NEW
Font size
WorksheetsConim 4th
Total questions: 25
Worksheet time: 13mins
Tantangan dunia industry saat ini adalah Industry 4.0, Salah satu dampak industry 4.0 bagi industri keuangan di Indonesia adalah munculnya FinTech. Hingga akhir tahun 2018 penggunaan terbesar fintech adalah untuk
Payment
Lending
Crowdfunding
Agregator
Salah satu jenis FinTech yang banyak digunakan adalah Agregator, fungsi Agregator adalah
Membandingkan dan memilih product keuangan
Pembayaran transaksi
Pengajuan pinjaman
Pendanaan massal
Tantangan industri perbankan saat ini telah membuat banyak perusahaan di perbankan melakukan banyak program-program untuk melakukan perbaikan maupun inovasi dalam bisnisnya. Contoh inovasi yang sudah dilakukan oleh BCA dalam bentuk product dan layanan adalah
penurunan pemborosan di tempat kerja
Develop Layanan E-Branch
Mempercepat proses kredit
Modifikasi layout tempat kerja
Salah satu hal untuk menjawab tantangan yang terjadi saat ini adalah dengan melakukan perbaikan berkesinambungan di seluruh bagian, istilah continuous improvement juga dalam bahasa Jepang dikenal dengan istilah
PDCA
Kaihoo
Kaimei
Kaizen
Apa yang membedakan Continuous Improvement dengan Inovasi
Continuous improvement untuk proses sedangkan inovasi untuk produk
Inovasi dan Continuous Improvement itu sama saja
Inovasi adalah improvement yang bersifat radikal/lompatan teknologi, sedangkan Continuous improvement adalah improvement kecil-kecil yang berkelanjutan
Inovasi dan Continuous Improvement sama-sama tidak memerlukan teknologi tinggi dan tidak memerlukan biaya besar
Salah satu ciri improvement dari perusahaan berkelas dunia adalah
Innovasi menjadi tanggung jawab dan dijalankan oleh level bawah
Pekerjaan rutin untuk level atas lebih banyak dari pada level di bawah
Continuous Improvement dijalankan dan menjadi tanggung jawab oleh semua level
Innovasi tidak menjadi tanggung jawab middle management
Continuous improvement bertumpu pada
Inovasi yang memerlukan teknologi tinggi
Loyalitas karyawan
Karyawan dengan indeks prestasi tinggi
Kepekaan, antusias, kreatifitas dan kebersamaan karyawan
Perbedaan Agile Continuous improvement dengan Continuous Improvement adalah
Sumber Daya yang digunakan
Teknologi yang digunakan
Level karyawan yang menjalankan
Siklus Improvement yang digulirkan lebih cepat
Suatu akitifitas yang tidak memberi nilai tambah tetapi diperlukan oleh internal perusahaan disebut dengan Non Value Added but necessary, contohnya adalah
Pemeriksaan kelengkapan dokumen
Kesalahan input data
Mencari-cari dokumen
Menunggu mobil untuk berkunjung ke Nasabah
Karyawan yang telah ditraining oleh perusahaannya, tetapi karyawan tersebut tidak menerapkan hasil training tersebut ke dalam pekerjaannya, hal tersebut termasuk pemborosan, yaitu
Defect
Waiting
Non Utilized Talent
Transportation
Ibu Inggrid selama 10 menit mencari alat tulis yang seharusnya berada pada tempatnya. Mencari-cari alat tulis tersebut termasuk jenis pemborosan
Defect
Waiting
Extraprocessing
Motion
Proses membawa, mengantarkan atau perpindahan dokumen dari satu tempat ke tempat yang lain termasuk kedalam jenis pemborosan
Defect
Waiting
Extra Processing
Transportation
Membeli ATK dalam jumlah banyak karena sedang discount. Hal ini dapat menimbulkan pemborosan dari Segi
Biaya
Defect
Inventory
Operation Expense
Dalam Kaizen, improvement bisa mencakup proactive improvement dan Reactive Improvement. Yang tergolong Proactive Improvement antara lain
Melakukan improvement ketika ada yang mengingatkan
Dari yang sudah memenuhi standard ke arah yang lebih baik
Dari kondisi di bawah standard menjadi kembali ke standard
Melakukan improvement karena terpaksa
Dalam menentukan tema atau topik project improvement, tema improvement dapat diambil dari dari masalah yang terkait dengan
Issue yang terjadi di tempat kerja
Bertanya pada pelanggan
Asumsi dari karyawan
keinginan Atasan
Salah satu tools yang digunakan untuk mengidentifikasi masalah adalah emphaty map, yang berbasis pada
Peluang atau opportunity bisnis
Menemukan masalah utama dari sudut pandang user/customer
Data pemetaan kinerja yang belum tercapai
Peta atau layout masalah di Cabang
Dalam mengidentifikasi masalah, salah satunya kita dapat menggunakan empathy map, di dalam empathy map definisi yang menyatakan bahwa “Sesuatu yang nasabah tidak inginkan terjadi ketika menggunakan produk / jasa BCA“ disebut dengan unsur
Keinginan
Katakan & Lakukan
Kekhawatiran
Lihat
Untuk memahami permasalahan serta memahami scope permasalahan perlu dilakukan visualisasi masalah. Tools yang sesuai untuk visualisasi masalah adalah
Grafik Balok
Pie Diagram
Grafik Garis
Flow Chart (Cross Functional Map)
Apa yang tidak boleh (Don’t) dilakukan pada saat mengidentifikasi masalah dengan menggunakan empathy map adalah
Mengambil asumsi tanpa ditemukan bukti (tanpa dasar yang jelas)
Pada saat memberikan kesimpulan, lakukan dalam tim kecil Anda terlebih dahulu bagi mereka dengan kondisi lapangan yang sama
Informasi yang didapat pada tim kecil disharingkan ke tim besar dan kembali disatukan dan mulai dipisahkan berdasarkan kategori
Pada saat memisahkan kategori, gunakan kategori yang didapat dari pelanggan
Selain ide harus merupakan hal yang paling di inginkan oleh customer. Sebaiknya ide tersebut juga memiliki Lifecycle atau umur dari solusi. Hal ini disebut juga dengan
Viability
Feasibility
Desirability
Marketability
Tahap design thinking dimana kita mencari tahu kebutuhan customer dengan cara membayangkan bagaimana jika kita berada diposisi customer adalah tahap
Define
Emphatize
Prototype
Develop
Dalam tahap Periksa Hasil, yang dilakukan adalah
Mengumpulkan dan analisa data kinerja setelah improvement
Memeriksa hasil brainstorming
Memeriksa masalah
Memeriksa hasil standarisasi
Sebuah Ide harus merupakan hal yang paling di inginkan oleh customer. Hal ini disebut juga dengan
Viability
Feasibility
Desirability
Marketability
Deliverables (output) yang diharapkan dalam tahap Penanggulangan atau Implementasi Perbaikan dalam PDCA adalah
Terealisasinya kegiatan penanggulangan
Tercapainya target improvement
Akar masalah teridentifikasi
Kegiatan pada tahapan CHECK dalam metodologi PDCA antara lain
Mengidentifikasi project improvement
Mengukur dan menganalisa data sebelum dilakukan improvement
Memeriksa hasil setelah dilakukan improvement
Standarisasi hasil improvement supaya masalah tidak terulang kembali
