wayground logo

Free Printable Worksheets

Font size

S
M
L
XL
Worksheets

Experimental Design

Total questions: 50

Worksheet time: 25mins

Name
Class
Date
1.

Untuk melihat nilai tabel F di perlukan nilai derajat bebas dari

a)

Perlakuan

b)

Galat

c)

Error

d)

Corection factor

2.

Untuk menggunakan tabel F maka diperlukan nilai derajaj bebas dari

a)

Perlakuan

b)

Ulangan

c)

Blok

d)

Error

3.

Untuk membaca tabel T diperlukan nilai derajat bebas dari

a)

Error

b)

Perlakuan

c)

Ulangan

d)

Blok

4.

Uji Lanjut dengan BNT menggunakan tabel

a)

Tabel F

b)

Tabel t

c)

Tabel z

d)

Tabel ano a

5.

Untuk percobaan 7 perlakuan dan 3 ulangan dengan RAL maka

a)

db galat 12

b)

db galat 14

c)

db total 12

d)

db total 20

6.

Untuk percobaan 7 perlakuan dan 3 ulangan dengan RAL maka

a)

db perlakuan 6

b)

db perlakuan 7

c)

db galat 14

d)

db ulangan 2

7.

Untuk percobaan 7 perlakuan dan 3 ulangan dengan RAL maka

a)

Tabel F 5% adalah 2.85

b)

Tabel F 1% adalah 3.01

c)

Tabel F 5% adalah 2.65

d)

Tabel F 1 % adalah 3.24

8.

Untuk percobaan 7 perlakuan dan 3 ulangan dengan RAL maka

a)

Tabel F 5% unruk perlakuan adalah 2.85

b)

Tabel F 5% untuk ulangan adalah 3.89

c)

Table F 1% untuk ulangan adalah 3.01

d)

Table F 1 % untuk ulangan adalah 3.10

9.

Untuk percobaan 7 perlakuan dan 3 ulangan dengan RAL maka

a)

Memerlukan 21 unit percobaan

b)

Memerlukan 21 sample

c)

Memerlukan kondisi seragam

d)

Memerlukan perlakuan yang seragam

10.

Untuk percobaan 7 perlakuan dan 3 ulangan dengan RAL maka

a)

Perlakuan berbeda nyata apabila F hitung Lebih Besar dari F Tabel

b)

Ulangan berbeda nyata apabila F hitung lebih besar dari F tabel

c)

Galat berbeda nyata apabila F hitung lebih besar dari F tabel

d)

Total berbeda nyata apabila F hitung lebih besar dari F tabel

11.

Untuk percobaan 7 perlakuan dan 3 ulangan dengan RAK maka

a)

Db perlakuan 7

b)

Db perlakuan 6

c)

Db error 12

d)

Db error 14

12.

Untuk percobaan 7 perlakuan dan 3 ulangan dengan RAK maka

a)

Kondisi percobaan tidak seragam

b)

Db total sama dengan Db total RAL

c)

Perlakuan seragam

d)

Perlakuan tidak seragam

13.

Untuk percobaan 7 perlakuan dan 3 ulangan dengan RAK maka

a)

Nila f tabel 5% untuk perlakuan adalah 3.74

b)

Nilai f tabel 5% untuk perlakuan adalah 3.00

c)

Nilai f tabel 5% untuk ulangan adalah 3.89

d)

Nilai f tabel 5%untuk galat adalah 2.85

14.

Untuk percobaan 7 perlakuan dan 3 ulangan dengan RAK maka

a)

Tidak memerlukan F hitung Perlakuan

b)

Tidak memerlukan F hitung Galat

c)

Tidak memerlukan F hitung ulangan

d)

Tidak memerlukan F hitung Total

15.

Untuk percobaan 5 perlakuan dan 7 ulangan dengan RAL maka nilai F tabel 5% untuk perlakuan adalah

a)

2.78

b)

2.51

c)

2.69

d)

2.71

16.

Untuk percobaan 5 perlakuan dan 7 ulangan dengan RAK maka nilai F tabel 5% untuk ulangan adalah

a)

2.78

b)

2.71

c)

2.69

d)

2.51

17.

Untuk percobaan 5 perlakuan dan 7 ulangan dengan RAK maka nilai F tabel 5% untuk perlakuan adalah

a)

2.78

b)

2.51

c)

2.69

d)

2.71

18.

Untuk percobaan 5 perlakuan dan 7 ulangan dengan RAL maka F tabel 5% untuk

a)

Perlakuan adalah 2.69

b)

Perlakuan adalah 2.78

c)

Ulangan adalah 2.51

d)

Error adalah 2.51

19.

Untuk percobaan 5 perlakuan dan 7 ulangan dengan RAK maka

a)

F tabel 5% Perlakuan adalah 2.69

b)

F tabel 5% Perlakuan adalah 2.78

c)

F tabel 5% ulangan adalah 2.51

d)

F tabel 5% ulangan adalah 2.65

20.

Untuk percobaan 5 perlakuan dan 7 ulangan dengan RAL maka nilai F tabel 5% untuk perlakuan adalah

a)

Db error 30

b)

Db error 24

c)

Db perlakuan sama dengan Db perlakuan RAK

d)

Db perlakuan tidak sama dengan Db perlakuan RAK

21.

Percobaan faktorial adalah

a)

terdiri lebih dari 1 perlakuan

b)

Perlakuan adalah kombinasi level faktor perlakuan

c)

Tidak bisa di analisa dengan menggunakan RAK

d)

Semua perlakuan adalah kuantitatif

22.

Berikut ini berlaku pada percobaan faktorial

a)

Percobaan bisa di rancang dengan RAL

b)

Percobaan di rancang dengan minimal 2 faktor perlakuan

c)

Percobaan bisa di rancang dengan RAK

d)

Percobaan minimal memiliki 2 ulangan

23.

Rancangan Percobaan Faktorial dengan 2 Faktor perlakuan dan masing masing Faktor perlakuannya memiliki 3 level perlakuan maka

a)

Jarus menggunakannya RAL

b)

Harus menggunakan RAK

c)

Kombinasi perlakuan adalah 9

d)

db perlakuan adalah 2

24.

Rancangan Percobaan Faktorial dengan 2 Faktor perlakuan dan masing masing Faktor perlakuannya memiliki 3 level perlakuan maka

a)

Harus menggunakannya RAL

b)

Tidak harus menggunakan RAK

c)

kombinasi perlakuan adalah 9

d)

db perlakuan adalah 8

25.

Apabila dalam percobaan Faktorial, F hitung dari interaksi tidak berbeda nyata maka

a)

Percobaan harus diulang

b)

Uji lanjut BNT digunakan untuk menguji rata rata masing masing faktor perlakuan secara terpisah

c)

Uji lanjut BNT digunakan untuk menguji rata rata dari kombinasi perlakuan

d)

Tidak perlu dilakukan uji lanjut dengan BNT maupun uji lanjut Lainnya

26.

Apabila dalam percobaan Faktorial, F hitung dari interaksi berbeda nyata maka

a)

Percobaan harus diulang

b)

Uji lanjut BNT digunakan untuk menguji rata rata masing masing faktor perlakuan secara terpisah

c)

Uji lanjut BNT digunakan untuk menguji rata rata dari kombinasi perlakuan

d)

Tidak perlu dilakukan uji lanjut dengan BNT maupun uji lanjut Lainnya

27.

perlakuan A, Perlakuan B dan perlakuan C diuji dengan uji lanjut BNT dan kesimpulannya ketiga nya tidak berbeda, maka

a)

Selisih rata rata masing masing

perlakuan dengan rata rata perlakuan yang lain lebih besar dari nilai BNT

b)

Di belakang rata rata perlakuan di beri notasi huruf yang sama

c)

Selisih rata rata masing masing

perlakuan dengan rata rata perlakuan yang lain lebih kecil dari nilai BNT

d)

Selisih rata rata masing masing

perlakuan dengan rata rata perlakuan yang lain sama dengan nilai BNT

28.

Rancangan percobaan Faktorial

a)

Memiliki minimal 2 faktor perlakuan

b)

db interaksi adalah db perlakuan di kurangi db masing masing perlakuan

c)

db galat sama dengan db interaksi

d)

db interaksi sama dengan db error

29.

Pada percobaan Faktorial dengan 2 Faktor perlakuan, Dimana faktor perlakuan pertama terdiri dari 2 level dan faktor perlakuan kedua terdiri dari 3 level, maka

a)

Percobaan bisa di rancang menggunakan RAL

b)

Percobaan bisa di rancang dengan RAK

c)

Ulangan minimal 2

d)

F Hitung harus lebih besar F tabel

30.

Pada percobaan Faktorial dengan 2 Faktor perlakuan, Dimana faktor perlakuan pertama terdiri dari 2 level dan faktor perlakuan kedua terdiri dari 3 level, maka

a)

Percobaan bisa di rancang menggunakan RAL

b)

Percobaan bisa di rancang dengan RAK

c)

Ulangan minimal 2

d)

Kombinasi perlakuan sebanyak 6

31.

Percobaan untuk melihat pengaruh kadar garam terhadap rasa telur asin, Dimana peneliti tidak mendapatkan telor yang ukurannya seragam, maka peneliti bisa melakukan percobaan dengan

a)

Rancangan Acak Lengkap

b)

Rancangan Acak Kelompok

c)

Rancangan Faktorial

d)

Bisa menggunakan lebih dari 3 kali ulangan

32.

Percobaan untuk melihat pengaruh kadar garam terhadap rasa telur asin, Dimana peneliti tidak mendapatkan telor yang ukurannya seragam, maka peneliti bisa melakukan percobaan dengan

a)

Rancangan Acak Lengkap

b)

Rancangan Acak Kelompok

c)

Rancangan Faktorial

d)

Harus mencari telor yang besarnya tepat seragam

33.

Untuk menguji kesukaan konsumen terhadap 2 produk teh, teh di seduh dengan 4 tingkat kadar Gula maka dan semua situasi percobaan bisa dikondisikan homogen

a)

Rancangan dapat menggunakan RAL

b)

Rancangan dapat menggunakan RAK

c)

Rancangan Harus Faktorial

d)

Perlakuan adalah kombinasi dr level faktor perlakuan.

34.

Untuk menguji kesukaan konsumen terhadap 2 produk teh, teh di seduh dengan 4 tingkat kadar Gula maka dan semua situasi percobaan bisa dikondisikan homogen

a)

Rancangan dapat menggunakan RAL

b)

Rancangan Percobaan harus Faktorial

c)

db Perlakuan 7

d)

Perlakuan adalah kombinasi dr level faktor perlakuan.

35.

Untuk menguji kesukaan konsumen terhadap 2 produk teh, teh di seduh dengan 4 tingkat kadar Gula maka dan semua situasi percobaan bisa dikondisikan homogen

a)

db Perlakuan gula adalah 3

b)

db perlakuan Teh adalah 1

c)

db Perlakuan 7

d)

Perlakuan adalah kombinasi dr level faktor perlakuan.

36.

Untuk menguji kesukaan konsumen terhadap 2 produk teh, teh di seduh dengan 4 tingkat kadar Gula maka dan semua situasi percobaan bisa dikondisikan homogen

a)

db Perlakuan gula adalah 3

b)

db perlakuan Teh adalah 1

c)

db Perlakuan 7

d)

db Interaksi adalah 3

37.

Berikut ini berlaku pada percobaan faktorial

a)

Percobaan bisa di rancang dengan RAL

b)

Percobaan di rancang dengan minimal 2 faktor perlakuan

c)

Percobaan bisa di rancang dengan RAK

d)

db perlakuan adalah 1

38.

Pada percobaan Faktorial dengan 2 Faktor perlakuan, Dimana faktor perlakuan pertama terdiri dari 2 level dan faktor perlakuan kedua terdiri dari 3 level, maka

a)

Percobaan bisa di rancang menggunakan RAL

b)

Percobaan bisa di rancang dengan RAK

c)

db ulangan adalah 2

d)

Kombinasi perlakuan sebanyak 6

39.

Perbedaan Rancangan Acak Lengkap dengan Rancangan Acak Kelompok adalah

a)

RAL memiliki db ulangan

b)

RAK memiliki db ulangan

c)

RAL menghendaki kondisi percobaan yang homogen

d)

RAK menghendaki kondisi percobaan yang homogen

40.

Pada percobaan Faktorial dengan 3 Faktor perlakuan, Dimana faktor perlakuan pertama terdiri dari 2 level, faktor perlakuan kedua terdiri dari 3 level, dan faktor perlakuan ke tiga terdiri dari 3 level Maka :

a)

db perlakuan adalah 17

b)

db perlakuan 8

c)

db interaksi 12

d)

db interaksi 10

41.

Analisis data parametrik adalah untuk data yang memenuhi asumsi khusus atau pesyaratan khusus. Berikut ini hal hal yang terkait dengan analisis parametrik

a)

data harus linier

b)

data berdistribusi normal

c)

RAL termasuk uji parametrik

d)

RAK termasuk uji parametrik

42.

Penelitian organoleptik yang kemudian di analisis data statistiknya maka:

a)

Seharusnya dianalisis dengananalisis parametrik

b)

data kemungkinan kecil sekali mengikuti mengikuti distribusi normal

c)

Sangat kecil peluang bisa dianalisa dengan parametrik

d)

data kemungkinan kecil sekali bersifat linier

43.

Penelitian dengan 3 perlakuan atau lebih dimana data nya tidak dapat memenuhi asumsi untuk uji parametrik maka:

a)

Bisa di uji dengan RAL atau RAK

b)

Bisa di uji dengan metode Kruskal wallis

c)

bisa diuji dengan uji t

d)

data tidak berdistribusi normal

44.

Data penelitian yang terdiri dari 3 perlakuan atau lebih dan tidak memenuhi asumsi normalitas, linieritas dan homogenitas maka

a)

Dapat di uji dengan Friedman Test

b)

Dapat di uji dengan kruskal wallis

c)

dalam perhitungannya memperhitungkan ranking data

d)

Memakai tabel F

45.

Penelitian dengan menggunakan analisis korelasi untuk variabel variabel dari uji organoleptik maka:

a)

menggunakan korelasi pearson

b)

menggunakan korelasi spearman

c)

data nya berupa ranking

d)

Harus memenuhi asumsi normalitas, homoginitas dan linieritas

46.

Dalam penelitian analisis jalur (Path Analysis) maka

a)

Koefisien jalur dapat dihitung dengan metode kuadrat terkecil

b)

Koefisien jalur dapat dihitung dengan metode persamaan rekursif

c)

Dapat diperoleh informasi pengaruh variabel mana yang paling besar maupun paling kecil

d)

dapat digunakan untuk menguji sbuah hipotesa

47.

untuk memutuskan apakah data penelitian di analisis dengan parametrik atau nonparametrik, maka

a)

bisa diuji dengan uji friedman test

b)

diuji dengan liliefors test

c)

uji Burlett

d)

uji linieritas regresi

48.

Penelitian tentang apakah ada keterikatan antara jenis pengawet yang digunakan dengan jenis makanan, maka

a)

bisa dianalisis dengan analisis korelasi

b)

merupakan korellasi antara variabel nominal dan nominal

c)

merupakan korellasi antara variabel ordinal dan ordinal

d)

dalam analisisnya memerlukan alfa atau taraf signifikansi

49.

Dalam perhitungan penelitian menggunakan korelasi secara manual, maka

a)

memerlukan tabel t

b)

memerluka nilai derajat bebas (df) dari kedua variabel

c)

memerlukan tabel koningensi

d)

dapat digunakan untuk menguji hipotesis

50.

Penelitian tentang apakah ada keterikatan antara jenis pengawet yang digunakan dengan jenis makanan, maka

a)

keeratan hubungan antara kedua variabel dinyatakan dengan chi square

b)

selalu memiliki hubungan korelasi yang kuat

c)

keeratan hubungan antara kedua variabel dinyatakan dengan koefisien asosiasi cramer

d)

selalu memiliki hubungan korelasi yang lemah