NEW
Font size
Worksheetskomitmen mutu latsar DKI
Total questions: 30
Worksheet time: 15mins
(1) Pengertian Efektifitas adalah :
Ketercapaian target yang telah direncanakan, dilihat dari capaian jumlah maupun mutu hasil kerja yang dapat memberikan kepuasan kepada pelanggan.
Ketercapaian target yang direncanakan diukur dari biaya, waktu , tenaga dan pikiran
Ketercapaian target yang direncanakan diukur dari capaian jumlah, biaya, dan waktu
Ketercapaian target yang direncanakan berdasarkan kualitas mutu, biaya, dan waktu
(1) Tingkat Efisiensi diukur dari penghematan, kecuali:
Biaya
Waktu
Tenaga
Jumlah
(1) Mutu mencerminkan nilai keunggulan layanan (produk/jasa) yang diberikan kepada pelanggan /masyarakat sesuai dengan :
Kebutuhan dan keinginan pelanggan
Bayaran yang diberikan pelanggan
Standar
Ukuran mutu
(1) Konsekwensi dari Penyelenggaraan pemerintah yang tidak efektif dan tidak efisien adalah, kecuali:
Ketidaktercapaian target kerja
Ketidakpuasan banyak pihak
Banyaknya demo masyarakat
Menurunnya kredibilitas instansi pemerintah
(2) Berbagai Teknik/Metode Perbaikan mutu banyak di kenal sebagaimana berikut ini, kecuali :
Metode Plan Do Check Act (PDCA)
Diagram Sebab Akibat (Cause and Effect Diagram)
Diagram Tulang Ikan (Fishbone)
Metode Tanya Jawab
(1) Mutu merupakan salah satu standar yang menjadi dasar untuk mengukur :
Keuntungan
Modal Usaha
Capaian hasil kerja
Capaian kesuksesan
(2) Manajemen mutu dalam suatu organisasi/instansi harus dilaksanakan secara terintegrasi dengan melibatkan :
Pimpinan tertinggi dalam satu unit organisasi
Seluruh Komponen organisasi
Staf
Atasan Langsung
(2) Setiap instansi pemerintah harus mnemiliki target capaian kinerja bermutu yang diperoleh dari :
Kinerja individual dan kinerja organisasional
Kinerja staf dan kinerja pimpinan
Kinerja staf dan kinerja organisasional
KInerja individual dan kinerja pimpinan
(2) Karakteristik Nilai Dasar Orientasi Mutu adalah sebagai berikut, kecuali :
Perbaikan secara berkelanjutan
Layanan Menyentuh hati
Memberi senyum, ramah, dan sopan
Layanan yang cepat
(2) Tindakan yang berorientasi mutu dalam penyelenggaraan publik, adalah sebagai berikut :
Mengantarkan pelanggan ketempat-tempat yang akan ditujunya
Meningkatkan kepuasan masyarakat sebagai pelanggan, baik menyangkut layanan yang merujuk pada producer view (berbasis peraturan peundang-undangan) dan customer view (berbasis kebutuhan dan kepusasan pelanggan)
Menganalisis masalah tanpa solusi
Melayani pelanggan dengan salam sapa yang ramah
(3) Bentuk inovasi pada instansi pemerintah dapat dilakukan pada berbagai katergori, yaitu, kecuali :
Inovasi Produk
Inovasi proses
Inovasi global
Inovasi Paradigma.
(3) Inovasi dalam penyelenggaraan pemerintahan akan dikaitkan dengan aspek :
Kebaruan (novelty)
Nyata (tangiable)
Produk (product)
Cepat tanggap (responsive)
(3) Strategi inovasi yang dapat dilaklukan instansi pemerintah, yaitu, kecuali :
Strategi eksporasi
Strategi kerjasama
Strategi kolaborasi
Strategi kewirausahaan
(3) Peningkatan mutu dan produktivitas akan mendorong terciptanya manfaat yang lebih besar, bagi :
Individu pegawai, instansi, dan lingkungan
Individu pegawai dan stakeholder
Individu pegawai, instansi, dan stakeholder
Instansi, lingkungan, dan stkeholder
(3) Hambatan pencapaian target kerja bisa datang dari dalam diri sendiri atau pihak luar, diantaranya, yaitu kecuali :
Tidak memahami standar kerja
Motivasi kerja rendah
Pimpinan memberdayakan pegawainya
Sarana/dan prasarana tidak memadai
(4) Berbagai jenis kelompok sasaran layanan publik (tipe pelanggan) yang akan menentukan jenis dan perlakuan dalam layanan public, yaitu kecuali :
Pelanggan utama
Pelanggan sekunder
Competitor
Stakeholder
(4) Setiap ASN hendaknya memiliki perilaku adiluhung yang akan mendorong terciptanya budaya kerja unggul menuju good corporate governance. Budaya unggul itu sendiri diawali dengan perilaku :
Disiplin
kreatif
. jujur
Inovatif
(4) Pengawasan internal secara vertical dilakukan dua arah, yaitu :
Jalur dari kanan (right) dan dari jalur kiri (left)
Jalur aspiratif dari bawah (bottom up) dan Jalur instruktif dari atas (top down)
Jalur samping (side) dan jalur dari luar (outside)
Jalur belakang (back) dan jalur depan (front)
(4) Keberhasilan proses pengawasan ditentukan oleh ketersediaan dan kejelasan standar pelayanan minimal yang tertuang dalam :
Sasaran KInerja Pegawai (SKP)
Sytem Quality Management (SQM)
Standard Operating Procedure (SOP)
Total Quality Management (TQM)
(4) Faktor-faktor yang bisa menjadi pendorong sekaligus penghambat upaya untuk meningkatkan kinerja aparatur yang kreatif, inovatif, dan komitmen terhadap mutu, antara lain, kecuali :
Perubahan pola piker (mindset) aparatur
Pergeseran budaya kerja
Pergeseran posisi jabatan
Perbaikan tata kelola pemerintahan (good corporate governance)
(5) Sebaik apapun ide kreatif yang lahir dari pemikiran individu atau kelompok, tidak akan memiliki makna apa-apa jika tidak dikomunikasikan kepada :
Pimpinan
Staf
Tenaga operator
Stakeholders
(5) Berfikir kreatif menunjukkan kemampuan orang untuk menghasilkan atau menciptakan sesuatu yang :
Baru dan berbeda
Lama dan jadul
Kreativitas
Masih difikirkan
(5) Cara melakukan inovasi yang dapat dipraktekkan di tempat tugas, yaitu kecuali:
Penemuan
Duplikasi
Kolaborasi
Sintesa
(5) Berikut ini merupakan proses berfikir kreatif, kecuali :
Membutuhkan daya imajinasi yang tinggi
Mampu keluar dari rutunitas
Konsisten dengan daya berfikirnya
Berbeda dari kebiasaan sehari-hari
(5) Melakukan inovasi dengan mengkreasikan suatu produk, jasa, atau proses yang belum pernah dilakukan sebelumnya, disebut :
Penemuan
Duplikasi
Pengembangan
Sintesa
(6) Faktor-faktor pendorong yang dapat memfasilitasi lahirnya kreativitas dan inovasi, yaitu :
Responsible
Komitmen mutu
Keteladanan
Daya juang
(6) Lingkungan kerja yang mendorong terciptanya kreativitas kerja, misalnya sebagai berikut :
Memberikan apresiasi kinerja kepada stiap individu
Menghalangi pegawai untuk berrkreatifitas
Membantu dan saling tolong menolong
Boikot setiap kali pegawai ingin maju
(6) Tujuan utama pelayanan berbasis nilai-nilai dasar komitmen mutu adalah, kecuali :
Mengutamakan kepentingan pelanggan
Menumbuhkan kepercayaan terhadap instansi pemerintah
meningkatkan kesetiaan dan kepuasam sebagai pelanggan
Mensejahterakan pegawai
(6) Kriteria layanan public yang dapat dikategorikan sebagai best practise, adalah :
Berfokus pada komitmen mutu
Memberikan nilai tambah kepada masyarakat maupun stakeholder lainnya dan menjadi sumber inspirasi terhadap kegiatan serupa
Mempunyai jangkauan jauh kedepan
Efisiensi dan efektifitas
(6) Berikut ini faktor-faktor yang menyebabkan Pegawai apartur pemerintah sulit mengembangkan sifat positif dalam pelayanan publik yang prima, yaitu kecuali :
Kepemimpinan yang tidak mendukung untuk perubahan yang lebih baik
Lingkungan kerja yang menghambat terciptanya kreativitas kerja
Budaya organaisasi yang tidak memfasilitasi terjadinay inovasi
Sarana prasarana yang tidak memadai
