NEW
Font size
WorksheetsSO COMMANDER for UBIS
Total questions: 42
Worksheet time: 21mins
Situasi dimana INFORMASI SANGAT BERLEBIHAN, TERLIHAT ACAK namun SEBENARNYA SALING TERKAIT, sehingga situasi saat ini maupun kedepan menjadi meragukan (weak signal), dalam VUCA Zone, disebutdengan :
VOLATILITY
UNCERTAINTY
COMPLEXITY
AMBIGUITY
Yang tidak termasuk dalam Super Agility adalah :
Change Agility
Manners Agility
People Agility
Mental Agility
“Seorang yang visioner mempunyai mimpi yang besar, menegaskannya untuk dapat dipahami dan menyatakannya dengan gairah untuk dapat dirasakan dan menjadi perhatian. Seorang visioner yang tulen mempunyai kemampuan untuk memberikan inspirasi (inspire), mengajak (invite) dan mengerahkan (enroll) orang-orang lain” [Marcia Wieber]. Seorang pemikir visioner harus memiliki dasar-dasar yang benar berikut ini
Creativity, Futuristic, Paths to Destination dan Tangible Concepts (CFPT)
Volatility, Uncertainty, Complexity dan Ambiguity (VUCA)
Goal, Reality, Option dan Way Forward (GROW)
Digital Leadership (DL)
Salah satu karakter dari Genuine Leader adalah 4E, yang merupakan kependekan dari :
Energy, Energize, Edge dan Execution
Edge, Enthuasiasm, Empowerment dan Energy
Energize, Engagement, Edge dan Execution
Execution, Edge, Energy dan Enthuasiasm
Coaching merupakan cara bagaimana mengarahkan orang untuk membuat keputusan-keputusan yang disadari selanjutnya mengambil tindakan. Daniel Goleman penulis buku “Emotional Intelligence” menyatakan “kepemimpinan bukan merupakan dominasi tetapi seni membujuk dan mengajak orang bekerja mencapai tujuan tertentu”. Coaching Style Leadership harus mampu mengembangkan kemampuan yang tepat berikut ini :
Creativity, Futuristic, Paths to Destination dan Tangible Concepts (CFPT)
Volatility, Uncertainty, Complexity dan Ambiguity (VUCA)
Goal, Reality, Option dan Way Forward (GROW)
Digital Leadership (DL)
Berdasarkan hasil riset yang dilakukan oleh Franklin Covey terhadap lebih kurang 13 ribu leader secara internasional, diperoleh kesimpulan bahwa penyebab kegagalan dari suatu perencanaan yang matang adalah :
Tidak mengetahui Goal
Tidak mengetahui apa yang harus dilakukan untuk mencapai goal
Tidak mengetahui skor Pencapaian terhadap goal
Semua Strategy untuk pencapaian Goal
Whirlwind adalah kondisi operasional yang menggambarkan tingkat kegentingan (urgent) dan kepentingan (important) berada pada :
Tidak genting dan tidak penting
Sangat genting dan Tidak penting
Sangat genting dan sangat penting
Tidak genting dan sangat penting
Uang kas bagaikan darah bagi sebuah bisnis, dimana kekurangan atau kehabisan kas akan menyebabkan Bisnis tidak berjalan ( bangkrut). Suatu kondisi yang menunjukkan Jumlah uang kas yang tersedia di perusahaan dikenal dengan istilah :
Cash In & Cash Out
Cash Flow
Cash Availability
Cash Posisition
Terdapat 5 driver Bisnis menurut Kevin Cope yang perlu diketahui dan dipahami oleh seluruh Karyawan untuk meningkatkan business acumen yaitu :
People, Cash, Asset, Infrastructure, Profit
Asset, Customer, Profit, People, Cash
Profit, Employee, Customer, Asset, Cash
Cash, Asset, Profit, People, Grow
Seorang entrepreneur memiliki karakter berani mengambil resiko ( risk taker) atas keputusan bisnis yang diambilnya berdasarkan pada :
Intuisi bisnis yang kuat
Perhitungan bisnis yang matang
Pengalaman sukses pada kasus yang sama
Bantuan konsultan bisnis
P Joni seorang teknisi jaringan di STO X yang memiliki karakter suka mengatur kelompoknya, tegas dan sering mewakili rekan2nya menyampaikan aspirasi ke manajemen. Dilihat dari karakternya, p Joni termasuk orang dengan tipe :
Compliance (C)
Dominance (D)
Influence (I)
Steadiness (S)
Seseorang memiliki karakter antusias, selalu optimis, bersemangat tinggi dan suka berbicara. Ciri-ciri dimaksud mencerminkan bahwa orang tersebut masuk tipe :
Dominance (D)
Influence (I)
Steadyness (S)
Compliance (C)
Manusia dapat digolongkan dalam 3 (tiga) dimensi dalam hal motivasi diri : Task Oriented, Interaction Oriented dan Self Oriented. Seseorang yang menjadikan pekerjaan atau tugas sebagai cara pencapaian tujuan-tujuan pribadi (misal memperkaya diri atau mendapat kenyaman jalan-jalan ) dapat digolongkan pada
Task oriented
Interaction oriented
Self oriented
Kombinasi Self oriented dan Task Oriented.
Achmad seorang ahli akuntasi yang selalu menggunakan logika dan analisa dalam menyelesaikan pekerjaannya. Kalimat yang selalu diungkapkan adalah “ Otak kiri saya terlalu kuat jadi sulit berpikir kreatif dan inovasi”. Bagaimana tanggapan saudara terhadap ungkapan Achmad ?
Achmad tidak bisa berpikir kreatif karena pekerjaannya menuntut logika dan penalaran yang kuat.
Achmad tidak bisa berpikir kreatif karena pekerjaannya menuntut logika dan penalaran yang kuat.
Berpikir kreatif dapat dikembangkan dan dilakukan oleh setiap orang di mana saja juga termasuk Achmad untuk menginspirasi ide-ide baru dan kreatif dalam penyelesaiaan pekerjaan.
Otak kiri Achmad terlalu kuat sehingga otak kanannya sumber kreativitas kurang berkembang
Edward De Bono membagi pola berpikir menjadi 2 : Vertical Thinking dan Lateral Thinking (Creative Thinking). Pola berpikir Achmad yang penuh analisa, rigid, dan tahapan yang teratur dan terencana untuk mencapai tujuan pekerjaan yang efisien dan cepat termasuk pada jenis pola berpikir :
Lateral Thinking
Creative Thinking
Vertical Thinking
Well-planned Thinking
Design Thinking menerapkan pendekatan penyelesaian permasalahan dengan memusatkan pada kepentingan pengguna atau yang mempunyai permasalahan. Berikut ini yang bukan manfaat yang ditawarkan design thinking adalah sebagai berikut :
User-centered process
Leverages collective expertise
Encourages innovation
Simplify development process
Design Thinking mengimplementasikan 5 tahap dalam frameworknya yaitu : Empathize, Define, Ideate, Prototype dan Test. Brainstorming dalam satu tim untuk eksplorasi potensial solusi, memlih solusi yang terkait dan dilanjutkan dengan pendalaman solusi termasuk pada tahap
Empathize
Define
Ideate
Prototype
Analysis Bisnis IndiHome dengan menggunakan SME (Sustainable Marketing Enterprice) model sampai anda mendapatkan Strategy yang relevan.
Dari Gambar diatas, maka tahapan penentuan Strategy Bisnis Indihome pada level
4C- Analysys
STV-Triagle
PCS-Score Card
Pada Semua tahapan dilakukan
Analisa Lingkungan Eksternal (ALE) dilaksanakan untuk mengidentifikasi faktor-faktor strategis di luar perusahaan yang mempengaruhi kinerja dan kelangsungan bisnis perusahaan. Yang termasuk lingkungan eksternal Makro :
Politik, Ekonomi, Teknologi dan Sosial & Budaya.
System-IT, Financial, HRD, Logistic System
Strategy, Tactical, Value
Employee, Customer, Stake Holder
Seorang ahli Bisnis ‘Peter Druker’ mengatakan bahwa “There is only one valid definition of business purpose: to create a customer.” Maknanya adalah:
Value dapat menciptakan Brand Image, Membangun Personal Relationship dan Customer Experiences.
Value dapat menghasilkan laba perusahaan yang tinggi
Value adalah tanggung jawab semua komponen dalam organisasi
Value dibentuk dari pengetahuan (knowledge) dan Keterlibatan (Imvolvement) yang timgggi dari seorang Sales.
TELKOM merupakan market leader dalam bisnis Telekomunikasi di Indonesia. Untuk mempertahankan pangsa pasar ( protecting market share), maka salah satu upaya yang dilakukan TELKOM adalah :
Meluncurkan produk-produk inovatif yang sulit ditandingi oleh kompetitor yaitu layanan 3P Indihome, Wifi Corner dan layanan total solution di segmen bisnis dan enterprise.
Meningkatkan intensitas penggunaan layanan (encourage greater product usage).
Melakukan transformasi organisasi yang berorientasi kepada segmen pelanggan ( Customer Facing Unit )
Memperkuat teritori (Telkom Regional ) untuk mempercepat product delivery dan pelayanan pelanggan
Google Analitycal merupakan Tools yang sangat power full bahkan sudah dapat dikombinasikan dengan Aplikasi Noss-f, sehingga dapat memberi kemudahan dalam pelayanan IndiHome khususnya untuk mengetahui Advantage Pesaing. Metode ini termasuk dalam pengumpulan data dengan menggunakan :
Pengumpulan Data Primer
Pengumpulan Data Sekunder
Data melalui Indept
Data melalui Karyawan Perusahaan
Sebagai seorang Manager Consumer Service, Bram melakukan Proses dan Analisa dari resource yang dimiliki dengan tahapan yang benar. Tahapan yang harus dilakukan adalah :
Planning & Direction – Dissemation – Analysis – Collection/Gather.
Planning – Organizationing - Actuating – Conrolling.
Identify – Train – Assigning – Motivating – Evaluating/Controlling.
Profile – Prospecting – Probing – Presentation – Handling Objection – Closing – Follow-Up.
The Art of War (Sun Tzu), adalah seni memenangkan persaingan yang sudah teruji, Poin dari Ajaran tersebut adalah:
If you know the enemy and know yourself, you need not fear the result of hundred battles.
If you know yourself but not the enemy, for every victory gained you will also suffer a defeat
If you know enemy but not the yourself, for every victory gained you will also suffer a defeat
If you know neither the enemy nor yourself, you will succumb in every battle.
Pernyataan berikut ini yang sesuai dengan pengertian Territory Managemnt ™ adalah:
Proses penentuan diskon penjuaan
Memastikan pencapaian target Sales People
Proses penentuan harga pejualan
Mengalokasikan resource yang lebih efisien dan efektif.
Teknik penjualan yang tepat untuk proses pembelian yang high involvement dan pelanggan yang high knowledge adalah:
Transactional Selling
Consultative selling
Persuasive Selling
Customer-focused Selling
Dalam proses buy-learning seorang pembel akan melalui 4 (empat) tahapan, yaitu need, learn, buy, value. Pengertian dari VALUE adalah:
Pembeli mengenali situasinya sekarang kemudian merasakan adanya ketidak puasan terhadap kondisi saat ini.
Pembeli melakukan penelitian untuk mencari informasi kemudian melakukan perbandingan terhadap alternatif- alternatif yang ada.
Pembeli akan merasakan perasaan ragu-ragu dan takut terhadap alternatif yang akan dibeli dan pada akhirnya setelah keraguan dapat diatasi, pembeli akan membuat komitmen untuk melakukan pembelian.
Pembeliakan membandingkan apakah pembelian yang dilakukan dan kinerja produk telah sesuai dengan harapannya, dan apakah pembeli merasakan kepuasan atau tidak.
Yang bukan aplikasi CRM
TeNOSS
Starclick
I-Siska
TiCares
Modul penghubung antara CRM dengan New-OSS
TeNOSS
CRM
EAI
SRM
Modul untuk Inventory
UIM
OAM
SOM
WPM
Feasibilty Check dilakukan untuk :
Mengetahui kesiapan alat produksi yang akan digunakan
Mengetahui layanan yang akan di delivery
Mengetahui lokasi pemasangan layanan
Mengetahui command untuk mengaktivasi perangkat aktif
myIndihome digunakan oleh pelanggan saat melakukan :
Registrasi Indihome
Registrasi Mengganti Paket
Registrasi Pindah Alamat
Registrasi Internet
Modul Assurance Gangguan Massal menggunakan aplikasi :
NOSS-A
MyCX
Webcare
iSiska
Fungsi aplikasi CX adalah sebagai berikut kecuali :
Input Ganggauan Individu
Input Gangguan Massal
Input Gangguan BGES
Input Gangguan Indihome
Fungsi Aplikasi KPRO adalah sebagai berikut kecuali :
tracking order proses provisioning
memperlancar proses provisioning
tracking order pekerjaan teknisi
memperlancar proses assurance
Fungi menu yang terdapat pada Provi adalah :
Pengelolaan iSISKA : RE – VA
Pengelolaan Manajemen Janji
Pengelolaan Instalasi
Pengeloaan RWOS
Untuk menentukan prioritas migrasi dari Cooper ke Fiber digunakan aplikasi :
SIIS
UIM
KPRO
DAVA
ODP berwarna merah pada aplikasi SIIS berarti :
Okupansi < 20%
Okupansi < 40%
Okupansi = 0
Okupansi > 80%
Pada aplikasi SIIS dapat dilakukan hal sebagai berikut, kecuali :
Mencari revenue per-ODP
Mencari ARPU per-ODC
Mencari okupansi pendudukan ODP
Melihat posisi sales force aktif
Pekerjaan yang sudah diselesaikan oleh MITRA sesuai Kontrak akan dilakukan test komisioning yaitu pengetesan/pengujian baik sebagian atau keseluruhan, yang dalam pelaksanaannya dapat dilakukan oleh :
Mitra dengan atau tanpa didampingi oleh petugas TELKOM
Mitra dan wajib didampingi oleh petugas TELKOM
TELKOM
MITRA Sediri
Pada saat penerimaan barang WASPANG harus memeriksa QA barang tersebut, fungsi QA adalah:
Menjamin jumlah barang yang dikirim
Menjamin kualitas barang yang akan diterima
Menjamin spesifikasi barang yang akan diterima
Menjamin terhindarnya kerusakan fisik barang yang akan diterima
Untuk mendapatkan hasil penyelesaian proyek yang berkualitas dan sesuai kontrak, maka pengawasan harus dilakukan :
Pada awal kegiatansaja
Pada pertengahan kegiatansaja
Pada akhir pekerjaan, sebelum dilakukan PengetesandanUjiTerima.
Secara terus menerus selama pelaksanaan proyek sedang berlangsung.
