
PTS KELAS XII SEMESTER GANJIL
Authored by rohmad arso
World Languages
12th Grade
Used 1+ times

AI Actions
Add similar questions
Adjust reading levels
Convert to real-world scenario
Translate activity
More...
Content View
Student View
25 questions
Show all answers
1.
MULTIPLE CHOICE QUESTION
2 mins • 4 pts
Teks Kutipan Novel Siti Nurbaya
Telah lama negeri ini berada di bawah kekuasaan bangsa asing. Orang-orang Belanda datang membawa adat dan pemerintahan mereka sendiri, sedang bangsa kita tetap juga hidup dalam adat lama yang diwariskan nenek moyang. Orang yang bersekolah dan belajar ilmu bangsa Eropa, dipandang rendah oleh orang tua-tua, seolah-olah telah lupa akan adatnya. Tetapi orang tua-tua itu tidak tahu, bahwa dengan pengetahuan itulah bangsa kita dapat memperbaiki nasibnya.
Samsulbahri memandang keadaan bangsanya dengan hati sedih. Tiap-tiap hari ia melihat orang-orang bumiputra tunduk dan takut kepada orang Belanda, padahal negeri ini ialah negeri kita. Mereka berkuasa karena kita tidak bersatu, karena kita malas, karena kita tidak mau mempergunakan akal dan ilmu.
Sitti Nurbaya juga melihat bagaimana orang yang berharta dapat berbuat sekehendak hatinya, sedang orang miskin hanya menjadi korban. Datuk Maringgih, orang kaya yang tamak itu, dengan mudah membeli kehormatan dan perasaan orang lain. Ia dapat memperoleh segala yang dikehendakinya dengan uang. Maka jadilah Nurbaya korban dari kekuasaan harta.
Pada waktu itu, belum ada orang yang berani menentang adat lama. Perempuan tidak boleh menolak kehendak orang tua, walaupun harus berkorban kebahagiaan sendiri. Itulah nasib perempuan pada masa itu—tiada berhak menentukan hidupnya sendiri. Namun dalam hati Nurbaya, timbul keinginan agar kelak perempuan dapat memilih jalan hidupnya sendiri, sebagaimana laki-laki.
Demikianlah keadaan di Padang pada masa itu, ketika kekuasaan Belanda masih teguh, dan masyarakat Minangkabau hidup dalam aturan adat yang kuat. Pendidikan baru mulai tumbuh di kalangan anak-anak muda, seperti Samsulbahri, yang berharap suatu hari bangsanya akan bangkit dari tidur panjangnya.
Latar waktu yang tergambar dalam kutipan novel Sitti Nurbaya adalah ...
Masa kemerdekaan Indonesia
Masa penjajahan Belanda
Masa reformasi
Masa kerajaan Hindu-Buddha
Masa revolusi industri
2.
MULTIPLE CHOICE QUESTION
2 mins • 4 pts
Teks Kutipan Novel Siti Nurbaya
Telah lama negeri ini berada di bawah kekuasaan bangsa asing. Orang-orang Belanda datang membawa adat dan pemerintahan mereka sendiri, sedang bangsa kita tetap juga hidup dalam adat lama yang diwariskan nenek moyang. Orang yang bersekolah dan belajar ilmu bangsa Eropa, dipandang rendah oleh orang tua-tua, seolah-olah telah lupa akan adatnya. Tetapi orang tua-tua itu tidak tahu, bahwa dengan pengetahuan itulah bangsa kita dapat memperbaiki nasibnya.
Samsulbahri memandang keadaan bangsanya dengan hati sedih. Tiap-tiap hari ia melihat orang-orang bumiputra tunduk dan takut kepada orang Belanda, padahal negeri ini ialah negeri kita. Mereka berkuasa karena kita tidak bersatu, karena kita malas, karena kita tidak mau mempergunakan akal dan ilmu.
Sitti Nurbaya juga melihat bagaimana orang yang berharta dapat berbuat sekehendak hatinya, sedang orang miskin hanya menjadi korban. Datuk Maringgih, orang kaya yang tamak itu, dengan mudah membeli kehormatan dan perasaan orang lain. Ia dapat memperoleh segala yang dikehendakinya dengan uang. Maka jadilah Nurbaya korban dari kekuasaan harta.
Pada waktu itu, belum ada orang yang berani menentang adat lama. Perempuan tidak boleh menolak kehendak orang tua, walaupun harus berkorban kebahagiaan sendiri. Itulah nasib perempuan pada masa itu—tiada berhak menentukan hidupnya sendiri. Namun dalam hati Nurbaya, timbul keinginan agar kelak perempuan dapat memilih jalan hidupnya sendiri, sebagaimana laki-laki.
Demikianlah keadaan di Padang pada masa itu, ketika kekuasaan Belanda masih teguh, dan masyarakat Minangkabau hidup dalam aturan adat yang kuat. Pendidikan baru mulai tumbuh di kalangan anak-anak muda, seperti Samsulbahri, yang berharap suatu hari bangsanya akan bangkit dari tidur panjangnya.
Tokoh Samsulbahri dalam kutipan mencerminkan ...
Kaum bangsawan yang sombong
Kaum muda terpelajar yang memiliki kesadaran nasional
Orang Belanda yang berkuasa
Orang miskin yang menyerah
Tokoh adat yang keras kepala
3.
MULTIPLE CHOICE QUESTION
2 mins • 4 pts
Teks Kutipan Siti Nurbaya
Telah lama negeri ini berada di bawah kekuasaan bangsa asing. Orang-orang Belanda datang membawa adat dan pemerintahan mereka sendiri, sedang bangsa kita tetap juga hidup dalam adat lama yang diwariskan nenek moyang. Orang yang bersekolah dan belajar ilmu bangsa Eropa, dipandang rendah oleh orang tua-tua, seolah-olah telah lupa akan adatnya. Tetapi orang tua-tua itu tidak tahu, bahwa dengan pengetahuan itulah bangsa kita dapat memperbaiki nasibnya.
Samsulbahri memandang keadaan bangsanya dengan hati sedih. Tiap-tiap hari ia melihat orang-orang bumiputra tunduk dan takut kepada orang Belanda, padahal negeri ini ialah negeri kita. Mereka berkuasa karena kita tidak bersatu, karena kita malas, karena kita tidak mau mempergunakan akal dan ilmu
Sitti Nurbaya juga melihat bagaimana orang yang berharta dapat berbuat sekehendak hatinya, sedang orang miskin hanya menjadi korban. Datuk Maringgih, orang kaya yang tamak itu, dengan mudah membeli kehormatan dan perasaan orang lain. Ia dapat memperoleh segala yang dikehendakinya dengan uang. Maka jadilah Nurbaya korban dari kekuasaan harta.
Pada waktu itu, belum ada orang yang berani menentang adat lama. Perempuan tidak boleh menolak kehendak orang tua, walaupun harus berkorban kebahagiaan sendiri. Itulah nasib perempuan pada masa itu—tiada berhak menentukan hidupnya sendiri. Namun dalam hati Nurbaya, timbul keinginan agar kelak perempuan dapat memilih jalan hidupnya sendiri, sebagaimana laki-laki.
Demikianlah keadaan di Padang pada masa itu, ketika kekuasaan Belanda masih teguh, dan masyarakat Minangkabau hidup dalam aturan adat yang kuat. Pendidikan baru mulai tumbuh di kalangan anak-anak muda, seperti Samsulbahri, yang berharap suatu hari bangsanya akan bangkit dari tidur panjangnya.
Nilai sejarah yang menonjol dalam kutipan adalah ...
Persahabatan antarsuku
Kemajuan teknologi
Penjajahan Belanda dan kesadaran nasional
Perdagangan antarnegara
Kebebasan beragama
4.
MULTIPLE CHOICE QUESTION
2 mins • 4 pts
Kutipan Novel Salah Asuhan karya Abdul Muis
Hanafi, seorang pemuda pribumi terpelajar, lahir dari keluarga yang taat pada adat dan agama. Sejak kecil ia dididik dalam lingkungan yang menjunjung tinggi sopan santun dan kesederhanaan. Namun setelah menempuh pendidikan di sekolah Belanda, pandangan hidupnya mulai berubah. Ia mengagumi cara hidup orang Eropa yang dianggapnya lebih maju dan modern.
Pertemuannya dengan Corrie du Bussee, gadis Belanda yang cantik dan berpendidikan, semakin menguatkan pandangan itu. Hanafi jatuh cinta dan bertekad menikah dengan Corrie, meskipun banyak orang menentang. Ibunya yang salehah menasihatinya agar tidak meninggalkan akar budayanya, tetapi Hanafi menolak mendengarkan.
Perbedaan latar belakang budaya akhirnya menjadi sumber pertengkaran. Corrie merasa tidak betah hidup di lingkungan Hanafi, sementara Hanafi merasa terhina oleh sikap Corrie yang meremehkan adat dan agama. Pada akhirnya, hubungan mereka berakhir dengan kesedihan dan penyesalan mendalam.
Konflik utama yang terjadi antara Hanafi dan Corrie adalah …
Kesalahpahaman dalam keluarga
Persaingan cinta dengan orang lain
Perbedaan latar belakang budaya dan nilai hidup
Masalah ekonomi dan pekerjaan
Keinginan untuk hidup di luar negeri
5.
MULTIPLE CHOICE QUESTION
2 mins • 4 pts
Kutipan Novel Salah Asuhan karya Abdul Muis
Hanafi, seorang pemuda pribumi terpelajar, lahir dari keluarga yang taat pada adat dan agama. Sejak kecil ia dididik dalam lingkungan yang menjunjung tinggi sopan santun dan kesederhanaan. Namun setelah menempuh pendidikan di sekolah Belanda, pandangan hidupnya mulai berubah. Ia mengagumi cara hidup orang Eropa yang dianggapnya lebih maju dan modern.
Pertemuannya dengan Corrie du Bussee, gadis Belanda yang cantik dan berpendidikan, semakin menguatkan pandangan itu. Hanafi jatuh cinta dan bertekad menikah dengan Corrie, meskipun banyak orang menentang. Ibunya yang salehah menasihatinya agar tidak meninggalkan akar budayanya, tetapi Hanafi menolak mendengarkan.
Perbedaan latar belakang budaya akhirnya menjadi sumber pertengkaran. Corrie merasa tidak betah hidup di lingkungan Hanafi, sementara Hanafi merasa terhina oleh sikap Corrie yang meremehkan adat dan agama. Pada akhirnya, hubungan mereka berakhir dengan kesedihan dan penyesalan mendalam.
Tokoh utama dalam kutipan novel tersebut adalah …
Corrie du Bussee
Ibu Hanafi
Hanafi
Teman sekolah Hanafi
Saudagar Belanda
6.
MULTIPLE CHOICE QUESTION
1 min • 4 pts
Kutipan Novel "Di Bawah Lindungan Ka'bah" (Ringkasan Satu Halaman)
Hamid, tokoh utama yang sederhana namun penuh rasa cinta dan pengorbanan, menceritakan pergulatan batin cintanya yang berat kepada Zainab. Situasi sosial yang timpang dan perbedaan keluarga yang jauh membuat perjuangan cinta mereka penuh tantangan. Hamid menggambarkan pengorbanan dan kesabarannya dalam menghadapi segala rintangan, seraya berharap keikhlasan dan keteguhan hatinya mampu mengubah nasib. Dalam proses itu, Hamid juga banyak merenung tentang arti hidup dan agama yang membentuk pribadinya. Keimanan terhadap Tuhan menjadi kekuatan baginya menjalani kerasnya kehidupan dan cinta yang penuh liku.
Pilih kata ganti yang tepat pengganti kata "Hamid" dalam kalimat berikut:
"___ menjalani perjalanan hidup dengan penuh kesabaran dan segera menyelesaikan tugasnya."
Mereka
Dia
Kami
Kita
Engkau
7.
MULTIPLE CHOICE QUESTION
30 sec • 4 pts
Pilih kata sapaan yang paling sesuai dalam penggunaan hormat untuk kalimat:
Pilih kata sapaan yang paling sesuai dalam penggunaan hormat untuk kalimat:
"___, apakah Anda sudah siap menghadapi ujian hari ini?"
Sobat
Saudara
Kakak
Bro
Adik
Access all questions and much more by creating a free account
Create resources
Host any resource
Get auto-graded reports

Continue with Google

Continue with Email

Continue with Classlink

Continue with Clever
or continue with

Microsoft
%20(1).png)
Apple
Others
Already have an account?