Search Header Logo

Cerdas Cermat Spensa Classmeet (Bahasa Indonesia)

Authored by RUSYDI EKA NUGRAHA

World Languages

6th - 8th Grade

Used 4+ times

Cerdas Cermat Spensa Classmeet (Bahasa Indonesia)
AI

AI Actions

Add similar questions

Adjust reading levels

Convert to real-world scenario

Translate activity

More...

    Content View

    Student View

25 questions

Show all answers

1.

MULTIPLE CHOICE QUESTION

1 min • 4 pts

Lembaga pendidikan merupakan basis pen-
didikan karakter generasi muda ndonesia
untuk jangka panjang. Pada tatanan ini sangat
penting menanamkan pendidikan antikorupsi
secara berkesinambungan. Pemerintah melalui
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah me-
lakukan kampanye antikorupsi ke lembaga pen-
didikan. Kurikulum pendidikan antikorupsi mulai
dikembangkan di sekolah-sekolah dengan pe-
nyesuaian konsep dan target sasaran yang hendak
dicapai di jenjang lembaga pendidikan terkait.
Makna kata kampanye pada teks tersebut adalah....

Mencari dukungan massa

Kegiatan organisasi politik

Tindakan untuk melawan

Gerakan secara serentak

2.

MULTIPLE CHOICE QUESTION

1 min • 4 pts

(1) Musik dangdut merupakan perpaduan antara
musik asli Indonesia, Melayu serta Ilndia yang
mulai populer pada tahun 1950-an. (2) Sebagai
salah satu budaya Indonesia yang dapat diterima
banyak kalangan, musik dangdut memiliki irama
yang khas. (3) Ciri utama dari musik dangdut
adanya penggunaan alat musik gendang. (4)
Hingga saat ini, perkembangan musik dangdut
di Indonesia sangat pesat dan memiliki peng-
gemar tersendiri.

Kalimat yang menyatakan fakta ditunjukkan nomor....

(1) dan (2)

(1) dan (3)

(2) dan (4)

(3) dan (4)

3.

MULTIPLE CHOICE QUESTION

1 min • 4 pts

Hasan adalah seorang anak dari keluarga yang
sederhana Orang tuanya tidak mampu untuk
membiayai Hasan untuk melanjutkan pendidikan
ke perguruan tinggi. Walaupun orang tuanya
tidak mampu membiayai dirinya ke perguruan
tinggi, Hasan tetap semangat belajar. Karena
Hasan tetap semangat belajar dan tidak putus
asa, Hasan berhasil meraih beasiswa penuh untuk
melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi.
Pesan yang ingin disampaikan penulis dalam
teks cerita inspiratif di atas adalah....

Cari peluang lain dan tidak perlu berusaha melanjutkan pendidikan jika orang tua tidak mampu.

Cari beasiswa dan mintalah bantuan ke pihak yang mampu untuk membantu biaya pendidikan.

Cari pekerjaan saja jika sudah tidak ada kemampuan ekonomi untuk melanjutkan pendidikan.

Tetap semangat dan selalu berusaha menghadapi tantangan/masalah untuk meraih cita-cita.

4.

MULTIPLE CHOICE QUESTION

2 mins • 4 pts

Media Image

Struktur teks deskripsi berupa identifikasi yang sesuai gambar di atas adalah....

Jembatan Youtefa di resmikan pada tanggal 28 Oktober 2019

Jembatan Youtefa mempunyai panjang 732 meter dan lebar 21 meter

Jembatan Youtefa atau yang kita kenal sebagai jembatan merah adalah sebuah jembatan penghubung antara distrik Jayapura selatan dan distrik Muara Tami yang terletak di kota Jayapura Provinsi Papua

Jembatan Youtefa adalah jembatan penghubung atara distrik Jayapura Selatan dan distrik Muara Tami yang terletak di kota Jayapura Provinsi Papua

5.

MULTIPLE CHOICE QUESTION

2 mins • 4 pts

Media Image

SMP Negeri 1 Jayapura secara resmi menamatkan 371 siswa kelas IX tahun ajaran 2024/2025 melalui prosesi penamatan yang digelar di Gedung SMPN 1 Jayapura, Senin (3/6/25). 

Mengusung tema “Semangat Baru, Langkah Pasti Maju”, kegiatan ini dihadiri oleh sejumlah pejabat dan tokoh pendidikan, antara lain Plt. Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Jayapura Rocky Bebena, S.Pd., M.Pd., Ketua Komite Sekolah Toni Wanggai, Ketua Alumni Nikolas Youwe (Ondoafi), PS. Indra Karubaba, serta Plt. Kabid SMP Dinas Pendidikan Kota Jayapura sekaligus Kepala SMPN 1 Jayapura, Purnama Sinaga, S.Pd., M.Pd. Para orang tua siswa juga hadir untuk menyaksikan momen bersejarah tersebut.

Seluruh siswa dinyatakan lulus dengan tingkat kelulusan 100 persen di harapkan alumni melanjutkan pendidikan ke jenjang SMA/SMKK dapat menjaga almamater, dan mengembangkan keterampilan.

Hal ini di sampaikan oleh Plt. Kabid SMP Disdik Kota Jayapura sekaligus Kepala Sekolah SMPN 1 Jayapura, Purnama Sinaga, S.Pd., M.Pd.

Purnama mengatakan bahwa kelulusan siswa ditentukan melalui penilaian sumatif yang telah dilaksanakan pada 24 hingga 30 April 2025. Selain nilai akademik, aspek kehadiran, karakter, serta partisipasi dalam kegiatan ekstrakurikuler seperti Pramuka turut menjadi penilaian penting.

“Rapat dewan guru telah menetapkan bahwa seluruh siswa kelas IX dinyatakan lulus. Ini merupakan hasil dari proses pembelajaran selama tiga tahun yang telah dilalui dengan penuh komitmen,” jelas Purnama.

Ia juga mengingatkan agar para lulusan senantiasa menjaga nama baik almamater dengan terus mengembangkan keterampilan dan karakter positif di jenjang pendidikan menengah atas.

“Kami berharap peran aktif orang tua terus dilanjutkan agar siswa tetap berada dalam lingkungan yang aman dan positif,” tambahnya.

Dalam sambutannya, Rocky Bebena menyampaikan bahwa jumlah lulusan jenjang SMP di Kota Jayapura pada tahun ini mencapai 4.444 siswa. Adapun total kelulusan dari jenjang SD hingga SMA/SMK berjumlah 13.214 siswa.

“Kelulusan bukan hanya soal nilai akademik, tetapi juga kesiapan peserta didik untuk melanjutkan ke jenjang berikutnya dengan karakter yang baik. Ini merupakan amanat dari Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional,” ujar Rocky.

Ia juga mengimbau kepada para orang tua untuk terus memberikan pendampingan kepada anak-anak mereka agar tidak terjebak dalam euforia kelulusan yang berlebihan.

“Kita harus bersama-sama menjaga generasi muda dari pengaruh negatif seperti narkoba dan minuman keras. Pendidikan karakter harus tetap menjadi prioritas,” tegasnya.

Acara penamatan turut diwarnai dengan penyerahan piagam prestasi kepada siswa berprestasi serta prosesi serah terima siswa dari pihak sekolah kepada orang tua. Momen tersebut berlangsung penuh haru dan kebanggaan, menjadi penutup yang berkesan bagi seluruh peserta didik dan keluarga.(Epen Ketaren)

Tentukan gagasan utama yang ingin disampaikan oleh Plt. Kabit SMP sekaligus Kepala Sekolah SMPN 1 Jayapura, Purnama Sinaga, S.Pd., M.Pd., melalui pernyataan-pernyataannya dalam paragraf ketiga dan keempat teks berita tersebut.


Kelulusan 100 persen merupakan hasil dari proses belajar selama tiga tahun yang penuh komitmen.

Penilaian sumatif yang dilaksanakan pada 24 hingga 30 April 2025 menjadi satu-satunya penentu kelulusan siswa.

Harapan agar alumni melanjutkan pendidikan ke jenjang SMA/SMK dan menjaga nama baik almamater di masa depan.

Pentingnya aspek non-akademik seperti karakter, kehadiran, dan partisipasi ekstrakurikuler dalam menentukan kelulusan siswa.

6.

MULTIPLE CHOICE QUESTION

3 mins • 7 pts

Media Image

SMP Negeri 1 Jayapura secara resmi menamatkan 371 siswa kelas IX tahun ajaran 2024/2025 melalui prosesi penamatan yang digelar di Gedung SMPN 1 Jayapura, Senin (3/6/25). 

Mengusung tema “Semangat Baru, Langkah Pasti Maju”, kegiatan ini dihadiri oleh sejumlah pejabat dan tokoh pendidikan, antara lain Plt. Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Jayapura Rocky Bebena, S.Pd., M.Pd., Ketua Komite Sekolah Toni Wanggai, Ketua Alumni Nikolas Youwe (Ondoafi), PS. Indra Karubaba, serta Plt. Kabid SMP Dinas Pendidikan Kota Jayapura sekaligus Kepala SMPN 1 Jayapura, Purnama Sinaga, S.Pd., M.Pd. Para orang tua siswa juga hadir untuk menyaksikan momen bersejarah tersebut.

Seluruh siswa dinyatakan lulus dengan tingkat kelulusan 100 persen di harapkan alumni melanjutkan pendidikan ke jenjang SMA/SMKK dapat menjaga almamater, dan mengembangkan keterampilan.

Hal ini di sampaikan oleh Plt. Kabid SMP Disdik Kota Jayapura sekaligus Kepala Sekolah SMPN 1 Jayapura, Purnama Sinaga, S.Pd., M.Pd.

Purnama mengatakan bahwa kelulusan siswa ditentukan melalui penilaian sumatif yang telah dilaksanakan pada 24 hingga 30 April 2025. Selain nilai akademik, aspek kehadiran, karakter, serta partisipasi dalam kegiatan ekstrakurikuler seperti Pramuka turut menjadi penilaian penting.

“Rapat dewan guru telah menetapkan bahwa seluruh siswa kelas IX dinyatakan lulus. Ini merupakan hasil dari proses pembelajaran selama tiga tahun yang telah dilalui dengan penuh komitmen,” jelas Purnama.

Ia juga mengingatkan agar para lulusan senantiasa menjaga nama baik almamater dengan terus mengembangkan keterampilan dan karakter positif di jenjang pendidikan menengah atas.

“Kami berharap peran aktif orang tua terus dilanjutkan agar siswa tetap berada dalam lingkungan yang aman dan positif,” tambahnya.

Dalam sambutannya, Rocky Bebena menyampaikan bahwa jumlah lulusan jenjang SMP di Kota Jayapura pada tahun ini mencapai 4.444 siswa. Adapun total kelulusan dari jenjang SD hingga SMA/SMK berjumlah 13.214 siswa.

“Kelulusan bukan hanya soal nilai akademik, tetapi juga kesiapan peserta didik untuk melanjutkan ke jenjang berikutnya dengan karakter yang baik. Ini merupakan amanat dari Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional,” ujar Rocky.

Ia juga mengimbau kepada para orang tua untuk terus memberikan pendampingan kepada anak-anak mereka agar tidak terjebak dalam euforia kelulusan yang berlebihan.

“Kita harus bersama-sama menjaga generasi muda dari pengaruh negatif seperti narkoba dan minuman keras. Pendidikan karakter harus tetap menjadi prioritas,” tegasnya.

Acara penamatan turut diwarnai dengan penyerahan piagam prestasi kepada siswa berprestasi serta prosesi serah terima siswa dari pihak sekolah kepada orang tua. Momen tersebut berlangsung penuh haru dan kebanggaan, menjadi penutup yang berkesan bagi seluruh peserta didik dan keluarga.(Epen Ketaren)

Ketika Rocky Bebena mengimbau agar orang tua mendampingi anak-anak mereka "agar tidak terjebak dalam euforia kelulusan yang berlebihan," frasa tersebut secara implisit mengandung makna peringatan terhadap risiko perilaku negatif tertentu. Berdasarkan konteks kalimat selanjutnya, perilaku negatif spesifik apakah yang secara langsung ingin dicegah oleh Rocky Bebena melalui imbauan tersebut?

Kecenderungan untuk bermalas-malasan dan melupakan tanggung jawab melanjutkan pendidikan ke jenjang SMA/SMK.

Potensi terjadinya kegiatan hura-hura yang mengganggu ketertiban umum dan perusakan fasilitas sekolah.

Keterlibatan siswa dalam penyalahgunaan zat adiktif seperti narkoba dan minuman keras.

Adanya tekanan sosial dari teman sebaya untuk merayakan kelulusan dengan cara yang tidak sesuai norma.

7.

MULTIPLE CHOICE QUESTION

2 mins • 4 pts

Media Image

Sentani (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jayapura, Provinsi Papua, mengimbau generasi muda dan masyarakat pada umumnya untuk senantiasa menjaga pergaulan agar terhindar dari penyakit menular seksual HIV dan AIDS.

Plt. Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Jayapura Yusuf Yambe Yabdi di Sentani, Selasa, mengatakan generasi muda merupakan penerus pembangunan daerah sehingga harus menjaga serta merawat kesehatan diri dari segala ancaman penyakit.

"Jumlah kasus HIV di Kabupaten Jayapura yang tercatat yakni 3.371 kasus, ini sesungguhnya menjadi alarm keras bagi kita untuk lebih waspada dan menjaga perilaku hidup," katanya.

Menurut Yusuf, momentum Hari AIDS Sedunia menjadi titik balik untuk memotivasi langkah-langkah pencegahan penularan penyakit menular seksual ini, mengingat angka kasus yang sangat tinggi di daerah ini.

"Sosialisasi sangat penting agar kita dapat mengedukasi masyarakat kita tentang bahaya penyakit menular seksual, dan pengaruhnya bagi keberlanjutan masa depan generasi muda serta pembangunan daerah ini," katanya.Dia menambahkan dari total 3.371 kasus HIV di Kabupaten Jayapura, tercatat ada sebanyak 740 kematian dari angka tersebut, sehingga data ini harus disebarluaskan sebagai peringatan bahwa virus ini berbahaya meski tidak terlihat.

"Menurut hemat kami, pencegahan virus ini bergantung pada kesadaran pribadi setiap orang, kebijaksanaan dalam pergaulan, dan dukungan lingkungan keluarga serta masyarakat," ujarnya lagi.

Berdasarkan teks berita di atas, tujuan utama Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jayapura mengimbau masyarakat untuk menjaga pergaulan adalah...

Untuk memastikan generasi muda fokus pada pembangunan daerah dan menghindari euforia berlebihan.

Menekan angka kematian yang sudah mencapai 740 kasus dari total 3.371 kasus HIV di Kabupaten Jayapura.

Mendidik masyarakat tentang bahaya penyakit menular seksual untuk menjaga kesehatan diri dari ancaman penyakit HIV dan AIDS.

Memotivasi langkah-langkah pencegahan penularan penyakit menular seksual, karena jumlah kasus yang sangat tinggi di daerah tersebut.



Access all questions and much more by creating a free account

Create resources

Host any resource

Get auto-graded reports

Google

Continue with Google

Email

Continue with Email

Classlink

Continue with Classlink

Clever

Continue with Clever

or continue with

Microsoft

Microsoft

Apple

Apple

Others

Others

Already have an account?