NEW
Font size
WorksheetsUTS SMT GENAP BHS INDONESIA KELAS 7
Total questions: 40
Worksheet time: 1hrs 20mins
Bacalah teks berikut ini!
Koloni Tikus yang Cerdik
Di sebuah rumah tua, hiduplah koloni tikus. Karena banyaknya tikus, pemilik rumah tersebut memelihara seekor kucing yang besar dan ganas. Si Kucing sudah beberapa kali menangkap anggota dari koloni tikus tersebut. Oleh sebab itu, pemilik menjadi tambah menyayangi si Kucing.
Suatu hari, koloni tikus itu mengadakan rapat. Para tikus menyusun rencana untuk mengusir si Kucing. Keesokan
harinya, para tikus siap melaksanakan rencana mereka untuk mengusir si Kucing. Salah satu tikus memancing si Kucing. “Hai, Kucing. Apakah kamu ingin lebih disayang oleh majikanmu? Maka tangkaplah aku, jika kamu bisa,” tantang Tikus. Mendengar tantangan Tikus tersebut, si Kucing menjadi geram dan mengejar Tikus. Tikus-tikus lainnya kemudian bergantian masuk dan keluar dari lubang di dinding yang membuat si Kucing bingung dan terus mengejar. Si Kucing pun tanpa sadar telah merusak semua barang di rumah majikannya. Akhirnya, pemilik rumah itu marah dan mengusir si Kucing keluar dari rumah.
(dikutip dari www.ceritanakecil.com dengan penyesuaian)
Tema yang diangkat pada kutipan teks tersebut adalah . . .
Koloni tikus yang menghuni rumah tua.
Permusuhan antara koloni tikus dan kucing.
Kucing dan koloni tikus yang gemar berbuat onar.
Kecerdikan koloni tikus dalam menyingkirkan kucing.
Bacalah teks berikut ini!
Koloni Tikus yang Cerdik
Di sebuah rumah tua, hiduplah koloni tikus. Karena banyaknya tikus, pemilik rumah tersebut memelihara seekor kucing yang besar dan ganas. Si Kucing sudah beberapa kali menangkap anggota dari koloni tikus tersebut. Oleh sebab itu, pemilik menjadi tambah menyayangi si Kucing.
Suatu hari, koloni tikus itu mengadakan rapat. Para tikus menyusun rencana untuk mengusir si Kucing. Keesokan
harinya, para tikus siap melaksanakan rencana mereka untuk mengusir si Kucing. Salah satu tikus memancing si Kucing. “Hai, Kucing. Apakah kamu ingin lebih disayang oleh majikanmu? Maka tangkaplah aku, jika kamu bisa,” tantang Tikus. Mendengar tantangan Tikus tersebut, si Kucing menjadi geram dan mengejar Tikus. Tikus-tikus lainnya kemudian bergantian masuk dan keluar dari lubang di dinding yang membuat si Kucing bingung dan terus mengejar. Si Kucing pun tanpa sadar telah merusak semua barang di rumah majikannya. Akhirnya, pemilik rumah itu marah dan mengusir si Kucing keluar dari rumah.
(dikutip dari www.ceritanakecil.com dengan penyesuaian)
Gagasan utama paragraf kedua teks tersebut adalah . . .
Kucing yang tanpa sadar merusak barang-barang majikannya.
Kemarahan pemilik rumah kepada kucing yang berbuat onar.
Rencana koloni tikus untuk menyingkirkan kucing.
Tantangan koloni tikus untuk kucing.
Bacalah teks berikut ini!
Koloni Tikus yang Cerdik
Di sebuah rumah tua, hiduplah koloni tikus. Karena banyaknya tikus, pemilik rumah tersebut memelihara seekor kucing yang besar dan ganas. Si Kucing sudah beberapa kali menangkap anggota dari koloni tikus tersebut. Oleh sebab itu, pemilik menjadi tambah menyayangi si Kucing.
Suatu hari, koloni tikus itu mengadakan rapat. Para tikus menyusun rencana untuk mengusir si Kucing. Keesokan
harinya, para tikus siap melaksanakan rencana mereka untuk mengusir si Kucing. Salah satu tikus memancing si Kucing. “Hai, Kucing. Apakah kamu ingin lebih disayang oleh majikanmu? Maka tangkaplah aku, jika kamu bisa,” tantang Tikus. Mendengar tantangan Tikus tersebut, si Kucing menjadi geram dan mengejar Tikus. Tikus-tikus lainnya kemudian bergantian masuk dan keluar dari lubang di dinding yang membuat si Kucing bingung dan terus mengejar. Si Kucing pun tanpa sadar telah merusak semua barang di rumah majikannya. Akhirnya, pemilik rumah itu marah dan mengusir si Kucing keluar dari rumah.
(dikutip dari www.ceritanakecil.com dengan penyesuaian)
Kalimat yang menunjukkan klimaks pada teks tersebut adalah . . .
Para tikus menyusun rencana untuk mengusir si Kucing.
Si Kucing sudah beberapa kali menangkap anggota dari koloni tikus tersebut.
Si Kucing pun tanpa sadar telah merusak semua barang di rumah majikannya.
Mendengar tantangan Tikus tersebut, si Kucing menjadi geram dan mengejar Tikus.
Bacalah teks berikut ini!
Koloni Tikus yang Cerdik
Di sebuah rumah tua, hiduplah koloni tikus. Karena banyaknya tikus, pemilik rumah tersebut memelihara seekor kucing yang besar dan ganas. Si Kucing sudah beberapa kali menangkap anggota dari koloni tikus tersebut. Oleh sebab itu, pemilik menjadi tambah menyayangi si Kucing.
Suatu hari, koloni tikus itu mengadakan rapat. Para tikus menyusun rencana untuk mengusir si Kucing. Keesokan
harinya, para tikus siap melaksanakan rencana mereka untuk mengusir si Kucing. Salah satu tikus memancing si Kucing. “Hai, Kucing. Apakah kamu ingin lebih disayang oleh majikanmu? Maka tangkaplah aku, jika kamu bisa,” tantang Tikus. Mendengar tantangan Tikus tersebut, si Kucing menjadi geram dan mengejar Tikus. Tikus-tikus lainnya kemudian bergantian masuk dan keluar dari lubang di dinding yang membuat si Kucing bingung dan terus mengejar. Si Kucing pun tanpa sadar telah merusak semua barang di rumah majikannya. Akhirnya, pemilik rumah itu marah dan mengusir si Kucing keluar dari rumah.
(dikutip dari www.ceritanakecil.com dengan penyesuaian)
1. Kalimat yang menunjukkan resolusi pada teks tersebut adalah . . .
Para tikus menyusun rencana untuk mengusir si Kucing.
Akhirnya, pemilik rumah itu marah dan mengusir si Kucing keluar dari rumah.
Mendengar tantangan Tikus tersebut, si Kucing menjadi geram dan mengejar Tikus.
Keesokan harinya, para tikus siap melaksanakan rencana mereka untuk mengusir si Kucing.
1. Penggunaan konjungsi penanda urutan waktu tidak dapat ditemukan pada kalimat . . .
Para tikus menyusun rencana untuk mengusir si Kucing.
Si Kucing sudah beberapa kali menangkap anggota dari koloni tikus tersebut.
Si Kucing pun tanpa sadar telah merusak semua barang di rumah majikannya.
Akhirnya, pemilik rumah itu marah dan mengusir si Kucing keluar dari rumah.
Bacalah teks berikut!
Karena ketakutan pada bencana yang akan menimpa, maka satu per satu ikan mulai diterbangkan oleh Bangau. Namun, Bangau tersebut tidak menerbangkan ikan-ikan tersebut ke tempat yang dijanjikan, tetapi justru membawa ikan-ikan tersebut ke sarangnya. Di sarangnya, Bangau memakan ikan-ikan tersebut dengan lahapnya. Demikian seterusnya, sampai ikan-ikan di danau tersebut habis.
Kini, tinggallah seekor kepiting di danau itu yang belum dipindahkan. Kepiting itu kemudian dibawa terbang oleh Bangau. Namun, ketika Bangau itu menukik menuju sarangnya, Kepiting melihat banyak sekali darah dan duri-duri ikan di sana.
Kepiting kemudian menyadari kalau ia juga akan dimakan oleh Bangau yang serakah itu. Ketika Bangau menukik turun, dengan cepat Kepiting menyerang leher Bangau dengan capitnya. Bangau kemudian menggelepar tidak berdaya.
“Lepaskan aku! Lepaskan!” teriak Bangau dengan suara parau. Kepiting makin memperkeras jepitannya hingga akhirnya Bangau yang serakah itu pun mati.
(dikutip dari pendongeng.com dengan penyesuaian)
1. Alasan teks tersebut dikategorikan sebagai teks fabel adalah . . .
Tokoh utamanya adalah hewan yang berbicara dan bertingkah laku layaknya manusia.
Alur kisahnya menceritakan tentang asal mula terjadinya suatu tempat atau benda.
Alur kisahnya bertujuan untuk menyampaikan pesan moral.
Memiliki unsur intrinsik dan ekstrinsik di dalamnya.
Bacalah teks berikut!
Karena ketakutan pada bencana yang akan menimpa, maka satu per satu ikan mulai diterbangkan oleh Bangau. Namun, Bangau tersebut tidak menerbangkan ikan-ikan tersebut ke tempat yang dijanjikan, tetapi justru membawa ikan-ikan tersebut ke sarangnya. Di sarangnya, Bangau memakan ikan-ikan tersebut dengan lahapnya. Demikian seterusnya, sampai ikan-ikan di danau tersebut habis.
Kini, tinggallah seekor kepiting di danau itu yang belum dipindahkan. Kepiting itu kemudian dibawa terbang oleh Bangau. Namun, ketika Bangau itu menukik menuju sarangnya, Kepiting melihat banyak sekali darah dan duri-duri ikan di sana.
Kepiting kemudian menyadari kalau ia juga akan dimakan oleh Bangau yang serakah itu. Ketika Bangau menukik turun, dengan cepat Kepiting menyerang leher Bangau dengan capitnya. Bangau kemudian menggelepar tidak berdaya.
“Lepaskan aku! Lepaskan!” teriak Bangau dengan suara parau. Kepiting makin memperkeras jepitannya hingga akhirnya Bangau yang serakah itu pun mati.
(dikutip dari pendongeng.com dengan penyesuaian)
1. Kalimat yang tidak menunjukkan bagian komplikasi pada teks tersebut adalah . . .
Kepiting itu kemudian dibawa terbang oleh Bangau.
Kepiting kemudian menyadari kalau ia juga akan dimakan oleh Bangau yang serakah itu.
Ketika Bangau menukik turun, dengan cepat Kepiting menyerang leher Bangau dengan capitnya.
Namun, ketika Bangau itu menukik menuju sarangnya, Kepiting melihat banyak sekali darah dan duri-duri ikan di sana.
Bacalah teks berikut!
Karena ketakutan pada bencana yang akan menimpa, maka satu per satu ikan mulai diterbangkan oleh Bangau. Namun, Bangau tersebut tidak menerbangkan ikan-ikan tersebut ke tempat yang dijanjikan, tetapi justru membawa ikan-ikan tersebut ke sarangnya. Di sarangnya, Bangau memakan ikan-ikan tersebut dengan lahapnya. Demikian seterusnya, sampai ikan-ikan di danau tersebut habis.
Kini, tinggallah seekor kepiting di danau itu yang belum dipindahkan. Kepiting itu kemudian dibawa terbang oleh Bangau. Namun, ketika Bangau itu menukik menuju sarangnya, Kepiting melihat banyak sekali darah dan duri-duri ikan di sana.
Kepiting kemudian menyadari kalau ia juga akan dimakan oleh Bangau yang serakah itu. Ketika Bangau menukik turun, dengan cepat Kepiting menyerang leher Bangau dengan capitnya. Bangau kemudian menggelepar tidak berdaya.
“Lepaskan aku! Lepaskan!” teriak Bangau dengan suara parau. Kepiting makin memperkeras jepitannya hingga akhirnya Bangau yang serakah itu pun mati.
(dikutip dari pendongeng.com dengan penyesuaian)
Amanat yang sesuai dengan isi teks tersebut adalah . . .
Jangan mudah percaya terhadap perkataan orang lain.
Kejahatan tidak akan menang melawan kebaikan.
Jangan membeda-bedakan teman dalam bergaul.
Selalu berbuat baik kepada sesama.
1. Bentuk pasif dari kalimat tersebut adalah . . .
a. Bangau kemudian membawa terbang Kepiting itu.
b. Kepiting itu kemudian membawa terbang Bangau.
c. Kepiting kemudian membawa terbang Bangau itu.
d. Bangau kemudian dibawa terbang oleh Kepiting itu.
Bangau kemudian membawa terbang Kepiting itu.
Kepiting itu kemudian membawa terbang Bangau.
Kepiting kemudian membawa terbang Bangau itu.
Bangau kemudian dibawa terbang oleh Kepiting itu.
Kepiting makin memperkeras jepitannya hingga akhirnya Bangau yang serakah itu pun mati.
Pernyataan yang tidak sesuai dengan isi kalimat tersebut adalah . . .
Imbuhan –nya pada kata jepitannya merujuk pada Kepiting.
Adverbia pada kalimat tersebut adalah makin, yang, dan itu.
Kata hingga adalah contoh konjungsi penanda pengakibatan.
Kata akhirnya adalah contoh konjungsi penanda pengurutan.
Lokasi pengumpulan surat pernyataan persetujuan orang tua adalah . . .
Aula SMP Angkasa Jaya
Ruang UKS SMP Angkasa Jaya
Ruang PMR SMP Angkasa Jaya
Palang Merah Remaja Palangkaraya
Jabatan pembuat surat yang tepat untuk mengisi bagian rumpang pada surat tersebut adalah . . .
Sekretaris
Ketua OSIS
Ketua PMR
Ketua Panitia
Bagian surat dinas yang tidak terdapat pada surat tersebut adalah . . .
Tempat dan tanggal pembuatan surat
Salam pembuka
Salam penutup
Penutup Surat
Isian yang tepat untuk mengisi bagian perihal pada surat tersebut adalah . . .
Permohonan izin melakukan kegiatan pelatihan.
Permohonan izin mengikuti kegiatan pelatihan.
Pemberitahuan kegiatan pelatihan.
Undangan kegiatan pelatihan.
Lampiran surat tersebut adalah . . .
Satu bundel proposal kegiatan
Satu lembar proposal kegiatan
Satu bundel surat pernyataan orang tua
Satu lembar surat pernyataan orang tua
Isi surat tersebut adalah . . .
Mengundang untuk mengikuti kegiatan.
Meminta izin untuk mengadakan kegiatan.
Meminta Kapolsek untuk menjadi pembicara.
Meminta pengawalan kepolisian untuk pembicara.
Kegiatan Latihan Dasar kepemimpinan tersebut akan dilaksanakan selama . . .
satu hari
dua hari
tiga hari
empat hari
Bagian surat dinas yang tidak terdapat pada surat tersebut adalah . . .
Tempat pembuatan surat
Penutup isi surat
Salam penutup
Kop surat
Perbaikan untuk bagian bernomor [1] agar sesuai dengan konteks surat adalah . . .
Kepala SMP Singakerta
Ketua Panitia
Ketua OSIS
Sekretaris
Kata yang tepat untuk memperbaikai kata saya pada surat tersebut adalah . . .
Mereka
Anda
Kami
Kita
Pernyataan yang sesuai dengan surat dinas tersebut adalah . . .
Kegiatan rapat akan dilaksanakan di ruang OSIS.
Ketua OSIS SMPN 71 Pekanbaru adalah Indra Purnomo.
Surat tersebut ditujukan kepada sekretaris OSIS SMPN 71 Pekanbaru.
Surat tersebut merupakan undangan untuk mengikuti lomba olahraga.
Penutup isi surat tersebut yang tepat adalah . . .
Demikianlah surat ini saya sampaikan untuk dijadikan pertimbangan.
Atas perhatian Saudara, kami sampaikan terima kasih.
Terima kasih, ya, sudah mau baca surat dariku.
Jangan lupa datang tepat waktu!
Penulisan alamat surat yang tepat adalah . . .
Kepada Yth. Pengurus OSIS SMPN 71 Pekanbaru di tempat.
Kpd. Yth. Pengurus OSIS SMPN 71 Pekanbaru di tempat.
Yth. Pengurus OSIS SMPN 71 Pekanbaru di tempat.
Pengurus OSIS SMPN 71 Pekanbaru di tempat.
Isian yang tepat untuk melengkapi bagian nomor [1] adalah . . .
Pekanbaru, 1 Agustus 2016
Jumat, 1 Agustus 2016
1 Agustus 2016
01-08-2016
Penulisan nama pembuat surat yang tepat adalah . . . .
INDRA PURNOMO
Indra Purnomo
I. Purnomo
Indra P.
Bacalah teks berikut.
secarik kertas bertuliskan pesan
untuk menjalin tali persaudaraan
demi rakyat engkau berkorban
tanpa mengharap suatu balasan
(sumber: pantun123.com)
Demi rakyat engkau berkorban.
Kata bercetak miring pada kalimat tersebut merujuk kepada . . .
pahlawan
pembaca
penulis
rakyat
Bacalah teks berikut.
secarik kertas bertuliskan pesan
untuk menjalin tali persaudaraan
demi rakyat engkau berkorban
tanpa mengharap suatu balasan
(sumber: pantun123.com)
Secarik kertas bertuliskan pesan.
Makna imbuhan se- yang sama dengan kata bercetak miring terdapat pada kalimat . . .
Jangan suka membuang sampah sembarangan!
Mina membutuhkan alat tulis baru seperti pensil, pulpen, dan penghapus.
Nana berperan sebagai Cinderella dalam pementasan drama di sekolahnya.
Ia mengajukan permohonan cuti seminggu demi merawat ibunya yang sedang sakit.
Suku kata baris keempat dari pantun tersebut berjumlah . . . suku kata.
10
11
12
13
Bacalah teks berikut.
secarik kertas bertuliskan pesan
untuk menjalin tali persaudaraan
demi rakyat engkau berkorban
tanpa mengharap suatu balasan
(sumber: pantun123.com)
Tanpa mengharap suatu balasan.
Berikut yang bukan merupakan sinonim dari kata bercetak miring pada kalimat tersebut adalah . . .
imbalan
pamrih
pajak
upah
Bacalah teks berikut!
apalah tanda bintang timur
cahyanya terang langit tinggi
apalah tanda orang jujur
[ . . . ]
Baris yang tepat untuk mengisi bagian yang rumpang pada teks tersebut adalah . . .
Dadanya lapang hatinya murni.
Sikapnya baik tahu balas budi.
Berdiam diri takut dibenci.
Setiap hari selalu sendiri.
Bacalah teks berikut!
apalah tanda bintang timur
cahyanya terang langit tinggi
apalah tanda orang jujur
[ . . . ]
1. Isi dari pantun tersebut adalah . . .
Memuji cahaya bintang timur yang terang di langit.
Memberitahukan tanda-tanda orang yang jujur.
Menyampaikan cara-cara menjadi orang jujur.
Memberi Tahu tanda munculnya bintang timur.
Bacalah teks berikut!
apalah tanda bintang timur
cahyanya terang langit tinggi
apalah tanda orang jujur
[ . . . ]
Berikut bukan contoh kata sifat pada teks tersebut adalah . . . .
Terang
Tinggi
Tanda
Jujur
Bacalah teks berikut!
terkurung sepi di dalam bui
dengan menyandang status tawanan
jasa pahlawan tak terhargai
nyawa dan harta rela dikorbankan
(sumber: pantun123.com)
Dengan menyandang status tawanan.
Kata dasar dari kata bercetak miring pada kalimat tersebut adalah . . .
Nyandang
Mandang
Pandang
Sandang
Bacalah teks berikut!
terkurung sepi di dalam bui
dengan menyandang status tawanan
jasa pahlawan tak terhargai
nyawa dan harta rela dikorbankan
(sumber: pantun123.com)
Nyawa dan harta rela dikorbankan
Antonim kata bercetak miring pada kalimat tersebut adalah . . .
Dipertahankan
Dipertaruhkan
Dipasrahkan
Direlakan
Bacalah teks berikut.
(1) ragi pulut dalam kati
(2) tapai manis dalam kuali
(3) selagi hidup dalam pekerti
(4) sampailah mati dalam budi
(sumber: pantun123.com)
Pantun tersebut bersajak . . .
a-a-a-a
a-a-a-a
a-b-b-a
b-b-a-a
Bacalah teks berikut!
orang ke laut [ . . . ] udang
[ . . . ] hari pasang pelita
yang ditunggulah sudahpun datang
yang dinanti sudah pun tiba
(sumber: pantun123.com)
Pantun tersebut termasuk dalam jenis pantun . . .
Agama
Jenaka
Nasihat
Penyambutan
Bacalah teks berikut!
orang ke laut [ . . . ] udang
[ . . . ] hari pasang pelita
yang ditunggulah sudahpun datang
yang dinanti sudah pun tiba
(sumber: pantun123.com)
Kata-kata yang tepat untuk melengkapi bagian rumpang pada pantun tersebut adalah . . .
Menjala, pagi
Menjala, petang
Memancing, pagi
Memancing, siang
Bacalah teks berikut!
orang ke laut [ . . . ] udang
[ . . . ] hari pasang pelita
yang ditunggulah sudahpun datang
yang dinanti sudah pun tiba
(sumber: pantun123.com)Lanjutan yang tepat untuk pantun tersebut adalah . . .
tanam lenggun tumbuh kelapa
terbit bunga pucuk mati
budi tuan kami tidak lupa
telah terpahat di dalam hati
batu kecubung warna ungu
ditatah berlian batu bermutu
kebiasaan Melayu menyongsong tamu
hamparkan tikar lebarkan pintu
hati gembira berbarengan teman
bergembira ria di bawah jembatan
seandainya kita diizinkan tuhan
tentu bersua di hari kemudian
duhai selasih janganlah tinggi
kalaupun tinggi berdaun jangan
duhai kekasih janganlah pergi
kalaupun pergi bertahun jangan
Bacalah teks berikut!
orang ke laut [ . . . ] udang
[ . . . ] hari pasang pelita
yang ditunggulah sudahpun datang
yang dinanti sudah pun tiba
(sumber: pantun123.com)
Jumlah suku kata yang terdapat pada bagian sampiran pantun tersebut adalah . . . suku kata.
19
20
22
24
Bacalah teks berikut!
orang ke laut [ . . . ] udang
[ . . . ] hari pasang pelita
yang ditunggulah sudahpun datang
yang dinanti sudah pun tiba
(sumber: pantun123.com)
Tema dari pantun tersebut adalah . . .
ketidaksukaan kepada sosok tamu
orang-orang yang pergi ke laut menangkap udang
semangat yang ditunjukkan dalam menyambut tamu
orang-orang yang memasang penerangan di kala sore hari
