NEW
Font size
WorksheetsHappy-happy Review Agenda II
Total questions: 25
Worksheet time: 12mins
Pelayanan publik hingga saat ini mejadi fokus yang terus diperbaiki dan masuk ke dalam program dan area perubahan reformasi birokrasi. Peningkatan pelayanan publik ini merupakan suatu keharusan sebagaimana diamanatkan dalam:
Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002
Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014
Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2009
Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2020
Diagnosa organisasi akan memberikan kesempatan bagi seorang pemimpin organisasi untuk menentukan masalah yang benar sekaligus menentukan solusi yang benar dan menerapkan solusi tersebut juga dengan benar. Pilih pernyataan di bawah ini yang mendukung pernyataan tersebut di atas
Diagnosa organisasi dilakukan sesekali sesuai kebutuhan organisasi
Diagnosa organisasi dapat dilakukan oleh seorang pejabat pengawas bila dibutuhkan
Diagnosa organisasi merupakan suatu pemahaman dari kondisi organisasi yang tidak memerlukan intervensi
Diagnosa Organisasi merupakan kerja kolaboratif antara para pihak yang berkepentingan
Memandang organisasi sebagai sebuah sistem, maka akan ada 3 (tiga) level fokus area untuk melakukan diagnosa, yaitu:
level staf, level pengawas dan level administrator
level individual, level organisasi internal dan level organisasi eksternal
level invidual, level instansi daerah dan level instansi vertikal
level organisasi, level grup dan level individual
Berfikir Kreatif adalah berfikir dengan menghubungkan ide atau hal-hal yang sebelumnya tidak berhubungan, memiliki empat kata khas yaitu imajinatif, tidak dapat diramalkan, divergen dan lateral. Salah satu perbedaan berfikir kreatif dan berfikir kritis adalah:
Berfikir kreatif memperbaiki dan mengembangkan berbagai ide atau gagasan;
Berfikir kreatif menggunakan otak kiri, logis dan obyektif
Berfikir kritis menemukan dan memilih berbagai alternatif.
Berfikir kritis menghasikan landasan pemikiran yang cemerlang untuk mengambil tindakan
yang efektif.
Berpikir kreatif, harus mampu berpikir diluar kebiasaan/rutinitas/ berpikir “Out Of the box”. Secara umum pribadi kreatif memiliki ciri-ciri, diantaranya:
Lebih menekankan pada berfikir analitik, berseri, logis, dan
objektif
Membuat keputusan dan penilaian yang efektif
Keingintahuan, percaya pada diri sendiri, keterbukaan pada pengalaman, mau mengambil resiko yang telah diperhitungkan.
Menganalisis dan mengembangkan berbagai kemungkinan
Jika ada 1 kilo batu dan ada 1 kilo kapas, ketika dijatuhkan ke atas kaki kita, mana yang lebih sakit?
1 kilo batu
kaki kita
1 kilo kapas
sama sakitnya
Dalam menghasilkan ide-ide kreatif diperlukan tahapan dalam berfikir kreatif, yang meliputi :
Tahap preparation (persiapan), tahap inkubasi, tahap Iluminasi dan tahap verifikasi.
Tahap membuka peluang, tahap menerima tantangan dan tahap mengembangkan wawasan
Tahap mengembangkan gagasan,
tahap memfasilitasi kerjasama, dan tahap mengembangkan keanekaragaman
Tahap persiapan, tahap mengembangkan gagasan dan tahap memfasilitasi kerjasama
Pemecahan masalah secara kreatif yang dikembangkan oleh Parnes, Presiden dari Creative Problem Solving Foundation mencakup 5 (lima) tahapan, yaitu:
menemukan fakta, menemukan gagasan, menemukan ide, menentukan strategi, menyusun mind mapping
menemukan fakta, menemukan masalah, menemukan gagasan, menemukan solusi, dan menemukan penerimaan
menemukan Innovations Shopping, menemukan gagasan, menemukan ide, menemukan jejaring, menemukan solusi
menemukan gap kinerja, menemukan fakta, menemukan masalah, menemukan solusi, menemukan jejaring kerja
Peter Drucker dalam Djamaludin Ancok (2012) mengemukakan beberapa prinsip inovasi yang perlu diikuti agar kegiatan inovasi berhasil, yaitu diantaranya sebagai berikut:
Dalam berinovasi perlu merasa diri pintar.
Inovasi tidak membutuhkan kepemimpinan yang profesional.
Inovasi hanya berdasarkan perseptual (adanya kebutuhan yang nyata).
Inovasi adalah sebuah upaya sistematis dengan tujuan yang jelas.
Peran pemimpin dalam menggerakan inovasi menurut Dr. Tri Widodo U, SH, MA diantaranya adalah :
Mengembangkan kapasitas diri sendiri untuk berinovasi
Menjadi teladan (role model) untuk perubahan
Memberi bantuan finansial untuk melakukan inovasi.
Menciptakan ide berkembangnya inovasi secara individual
Cuaca sedang mendung. Ada 5 orang sedang berjalan, tapi hanya ada 1 payung. Bagaimana caranya agar mereka semua tidak kehujanan?
Berteduh bersama-sama
Menggunakan payung secara bergantian
Naik taksi bersama-sama
Jalan saja seperti biasa, kan belum hujan
Terdapat 5 (lima) Teknologi Pilar utama Revolusi Industri 4.0, yaitu:
Big Data, face recognition, Artificial Intelligence (AI), Addictive Manufacturing dan Infrastructure as a Service (IaaS),
Cloud Computing, Addictive Manufacturing, Artificial Intelligence (AI), Big Data dan Free Cloud.
Big Data, Artificial Intelligence (AI), Cloud Computing, Addictive Manufacturing dan Infrastructure as a Service (IaaS),
Internet of Things (Iot), Big Data, Artificial Intelligence (AI), Cloud Computing dan Addictive Manufacturing
Bruce Tuckman, berdasarkan hasil observasinya menemukan bahwa dalam setiap pembentukan tim terdapat 5 (lima) tahapan, yaitu:
Tahapan Adjourning, Norming, Storming, Forming dan Performing
Tahapan Forming, Storming, Norming, Performing dan Adjourning
Tahapan Norming, Storming, Forming. Performing dan Adjourning
Tahapan Forming, Performing, Storming, Adjourning dan Norming
Peranan pemimpin dalam tim, diantaranya adalah sebagai berikut:
Mengakui prestasi anggota tim, menempatkan nilai tinggi pada kerja tim dan tidak memberi dukungan timbal balik
Proaktif menjalin hubungan kerja, tidak memberi dukungan timbal balik dan mengakui prestasi anggota tim
Mendorong dan memudahkan anggota untuk bekerja, mengakui prestasi anggota tim dan tidak memberikan motivasi
Mengilhami kerja tim,
memberikan dukungan timbal balik dan mengakui prestasi anggota tim
Larson dan Lafasto menemukan bahwa tim yang efektif memiliki beberapa karakteristik, diantaranya yaitu:
Collaborative Climate,
Standards of Excellence, External Support and Recognition:
Principled Leadership:
Standards of Excellence, External Support and Recognition,
Principled Leadership, Internal Support
Clear & Elevate Goal, Result Driven Structure, Competent Team Member, Internal Support
Internal Support, Competent Team Member, Unified Commitment,
CollaborativeClimate:
Tim efektif adalah tim yang secara efektif dapat mencapai tujuannya karena diantaranya memiliki:
Pemimpin Tim, Komitmen dan antusiasme, Standar kinerja tidak jelas,
Tanpa dukungan dan pengakuan,
Pemimpin Tim, Kejelasan tujuan, Struktur dan tata laksana, Anggota/ personilnya tidak kompeten,
Kejelasan tujuan, Struktur dan tata laksana, Anggota/ personilnya tidak kompeten, Komitmen dan antusiasme
Kejelasan tujuan, Struktur dan tata laksana, Anggota/ personilnya kompeten,
Komitmen dan antusiasme
Jika perlu waktu merebus 20 menit agar sebutir telur bisa matang, berapa lama waktu merebus yang dibutuhkan agar 10 butir telur bisa matang?
2 jam 20 menit
200 menit
20 menit
3 jam 40 menit
Kesiapan birokrasi dan ekspektasi masyarakat pada birokrasi berkelas dunia tahun 2024 diantaranya adalah masyarakat yang:
Mendapat akses pelayanan lebih mudah, Dilayani secara cepat, Komunikasi yang mudah dipahami dan Pelayanan yang murah
Dilayani secara cepat, Pelayanan tepat waktu,
Komunikasi yang tidak mudah dipahami dan
Pelayanan yang murah
Diperlakukan sopan,
Mendapat akses pelayanan yang mudah, murah, cepat, dan Pelayanan yang normatif
Dilayani secara cepat, transparan, tepat waktu,
Komunikasi yang tidak mudah dipahami dan
Pelayanan yang meriah
Karakteristik ASN Berkelas Dunia menurut Agus Dwiyanto (2015):
Profesional, Integritas,
Orientasi Kepublikan,
Budaya Pelayanan yang komersial dan Tidak memiliki Wawasan Global
Orientasi Kepublikan, Integritas, Memiliki wawasan Global, Amatir dan Budaya Pelayanan yang Tinggi
Budaya Pelayanan yang Tinggi, Integritas, Komersial, Memiliki Wawasan Global dan Orientasi Kepublikan
Profesional, Integritas,
Orientasi Kepublikan,
Budaya Pelayanan yang Tinggi dan Memiliki Wawasan Global
Pelayanan publik yang baik didasarkan pada prinsip-prinsip yang digunakan untuk merespons berbagai kebutuhan dalam penyelenggaraan pelayanan publik di lingkungan birokrasi. Berbagai literatur administrasi publik menyebut bahwa prinsip pelayanan publik yang baik diantaranya adalah:
Mudah dan Murah, Efektif dan Efisien, Akuntabel, Tidak Berkeadilan, Non Aksesible,
Partisipatif, Responsif, Transparan, Mudah dan Murah, Efektif dan Efisien, Akuntabel
Mudah dan Murah, Efektif dan Efisien, Akuntabel, Tidak Berkeadilan, Aksesible,
Partisipatif, Responsif, Transparan, Diskriminatif, Efektif dan Efisien
Kementerian PANRB telah melahirkan beberapa produk kebijakan pelayanan publik sebagai wujud pelaksanaan amanat Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2009 tentang Pelayanan Publik, diantaranya adalah:
Penilaian kinerja unit penyelenggara pelayanan publik, Terobosan perbaikan pelayanan publik,
Pengembangan Sistem Informasi Pelayanan Publik (SIPP), Komersialisasi SDM
Terobosan perbaikan pelayanan publik, Mendorong integrasi layanan publik dalam beberapa gedung/kantor
Penerapan Standar Pelayanan dan Maklumat Pelayanan; Pengembangan Sistem Informasi Pelayanan Publik (SIPP)
Seorang pemimpin dengan gaya kepemimpinan melayani (Servant Leadership), dapat diketahui melalui ciri-ciri diantaranya sebagai berikut:
Mendengarkan, Empati, Membangun kekuatan persuasif, Kemampuan Melayani
Mendengarkan, Kemampuan meramalkan, Tidak Empati, Kemampuan Menyembuhkan
Membangun kekuatan persuasif, Kemampuan Melayani, Mendengarkan, Tidak Memiliki Komitmen
Mendengarkan, Memiliki Komitmen, Tidak Membangun kekuatan persuasif, Kemampuan Melayani.
Benda mana yang lebih berat: kapas 10 kilo, gula 10 kilo atau besi 10 kilo?
Gula 10 kilo
Besi 10 kilo
Kapas 10 kilo
Sama beratnya
Kepemimpinan yang Berorientasi Pelayanan merupakan salah satu nilai yang terdapat dalam Core Values ASN BerAKHLAK yang dimaknai bahwa setiap ASN harus berkomitmen memberikan pelayanan prima demi kepuasan masyarakat. Berorientasi Pelayanan dapat dijabarkan dengan beberapa kriteria, yakni:
Memiliki kode etik (code of ethics), Dibentuk sebuah kode perilaku (code of conducts), Menerapkan budaya profesional
Memiliki kode etik (code of ethics), Dibentuk sebuah kode perilaku (code of conducts), Menerapkan budaya pelayanan
Memiliki kode etik (code of ethics), Dibentuk sebuah kode perilaku (code of conducts), Menerapkan budaya komersial
Memiliki kode etik (code of ethics), Dibentuk sebuah kode perilaku (code of conducts), Menerapkan budaya senyum dan sapa
Aktor mana yang memerankan James Bond dalam 8 film, paling banyak?
Sean Connery
Timothy Dalton
Piers Brosnan
Roger Moore
