia sering mengeluh dan tidak mau mengerjakan pekerjaan rumah dengan baik. Meskipun begitu, Nini Buto Ijo tetap memberikan sebuah labu. Karena sifat tamaknya, Bawang Merah meminta labu yang lebih besar.

Dengan sombong, ia membawa labu besar itu pulang. Setibanya di rumah, Bawang Merah dan Mbok Rondo segera membukanya dengan penuh harapan. Namun, alangkah terkejutnya mereka ketika dari dalam labu itu bukan emas yang keluar, melainkan ular-ular besar dan berbisa.

Bawang Merah dan Mbok Rondo berteriak ketakutan dan lari keluar rumah. Sejak saat itu, mereka sadar bahwa sifat serakah dan malas hanya akan membawa celaka. Sementara Bawang Putih hidup bahagia berkat kebaikan dan keikhlasannya.

Pertanyaannya :

Watak yang dimiliki oleh bawang merah dalam cerita bawang merah dan bawang putih tersebut ...

Sabar

Rajin

suka membantu

Iri

6.

MULTIPLE CHOICE QUESTION

5 mins • 5 pts

Cerita Bawang Merah dan Bawang Putih

Di sebuah desa, hiduplah seorang janda tua bernama Mbok Rondo bersama kedua anak gadisnya. Anak kandungnya bernama Bawang Merah, sementara anak tirinya bernama Bawang Putih.

Bawang Putih adalah gadis yang rajin, baik hati, dan selalu patuh kepada ibunya. Sedangkan Bawang Merah bersifat pemalas, sombong, dan sering menyuruh-nyuruh Bawang Putih.

Suatu hari, Mbok Rondo kehilangan selendangnya yang hanyut terbawa arus sungai. Ia pun menyuruh Bawang Putih untuk mencarinya.

Dengan sabar, Bawang Putih berjalan menyusuri aliran sungai. Ia terus mencari hingga akhirnya sampai ke sebuah gua tua. Di dalam gua itu, ia bertemu dengan Nini Buto Ijo, seorang raksasa yang menemukan selendang Mbok Rondo.

“Kalau kau ingin selendang ini kembali, kau harus tinggal bersamaku beberapa hari dan membantu pekerjaan rumahku,” kata Nini Buto Ijo.

Bawang Putih menyetujuinya. Setiap hari ia bekerja dengan rajin; menyapu, memasak, dan membersihkan rumah Nini Buto Ijo. Nini Buto Ijo merasa senang karena Bawang Putih selalu sopan, jujur, dan ikhlas dalam bekerja.

Setelah beberapa hari, Nini Buto Ijo menyerahkan selendang kepada Bawang Putih. Sebelum pulang, ia juga menghadiahkan sebuah labu kecil. “Ini untukmu, bawalah pulang. Jangan dibuka sebelum sampai rumah,” pesan Nini Buto Ijo.

Sesampainya di rumah, Bawang Putih membuka labu itu. Betapa terkejutnya ia, karena dari dalam labu keluar perhiasan emas dan permata yang berkilauan.

Melihat hal itu, Bawang Merah menjadi iri. Ia pun berniat meniru cara Bawang Putih. Dengan pura-pura mencari selendang, ia pergi menuju gua Nini Buto Ijo.

Bawang Merah pun tinggal bersama Nini Buto Ijo. Namun, ia sangat malas dan suka membantah. Ia sering mengeluh dan tidak mau mengerjakan pekerjaan rumah dengan baik. Meskipun begitu, Nini Buto Ijo tetap memberikan sebuah labu. Karena sifat tamaknya, Bawang Merah meminta labu yang lebih besar.

Dengan sombong, ia membawa labu besar itu pulang. Setibanya di rumah, Bawang Merah dan Mbok Rondo segera membukanya dengan penuh harapan. Namun, alangkah terkejutnya mereka ketika dari dalam labu itu bukan emas yang keluar, melainkan ular-ular besar dan berbisa.

Bawang Merah dan Mbok Rondo berteriak ketakutan dan lari keluar rumah. Sejak saat itu, mereka sadar bahwa sifat serakah dan malas hanya akan membawa celaka. Sementara Bawang Putih hidup bahagia berkat kebaikan dan keikhlasannya.

Pertanyaannya :

Apa yang didapatkan bawang putih dari nini buto ijo ...

Baju yang bagus

Ikan Mas

Perhiasan

Uang

7.

MULTIPLE CHOICE QUESTION

3 mins • 5 pts

Cerita Bawang Merah dan Bawang Putih

Di sebuah desa, hiduplah seorang janda tua bernama Mbok Rondo bersama kedua anak gadisnya. Anak kandungnya bernama Bawang Merah, sementara anak tirinya bernama Bawang Putih.

Bawang Putih adalah gadis yang rajin, baik hati, dan selalu patuh kepada ibunya. Sedangkan Bawang Merah bersifat pemalas, sombong, dan sering menyuruh-nyuruh Bawang Putih.

Suatu hari, Mbok Rondo kehilangan selendangnya yang hanyut terbawa arus sungai. Ia pun menyuruh Bawang Putih untuk mencarinya.

Dengan sabar, Bawang Putih berjalan menyusuri aliran sungai. Ia terus mencari hingga akhirnya sampai ke sebuah gua tua. Di dalam gua itu, ia bertemu dengan Nini Buto Ijo, seorang raksasa yang menemukan selendang Mbok Rondo.

“Kalau kau ingin selendang ini kembali, kau harus tinggal bersamaku beberapa hari dan membantu pekerjaan rumahku,” kata Nini Buto Ijo.

Bawang Putih menyetujuinya. Setiap hari ia bekerja dengan rajin; menyapu, memasak, dan membersihkan rumah Nini Buto Ijo. Nini Buto Ijo merasa senang karena Bawang Putih selalu sopan, jujur, dan ikhlas dalam bekerja.

Setelah beberapa hari, Nini Buto Ijo menyerahkan selendang kepada Bawang Putih. Sebelum pulang, ia juga menghadiahkan sebuah labu kecil. “Ini untukmu, bawalah pulang. Jangan dibuka sebelum sampai rumah,” pesan Nini Buto Ijo.

Sesampainya di rumah, Bawang Putih membuka labu itu. Betapa terkejutnya ia, karena dari dalam labu keluar perhiasan emas dan permata yang berkilauan.

Melihat hal itu, Bawang Merah menjadi iri. Ia pun berniat meniru cara Bawang Putih. Dengan pura-pura mencari selendang, ia pergi menuju gua Nini Buto Ijo.

Bawang Merah pun tinggal bersama Nini Buto Ijo. Namun, ia sangat malas dan suka membantah. Ia sering mengeluh dan tidak mau mengerjakan pekerjaan rumah dengan baik. Meskipun begitu, Nini Buto Ijo tetap memberikan sebuah labu. Karena sifat tamaknya, Bawang Merah meminta labu yang lebih besar.

Dengan sombong, ia membawa labu besar itu pulang. Setibanya di rumah, Bawang Merah dan Mbok Rondo segera membukanya dengan penuh harapan. Namun, alangkah terkejutnya mereka ketika dari dalam labu itu bukan emas yang keluar, melainkan ular-ular besar dan berbisa.

Bawang Merah dan Mbok Rondo berteriak ketakutan dan lari keluar rumah. Sejak saat itu, mereka sadar bahwa sifat serakah dan malas hanya akan membawa celaka. Sementara Bawang Putih hidup bahagia berkat kebaikan dan keikhlasannya.

Pertanyaannya :

Yang didapatkan bawang merah dari nini buto ijo adalah labu besar yang berisikan ular.

BENAR

SALAH

Access all questions and much more by creating a free account

Create resources

Host any resource

Get auto-graded reports

Google

Continue with Google

Email

Continue with Email

Classlink

Continue with Classlink

Clever

Continue with Clever

or continue with

Microsoft

Microsoft

Apple

Apple

Others

Others

Already have an account?