wayground logo

Free Printable Worksheets

Font size

S
M
L
XL
Worksheets

SOAL RESIDEN INTERNA 1

Total questions: 100

Worksheet time: 2hrs 40mins

Name
Class
Date
1.

Seorang pria 18 tahun datang ke poliklinik Penyakit Dalam dengan keluhan pucat yang sudah dirasakan sejak 1 minggu yang lalu. Pasien sudah dikenal menderita anemia hemolitik autoimun dan sedang dalam terapi steroid yang sudah dijalani selama 1 tahun. Pasien menanyakan kepada dokter mengenai kemungkinan mendapatkan vaksinasi.

Pernyataan yang tepat mengenai pemberian vaksinasi pada pasien tersebut adalah:

a)

Vaksin hidup dan vaksin mati boleh diberikan kepada pasien

b)

Vaksin yang sangat direkomendasikan adalah hepatitis B dan influenza.

c)

Vaksin hidup boleh diberikan jika dosis steroid yang diberikan kurang dari 40 mg prednisone per hari.

d)

Pemberian vaksin hidup harus ditunda sampai 1 bulan setelah terapi steroid dosis tinggi dihentikan.

e)

Vaksin yang sangat direkomendasikan adalah pneumokok dan varisela

2.

Seorang wanita usia 30 tahun bekerja di pabrik penggilingan kopi dating ke poliklinik penyakit dalam dengan keluhan sesak napas disertai mengi, mata gatal saat sedang bekerja. Pasien baru saja bekerja sejak 1 minggu yang lalu. Pasien tidak memiliki riwayat asma sebelumnya. Keluhan ini sering muncul saat bekerja dan membaik saat os tidak berada di pabrik. Pemeriksaan fisik dan tanda vital dalam batas normal.Wheezing tidak ada. Bagaimana penatalaksanaan terhadap penyakit pasien diatas?

a)

Pemakaian alat pelindung seadanya.

b)

Pemakaian alat pelindung, pindah kerja bila memungkinkan,evaluasi fungsi paru secara berkala dan pemberian beta agonis.

c)

Pemberian antihistamin

d)

Pemberian steroid inhalasi

e)

Pemberian Aminofilin

3.

Seorang laki-laki 40 tahun datang dengan keluhan sesak napas tiba-tiba saat sedang makan es kacangmerah.Sesak napas disertai mengi. Pasien tidak merokok. Dari pemeriksaan fisik didapatkan TD 120/80 mmHg Nadi 90 x/menit. Suara napas vesikuler, wheezing (+). Pemeriksaan penunjang yang diperlukan untuk menegakkan diagnosis yang paling tepat pada pasien ini adalah:

a)

Rontgen thoraks

b)

Prick test

c)

Pemeriksaan sputum

d)

Uji provokasi bronkus

e)

Analisa gas darah

4.

Seorang pasien laki-laki, 40 tahun, dating ke IGD dengan keluhan bentol-bentol dan gatal pada kulit. Keluhan ini dirasakan pasien satu jam setelah pasien memakan udang. Riwayat alergi disangkal. Pada pemeriksaan fisik didapatkkan tekanan darah 120/80 mmHg, nadi 92 kali/menit, nafas 20 kali/menit, serta tampak urtikaria pada kulit. Pemeriksaan baku emas pada pasien ini adalah:

a)

Oral food challenge

b)

Skin prick test

c)

IgE spesifik

d)

Tes provokasi

e)

Biopsi kulit

5.

Seorang pasien wanita berumur 58 tahun datang ke poliklinik dengan keluhan nyeri kepala, kelelahan, berat badan menurun dan demam. Pasien juga mengeluhkan adanya gangguan penglihatan. Pada pemeriksaan fisik didapatkan tekanan darah 120/80 mmHg, nadi 110 kali/menit, nafas 20 kali/menit dan suhu 39,80C. Pada pemeriksaan A. Temporalis teraba lemah dan nyeri tekan di bagian temporal. Pemeriksaan anjuran pada pasien ini adalah:

a)

ANCA

b)

Arteriogram

c)

Biopsiarteri temporal

d)

CT scan dengankontras

e)

Kadar komplemen

6.

Seorang laki-laki usia 36 tahun, datang ke Puskesmas dengan keluhan demam sejak 3 hari disertai nyeri pada persendian. Sebelum demam muncul pasien mengatakan didahului oleh menggigil kemudian berkeringat. Keluhan lain seluruhnya disangkal. Pasien baru saja pulang dari perjalanan dinas ke daerah Papua selama 1 minggu. Kesadaran pasien compos mentis, tekanandarah 110/70 mmHg, nadi 105 kali/menit, respirasi 20 kali/ menit, temp aksilla 39, beratbadan 60 kg. Pada pemeriksaan fisik dalam batas normal. Setelah dilakukan pemeriksaan hapusan darah tebal ditemukan P.falciparum stadium tropozoit dengan kepadatan parasit 90.000/mikroliter. Pasien kemudian diberikan pengobatan tablet DHP (4 tab/hari) selama 3 hari dan Primakuin 1 tab. Pasien datang kembali 7 hari kemudian dengan keluhan demam (temp aksilla 38) dan membawa hasil laboratorium P.falciparumn positif, dengan kepadatan parasit 50.000/mikroliter. Apakah yang disebut sebagai keadaan pasien saat ini dan rencanaterapi berikutnya?

a)

Rekrudensi,terapi Kina tablet 3x 600 mg + Doksisiklin 2x100 mg selama 7 hari

b)

Early Treatment Failure,terapi DHP 5 tab/hariselama 3 hari

c)

Late clinical failure, terapi Artesunate 200mg + Amodiakuin 800 mg selama 3 hari

d)

Late parasitological failure, terapi Artesunate 100mg + Doksisiklin 2x100 mg selama 7 hari

e)

A. Rechute, terapi Kina tablet 3x600 mg selama 7 hari

7.

Seorang laki-laki usia 37 tahun, datang berobat ke poliklinik penyakit Dalam untuk mendapatkan Vaksin Hepatitis B. Pasien menderita penyakit gagal ginjal kronik sejak 1 bulan yang lalu serta menjalani hemodialisis rutin 2 kali dalam seminggu. Hasil serologi anti HBs negatif sebelum diberikan vaksin. Setelah 2 bulan selesai vaksinasi terakhir, didapatkan serologi anti HBs nilai 15 mIU/mL. Apakah langkah selanjutnya pada pasien ini?

a)

Tidak perlu diberikan boster, evaluasi serologi anti HBs 1 tahun kemudian

b)

Tidak perlu diberikan boster, evaluasi serologi anti HBs 2 tahun kemudian

c)

Tidak perlu diberikan boster, evaluasi serologi anti HBs 3 tahun kemudian

d)

Tidak perlu diberikan boster, evaluasi serologi anti HBs 5 tahun kemudian

e)

Diberikan boster vaksinas hepatitis B, evaluasi serologi anti HBs 2 bulan kemudian ( jika<10 )

8.

Seorang Laki-laki 30 Tahun, datang ke IGD dengan Keluhan luka pada kaki karena tertusuk paku berkarat saat Bekerja. Riwayat Vaksinasi tetanus 3 dosis 3 tahun yang lalu. Pada Pemeriksaan fisik didapatkan luka pada plantar pedis sinistra diameter 0,5 cmdasar otot.

Tatalaksana pencegahan tetanus yang akan diberikan pada pasien ini adalah :

a)

Imunoglobulin anti tetanus dan tetanus toxoid

b)

Tidak diperlukan anti tetanus

c)

Imunoglobulin anti tetanus

d)

Tetanus toxoid

e)

Metronidazole

9.

Seorang laki-laki usia 27 tahun bekerja sebagai pembuat roti datang ke poliklinik dengan keluh sesak napas disertai mengi,batuk , mata gatal saat sedang bekerja. Pasien baru saja mulai bekerja setelah lulus kuliah. Pasien tidak merokok dan tidak memiliki riwayat asma sebelumnya, tetapi sering mengeluh gatal bila makan makanan laut. Keluhan sesak ini memburuk pada hari kerja dan membaik pada hari libur. Pemeriksaan fisik tanda vital dalam batas normal, tidak ada wheezing. Apa patogenesis yang mendasari gejala tersebut diatas?

a)

Iritasi bukan menjadi provokasi langsung terjadinya asma

b)

Merupakan keadaan yang menyerupai reaksi tipe I melalui ikatan antigen dengan IgE

c)

IgG akan berikatan dengan antigen yang mengakibatkan sel mast mengeluarkan mediator

d)

Pada polutan dengan berat molekul rendah selalu ditemukan IgE spesifik

e)

Pemeriksaan tes kulit akan negatif pada bahan polutan molekul besar

10.

Seorang pria 65 tahun datang ke poli Geriatri dengan keluhan lemas, lemas dirasakan sejak 4 bulan yang lalu, makin lama makin memberat. Lemas disertai nafsu makan menurun (+), berat badan menurun (+) tidak tahu berapa kilogram, massa otot terlihat menurun, diare (-), tanda – tanda perdarahan (-). Pasien terlihat murung dan mulai menarik diri dari kegiatan di sekitar rumahnya.Hal ini terjadi sejak anak pasien menikah dan tinggal di luar negeri.Pasien tinggal sendirian di rumah, istri pasien telah meninggal.Dari pemeriksaan Mini Nutritional Assesment (MNA) didapatkan skor 5, dilakukan pengkajian lanjutan didapatkan skor indikator malnutrisi 15. Berdasarkan kajian nutrisi tersebut, pasien dapat digolongkan sebagai

a)

Normal

b)

Tidak berisiko malnutrisi

c)

Kemungkinan maknutrisi

d)

Berisiko malnutrisi

e)

Malnutrisi

11.

Seorang wanita 70 tahun datang ke poliklinik dibawa oleh anaknya karena sering lupa mengenali cucunya dan sering lupa meletakkan barang-barang. Pasien masih suka bermain-main dengan cucunya di rumah namun agak terbatas karena tangan dan kaki kirinya yang lemah, buang air kecil dan buang air besar dalam batas normal.Pendidikan terakhir SMP. Didapatkan tekanan darah 160/110 mmHg dan memiliki riwayat pemasangan ring jantung 3 tahun yang lalu, riwayat mengalami stroke 6 bulan yg lalu, riwayat merokok tidak ada, riwayat DM tidak ada. riwayat ayah pasien menderita DM (+), HT (+). Pemeriksaan fisik paru, jantung dan abdomen dalam batas normal, pemeriksaan fisik ekstremitas ditemukan hemiparese sinistra. Pasien membawa hasil pemeriksaan CT-scan kepala tanpa kontras 6 bulan yang lalu kesan lacunar infark akut di periventrikel lateralis kanan. Hachinski ischemic score 8, pada pemeriksaan MMSE ditemukan skor 28.

Manakah yang menjadi faktor risiko pada pasien ini sehingga terjadi gangguan kognitif?

a)

Hipertensi

b)

Usia tua

c)

Riwayat ayah DM

d)

Riwayat ayah Hipertensi

e)

Merokok

12.

Seorang pria 70 tahun datang ke poliklinik dibawa oleh anaknya karena mengeluh sering lupa dan sulit melakukan pekerjaannya sehari-hari di rumah sebagai penjaga toko karena tidak dapat mengatur barang-barang di toko dengan benar, namun masih dapat melakukan hobinya sehari-hari memelihara burung namun agak terbatas karena tangan dan kaki kanannya yang lemah, buang air kecil dan buang air besar dalam batas normal. Pendidikan terakhir SMP. Didapatkan tekanan darah 170/100 mmHg dan memiliki riwayat pemasangan ring jantung 2 tahun yang lalu, riwayat mengalami stroke 6 bulan yg lalu, riwayat merokok 1 bungkus per hari namun sudah berhenti sejak 2 tahun yang lalu. Pemeriksaan fisik paru, jantung dan abdomen dalam batas normal, pemeriksaan fisik ekstremitas ditemukan hemiparese dextra. Pasien membawa hasil pemeriksaan CT-scan kepala tanpa kontras 6 bulan yang lalu kesan lacunar infark akut di periventrikel lateralis kiri. Hachinski ischemic score 8, pada pemeriksaan MMSE ditemukan skor 28.

Manakah pilihan yang tepat untuk tatalaksana pada pasien ini?

a)

Evaluasi skor MMSE setiap 6 bulan, optimalisasi pengelolaan faktor risiko

b)

Terapi Demensia dengan Donepezil, optimalisasi pengelolaan faktor risiko

c)

Evaluasi skor MMSE setiap 3 bulan, optimalisasi pengelolaan faktor risiko

d)

Terapi Demensia dengan Donepezil Evaluasi skor MMSE setiap1 bulan, optimalisasi pengelolaan faktor risiko

e)

Terapi Demensia dengan Donepezil, Evaluasi skor MMSE setiap 3 bulan, optimalisasi pengelolaan faktor risiko

13.

Seorang laki-laki berusia 72 tahun diantar oleh anaknya ke poliklinik penyakit dalam dengan keluhan hanya diam selama 3 hari, jika ditanya hanya menjawab dengan mengangguk atau menggeleng. Pasien lebih sering murung, tampak lesu dan tidak bersemangat.Sudah 1 bulan ini pasien makan hanya sedikit.Pasien seorang pensiunan TNI, setelah pensiun pasien aktif di organisasi pensiunan TNI, namun 2 bulan ini sahabat pasien meninggal dunia sehingga dia malas untuk datang ke acara organisasi pensiunan TNI. Pasien merasa bahwa dia sebentar lagi juga akan meninggal seperti temannya tersebut

Diagnosis yang paling mungkin pada pasien ini

a)

Gangguan kepribadian

b)

Depresi ringan

c)

Depresi sedang

d)

Depresi berat

e)

Gejala somatik pada pasien depresi

14.

Seorang laki-laki usia 80 tahun dibawa keluarganya ke poli penyakit dalam dengan keluhan lemas, lemas dirasakan terus- menerus sejak 3 bulan yang lalu, lemas membuat pasien kadang harus dibantu anak pasien untuk duduk atau berpindah tempat tidur. Keluhan dirasakan terutama sejak pasien menderita sakit stroke.Keluhan disertai berat badan yang semakin menurun, nafsu makan turun. Dari pemeriksaan fisik didapatkan TD 110/70 mmHg, nadi 96 kali/menit, RR 20 kali/menit, suhu 36,7 C. Kecepatan berjalan 0,5 meter/menit, kekuatan gengam tangan rendah, massa otot > 2SD. Sebagai dokter anda member edukasi nutrisi untuk pencegahan penyakit, salah satunya adalah pemberian tambahan asam amino. Asam amino esensial yang dapat menunjukkan perbaikan kekuatan genggam tangan dan 6-walking distance pada usia lanjut setelah 3 bulan adalah :

a)

Valin

b)

Leusin

c)

Lisin

d)

Triptofan

e)

Fenilalanin

15.

Seorang wanita 82 tahun di bawa ke UGD dengan keluhan bicara meracau sejak 1 hari yang lalu. Sejak 3 hari yang lalu pasien tidak mau makan dan malas di ajak ngobrol. Pasien selama ini hanya berbaring di tempat tidur setelah jatuh dan mengalami patah tulang paha kanan 6 bulan yang lalu. Pada pemeriksaan fisik didapatkan data TD 90/70 mmHg, Nadi 104 x/menit, RR 24 x/menit, t 380 C, pemeriksaan jantung dan paru dalam batas normal. Ulkus (+) di bokong kanan, dasar otot kemerahan, pus (+), jaringan nekrotik (+). Pasien sebelumnya mengkonsumsi obat anti kolinesterase inhibitor. Yang termasuk faktor predisposisi ( pencetus ) ulkus dekubitus pada usia lanjut adalah

a)

Usia lanjut > 80 tahun

b)

Polifarmasi

c)

Jenis kelamin pria harusnya wanita

d)

Gangguan fungsi kognitif

e)

Menggunakan obat yang mengganggu faal neurotransmiter

16.

Seorang wanita usia 68 tahun datang ke poli Geriatri diantar oleh anaknya dengan keluhan nafsu makan berkurang.Keluhan ini terlihat sejak 3 bulan terakhir. Pasien hanya mau makan 3 sendok makan tiap kali makan. Pakaian yang dipakai pasien terlihat longgar. Pasien masih bisa berjalan sendiri saat berpindah tempat, namun pasien malas keluar rumah. Pasien masih bisa mengenali anak pasien, namun terkadang lupa saat meletakkan barang. Suami pasien meninggal 4 bulan lalu karena kecelakaan lalu lintas. Saat dilakukan pemeriksaan didapatkan berat badan 43 kg, tinggi badan 160 cm, Mini Nutritional Assesment (MNA) skor 6, Skor indikator malnutrisi 12. Jika anda ingin menilai status nutrisi secara biokimiawi, pemeriksaan penunjang yang dapat dilakukan adalah

a)

SGOT, SGPT

b)

Kolesterol total

c)

Hemoglobin, albumin

d)

Protein total

e)

Profil lipid

17.

Pasien seorang wanita usia 65 tahun, datang dengan keluhan nyeri pada pergelangan tangan kanan setelah jatuh dikamar mandi, pasien sebelumya sering tidak nafsu makan, konsumsi sayur, susu dan daging segar jarang, pasien jarang keluar rumah, paparan sinar matahari berkurang. Defisiensi vitamin D dapat menyebabkan jatuh dan fraktur, mekanisme vitamin D mencegah fraktur melalui mekanisme :

a)

Memperbaiki fungsi muskuloskletal dan homeostasis kalsium

b)

Mencegah degeneratif sendi

c)

Memperbaiki respon refleks saraf ekstremitas

d)

Menurunkan tonus otot

e)

Memperbaiki fungsi kognitif

18.

Seorang pria 62 tahun datang ke poliklinik diantar anaknya karena sering mengalami kesulitan untuk melakukan kegiatan yaitu membantu anaknya berjualan dan sering salah mengenali dan menyusun barang-barang jualan seperti biasa dilakukannya. Pasien masih dapat melakukan hobinya sehari-hari memelihara burung namun agak terbatas karena tangan dan kaki kanannya yang lemah, buang air kecil dan buang air besar dalam batas normal.Pendidikan terakhir SMP. Didapatkan tekanan darah 170/110 mmHg dan memiliki riwayat pemasangan ring jantung 2 tahun yang lalu, riwayat mengalami stroke 6 bulan yg lalu, riwayat merokok 1 bungkus per hari namun sudah berhenti sejak 2 tahun yang lalu. Pemeriksaan fisik paru, jantung dan abdomen dalam batas normal, pemeriksaan fisik ekstremitas ditemukan hemiparese dextra. Pasien membawa hasil pemeriksaan CT-scan kepala tanpa kontras 6 bulan yang lalu kesan lacunar infark akut di periventrikel lateralis kiri. Hachinski ischemic score 8, pada pemeriksaan MMSE ditemukan skor 25.

Manakah dari pilihan di bawah ini yang menjadi diagnosis yang paling tepat?

a)

Demensia badan Lewy

b)

Demensia vaskular

c)

Mild cognitive impairment

d)

Vascular cognitive impairment

e)

Alzheimer

19.

Seorang wanita 35 tahun datang dengan keluhan mendadak pingsan 1 hari yang lalu. Hal ini muncul ketika berkebun diawali dengan gejala muntah dan merasa pusing. Setelah itu pasien hanya berbaring serta mengeluh sakit perut dan mual. Tidak ada demam atau diare. Riwayat sebelumnya beberapa bulan yang lalu sering kelelahan, sakit perut, dan hilangnya nafsu makan dengan penurunan berat badan 5-10 kg. Sebelumnya pasien rutin konsumsi methylprednisolone 8mg/ hari karena penyakit lupus dan berhenti mengkonsumsi obat tersebut sebulan terakhir . Pada pemeriksaan fisik didapatkan, T 80/60 mm Hg saat berbaring dan sistoliknya turun 20 mmHg saat berdiri, nadi 102 bpm saat berbaring dan 125 bpm saat berdiri, suhu axiller 37.6 ° C, serta didapatkan hiperpigmentasi di ujung jarinya. Lainlain dalam batas normal pemeriksaan laboratorium menunjukkan hasil Na 121 mEq / L, K 5,8 mEq / L, HCO3 16 mEq / L, glukosa 52 mg / dL, dan kreatinin 1,0 mg / dL, kadar kortisol pagi hari 3ug/dl (N:7-25ug), ACTH: 8pg/ml (N:9-46pg/ml) Apa diagnosis yang paling mungkin

a)

Hiperaldosteronisme primer

b)

Hiperaldosteronisme sekunder

c)

Adrenal Insufisiensi primer

d)

Adrenal insufisiensi sekunder

e)

Cushing Disease

20.

Seorang wanita berusia 20 tahun dengan keluhan tidak bisa mencium bau dengan baik dikonsulkan oleh ke Departemen Penyakit Dalam oleh teman sejawat Telinga Hidung Tenggorokan karena saat dilakukan pemeriksaan fisik didapatkan kelainan tidak terjadi pertumbuhan payudara serta tidak terdapat tanda-tanda seks sekunder. Setelah dilakukan pemeriksaan FSH dan Estrogen didapatkan hasil yang rendah. Melihat dari gejala dan tanda di atas, pasien tersebut kemungkinan besar menderita:

a)

Hipergonadotropik-hipogonadism, Sindrom Kallman

b)

Hipogonadotropik-hipogonadism, Sindrom Klienefelter

c)

Hipogonadotropik-hipogonadism, Sindrom Kallman

d)

Hipergonadotropik-hipogonadism, Sindrom Klienefelter

e)

Hipogonadotropik-hipogonadism, Sindrom Turner

21.

Seorang wanita 25 tahun datang ke IGD dengan kondisi lemas. Pasien mengeluhkan sering buang air kecil sejak 1 minggu terakhir, oleh karena itu pasien sering merasa haus dan banyak minum. Pada pemeriksaan fisik didapatkan tekanan darah 100/70 mmHg, nadi 92 x/menit, reguler, frekuensi nafas 20x/menit, suhu axilla 36,7 C, pemeriksaan fisik lainnya dalam batas normal. Pemeriksaan laboratorium didapatkan Hb 12,2 g/dL, Ht 42%, leukosit 6.300/μl, trombosit 324.000, glukosa darah acak 145 mg/dL, ureum 43 mg/dL, kreatinin 0,9 mg/dL, asam urat 8 mg/dL, Na 153 mmol/L, K 4,2 mmol/L, Cl 120 mmol/dL, osmolalitas urin 160 mOsm/kg. Urinalisis pH 7,0; berat jenis 1,001; eritrosit 0-1/LPB; leukosit 0-1/LPB; glukosa (-). Fluid deprivation test didapatkan hasil 250 mOsm/Kg, setelah diberikan desmopressin didapatkan osmolaritas 850 mOsm/Kg. Pemeriksaan penunjang untuk menegakkan diagnosis pasien diatas adalah:

a)

CT-scan abdomen

b)

MRI kepala

c)

USG abdomen

d)

Ct-scan thorax

e)

MRI Adrenal

22.

Seorang laki-laki 66 tahun dengan riwayat DM dan HT 5 tahun terakhir rutin berobat dengan metformin 500mg 2x sehari datang ke poliklinik untuk konsultasi saat ini pasien mengeluh sering sesak terutama saat beraktivitas. PF TB 160 cm BB 70 kg TD 150/90 mmHg, DVS R+3, rhonkie minimal pada basal paru, dan ekstremitas didapatkan edema pretibial. Hasil Lab GDP 190 mg/dl GD2PP 290 mg/dl Kol tot 289 mg/dl TG 290 mg/dl; HDL 37 mg/dl; LDL 190 mg/dl; Ur 59; Cr 1,8; eGFR 32 ml/menit; HBA1C 10,1% terapi farmakologis yang paling tepat untuk pasien ini adalah :

a)

Tambahkan Linagliptin, statin, ARB

b)

Metformin stop, Kombinasi Pioglitazone dengan Gliclazide, statin, ARB

c)

Metformin stop, kombinasi Insulin basal dengan Gliclazide, statin, ARB

d)

Metformin stop, kombinasi Insulin basal dengan linagliptin, fibrat, ACEI

e)

Metformin stop, Kombinasi Gliclazide dengan linagliptin, statin, CCB

23.

Seorang wanita, 70 tahun, dikonsul dari bagian orthopedic dengan post op hemirartoplasti panggul kanan setelah pasien mengalami patah leher femur dan fraktur kompresi vertebra saat terjatuh dikamar mandi seminggu yang lalu. Pasien dahulu bekerja sebagai buruh gendong, dan terkadang minum methylprednisolone dan Natrium diklofenak akibat nyeri lutut yang sering dideritanya. Saat ini pasien tidak dapat duduk ataupun berdiri dan hanya berbaring di tempat tidur. Pada pemeriksaan Bone Densitometry didapatkan hasil -2 SD. Terapi apakah yang anda sarankan pada pasien ini :

a)

Risedronat 5mg/hari

b)

Alendronat 10mg/hari

c)

Zoledronat 5mg/tahun

d)

Calcitriol 0,25mg 2x sehari

e)

CaCO3 500mg/ hari dan Calcitriol 0,25mg 2x sehari

24.

Seorang lelaki berusia 30 tahun, sudah menikah menikah selama 3 tahun dan memiliki 1 anak, datang berobat ke poliklinik penyakit dalam dengan keluhan hubungan seksual suami istri yang tidak memadai sejak menikah. Pada anamnesis didapatkan data bahwa 1 bulan yang lalu pasien sempat terkena MUMPS disertai nyeri pada testis . Pada pemeriksaan fisik tinggi badan 165 cm, BB 60 kg, pertumbuhan rambut pada wajah dan kemaluan normal disertai tanda-tanda seks sekunder. Pada pemeriksaan lebih lanjut ditemukan kedua testis pada skrotum normal saat ini tidak ada nyeri. Tidak terdapat ginekomastia. Diagnosis yang paling mungkin pada pasien ini adalah :

a)

Hipergonadism primer

b)

Hipergonadism sekunder

c)

Disfungsi ereksi psikogenik

d)

Hipogonadotropik hipogonadism

e)

Hipergonadotropik hipogonadism

25.

Seorang wanita 56 tahun dengan riwayat osteoarthritis dan Atrial fibrilasi datang ke praktek anda dengan penurunan berat badan dan tidak tahan panas. Selama ini pasien mengkonsumsi Na diclofenac dan Amiodarone. Keluhan lain tidak dijumpai. Pemriksaan fisik dijumpai goiter yang diffuse tanpa nodul yang diskret. TSH <0,01 mU/L dan FT4 2,1 ng/dL. EKG normal sinus ritme. Radioiodine uptake test : menurun. Tindakan yang paling tepat terhadap pasien ini?

a)

Stop amiodarone dan tukar dengan obat anti aritmia yang lain

b)

Cek toksikologi untuk penggunaan levotiroksin

c)

Pemberian metimazole

d)

Oophorectomi untuk struma ovarii

e)

Mulai pemberian levotiroksin dosis supresi

26.

Wanita 23 tahun ke praktek dengan keluhan peningkatan berat badan, kelelahan, amenorea, dan memburuknya jerawat. Dia tidak bias mengidentifikasi secara tepatnya awal mula keluhan tersebut, tapi dia menyatakan bahwa tanpa ada perubahan diet dia mengalami kenaikan berat badan 12,3 kg selama 6 bulan terakhir. Dia telah amenorea selama beberapa bulan. Pada pemeriksaan ia tercatat memiliki obesitas trunkal dengan striae keunguan bilateral di kedua sisi. Diduga pasien tersebut mengarah ke diagnosis sindrom cushing. Manakah dari tes berikut yang merupakan pemeriksaan awal untuk menegakkan diagnosis?

a)

Basal Adrenocorticotropic Hormone (ACTH)

b)

Kadar corticotropin-releasing hormone (CRH) pagi hari

c)

Kortisol bebas urine 24 jam

d)

Inferior petrosal venous sampling

e)

MRI kepala

27.

Perempuan, 33 tahun berobat ke poliklinik dengan keluhan banyak berkeringat sejak 3 bulan terakhir. Pasien juga mengeluh berdebar-debar dan sulit tidur, Asupan makan pasien cukup namun berat badan semakin turun. Kakak kandung pasien memiliki sakit gondok. Pasien seorang ibu rumah tangga memiliki 1 anak usia 5 tahun.Pada pemeriksaan fisik didapatkan tekanan darah 120/50 mmHg, nadi 120x/menit, suhu 37°C. tampak struma difusa dan terdengar bruit pada auskultasi, oftalmopati tidak jelas.Pemeriksaan laboratorium didapatkan TSH 0,01 (menurun) dan FT4 1,6 (N). Prioritas pemeriksaan penunjang yang paling tepat?

a)

Tiroglobulin

b)

Mengulang FT4

c)

Skintigrafi tiroid

d)

T3

e)

USG tiroid

28.

.Kondisi di bawah ini yang dikatakan memiliki kaitan erat dengan kejadian gastroesophageal reflux dalah

a)

Sinusitis kronik

b)

Dental erosion

c)

Fibrosis paru

d)

Pneumonia aspirasi berulang

e)

Sleep apnea

29.

Seorang pasien wanita usia 44 tahun mengeluhkan nyeri daerah epigastrium sejak 6 bulan yang lalu, keluhan dirasakan memberat pada saat makan. Pasien juga mengeluhkan rasa terbakar pada dada. Nyeri berkurang saat pasien minum obat antasida. Pasien berobat ke klinik karena melihat kotorannya berwarna gelap. Tidak ada riwayat penyakit sebelumnya, dan tidak ada minum obat-obatan lain. Pemeriksaan fisik dalam batas normal, kecuali nyeri difus pada daerah midepigastrium. Pemeriksaan faeces didapatkan Heme (+), pasien juga sudah dilakukan EGD (Esofagoduodenoscopy), di mana didapatkan ulkus duodenum berukuran 2 cm dan positif H. Pylori. Terapi apakah yang direkomendasikan untuk diberikan pada kondisi pasien saat ini:

a)

Lansoprazole 30 mg 2x1, Klaritromisin 500 mg 2x1, dan metronidazole 500 mg 2x1 selama 14 hari

b)

Pantoprazole 30 mg 2x1 dan Amoxicillin 500 mg 3x1, selama 21 hari

c)

Pantoprazole 40 mg dan Klaritromisin 500 mg 2x1, selama 14 hari

d)

Omeprazole 40 mg 2x1, Tetrasiklin 250 mg 2x1, dan metronidazole 500 mg 2x1 selama 14 hari

e)

Omeprazole 30 mg 2x1, Metronidazole 500 mg 2x1, dan Klaritromisin 400 4x1 selama 7 hari

30.

Seorang pasien wanita usia 24 tahun oleh ahli penyakit dalam berdasarkan anamnesis, pemeriksaan fisik dan pemeriksaan penunjang, didiagnosis dengan irritable bowel syndrome. Kondisi apakah yang sering juga dijumpai bersamaan dengan pasien irritable bowel syndrome ?

a)

Abnormalitas anatomi otak

b)

Penyakit autoimun

c)

Riwayat penyakit menular seksual

d)

Diagnosis psikiatri

e)

Hipersensitivitas sensoris akibat rangsangan perifer

31.

Seorang wanita usia 32 tahun datang ke IGD karena keluhan nyeri perut. Nyeri perut dirasakan semakin lama semakin memberat, disertai kehilangan nafsu makan. Nyeri awalnya dirasakan di daerah umbilicus, namun saat ini nyeri terpusat pada daerah kuadaran kanan bawah. Tidak ada mual dan muntah. Pasien tidak pernah mengalami keluhan seperti ini sebelumnya. Pemeriksaan fisik: TD 110/70 mmHg, Nadi 108x/menit, pernapasan 22x/menit, suhu 37.90 C. Nyeri tekan pada regio kanan bawah, pemeriksaan pelvis dalam batas normal. Test urine kehamilan negatif. Pemeriksaan berikut yang merupakan baku emas untuk menegakkan diagnosis

a)

CT Scan abdomen tanpa kontras

b)

Kolonoskopi

c)

USG pelvis

d)

Foto BNO abdomen

e)

USG abdomen

32.

Pasien laki-laki usia 38 tahun dating ke IGD dengan keluhan nyeri perut hebat sejak beberapa jam yang lalu. Keluhan dirasakan mendadak, tetapi riwayat pasien sebelumnya sering mengalami nyeri ulu hati dan bertambah saat pasien makan sejak beberapa bulan dan didapatkan pula penurunan berat badan. Pasien tidak ada riwayat minum obat lain selain antasida yang sering dibeli di warung. Pada pemeriksaan fisik, suhu 38°C, nadi 130x/menit, frekuensi napas 24 x/menit, dan tekanan darah 110/50 mmHg. Pemeriksaan abdomen: pada auskultasi tidak didapatkan bising usus, pada perkusi liver dullness (-). Pemeriksaan foto BNO abdomen didapatkan gambaran free air under diaphragm (+). Pasien dikonsulkan cito ke bagian bedah digestif. Pada saat di ruang operasi, kelainan apa yang dapat dijumpai pada pasien ini?

a)

Nekrosis usus

b)

Nekrosis pankreas

c)

Perforasi ulkus duodenum

d)

Perforasi kandung empedu

e)

Perforasi ulkus gaster

33.

Pasien laki-laki usia 61 tahun datang dengan keluhan perut membesar sejak 3 bulan yang lalu. Pada pemeriksaan fisik abdomen didapatkan pemeriksaan undulasi (+). Pada pasien dilakukan dilakukan tindakan paracentesis. Hasil pemeriksaan cairan tersebut, WBC 300 leukocytes/μL dengan 35% sel polymorphonuclear. Kadar albumin peritoneal 1.2 g/dL, protein 2.0 g/dL, dan kadar trigliserida 320 mg/dL. Kultur cairan peritoneal belum ada hasil. Serum albumin 2.6 g/dL. Perkiraan diagnosis dari pasien di atas adalah:

a)

Congestive heart failure

b)

Peritoneal tuberculosis

c)

Peritoneal carcinomatosis

d)

Chylous ascites

e)

Bacterial peritonitis

34.

Seorang pria 28 tahun datang ke IGD dengan keluhan demam dan menggigil sejak 5 hari yang lalu. Pasien biasa berkerja di Papua Barat dan baru 3 hari yang lalu pulang ke Jawa. Pada pemeriksaan fisik, keadaan umum tampak sakit sedang. Tekanan darah 110/55 mmHg, denyut nadi 110 kali/ menit, frekuensi nafas 20 kali/ menit dan suhu 39 ° C. Konjungtiva pucat, hepar teraba 2 jari di bawah arcus costa, permukaan rata, tepi tajam, nyeri dan teraba limpa sebesar schuffner 2. Hasil uji laboratorium menunjukkan kadar Hb 10,3 g/ dL, jumlah trombosit dari 89.000 / μL, jumlah leukosit dari 9500 / μL, bilirubin total 2,5 mg/dL, bilirubin direk 1.5 mg/dL, bilirubin indirek 2,6 mg/dL, ureum 34, kreatinin 2.9 mg% pada pemeriksaan hapusan darah tepi menunjukkan eritrosit yang terinfeksi P. falciparum dengan indeks parasitemia 1,7%. Apa tatalaksana pasien dengan ilustrasi diatas ?

a)

Segera berikan artesunate 3 hari dan primakuin 14 hari PO

b)

Segera berikan artesunate 3 hari dan primakuin 1 hari PO

c)

Segera berikan kina IV

d)

Segera berikan artesunate IV selama 3 hari atatu sampai pasien bisa minum oral, dengan dosis 2,4 mg/kgBB pada 0,12 dan 24

e)

Segera berikan antibiotik IV

35.

Seorang pasien wanita usia 44 tahun dengan sirosis hepatis et causa infeksi hepatitis C. Saat ini pasien tidak ada tanda-tanda hipertensi portal dan penyakitnya ini terkontrol baik dengan medikasi yang diminum rutin oleh pasien. Gejala –gejala di bawah ini merupakan tanda hipertensi portal, kecuali:

a)

Varises esofagus

b)

Ascites yang dijumpai pada USG abdomen

c)

Pembesaran limpa saat pemeriksaan fisis

d)

Dilatasi atrium kiri pada ekokardiografi

e)

Caput Medusa

36.

Seorang laki-laki usia 63 tahun dengan sirosis dan hipertensi portal masuk ke RS dengan altered mental status. Pasien memiliki riwayat asites kronik dan terkontrol dengan diet dan spironolakton. Riwayat pernah mengalami perdarahan varises esofagus, namun semenjak mengkonsumsi propranolol, tidak pernah lagi. Keluarga mengeluhkan semenjak 2 hari lalu, pasien semakin tampak kebingungan, tetapi tidak ada demam, tidak ada melena atau hematemesis, asites terkontrol dengan diet dan pemberian spironolakton. Tanda vital dalam batas normal, pemeriksaan fisis didapatkan asites, dan orientasi terganggu. Pemeriksaan laboratorium didapatkan Hb 10.1, kreatinin 1.4, dan BUN 45. Pasien ini dilakukan tindakan paracentesis, hasilnya didapatkan cairan warna jernih dengan WBC (40% netrofil). Di bawah ini, terapi yang diindikasikan untuk kasus di atas adalah:

a)

Ampicillin, ceftriaxone, vancomycin

b)

Cefotaxime

c)

EGD dengan banding

d)

Hemodialisis

e)

Lactulose

37.

.Seorang laki-laki usia 68 tahun masuk dibawa ke gawat darurat dengan keluhan demam dan nyeri perut kiri bagian bawah. Pasien lebih menyukai konsumsi daging daripada sayuran. Pada pemeriksaan fisik dijumpai nyeri tekan pada kuadran kiri bawah dan teraba massa. Laboratorium menunjukkan leukositosis dan anemia. Diagnosis penyakit ini adalah:

a)

Kolitis iskemik

b)

Kolitis ulseratif

c)

Divertikel kolon

d)

Inflamatory Bowel Syndrome

e)

Appendicitis

38.

Seorang wanita usia 40 tahun datang ke IGD dengan keluhan mual dan muntah sejak 3 hari lalu. Pasien sering merasa nyeri di punggung kanan atas yang hilang timbul. Sejak 10 hari yang lalu, mata pasien mulai berwarna kuning dan buang air kecil berwarna seperti teh pekat. Warna tinja pucat seperti dempul. Penurunan berat badan tidak ada. Pada pemeriksaan fisik didapatkan suhu 36.50C, seluruh kulit tampak ikterik, sklera ikterik, paru-paru dan jantung dalam batas normal, hepar dan lien tidak teraba. Terdapat nyeri tekan epigastrium. Berdasarkan data klinis di atas, diagnosis yang paling mungkin pada pasien ini adalah:

a)

Kolelitiasis

b)

Pankreatitis

c)

Hepatitis akut

d)

Koledokolitiasis

e)

Ca caput pancreas

39.

Seorang wanita usia 40 tahun datang ke IGD dengan keluhan mual dan muntah sejak 3 hari lalu. Pasien sering merasa nyeri di punggung kanan atas yang hilang timbul. Sejak 10 hari yang lalu, mata pasien mulai berwarna kuning dan buang air kecil berwarna seperti teh pekat. Warna tinja pucat seperti dempul. Penurunan berat badan tidak ada. Pada pemeriksaan fisik didapatkan suhu 36.50C, seluruh kulit tampak ikterik, sklera ikterik, paru-paru dan jantung dalam batas normal, hepar dan lien tidak teraba. Terdapat nyeri tekan epigastrium. Berdasarkan data klinis di atas, tindakan untuk diagnostik sekaligus terapeutik pada kasus di atas adalah:

a)

ERCP

b)

CT scan abdomen dengan kontras

c)

MRCP

d)

ESWL

e)

EGD

40.

Pasien laki-laki usia 55 tahun datang ke poliklinik penyakit dalam dengan keluhan batuk sejak 2 minggu lalu, batuk bercampur dengan darah, disertai demam, keringat malam, penurunan nafsu makan dan penurunan berat badan. Pada pemeriksaan fisik tanda vital dalam batas normal. Pemeriksaan fisik paru didapatkan ronki pada apeks paru sebelah kanan. Pemeriksaan penunjang: Hb 9.9 gr/dl, WBC 7.500/mm2, PLT 99.000/mm2, GOT/GPT 22/24 IU/L, sputum BTA (+), HBsAg non reaktif, Anti HCV reaktif. Tatalaksana untuk pasien tersebut di atas adalah:

a)

Terapi OAT bersamaan dengan terapi DAA

b)

Terapi OAT selama 2 minggu, kemudian dilanjutkan dengan terapi DAA

c)

Terapi DAA selama 2 minggu, kemudian dilanjutkan dengan terapi OAT

d)

Terapi OAT sampai tuntas, kemudian dilanjutkan dengan terapi DAA

e)

Terapi DAA sampai tuntas, kemudian dilanjutkan dengan terapi OAT

41.

Seorang wanita usia 25 tahun dengan keluhan BAB cair yang telah dialami selama 5 bulan disertai perut kembung, penurunan berat badan dan nyeri perut yang difus. Pasien menyangkal mengkonsumsi obat diet, berpergian jauh dan tidak ada perubahan pola makan dari biasanya. Menurut pasien dari kecil selalu mendapatkan vaksin sejak lahir di Perancis. Pada pemeriksaan fisik tidak dijumpai demam. Tampak lesi di kulit papulovesikuler di bagian ekstensor kedua tangan dan kaki. Diagnosis utama pasien ini adalah:

a)

Celiac sprue

b)

Lactosa intolerance

c)

Kolitis ulseratif

d)

Chron’s disease

e)

Immunoglobulin A-defficiency

42.

Seorang laki-laki 48 tahun penderita Diabetes dan gagal ginjal kronik, sudah rutin menjalani hemodialisa rutin 2 kali/minggu sejak 1 bulan lalu. Direkomendasikan oleh dokter sebelumnya untuk vaksinasi Hepatitis B. Riwayat vaksinasi Hepatitis B sebelumnya tidak ada. Dosis vaksinasi hepatitis B yang paling benar adalah:

a)

3 dosis dengan dosis standar

b)

4 dosis dengan 2x dosis standar

c)

4 dosis dengan dosis standar

d)

3 dosis dengan dosis 2x dosis standar

e)

5 dosis dengan dosis 2x standard

43.

Seorang laki-laki usia 34 tahun rutin control ke poliklinik sejak 3 tahun yang lalu karena menginap hepatitis B. Hasil penanda virus terbaru menunjukkan HBsAg positif, HBeAg positif, antiHBe negative, HBV DNA > 1.7 x 108 IU/ml. Pemeriksaan SGOT/SGPT 3 bulan terakhir berkisar antara 90-120 U/L. Hasil laboratorium lain: Albumin 3.7 g/dl; globulin 3.5 g/dl; ureum 53 mg/dl; kreatinin 2.1 mg/dl. Pilihan antivirus yang sesuai dengan kondisi klinis pasien ini adalah:

a)

Tenofovir

b)

Lamivudine

c)

Entecavir

d)

Adefovir

e)

Zidovudine

44.

Seorang wanita usia 56 tahun, terdiagnosis hepatitis B sejak 7 tahun lalu, datang ke poliklinik untuk control. Pemeriksaan fisik dalam batas normal. Hasil laboratorium: HBsAg positif; HBeAg negative, Anti HBeAg positif, HBV DNA 2.7 x 108 IU/ml, GOT 211 U/L dan GPT 198 U/L. Berdasarkan pembagian perjalanan penyakit pasien ini berada dalam fase:

a)

Immune tolerance

b)

Immune clearance

c)

Inactive carrier

d)

Immune attack

e)

Reactivation

45.

Seorang perempuan usia 40 tahun datang ke poli dengan keluhan mudah lelah dan berdebar debar bila naik tangga yang sejak 3 bulan yang lalu.Kadang saat malam hari pasien sering terbangun dan sulit tidur kembali, pasien merasa gelisah dan sesak. Riwayat menstruasi memanjang dari siklusnya dalam 1 tahun terakhir. Tidak ada riwayat transfusi darah sebelumnya. Pada pemeriksaan tekanan darah 110/70 mmHg, nadi 80x/menit, frekuensi napas 16x/menit. Konjungtiva pucat, kardiomegali dan murmur sistolik di semua katup. Pemeriksaan aboratorium: Hb 7.2 gr/dL; hematokrit 25%; leukosit 7200/µL; trombosit 520.000/µL;MCV 68 fl; MCH 20 pg; retikulosit 2.5%; saturasi transferin 10%, ferritin 6ng/mL. Terapi anemia yang paling tepat yang diberikan pada pasien ini adalah

a)

Eritropoietin 10.000 unit subkutan 3x/minggu

b)

Tablet ferrous sulfate 3x325 mg per oral

c)

Tranfusi

d)

Iron sucrose 100 mg intravena 2x/minggu

e)

Asam folat 2x5 mg per oral

46.

Seorang laki laki usia 76 tahun datang dengan keluhan nyeri kepala, telinga berdengung, dan gatal gatal sejak 1 minggu yang lalu. hasil Laboratorium: Hb 21 g/dL; hematokrit 63%; leukosit 18.600/µL; trombosit 850000/µL. Pemeriksaan aspirasi sumsum tulang ditemukan hiperseluler trilinier dengan proliferasi sel eritroid, granulosit dan megakariosit dan mutasi JAK 2 V617F. Pasien sudah mendapat tindakan phlebotomi sebanyak 2x terakhir bulan yang lalu. Tatalaksana yang paling tepat untuk pasien saat ini adalah:

a)

Flebotomi + interferon alfa+ aspirin+ antihistamin

b)

Flebotomi + hydroxy urea + aspirin + antihistamin

c)

Flebotomi + analgrelide + aspirin + antihistamin

d)

Hydroxyurea + aspirin + antihistamin

e)

Flebotomi + aspirin + antihistamin

47.

Perempuan 45 tahun dikonsulkan dengan perdarahan saluran cerna atas 1 hari pasca laparotomi atas indikasi peritonitis et causa appendisitis perforasi 4 hari yang lalu. Pada pemeriksaan TD 110/70 mmHg, nadi 104x/menit reguler; frekuensi napas 24x/menit; suhu 39.10C. Hasil laboratorium didapatkan Hb 9 g/dL; hematokrit 62%; leukosit 35.000/µL; trombosit 48.000/µL; PT 25,30 (kontrol 12,00) ; APTT 52 (kontrol 39); D-dimer 1100 µg/L ; fibrinogen 85 mg/dL; kreatinin 1.9 mg/dL; albumin 3,1 g/dL. Tatalaksana kelainan hematologi pada pasien ini adalah

a)

Transfusi whole blood, trombosit, dan kriopresipitate

b)

Transfusi PRC, trombosit, kriopresipitate dan FFP

c)

Transfusi PRC, trombosit, dan kriopresipitate

d)

Transfusi whole blood, trombosit dan FFP

e)

Transfusi PRC, trombosit, dan FFP

48.

Seorang laki laki usia 68 tahun datang ke poliklinik dengan keluhan utama nyeri pinggang hilang timbul yang memberat 1 minggu ini. PF: konjungtiva pucat, pemeriksaan lain dalam batas normal. Hasil laboratorium: Hb 8.2 g/dL; leukosit 5.600/µL; trombosit 132.000/µL; albumin 2.1 g/dL; globulin 6.4 g/dL. Pada foto vertebrae lumbosakral ditemukan multiple lesi litik pada coxae Diagnosis yang paling mungkin pada pasien ini adalah:

a)

Hiperparatiroid primer

b)

Hiperparatiroid sekunder

c)

Multiple Myeloma

d)

Metastasis tulang

e)

Osteoporosis

49.

Seorang wanita 30 tahun datang ke IGD dengan keluhan demam naik turun dan menggigil sejak 6 hari yang lalu disertai mual dan nyeri kepala. Pasien baru bepergian dari daerah Papua. Pada pemeriksaan fisik, keadaan umum tampak sakit sedang, kesadaran compos mentis. Tekanan darah 110/55 mmHg, denyut nadi 100 kali/ menit, frekuensi nafas 22 kali/ menit dan suhu 38,3° C. Hasil pemeriksaan hapus darah tepi ditemukan plasmodium vivax. Pilihan terapi yang paling tepat untuk kasus tersebut adalah :

a)

Primakuin 1x15 mg hari ke-1s/d hari ke-14 + Artemisine Combination Therapy (ACT) 7 hari

b)

Primakuin 1x15 mg hari ke-1s/d hari ke-14 + Artemisine Combination Therapy (ACT) 3 hari

c)

Primakuin 1 x45 mg hari ke-1, selanjutnya 1x15mg untuk 13 hari + Artemisine Combination Therapy (ACT)

d)

Kina 3 x 2 tablet + Klindamisin 2x300mg selama 7 hari

e)

Artemisin Combination Therapy (ACT) selama 3 hari

50.

Soerang laki laki usia 57 tahun datng ke IGD dengan keluhan nyeri dan bengkak pada tungkai kiri sejak 3 hari yang lalu. Pasien telah didiagnosis kanker kolorektal dengan metastase liver selain itu pasien juga memiliki riwayat DM. Pada pemeriksaan fisik didaptkan edema unilateral pada tungkai kiri. Hasil laboratorium: Hb 9,8 g/dL; hematokrit 28%; leukosit 5.600/µL; trombosit 189.000/µL; SGOT 47 U/dL; SGPT 50 U/dL; ureum 89 mg/dL; kreatinin 3,1 mg/dL (eGFR 21.2). Profil hemostasis pasien adalah PT 14; aPTT 38; D dimer 1900 µg/dL dan fibrinogen 280 mg/dL. Diagnosis pasien ini adalah

a)

Trombosis Vena Dalam

b)

Penyakit arteri perifer

c)

Sindroma kompartemen

d)

Diabetic foot

e)

Filariasis

51.

Seorang perempuan usia 46 tahun datang ke poliklinik dengan keluhan badan lemas dan pusing sejak 3 bulan sebelum masuk rumah sakit. Pada pemeriksaan fisik didapatkan konjungtiva pucat, sklera tidak ikterik, dan tidak terdapat organomegali. Hasil laboratorium: Hb 8,5 g/dL; hematokrit 25,5%; leukosit 3.900/µL; trombosit 130.000/µL; retikulosit 2,7% (0.5-2.0); indeks retikulosit 1,77 (< 2%). Fungsi hati dan ginjal dalam batas normal. Pemeriksaan selanjutnya yang harus dilakukan pada pasien ini adalah

a)

Coombs test

b)

Serum iron, TIBC, ferritin

c)

Aspirasi sumsum tulang

d)

Sugar water test, CD 55, CD 59

e)

Aspirasi dan biopsi sumsum tulang

52.

Seorang laki-laki berusia 50 tahun datnag ke poliklinik dengan keluhan tungkai bawah bengkak, tapi tidak sakit. Pada pemeriksaan fisik didapatkan tekanan darah 160/90 mmHg, frekuensi nadi 88x/menit; limpa teraba Schuffner 2 dan terdapat piiting edema pada tungkai bawah kanan. Hasil laboratorium: Hb 19,5g/dL; Hct 62%; leukosit 21.000/uL; trombosit 590.000/uL; eritrosit 6,7 juta/uL; MCV 89 fl; MCH 30 pg. Diagnosis yang paling mungkin pada pasien ni adalah

a)

Leukemia akut

b)

Polisitemia Vera

c)

Myelofibrosis primer

d)

Trombositosis ensensial

e)

Leukemia granulositik kronik

53.

Seorang petrempuan 39 tahun datag ke poliklinik dengan keluhan benjolan di payudara sebelah kanan sejak 6 bulan ini. Pada pemeriksaan fisik didapatkan massa di payudara kanandenga ukuran diameter sekitar 2 cm. Hasil mamografi menunjukkan massa di kuadran superolateral mammae kanan dengan nikro kalsifikasi dan limfadenopati axilla kanan. Pemeriksaan yang paling tepat untuk menegakkan diagnosis pasien ini adalah

a)

MRI Payudara

b)

Dilakukan PET CT

c)

Pemeriksaan BRCA 1, BRCA 2.

d)

Dilakukan mamografi ulang 3 bulan kemudian

e)

Dilakukan biopsy untuk pemeriksaan histopatologi

54.

Seorang perempuan berusia 48 tahun, menikah sejak 6 bulan yang lalu sering mengeluh nyeri dada sebelah kiri tidak menjalar, tidak berkeringat, hanya terasa berdebar-debar, dan sesekali ada keluhan mual dan muntah. Keluhan ini pertama kali timbul menjelang lebaran, saat sebagian besar anggota keluarga pergi keluar kota dan pasien hanya ditemani seorang keponakannya. Pasien merasa kesepian dan takut terjadi sesuatu pada dirinya. Sejak itu keluhan sering berulang terutama timbul bila pasien merasa sepi atau sendirian atau bila melihat musibah di televisi. Keluhan berkurang bila pasien merasa terhibur atau ada teman mengobrol atau datang ke poliklinik. Pasien merasa mudah marah kareha hal sepele atau tanpa sebab, mudah tersinggung, kadang tidak bisa mengendalikan rasa khawatir bahkan merasa takut akan kematian sudah dekat. Kemungkinan diagnosis yang tepat untuk pasien pada kasus di atas adalah :

a)

Depresi

b)

Dyspepsia fungsional

c)

Panic disorder

d)

Gangguan jantung fungsional

e)

Gangguan cemas menyeluruh (GAD)

55.

Seorang perempuan berusia 33 tahunmengeluh nyeri perut yang hilang timbul sejak 8 bulan lalu disertai kembung dan berbunyi. Nyeri dirasakan jika penderita merasa kecapean, makan asam atau pedas. Pasien juga sering mengeluh nyeri perut hilang timbul dan membaik setelah buang air besar, pasien merasa takut penyakitnya tidak akan sembuh karena sering sekali kambuh, pasien sering merasakan jantung berdebar, keringat dingin, seperti sesak dan dalam 2 minggu terakhir dirasakan sepanjang hari.Pasien berulangkali berobat ke rumah sakit, keluhan tidak juga hilang. Pasien pernah menjalani gastroskopi hasilnya disebutkan tidak terdapat kelainan, kemungkinan diagnose pasien tersebut adalah:

a)

Dyspepsia fungsional dan depresi

b)

Irritable bowel sindrom dan depresi

c)

Dyspepsia fungsional dan irritable bowel sindrom

d)

Dyspepsia fungsional dan gangguan cemas menyeluruh (GAD

e)

Irritable bowel sindrom dan gangguan cemas menyeluruh (GAD)

56.

Seorang wanita 45 tahun datang dengan keluhan sulit mempertahankan tidur sejak 1 bulan. Pasien cenderung mudah terbangun saat tidur dan tidak dapat tidur kembali. 1 tahun yang lalu pasien bercerai dengan suaminya dan saat ini pasien harus bekerja di dua tempat untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Pasien juga mengeluh sulit berkonsentrasi saat bekerja. Pasien sudah tidak pernah melakukan hobinya karena selalu merasa lelah. Diagnosis yang tepat untuk pasien adalah:

a)

General Anxiety Disorder

b)

Panic Disorder

c)

Depresi

d)

Distimia

e)

Gangguan kepribadian

57.

Seorang laki-laki 70 tahun, datang ke poliklinik dengan kondisi hampir putus asa akibat sulit tidur sejak 2 tahun. Pasien sering berobat ke beberapa spesialis dan telah mendapat berbagai obat seperti estazolam, zolpidem, serta berbagai obat anti depresan dan ansiolitik, namun tidak memberikan hasil yang memuaskan. Pada pemeriksaan fisik tidak didapatkan kelainan yang bermakna, hanya nampak letih. Terapi farmakologi yang paling tepat diberikan pada pasien ini adalah :

a)

Antidepressan trisiklik

b)

SSRI

c)

Non-SSRI

d)

Benzodiazepine

e)

Anxiolytic

58.

Seorang perempuan 49 tahun, menikah, memiliki usaha salon, datang ke poliklinik dengan keluhan sering merasa lelah disertai rasa tidak nyaman di \ leher, serta kepala tegang hilang timbul sejak 2 tahun lalu. Pinggang sakit, terutam jika hendak tidur, baru terasa baik setelah diurut, kemudian baru bisa tidur. Saat bangun pagi pasien masih merasa lelah dan kembali nyeri. kadang2 pasien terbangun malam hari dan sulit untuk tidur lagi. Pagi pasien juga merasa letih, teruma karena mengurus rumah tangga. Keluhan juga muncul jika dingin, dan berkurang jika sedang jalan2 dengan anak2. Pasien tidak memiliki riwayat DM dan HT. Diagnosis yang paling tepat ada pasien ini adalah :

a)

Fibromialgia

b)

Tension headache

c)

Cervical syndrome

d)

Myofacial syndrome

e)

Chronic fatique syndrome

59.

Berikut ini yang merupakan obat pilihan pada kandidiasis diseminata?

a)

Fluconazole 100-200 mg/hari

b)

Itrakonazole 200 mg dua kali sehari selama 12 bulan

c)

Ketokonazole 200-400 mg/hari

d)

Amfoterisin B intravena 0,4-0,5 mg/kgBB/hari

e)

Amfoterisin B intravena 0,5-0,7 mg/kgBB/hari

60.

Seorang wanita karier, berusia 38 tahun datang berobat ke klinik psikosomatik dengan kondisi hampir putus asa akibat sulit tidur sejak 2 tahun. Pasien sudah sering berobat ke beberapa spesialis dan telah mendapat berbagai obat seperti estazolam, zolpidem, serta berbagai jenis antidepressan dan ansiolitik, namun tidak memberikan hasil yang memuaskan. Pada pemeriksan tidak didapatkan kelainan fisik yang bermakna, hanya nampak letih. Jenis gangguan tidur yang paling tepat pada pasien ini adalah :

a)

Insomnia

b)

Parasomnia

c)

Hipersomnia

d)

Short sleeper syndrome

e)

Gangguan tidur yang bermodifikasi

61.

Seorang perempuan berusia 40 tahun datang berobat ke poliklinik dengan keluhan badan terasa lemas sejak 1 bulan. Pikiran pasien selalu tidak tenang karena merasa tidak menentu masa depannya. Satu bulan yang lalu pasien dikeluarkan dari tempatnya bekerja. Menurut pasien, seharusnya bosnya tidak mengeluarkannya karena kesalahan yang ia buat bukanlah kesalahannya semata. Ia merasa tidak sanggup mengerjakan pekerjaan sehari-hari dirumah. Suami dan anak-anaknya sangat menyayanginya dan memberikan semangat, tetapi sejauh ini belum mampu membuatnya bangkit dari keterpurukannya. Pada pemeriksaan fisik, tekanan darah 120/80 mmHg, frekuensi nadi 80x/menit, frekuensi napas 18 x/menit, suhu 37C. Hasil laboratorium dalam batas normal.Dari data klinis di atas, diagnosis yang paling mungkin pada pasien ini adalah:

a)

Depresi

b)

Gangguan panik

c)

Gangguan bipolar

d)

Gangguan somatisasi

e)

Gangguan cemas menyeluruh

62.

Wanita 34 tahun, keluhan batuk, sesak napas, dan penurunan berat badan dalam 3 bulan. Tidak ada paparan iritan pada pekerjaan, penyakit asma disangkal. Pemeriksaan fisik paru: ronki basah kasar. Pemeriksaan darah: eosinophil 20% dan IgE 1200. Rontgen torak: infiltrat lobus superior. Diagnosa paling tepat pada pasien ini adalah :

a)

Community Acquired Pneumonia

b)

Health-care Associated Pneumonia

c)

Hypersensitivity pneumonia

d)

Churg-Strauss syndrome

e)

Hypereosinophilic pneumonia

63.

Wanita 40 tahun, keluhan sesak napas yang memberat sejak 10 hari. Pemeriksaan fisik: GCS 15, saturasi O2 97%, suara napas paru kanan menurun. Rontgen torak: efusi setengah hemitorak kanan. Kontak TB positif. Tindakan selanjutnya pada pasien:

a)

Torasentesis bertahap

b)

Torasentesis dan pemasangan chest tube

c)

Torasentesis diagnostik

d)

Torasentesis dan fibrinolitik

e)

Pemasangan chest tube, evaluasi produksi cairan perhari, dan persiapan pleurodesis bila perlu

64.

Seorang wanita 27 tahun di diagnosis dengan ALL, dan telah menjalani kemoterapi siklus pertama dengan preparat Hyper-CVAD. Pada hari ketiga perawatan, pasien mengalami demam tinggi tanpa ada tanda-tanda infeksi yang jelas. Dari pemeriksaan ANC didapatkan 490 sel/mm3. Terapi antibiotik yang direkomendasikan pada kasus tersebut

a)

Levofloxacin intravena

b)

Cefazolin intravena

c)

Piperacilin-tazobaktam Intravena

d)

Vancomicin Intravena

e)

Cefoperazone sulbactam Intravena

65.

Pria 47 tahun, sudah dirawat selama 6 hari dengan anemia aplastik dan demam. Dalam 2 hari terakhir perawatan pasien mengalami keluhan batuk dan sesak. Demam juga dilaporkan semakin tinggi. Pada hasil Lab diperoleh Hb 6,4 g/dl, leukosit 13.450/ul dengan hitung jenis 2/2/90/2/4 dan trombosit 89.000/ul. Ronsen ulangan cito diperoleh infiltrat yang tersebar di kedua lapang paru bagian tengah dan bawah yang baru bila dibandingkan dengan ronsen paru sebelumnya. Saat ini pasien sudah diberikan ceftazidime empirik. Bagaimana sikap yang akan Anda lakukan?

a)

Mengganti rejimen pengobatan menjadi cefpirome tunggal dan fluconazole, dan mengambil kultur darah dan sputum

b)

Menambahkan meropenem intravena untuk mengatasi kuman-kuman nosokomial dengan melanjutkan pemberian ceftazidime, dan mengambil kultur darah dan sputum

c)

Mengganti antibiotika menjadi piperacillin-tazobaktam dengan kombinasi amikacin dan mengambil kultur darah dan sputum

d)

Mengambil kultur darah dan sputum dan mengganti antibotika dengan ertapenem guna meningkatkan daya bunuh kuman

e)

Melanjutkan antibiotik ceftazidime yang sudah diberikan sebelumnya dengan menambahkan ciprofloxacine untuk memperluas spektrum kuman

66.

Pria, 70 tahun keluhan sesak napas, batuk berdahak kuning kehijauan, dan demam. Pemeriksaan fisik: tampak sakit berat, gizi kurang, suhu 38.3 oC, ronki basah kasar pada kedua basal paru. Rontgen torak: infiltrat pada lobus bawah paru bilateral. Pasien memiliki riwayat penggunaan prednisone 15 mg/hari untuk mengatasi nyeri lutut nya. Mikroorganisme penyebab infeksi paru yang paling mungkin:

a)

Kuman Anaerob

b)

Viral pneumonia

c)

Streptococcus pneumonia

d)

Legionella pneumophila

e)

Pseudomonas sp.

67.

Tn TF, 22 tahun datang ke poliklinik dengan keluhan batuk darah dan sesak napas sejak 2 bulan yang lalu. Pasien bekerja sebagai pelaut dan sering sandar di berbagai kota dalam waktu yang lama. Pada pemeriksaan ronsen diperoleh gambaran infiltrat di apex paru, sementara pada hasil Elisa HIV diperoleh 3 positif dengan hasil CD4 42. Bagaimana anjuran pengobatan yang akan Anda berikan pada pasien ini?

a)

Obati TB hingga tuntas dan setelah 2 minggu segera berikan ARV

b)

Obati TB hingga tuntas 6 bulan kemudian segera berikan ARV

c)

Obati TB dulu sampai dengan tuntas 2 bulan untuk meminimalisir risiko IRIS

d)

Obati TB dan dalam waktu 2 minggu segera berikan ARV

e)

Obati TB dan segera berikan ARV dalam 2 hari karena CD4 sudah sangat rendah

68.

Seorang laki-laki, 30 tahun dibawa ke UGD dengan keluhan kejang, muntah-muntah. Pasien menderita HIV sejak sebulan ini tapi belum minum obat. Data CD4 bulan lalu 15 sel/μL. Pada pemeriksaan fisik kesadaran somnolen, TD 110/60 mmHg, nadi 100 x/menit, suhu 37,8 0C, dan kaku kuduk positif. Dari pemeriksaan CT scan kepala didapatkan gambaran hidrosefalus. Pemeriksaan cairan serebrospinal dengan pewarnaan tinta india didapatkan gambaran kapsul sel ragi. Pilihan terapi yang tepat untuk diberikan pada pasien adalah

a)

Amfotericin B 0,5-1 mg/kgBB/hari selama 8 minggu

b)

Micafungin 100 mg/hari selama 10 minggu

c)

Fluconazole 400 mg/hari selama 10 minggu

d)

Voriconazole 400 mg/hari selama 10 minggu

e)

Amfotericin B 0,7-1 mg/kgBB dan flucitosine 100 mg/kgBB/hari selama 2 minggu diikuti flukonazole 400 mg/hari selama minimal 10 minggu

69.

Seorang perempuan 40 tahun datang ke poliklinik dan direncanakan pemberian metotrexat atas indikasi artritis rematoid. Saat ini pasien tidak ada keluhan batuk maupun sesak. Tidak ada riwayat pengobatan tuberkulosis sebelumnya. Satu tahun yang lalu pemeriksaan Purified Protein Derivative (PPD) (tuberculin test) dengan indurasi 3 mm, sekarang indurasinya 18 mm dalam waktu 48 jam. Pada pemeriksaan fisik paru tidak didapatkan kelainan. Foto toraks menunjukkan fibrokalsifikasi (tenang) apeks paru kanan.


Tatalaksana yang paling tepat pada pasien ini

a)

INH 300 mg/hari minimal selama 6 bulan

b)

INH 300mg/hari selama 3 bulan

c)

Tidak perlu diberikan OAT

d)

2HRZE/4RH

e)

2RHZ/4RH

70.

Seorang perempuan usia 31 tahun datang ke poliklinik dengan keluhan sesak napas yang disertai napas berbunyi. Keluhan napas berbunyi ini bukan pertama kali dirasakan oleh pasien. Sebelumnya pasien juga mengeluhkan batuk dan demam naik turun dalam 2 minggu terakhir. Pada pemeriksaan fisik didapatkan tekanan darah 110/80 mmHg, frekuensi nadi 86x/menit, frekuensi napas 26x/menit, dan terdapat wheezing di kedua lapang paru. Pada pemeriksaan foto toraks didapatkan adanya bronkiektasis pada daerah hilus. Hasil laboratorium: IgE total meninggi, IgE spesifik Aspergillus fumigatus meningkat.Tatalaksana yang paling tepat untuk pasien ini adalah:

a)

Glukokrtikoid kombinasi dengan amfoterisin B

b)

Glukokortikoid kombinasi dengan itrakonasol

c)

Vorikonasol kombinasi dengan amfoterisin B

d)

Amfoterisin B kombinasi dengan itrakonasol

e)

Kaspofungin kombinasi dengan flukonasol

71.

Pasien laki-laki 35 tahun, sedang direncanakan untuk prosedur pembersihan karang gigi serta penambalan dua buah gigi. Pasien memiliki riwayat operasi penggantian katup jantung. Saat ini keluhan sesak dan berdebar disangkal, aktivitas sehari-hari relatif tanpa hambatan. Pasien tidak memiliki riwayat alergi. Saran yang dapat diberikan terkait tindakan yang akan dilakukan :

a)

Amoxicillin atau ampicillin total 2 gram diberikan sejak 1 hari sebelum prosedur

b)

Amoxicillin atau ampicillin 2 gram diberikan 1 jam sebelum prosedur

c)

Clindamisin 600 mg dan metronidazole diberikan sejak 1 hari sebelum prosedur

d)

Clindamisin 600 mg dan antiseptik kumur diberikan sejak 1 hari sebelum prosedur

e)

Tidak ada perlakuan khusus terkait dengan tindakan yang akan dilakukan

72.

Pasien wanita usia 55 tahun datang ke IGD dengan keluhan dada berdebar-debar. Pada saat pemeriksaan pasien kompos mentis, TD 80/60 mmHg, laju jantung 150-160x/menit ireguler, terdapat pulsus defisit, nadi perifer teraba lemah, laju napas 24x/menit, suhu 36,30C. Akral teraba dingin. Hasil EKG menunjukkan gambaran atrial fibrilasi dengan rate 160x/menit. Tatalaksana yang tepat pada pasien ini yaitu :

a)

Melakukan manuver vagal

b)

Memberikan adenosine 6mg bolus cepat iv

c)

Memberikan diltiazem 15-20mg iv selama 2 menit

d)

Melakukan kardioversi dengan dosis 120 J bifasik

e)

Melakukan kardioversi dengan dosis 100 J monofasik

73.

Pasien laki-laki usia 55 tahun datang ke poliklinik dengan keluhan sesak nafas memberat dengan aktifitas 2 minggu terakhir, diketahui ada gagal jantung kronik, tekanan darah tinggi lebih dari 10 tahun, dan pernah mengalami serangan jantung koroner. Pada pemeriksaan fisik didapatkan TD 147/98 mmHg, nadi 97 x/menit, laju napas 20x/menit, terdapat distensi vena leher, batas jantung melebar. EKG irama sinus, echocardiography 1 bulan yang lalu didapatkan LVEF 30%, kreatinin 1,6 mg/dL dan kalium 5,0 mEq/L. Pasien sudah mengkonsumsi obat captopril, bisoprolol, spironolakton dan furosemide secara rutin dalam dosis optimal. Tatalaksana selanjutnya yang paling baik pada pasien ini adalah:

a)

Menaikkan dosis diuretik

b)

Menaikkan dosis ACE inhibitor

c)

Menambah obat ivabradine

d)

Mengganti captopril dengan valsartan/sacubitril

e)

Memberikan digoxin

74.

Seorang pria berusia 67 tahun datang ke IGD dengan keluhan demam dan sesak napas sejak 2 hari yang lalu. Pasien juga memperhatikan bahwa tangannya terlihat lebih merah dari sebelumnya dan terdapat lesi yang nyeri di jari-jarinya. Pasien mengatakan bahwa dirinya baru saja terdiagnosis menderita tumor kolorektal. Riwayat penyakit lain disangkal. Pada pemeriksaan fisik didapatkan TD 130/78 mmHg, nadi 109x/menit, RR 24x/menit, dan suhu 38ᵒC. Didapatkan murmur pansistolik yang paling jelas terdengar pada area katup mitral. Pasien diminta untuk melakukan kultur darah dengan hasil positif untuk kokus gram positif.

Mikroorganisme apakah yang kemungkinan menyebabkan penyakit pada pasien tersebut?

a)

Staphylococcus aureus

b)

Streptococcus viridans

c)

Staphylococcus epidermidis

d)

Streptococcus bovis

e)

Semuanya benar

75.

Seorang laki-laki berusia 55 tahun datang ke IGD dengan keluhan sesak disertai berdebar-debar. Kesadaran compos mentis, tekanan darah 90/60 mmHg, frekuensi nadi 130 kali per menit, ireguler. Pemeriksaan jantung mendapatkan batas jantung kiri 2 jari lateral garis midklavikula kiri, pinggang jantung menghilang. Didapatkan juga murmur pansistolik grade IV/VI, punctum maksimum di apeks dengan penjalaran ke lateral. EKG dengan hasil:

a)

Mitral Stenosis

b)

Aorta regurgitasi

c)

Mitral Regurgitasi

d)

Aorta Stenosis

e)

Atrial Septal Defect

76.

Penyebab terjadinya trombositopenia pada dengue hemorrhagic fever adalah sebagai berikut, kecuali:

a)

Dekstruksi dan pemendekan masa hidup trombosit

b)

Kadar trombopoetin yang menurun

c)

Supresi trombopoesis di sumsum tulang

d)

Peningkatan pembersihan trombosit oleh sistem retikuloendotelial

e)

Konsumtif akibat aktivasi sistem koagulasi

77.

Seorang laki-laki berusia 52 tahun dibawa ke UGD dengan penurunan kesadaran disertai kejang dan demam. Pada pemeriksaan fisik didapatkan kesadaran sopor, tekanan darah 100/70 mmHg, nadi 84x/menit, pernapasan 18x/menit, suhu 390C. Kaku kuduk (-), jantung dan paru tidak ada kelainan. Pemeriksaan cairan serebrospinal didapatkan masih dalam batas normal. Pemeriksaan laboratorium didapatkan Hb 13,5 g/dL, Hct 40%, leukosit 10.000/μL, trombosit 110.000/μL. IgM anti S. Typhi menunjukkan (+) 6. Apa tatalaksana pada pasien ini....

a)

Kloramfenikol 4x500 mg oral sampai dengan 7 hari bebas demam

b)

Ceftriaxone 1x2 g intra vena selama 5 hari

c)

Kloramfenikol 4x500 mg oral, ampicillin 4x1 g intra vena, deksamethasone 3x5 mg intra vena

d)

Kloramfenikol 4x500 mg oral, ampicillin 4x1 g intra vena, methylprednisolon 2x125 mg intra vena

e)

Kloramfenikol 4x500 mg oral, ampicillin 4x1 g intra vena, hidrokortison 3x100 mg intra vena

78.

Seorang wanita 20 tahun datang dengan rujukan dari Departemen Obstetri dan Ginekologi dengan Hamil 26 minggu dan riwayat penyakit jantung rematik sebelum kehamilan. Pasien mengeluh cepat lelah, sesak bila beraktivitas dan bengkak pada kedua tungkai yang sudah dirasakan 1 tahun sebelum kehamilan. Dari pemeriksaan fisik ditemukan kardiomegali, murmur late diastolik di apeks dan pansistolik di LLSB sela iga IV, serta edema tungkai. Dari pemeriksaan echocardiography, parameter apa yang Anda perlukan untuk tatalaksana dan edukasi selanjutnya?

a)

Mitral Valve Area dan morfologi katup mitral

b)

mean Pulmonary Arterial Pressure

c)

LVEF dan LVESD

d)

Dimensi LA dan LA clot

e)

Morfologi trikuspid dengan RA/RV/IVC size

79.

Seorang pria 25 tahun datang dengan keluhan nyeri pinggang kanan sejak 5 hari SMRS. Pasien mengaku suka makan daging dan minum soda. TD 130/80, nadi 80 kali/menit, pernafasan 25 kali per menit. Pada pemeriksaan fisik ditemukan nyeri ketok CVA. Manakah pernyataan tentang batu saluran kemih yang tepat?

a)

USG dapat membedakan batu kalsifikasi dengan radiolusen

b)

Batu ginjal berukuran kurang dari 10 mm dapat keluar spontan

c)

Sitrat pada jeruk nipis dapat menurunkan terjadinya batu oksalat

d)

Peningkatan inhibitor pembentuk batu adalah faktor risiko terjadinya batu saluran kemih

e)

Hipokalsemia adalah faktor risiko terjadinya batu ureter

80.

Pasien wanita usia 22 tahun datang dengan keluhan nyeri saat buang air kecil sejak 1 hari lalu. Pasien juga pernah mengalami keluhan serupa tahun lalu dan berulang lagi 1 bulan lalu. Pasien diketahui bekerja sebagai PSK dan rutin mengkonsumsi pil KB. Faktor risiko apa saja dari pejamu (pasien) yang menyebabkan kondisi tersebut?

a)

Jenis kelamin wanita, sering senggama, penggunaan KB hormonal

b)

Jenis kelamin wanita, sering senggama, penggunaan KB hormonal, riwayat infeksi saluran kemih sebelumnya.

c)

Jenis kelamin wanita, sering senggama, riwayat infeksi saluran kemih sebelumnya.

d)

Jenis kelamin wanita, sering senggama, penggunaan KB hormonal, ekologi vagina

e)

Jenis kelamin wanita, sering senggama, penggunaan KB hormonal, ekologi vagina, virulensi dari mikroorganisme causal.

81.

Seorang laki-laki 15tahun yang dirawat di unit perawatan intensif dengan demam, sakit kuning, gagal ginjal, dan gagal napas. Sepuluh hari yang lalu ia mengikuti bakti sosial di lingkungan sekolahnya dengan cara membersihkan selokan. Dua temannya juga mengalami flu, sakit kepala, demam, mialgia, dan mual yang sudah mulai membaik. Ia juga mengalami hal yang sama namun kemudian betambah parah dan menjadi kuning dan sesak napas. Pemeriksaan fisik TD 95/65, nadi 110x/menit, suhu 38,4°C, laju pernapasan dari 26/menit, dan saturasi oksigen dari 92% dengan O2 masker. Ikterus (+) dan didapatkan suffusion konjungtiva bilateral. CXR menunjukkan infiltrate difus bilateral. Laboratorium didapatkan kreatinin 2,5 mg / dL, bilirubin total 12,3 mg/dL, dan SGPT/ SGPT/ PPT/ aPTT yang normal. Manakah dari antibiotik berikut harus dimasukkan dalam terapinya?

a)

Cefipime

b)

Ciprofloxacin

c)

Clindamycin

d)

Penicillin

e)

Vancomycin

82.

Seorang mahasiswa pecinta alam, berusia 23 tahun, mendaki Gunung Rinjani. Menjelang mencapai puncak, pasien mengeluh sesak napas berat. Pasien lalu tidak meneruskan pendakian dan dibawa turun oleh teman temannya. Satu jam kemudian, pasien tetap sesak napas. PF: tekanan darah 80/50 mmHg dan S2 split pada auskultasi jantung. Pemberian terapi oksigen mengurangi gejala pasien dan pada auskultasi S2 split menghilang.

Patofisiologi kelainan pada pasien ini adalah:

a)

Emboli paru

b)

Syok kardiogenik

c)

Hipertensi pulmonal

d)

Pneumothotax spontan

e)

Edema paru akibat vasokonstriksi paru high altitude pulmonary edema

83.

Seorang perempuan usia 36 tahun datang ke IGD dengan keluhan nyeri dada. pasien juga memiliki riwayat nyeri sendi jari jari tangan kiri dan kanan serta riwayat fenomena raynaud. Pada pemeriksaan fisik didapatkan ruam malar, poliartritis, pericardial friction rub, dan sklerodaktili. Hasil laboratorium: Hb 10 g/dL; LED 80 mm/jam; CRP positif; CK 980 U/L; CKMB normal; ANA positif dengan pola speckled. Pemeriksaan autoantibodi yang paling tepat untuk menegakkan diagnosis pasien ini adalah :

a)

Antibodi anti sentromer (yang terbatas)

b)

Anti topoisomerase-1

c)

Anti U1-RNP

d)

Anti dsDNA

e)

ANCA

84.

Seorang pria 37 tahun dikonsulkan dari poliklinik kulit dengan keluhan nyeri sendi. Pasien sudah didiagnosa dengan Artritis psoriasis dan sudah mendapat terapi. Pemeriksaan penunjang untuk menegakkan diagnosis untuk kelainan sendi pada penderita ini adalah :

a)

ANA test

b)

Rheumatoid factor

c)

HLA B27

d)

Anti Ro

e)

Anti DsDNA

85.

Seorang laki-laki 30 tahun datang ke poliklinik penyakit dalam untuk melakukan general check up untuk mendaftar sebagai pegawai catering Jemaah haji di Arab Saudi. Dari hasil pemeriksaan didapatkan TD: 120/80 mmHg, Nadi: 88 kali/menit, Respirasi: 18 kali/menit, suhu: 36,70C. Pasien memiliki riwayat sakit tipes 1 tahun yang lalu dengan uji Tubex-T 6 dinyatakan sembuh dan tidak ada keluhan lagi. Dari pemeriksaan laboratorium didapatkan HB: 13 mg/dl, WBC: 9.000, PLT:250.000. Dari pemeriksaan biakan feses dan urin didapatkan S. typhi (+) dan pada biakan urin juga ditemukan pertumbuhan Schistosoma haematobium (+). Penatalaksanaan awal yang tepat pada pasien ini adalah:

a)

Observasi, diterapi bila penyakit relaps ditandai dengan munculnya demam

b)

Prazikuantel 40 mg/kgBB dosis tunggal

c)

Metrifonat 5-7,5 mg/kgBB 3 dosis selama 1 minggu.

d)

Ciprofloxacin 400 mg tiap 12 jam selama 28 hari

e)

Trimetoprim sulfametoksasol 2 x 2 tablet per hari selama 3 bulan.

86.

Perempuan 30 tahun, dikonsulkan dari sejawat obstetri dengan riwayat keguguran sebanyak 4 kali. Pasien telah didiagnosis sindroma antifosfolipid pada kehamilan terakhir, dan saat kehamilan ke 4 ditemukan trombosis pada vaskular plasenta pasien. Saat ini, pasien dan pasangan ingin merencanakan kehamilan. Saat ini pemeriksaan fisik dalam batas normal. Hasil laboratorium menunjukkan Leukosit 8000/mm3, Hb 13 g/dl dan trombosit 235.000 u/L. Kimia klinik semua dalam batas normal.Tindakan yang dianjurkan pada penderita ini adalah:

a)

Menunda Kehamilan, sampai dinyatakan sembuh

b)

Berikan klopidogrel jangka panjang

c)

Tidak ada indikasi pemberian terapi antitrombotik

d)

Aspirin 81 mg/hari sebelum konsepsi, diikuti heparin setelah konsepsi

e)

Heparin jangka pendek diikuti pemberian jangka panjang subkutan dan klopidogrel jangka panjang

87.

Seorang lelaki berusia 32 tahun dibawa ke IGD karena tidak sadar sejak 2 jam sebelum masuk rumah sakit. Pasien sebelumnya mengalami demam, timbul kuning pada mata, air seni berwarna coklat dan nyeri pada betis. Pasien selama ini dirawat di rumah dengan diberikan obat yang dibeli di warung, tetapi keadaan semakin memburuk. Seminggu yang lalu, pasien ikut kerja bakti membersihkan selokan di lingkungannya. Manakah di bawah ini yang dapat membantu menegakkan diagnosis penyakit tersebut?

a)

IgM anti leptospira

b)

USG abdomen

c)

Urinalisis

d)

Tubex TF

e)

CT Scan kepala

88.

Seorang laki – laki, 40 tahun MRS dengan keluhan BAB berdarah yang disertai dengan nyeri pada seluruh bagian perut dan bersifat kolik. Satu minggu sebelumnya penderita demam bersifat hilang timbul tidak sampai menggigil kemudian muncul bercak – bercak kemerahan di kedua lengan yang tidak sakit dan tidak gatal, nyeri dirasakan pada kedua lutut sehingga penderita tidak dapat berjalan. Riwayat asthma bronchiale sejak 20 tahun lalu. Pada pemeriksaan fisis didapatkan adanya wheezing difus pada kedua paru, sedangkan pemeriksaan darah lengkap ditemukan eosinophilia 60 %, tanda vital dalam batas normal.

Untuk menegakkan diagnosis pasti kasus di atas dilakukan pemeriksaan penunjang berupa :

a)

USG Abdomen

b)

Foto toraks PA

c)

Aspirasi Sum – sum tulang

d)

Apusan darah tepi

e)

Biopsi kulit

89.

Seorang lelaki berusia 45tahun, berobat ke saudara dengan keluhan terlihat kuning sejak 2 hari SMRS. Keluhan tersebut disertai dengan demam sejak 4 hari, yang turun dengan pemberian obat. Pasien juga mengeluh BAK lebih sedikit dari biasanya. Muncul kemerahan di kulit yang tidak gatal, disertai dengan sakit kepala dan mual muntah. 5 hari sebelum berobat pasien baru melakukan perjalanan keluar kota sebagai sopir bus antarkota ke daerah di Sumatera. Tempat tinggal pasien di Jakarta yang merupakan daerah rawan banjir dan 2 minggu sebelumnya baru mengalami kebanjiran. Pada pemeriksaan fisik konjunktiva hiperemis; sclera ikterik; terdapat nyeri tekan epigastrium; hepar teraba 2 jari bawah arkus kostae, tepi tumpul, nyeri pada perabaan; terdapat ptekie pada daerah ekstremitas bawah. Pemeriksaan laboratorium yang paling tepat direncanakan untuk pasien ini adalah:

a)

Pemeriksaan kultur darah leptospira untuk menentukan spesies leptospira

b)

Pemeriksaan mikroskopik urin leptospira untuk menentukan spesies leptospira

c)

Pemeriksaan microscopic agglutination test leptospira untuk menentukan spesies leptospira

d)

Pemeriksaan serologi malaria untuk mengetahui jumlah parasit pada malaria

e)

Pemeriksaan rapid diagnosis test malaria untuk mengetahui jumlah parasit pada malaria

90.

Seorang wanita usia 20 tahun datang ke IGD dengan keluhan kejang. Kejang sejak 2 jam sebelum MRS. Pada pemeriksaan di dapatkan respirasi 22 kali/menit, tekanan darah 140/90 mmHg, denyut jantung 90 kali/menit, suhu 36,7 C. Pada pemeriksaan fisik dijumpai ulkus mulut. Rontgen thorax tampak dalam batas normal. EKG sinus rthym. Pemeriksaan darah ditemukan Hb 8 gr/dl, HCT 24 %, WBC 4,5 PLT 150.000, BUN 30, SC 1,0 SGOT 20,SGPT 30, Albumin 2,5, Na 145, K 3,7 AGD PH 7,4 PO2 80 PCO2 30 HCO3 30 SO2 95. UL proteinuria +3, silinder eritrosit. Pasien dengan riwayat SLE dan pengobatan MMF 1 gr/per hari namun tidak minum obat sebulan ini karena merasa kondisi membaik. Apakah masalah pasien saat ini dan terapi yang diberikan?

a)

SLE sedang terapi induksi metilprednisolon 1 gr 3 hari lalu lanjut MMF 2 gr dan steroid 0,5 mg/kgbb selama 4 minggu lalu lanjut terapi pemeliharaan

b)

NPSLE terapi induksi metilprednisolon 1 gr 3 hari lalu lanjut MMF 2 gr dan steroid 0,5 mg/kgbb selama 4 minggu lalu lanjut terapi pemeliharaan

c)

SLE sedang terapi induksi metilprednisolon 1 gr 3 hari lalu lanjut cyclofospamid IV 0,5 gr/m2/ bulan x 7 dosis lalu dievaluasi responnya.

d)

SLE berat terapi induksi metilprednisolon 1 gr 3 hari lalu lanjut cyclofospamid 0,5 gr/m2/ bulan x 7 dosis bila tidak respon terapi dengan cyclofospamid IV 0,5 gr/m2/1 bulan selama 1 tahun.

e)

SLE berat terapi induksi metilprednisolon 1 gr 3 hari lalu lanjut cyclofospamid 0,5 gr/m2/ bulan x 7 dosis bila respon sebagian terapi dengan cyclofospamid IV 0,5 gr/m2/3 bulan selama 1 tahun.

91.

Seorang pria berusia 45 tahun datang dengan keluhan mata dan mulut yang terasa kering. Setelah dilakukan pemeriksaan, didapatkan tes schimer positif, dan biopsi kelenjar saliva ditemukan infiltrasi limfosit T dan B terutama di daerah sekitar saluran kelenjar atau duktus. Dari pemeriksaan laboratorium ditemukan adanya autoantibody anti-Ro(SSA) dan anti-La(SSB). Kemungkinan diagnosis pada pasien ini adalah:

a)

Lupus Eritematosus Sistemik

b)

Sindrom Sjorgen

c)

Vaskulitis

d)

Tiroiditis

e)

Hepatitis kronis

92.

Seorang laki-laki 67 tahun, dengan riwayat artritis kronik, mengalami kolik renal akibat batu urat. Hasil laboratorium: asam urat urin 900 mg/24 jam, kadar asam urat serum 9,8 mg/dL; kratinin serum 2,8 mg/dL dan didapatkan kristal monosodium urat di dalam cairan sendi yang diaspirasi dari lutut kirinya. Terapi jangka panjang yang paling tepat untuk pasien ini adalah:

a)

Kolkisin

b)

Alopurinol

c)

Probenesid

d)

Febuxostat

e)

Sulfinpirazon

93.

Seorang wanita berusia 25 tahun datang dengan keluhan nyeri sendi, mudah lelah, dan terdapat bercak pada wajah. Dari urinalisis didapatkan proteinuria. Kadar serum C3 menurun. Mekanisme kerusakan ginjal yang paling mungkin pada pasien ini adalah disebabkan oleh:

a)

IgE

b)

Imun kompleks

c)

Sitotoksik

d)

Reaksi hipersensitivitas tipe 1

e)

Non-imun

94.

Seorang wanita 75 tahun mengeluh lutut kanan bengkak dan nyeri sejak 3 hari lalu. Keluhan ini sudah pernah dirasakan 2 tahun lalu selama 2 minggu lalu membaik seperti semula. Pada pemeriksaan fisik didapatkan demam 38°C, VAS 6/10. Pemeriksaan fisik genu dekstra didapatkan edema, hiperemis, nyeri tekan, bulging sign (+), range of motion terbatas. Pemeriksaan lab didapatkan asam urat 8,5 mg/dl. Pemeriksaan rotgen genu memperlihatkan garis-garis radiopaque di sekitar cartilage sendi lutut. Analisa cairan sendi dengan mikroskop terlihat gambaran rodlike. Diagnosa yang paling mungkin pada kasus diatas adalah

a)

Artritis Pirai

b)

Kristal artropati akibat basic calcium phosphate (BCP)

c)

Kristal artropati akibat calcium phyrophosphate dehidrogenase (CPPD)

d)

Osteoartritis

e)

Artritis reumatoid

95.

seorang wanita 35 tahun, hamil 6 bulan dengan riwayat lupus sejak 3 tahun terakhir. Pasien mengaku menghentikan sendiri pengobatan sejak 2 tahun yang lalu karena tidak ada keluhan. Dari pemeriksaan fisik didapatkan alopesia, ruam malar, stomatitis serta tanda kehamilan sesuai umur kehamilan. Lain-lain dalam batas normal. Pemeriksaan yang anda usulkan untuk mendeteksi kemungkinan efek lupus terhadap janin adalah :

a)

Anti Ro/La

b)

Anti Sm

c)

Anti DsDNA

d)

Scl-70Scl-70

e)

ANA test

96.

Seorang perempuan berusia 54tahun datang ke poliklinik dengan keluhan kaku dannyeripada sendi jari-jari tangan yang dialami 6bulanterakhir. Keluhan kakusenditerutama pagi hari dan kekakuan bertahantidaklebihdari 30 menit. Keluhansemakinterasajika jari-jari tangan tersebut digunakan/digerakkan. Pada pemeriksaan fisik tanda vital dalam batas normal, VAS 3/10 dan tidakditemukanartritis pada kedua tangan.Riwayat DM denganpengobatantidakteratur. Apakah patomekanisme dari kasus diatas?

a)

Reaksi inflamasi terhadap kristal monosodium urat

b)

Adanya peranan dari sel –sel pannus

c)

Adanya osteofit akibat peningkatan IGF-I

d)

Adanya osteofit akibat peningkatan IGF-I

e)

Erosi dari sendi-sendi manus

97.

Seorang laki laki usia 42 tahun datang ke poli remato karena nyeri pada lutut kiri, terutama bila berjalan jauh dan naik turun tangga. PF: krepitasi dan terdapat nyeri tekan pada sisi medial dari tuberositas tibia kiri (bursa pes anserine), tidak didapatkan efusi.Kemungkinan penyebab nyeri pada pasien ini adalah:

a)

Tendinitis patella (tuberositas tibia)

b)

Bursitis pes anserina

c)

osteoartritis genu kiri (idiopatik)

d)

Robekan ligamentum krusiatum anterior

e)

Robekan ligamentum krusiatum posterior

98.

Seorang laki laki usia 27 tahun datang ke poliklinik dengan keluhan bengkak dan nyeri pada sendi lutut, pergelangan kaki dan siku yang berulang sejak 2 tahun yang lalu. keluhan tersebut biasanya berlangsung selama 2-4 minggu dan hilang dengan atau tanpa pengobatan. Pasien juga sering mengalami sariawan yang nyeri sejak 10 tahun yang lalu, sakit kepala hebat, dan nyeri perut berulang. Pada pemeriksaan fisik saat ini didapatkan demam, oligoartritis, nyeri tekan abdomen tanpa tanda tanda abdomen akut, dan tromboflebitis superfisial pada tungkia kirinya.Diagnosis yang paling mungkin pada pasien ini adalah:

a)

Lupus eritematosus sistemik

b)

Artritis pada penyakit Crohn

c)

Pioderma gangrenosum

d)

Penyakit Whipple

e)

Sindrom Behcet

99.

Seorang wanita 28 tahun, hamil 24 minggu, datang ke praktek dokter swasta di Papua. Pasien khawatir terjadi komplikasi pada bayinya bila pasien terinfeksi malaria. Pasien telah tinggal di Papua sejak kecil. Manakah pilihan sebagai berikut yang direkomendasikan sebagai pencegahan komplikasi malaria pada pasien?

a)

Klorokuin dosis 250 mg tiap minggu mulai TM-3 hingga 2minggu post-partus

b)

Doksisiklin 100 mg tiap 24 jam mulai TM-3 hingga 1 bulan post-partus

c)

Klorokuin dosis 250 mg tiap minggu mulai TM-3 hingga 1 bulan post-partus

d)

Malarone 250 mg/100 mg tiap 24 jam mulai TM-3 hingga 2 minggu post-partus

e)

Mefloquine 250 mg tiap minggu mulai TM-3 hingga 1 bulan post-partus

100.

Seorang pria, 34 tahun, datang ke IGD dengan keluhan berdebar-debar sejak 30 menit yang lalu. Dari pemeriksaan fisik didapatkan TD 160/70, nadi 180 kali/menit, RR 28 kali/menit, EKG ventrikel takikardi. Saat di IGD pasien tiba-tiba mengalami cardiac arrest dan ROSC. Dari hasil laboratorium didapatkan data elektrolit natrium 135 mg/dL, kalium 7,4 mg/dL, klorida 112 mg/dL, ureum 165 mg/dL, kreatinin 12,4 mg/dL, AGD pH 7,28; pCO2 36 mmHg; HCO3 8 mmol/L. Tatalaksana initial yang paling tepat pada pasien ini untuk mengkoreksi hiperkalemia adalah:

a)

hemodialysis

b)

pemberian bikarbonat 1-2 ampul intravena

c)

pemberian ca gluconas 1-2 ampul intravena

d)

pemberian insulin 10 IU intravena dengan D40% 2 ampul

e)

pemberian furosemide 40 mg intravena