NEW
Font size
WorksheetsMapel Al-Qur'an Hadits 1
Total questions: 40
Worksheet time: 20mins
1. Salah satu model pembelajaran yang disarankan oleh Kurikulum 2013 adalah Problem Based Learning. Untuk pembelajaran al-Qur’an Hadis, contoh penerapan model ini adalah
Meminta siswa mencari solusi untuk masalah pembagian warisan sesui ketentuan al-Qur’an dan Hadis
Meminta siswa mencari contoh-contoh dari ayat-ayat al-Qur’an yang harus dibaca dengan idghom mutaqarribain
Meminta siswa membuat bagan hokum bacaan nun sukun dan tanwin
Meminta siswa siswa mencari informasi tentang letak goa ashabul kahfi menurut kitab=kitab tafsir maupun ensiklopedi
Meminta siswa mengkaitkan kandungan suatu ayat al-Qur’an dengan fenomena alam
Ayat al-Qur’an dan Hadits harus diajarkan sebagaimana adanya sebagai sumber ajaran Islam yang harus dijadikan pedoman hidup. Akan tetapi dalam pemahaman terhadap kedua sumber ajaran itu muncul beberapa perbedaan pemikiran. Maka dalam hal ini guru harus mengidentifikasi dan mengeliminir pemikiran yang bersifat .....
memberikan keleluasaan peserta didik untuk menilai pemikiran yang dipandang baik
mentolerir perbedaan pendapat dalam menafsirkan ayat atau hadits yang mutasyabih
memutlakan kebenaran pemikiran sendiri dan menyalahkan pemikiran orang lain
meanggap benar pendapatnya sendiri tetapi terbuka terhadap pendapat lain yang berbeda
meanggap salah pendapatnya sendiri tetapi terbuka terhadap pendapat lain yang berbeda
Jika pembelajaran al-Qur’an Hadits ditempatkan pada tengah hari (pada jam-jam terakhir) maka guru akan memilih metode pembelajaran yang lebih tepat seperti ....
one page summary
reading material dan the muddiest point
reading material dan the muddiest point
card sort dan team quiz
information search dan jJigsaw learning
Untuk meningkatkan kompetensi akademik dan kapasitas intelektual, guru al-Qur’an Hadits harus mengetahui media al-Qur’an Hadits yang terus mengalami pembaruan (updated) antara lain ...
al-mu’jam al-mufahros li Alfadz al-Qur’an al-Karim
al-Jami’ al-Shaghir min Ahadit al-Basyir al-Nadzir
al-maktabah al-Syamilah
Fath al-Rahman Li Thalib Ayat al-Qur’an
Miftah Kunuz al-Sunnah
Guru al-Qur’an Hadis menyadari bahwa dia bukan satu-satunya sumber belajar karena itu dia .…
memutar tape recorder dalam pembelajaran membaca al-Qur’an
mendatangkan seorang Qari dalam pembelajaran seni baca al-Qur’an
menayangkan video pembacaan al-Qur’an oleh seorang Qari
memberikan tugas kelompok untuk memahami kandungan surat-surat pendek
membentuk kelompok kelompok belajar dan memanfaatkan siswa-siswa yang memiliki kemampuan lebih untuk menjadi mentor bagi tiap kelompok
Yang harus dipertimbangkan dalam menentukan jenis evaluasi dalam pembelajaran al-Qur’an Hadis adalah
kompetensi Inti
materi ajar
tujuan pembelajaran
kompetensi dasar
Indikator Kompetensi
Dimungkinkan dalam membelajarkan talaffudz huruf-huruf hijaiyah, guru mengalami kesulitan dalam menjelaskan makharijul huruf. Untuk mengatasi masalah ini guru memanfaat media untuk menjelaskan yaitu
Gambar tentang pengelompokan huruf huruf hijaiyah kepada idzhar, idgham, ikhfa dan iqlab
Teks yang menjelaskan fungsi-fungsi rongga mulut, kerongkongan, dan rongga dada
Video orang membaca al-Qur’an secara murottal
Video orang membaca al-Qur’an secara mujawwad
Gambar rongga mulut, kerongkongan sampai rongga dada
Dalam pelaksanaa PBM tentang kanduangan suatu ayat, metode yang lebih tepat digunakan adalah
Metode simulasi
Metode diskusi
Metode ceramah
Metode eksperimen
Metode tanya jawab
Kegiatan peserta didik pembelajaran al-Qur’an Hadits pada tahap pengamatan tidak hanya berupa menyaksikan tayangan film/video atau mencermati poster/gambar, akan tetapi dapat pula kegiatan lain seperi ....
membaca buku dan mendengarkan penjelasan guru
berdiskusi dengan anggota kelompok untuk mengerjakan tugas
menerapkan metode-metode penalaran seperti comparasi, deduksi, induksi dan analogi
menyampaikan hasil diskusi kelompok di depan kelas
menulis kesimpulan hasil tanya jawab dan diskusi kelas
Ketika membahas ayat tentang keharaman khamr, guru menjelaskan sebab diharamkannya khamr tersebut. Kemudian guru meminta para peserta didik untuk mengidentifikasi berbagai minuman dan obat obatan serta bahan bahan lain yang memiliki sifat-sifat seperti khamr. Kegiatan ini termasuk penalaran ....
komparasi
deduksi
Analogi
Induksi
Resitasi
Setelah guru membimbing para siswa berdiskusi dan bertanya jawab tentang kandungan ayat 30 surat al-Baqarah kemudian guru meminta siswa meyelesaikan tahap terakhir dari pendekatan saintifik yaitu
mempresentasikan hasil diskusi
memberikan tugas-tugas untuk dikerjakan di rumah
membuat kesimpulan
meminta setiap kelompok menjawab pertanyaan kelompok lain
memajang hasil diskusi di dinding atau papan tulis
Dalam merumuskan indicator kompetensi yang diharapkan tumbuh pada siswa, guru harus memperhatikan 4 komponen yaitu
KI, KD, SKL (standar kompetensi lulusan) dan Capaian Pembelajaran
tujuan, materi, metode dan evaluasi
Materi, metode, media dan evaluasi
audiens, behavior, condition dan degree
Audiens, behavior, metode dan media
Setelah merumuskan indicator, kemudian yang dilakukan guru adalah
Menetapkan sumber belajar
Memilih metode pembelajaran
Merancang media belajar
Merumuskan tujuan pembelajaran khusus
Merumuskan tujuan pembelajaran umum
Proses pembelajaran yang dirancang dalam RPP sekurang-kurangnya memuat
Motivasi, presentasi, tugas dan latihan, penutup
Pendahuluan, kegiatan inti dan penutup
Apersepsi, presentasi materi dan post test
Mengamati, menanya, mencoba, menalar dan mengkomunikasikan
Apersepsi, elaborasi, eksplorasi dan konfirmasi
Salah satu metode yang dapat mengaktifkan siswa dalam pembelajaran al-Qur’an Hadis adalah metode Team Quiz. Langkah-langkah metode ini adalah
Guru membagikan materi bacaan. Kemudian guru meminta setiap siswa menulis satu pertanyaan. Lalu guru membagi pertanyaan itu kepada siswa lain untuk menjawabnya.
Guru membagi siswa menjadi 4 kelompok. Setiap kelompok diminta membuat 4-5 soal dari materi pelajaran yang sama beserta kunci jawabannya. Lalu secara bergiliran setiap kelompok menyajikan pertanyaan dan kelompok lain menjadi peserta quiz dan memperoleh skor atas jawaban mereka.
Guru mebagikan sepotong kertas yang berisi kata-kata atau frasa, kemudian meminta semua siswa berkumpul berdasarkan katagori yang sama sebagaimana tertulis dalam potongan kertas
Guru membagi siswa menjadi dua kelompok A dan B. kepada kelompok A guru memberikan potongan-potongan kertas berisi pertanyaan, sedangkan kelompok B diberi potongan-potongan kertas berisi jawaban. Lalu kelompok A diminta mencari jawaban yang tepat yang ada di kelompok B.
Guru membagi siswa ke dalam 3 kelompok, masing-masing diberi materi bacaan yang berbeda. Setiap kelompok diberi tugas untuk membuat ringkasan materi tersebut dalam pointers. Kemudian secara bergantian tiap kelompok mempresentasikan hasil kerja mereka di depan dan menjawab pertanyaan dari kelompok yang lain.
Banyak video/poster/lagu tentang anak yatim. Semuanya dapat dijadikan media pembelajaran
Surat al-Kautsar
Surat al-alaq
Surat al-‘Ashr
Surat al-Ma’un
Surat al-‘Nashr
Untuk pembelajaran al-Qur’an Hadis dengan pokok bahasan surat Zalzalah maka media yang tepat adalah
Video peristiwa gempa
Berita Koran tentang gempa bumi
Rekaman wawancara dengan korban gempa
Foto foto akibat gempa bumi
Data-data jumlah korban harta benda dan korban jiwa serta luka-luka akibat gempa
Untuk memperkaya wawasan siswa tentang pokok bahasan toleransi beragama di berbagai negara maka guru meminta siswa untuk
Mencari informasi di jaringan internet
Mencari informasi di jurnal internasional
Mencari informasi di perpustakaan online
Mencari informasi di facebook
Mencari informasi di berita online
Untuk meningkatkan hasil belajar, guru al-Qur’an Hadis mencoba penggunaan metode baru. Untuk memantau aktifitas siswa dalam pembelajaran, guru meminta bantuan guru lain sebagai
Kolaborator
Asisten
kolega
Peneliti
Pemantau
Untuk bisa melihat dan bertatap muka dengan semua siswa maka guru mengatur formasi tempa duduk. Hal ini juga mendukung terjadinya
Interaksi antar siswa dengan baik
Komunikasi yang baik
Komunikai antar kelas yang teratur
Interaksi antar siswa dengan guru
Situasi kelas yang kondusif
1. Kata al-Qur’an secara etimologi berasal dari perebuhan kata
قرأ – يقرأ – قراءة أو قرآنا
yang berarti
Bacaan suci
Bacaan
Kitab
Kitab suci
Teks Suci
Allah berfirman:
تَبَارَكَ الَّذِي نَزَّلَ الْفُرْقَانَ عَلَى عَبْدِهِ لِيَكُونَ لِلْعَالَمِينَ نَذِيرًا
Berdasarkan ayat di atas, al-Qur’an dinamai juga
At-Tanzil
Al-Alamin
An-Nadzir
Al-Furqon
At-Tabaruk
Diantara objek kajian ulumul Qur’an adalah Dirasah Ma Haula al-Qur’an yaitu kajian yang meliputi antara lain
Terjemah ayat
Tafsir Ayat
Takwil ayat mutasyabihat
Asbabun Nuzul Ayat
Semua benar
Yang memulai menulis ilmu Nasikh wa Mansukh adalah:
Syeikh Tarju Singh al-Cireboni
Abu Ubaid Qasim ibn Salam
Syeikh Nazarudin al-Bandungi
Ali ibn al-Madini
Muhammad ibn Khalaf Murzaban
Wahyu dan ilham kedua-duanya merupakan isyarat yang diterima oleh seseorang dengan sangat cepat. Akan tetapi yang membedakan ilham dari wahyu adalah bahwa ilham itu diterima oleh
Orang-orang sholeh
Orang-orang Muslim
Orang-orang beriman
Orang-orang bertakwa
semua orang
Rasulullah saw tidak menerima wahyu melalui cara berikut ini
Wahyu datang bagaikan suara lonceng
Jibril menjelma sebagai manusia
Jibril menghembuskan wahyu
Mimpi yang benar
Suara yang didengar di tempat sunyi
Dalam al-Qur’an disebutkan:
يَسْتَفْتُونَكَ قُلِ اللَّهُ يُفْتِيكُمْ فِي الْكَلَالَةِ إِنِ امْرُؤٌ هَلَكَ لَيْسَ لَهُ وَلَدٌ وَلَهُ أُخْتٌ فَلَهَا نِصْفُ مَا تَرَك [النساء: 176
Dari ayat di atas dapat disimpulkan bahwa sebab turunnya ayat di atas adalah
Pertanyaan para sahabat tentang pembagianwarisan yang benar menurut al-Qur’an
Permintaan fatwa dari sahabat mengenai hak waris dari masing-masing ahli waris
Pertanyaan para sahabat tentang warisan yang ditinggalkan oleh orang yang wafat dan tidak memiliki orang tua dan anak
Pertanyaan para sahabat tentang bagian warisan kakek dan nenek
Permintaan fatwa dari para sahabat tentang pembagian warisan melalui wasiat
Selain diketahui dari redaksi ayat seperti pada soal nomor 27, sebab turunnya ayat dapat diketahui pula dari:
Hadis dan perkataan sahabat Nabi
Hadis Ahad yang shahih
Hadis mutawatir
Hadis marfu’ yang sanadnya muttashil
Hadits masyhur yang diriwayatkan lebih dari tiga orang
Secara keseluruhan, sumber-sumber/rujukan untuk mengetahui asbab nuzul adalah
Ayat al-Qur’an, Hadis, Ijma’ dan Qiyas
Ayat al-Qur’an, Hadis dan perkataan Sahabat
Ayat al-Qur’an, Hadis, Ijma’ dan fatwa ulama
Ayat al-Qur’an, Hadis, perkataan Shahabat dan Ijma’
Ayat al-Qur’an, Hadis, perkataan sahabat dan Qiyas
Allah berffirman:
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا تَقْرَبُوا الصَّلَاةَ وَأَنْتُمْ سُكَارَى حَتَّى تَعْلَمُوا مَا تَقُولُون [النساء: 43
Menurut Hadis, sebab nuzul ayat ini adalah:
Setelah permohnan Umar bin Khattab agar Allah menjelaskan hukum khamar dengan jelas
Setelah Nabi melihat banyak sahabat mengerjakan shalat dalam keadaan mabuk.
Setelah Nabi memohon petunjuk kepada Allah mengenai hukum khamar
Setelah Ali bin Abi Thalib memohon kejelasan kepada Nabi tentang hokum khamar
Setelah para sahabat hijrah ke Madinah, mereka tidak lagi meminum khamar
Meskipun ada suatu sebab yang melatarbelakangi diturunkannya suatu ayat, akan tetapi keberlakuan ayat tersebut tidak semata-mata terkait dengan sebab diturunkannya, akan tetapi berlaku secara umum. Hal itu sejalan dengan kaidah
العبرة بعموم اللفظ لا بخصوص السبب
العبرة بخصوص السبب لا بعموم اللفظ
العبرة بالسبب الخاص لا باللفظ العام
العبرة باللفظ الخاص لا بالسبب العام
العبرة بمقاصدها العامة
Diantara ayat-ayat al-Qur’an ada yang disebut muhkam dan ada yang mutasyabih. Ayat yang muhkam adalah ayat yang mudah diketahui maksudnya sedangkan ayat mutasyabih adalah ayat yang
Hanya bisa dipahami dengan takwil
Hanya bisa dipahami secara majazi
Hanya dimengerti oleh ar-Rasyikhun fil ilmi
Hanya diketahui maknanya oleh para auliya
Hanya diketahui maksudnya oleh Allah swt
Allah swt berfirman
وَالسَّمَاءَ بَنَيْنَاهَا بِأَيْدٍ وَإِنَّا لَمُوسِعُون [الذاريات: 47
Ayat di atas termasuk ayat yang mutasyabih. Adapun tasyabuh-nya terletak pada kata
بنيناها
وإنا
والسماء.
لموسعون
بأيد
Allah berfirman
وَلَكُمْ نِصْفُ مَا تَرَكَ أَزْوَاجُكُمْ إِنْ لَمْ يَكُنْ لَهُنَّ وَلَدٌ فَإِنْ كَانَ لَهُنَّ وَلَدٌ فَلَكُمُ الرُّبُعُ مِمَّا تَرَكْنَ مِنْ بَعْدِ وَصِيَّةٍ يُوصِينَ بِهَا أَوْ دَيْن ... [النساء: 12
Ayat di atas termasuk ayat muhkam karena
Bagian-bagian warisan itu dapat dipahami dengan jelas hitungannya
Pembagian warisan tidak menimbulkan tafsir yang berbeda-beda.
Orang-orang yang termasuk ahli waris sudah disebutkan dalam ayat tersebut.
Bagian ahli waris perempuan setengah dari bagian ahli waris laki-laki, adalah adil
Ketentuan pembagian warisan sesuai al-Qur’an adalah yang paling tepat.
Abu Bakar as-Shiddiq dan Usman ibn Affan adalah dua orang khalifah yang berjasa dalam pemeliharaan al-Qur’an. Jasa mereka adalah
Abu Bakar melakukan penghimpunan al-Qur’an dan Usman menggandakan mushaf al-Qur’an untuk dikirim ke propinsi-propinsi.
Abu Bakar melakukan penghimpunan al-Qur’an dan Usman merintis penafsiran al-Qur’an agar mudah dipahami.
Abu Bakar melakukan penghimpunan al-Qur’an dan Usman menyatukan bahasa al-Qur’an dalam bahasa Quraisy.
Abu Bakar menyatukan bahasa al-Qur’an dalam bahasa Quraisy sedangkan Usman melakukan penghimpunan al-Qur’an.
Abu Bakar menyatukan bahasa al-Qur’an dalam bahasa Quraisy, Usman menggandakan al-Qur’an untuk dikirim ke daerah-daerah.
1. Dalam sebuah hadis disebutkan
قَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «إِنَّ هَذَا القُرْآنَ أُنْزِلَ عَلَى سَبْعَةِ أَحْرُفٍ فَاقْرَءُوا مَا تَيَسَّرَ مِنْهُ (رواه أبو داود والترمذي
Nabi saw bersabda “sesungguhnya al-Qur’an turun dengan tujuh huruf, bacalah dengan apa yang mudah darinya (HR Abu Daud dan Turmudzi)
Sebab wurudnya Hadis di atas adalah terjadinya
Perbedaan hafalan al-Qur’an para sahabat
Perbedaan qira’ah diantara para sahabat
Perbedaan bacaan al-Qur’an diantara beberapa sahabat
Perbedaan pengetahuan para sahabat mengenai al-Qur’an
Perbedaan penafsiran para sahabat terhadap kandungan ayat
Qiraah sab’ah adalah perbedaan 7 orang ulama dalam membaca al-Qur’an, sedangkan sab’atu ahruf adalah
Tujuh macam qira’ah
Tujuh dialek bahasa Arab
Tujuh hukum bacaan
Banyak qira’ah
Banyak rasm penulisan
Dilihat dari sumber rujukannya, maka tafsir al-Qur’an dibagi menjadi
Tafsir mutaqaddimin dan tafsir muta’akhirin
Tafsir bi Ra’yi dan tafsir bil Ma’tsur
Tafsir tahlily dan tafsir maudlu’I
Tafsir fiqhi, tafsir isyari dan tafsir falsafi
Tafsir salapi dan Tafsir ashri
Ta’wil terhadap ayat al-Qur’an dilakukan apabila ayat tersebut
Harus dipahami secara harfiyah
Tidak bisa dipahami secara makna hakiki
Tidak memiliki makna majazi
Termasuk ayat-ayat muhkamat
Tidak termasuk ayat-ayat mutasyabihat
Memindahkan makna ayat al-Qur’an dari bahasa aslinya kedalam bahasa lain adalah tarjamah, sedangkan menjelaskan kandungan ayat dari berbagai segi adalah
Takwil
Syarh
Tafsir
Hasyiyah
Taisir
